• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1) KPU Provinsi melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap calong anggota KPU Kabupaten/Kota sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat

(1).;---2) KPU Provinsi memilih calon anggota KPU Kabupaten/Kota berdasarkan hasil

uji kelayakan dan

kepatutan;---3) KPU Provinsi menetapkan 5 (lima) calon anggota KPU Kabupaten/Kota peringkat teratas dari 10 (sepuluh) calon sebagaimana dimaksud dalam pasal 23 ayat 91) sebagai anggota KPU Kabupaten/Kota

terpilih;---4) Anggota KPU Kabupaten/Kota terpilih sebagaimana dimaksud pada ayat (3)

ditetapkan dengan keputusan KPU

Provinsi;---5) Proses pemilihan dan penetapan anggota KPU Kabupaten/Kota di KPU Provinsi dilakukan dalam waktu paling lama 60 (enam puluh) hari

kerja;---1. Bahwa setelah mengetahui dasar-dasar hukum dari proses seleksi calon anggota KPU Kabupaten / Kota, Tergugat juga perlu menyampaikan dasar-dasar dilakukannya pengambilalihan seleksi anggota KPU Kabupaten Lombok Barat dari Tim Seleksi kepada Tergugat yaitu

Bahwa dasar pengambilalihan seleksi anggota KPU Kabupaten Lombok Barat oleh Tergugat pada pokoknya adalah karena ada kelalaian yang dilakukan oleh Tim Seleksi calon anggota KPU Lombok Barat yaitu pertama, tidak melakukan

Halaman 21 dari 53 Halaman Putusan Nomor : 12/G/2014/PTUN-MTR

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

salah satu item tes kesehatan rohani; dan kedua, meloloskan salah seorang perserta yang belum genap 5 (lima) tahun berhenti dari partai politik pada tahap 10

besar;--1 Bahwa dasar hukum untuk dapat diambilalihnya seleksi calon anggota KPU Lombok Barat dari tim seleksi oleh Tergugat karena kelalaian tim seleksi adalah :...

Pasal 20 ayat (4) :...

huruf h : surat pernyataan tidak menjadi anggota partai politik;---Huruf i : surat keterangan dari pengurus partai politik bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota partai politik dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terakhir, dalam hal calon anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota pernah menjadi anggota partai politik;---Pasal 24 ayat (2) : Ruang lingkup tes kesehatan meliputi :...

a. tes kesehatan jasmani

menyeluruh;---

---b. rohani;

dan ;--- -

---c. bebas

narkoba;--- --

---Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Pasal 39 ayat (2) : Dalam hal terdapat tahapan seleksi yang berjalan tidak sebagaimana mestinya, maka pelaksanaan seleksi diulang sesuai tahapan yang bermasalah;---Pasal 40 ayat (2) : Dalam hal Tim Seleksi calon anggota KPU Kabupaten/kota tidak dapat melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, maka pelaksanaan seleksi diambilalih oleh KPU Provinsi dengan supervisi oleh

KPU;---2. Bahwa selanjutnya sebelum Tergugat menyampaikan jawaban secara rinci, maka terhadap terbitnya Keputusan TUN objek gugatan a quo, dapat Tergugat sampaikan

kronologis sebagai

berikut :...

1 Bahwa sekitar bulan September – November 2013 sedang berlangsung seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota se NTB, dimana proses seleksi ini berlangsung lebih dahulu dari seleksi anggota KPU Provinsi

NTB;---2 Bahwa sekitar bulan Oktober – Desember NTB;---2013 sedang berlangsung seleksi calon Anggota KPU Provinsi NTB yang dilakukan tim seleksi sampai akhirnya terseleksi 10 (sepuluh) orang oleh tim seleksi provinsi yang diserahkan kepada KPU Republik Indonesia di

Jakarta;---3 Bahwa setelah KPU RI mengecek berkas-berkas seleksi yang diserahkan tim seleksi Provinsi kepadanya menemukan kelalaian yang dilakukan Tim Seleksi Provinsi yang tidak melaksanakan secara utuh ketentuan pasal 24 ayat (2) PKPU No. 2 Tahun 2013 yaitu tes kesehatan khususnya tes kesehatan rohani.

Sehingga berdasarkan hal tersebut KPU RI mengeluarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum No. 957 / Kpts / KPU / Tahun 2013 tentang Pengambilalihan Tahapan Seleksi Calon Anggota KPU Provinsi Yang Tidak Dilaksanakan oleh

Halaman 23 dari 53 Halaman Putusan Nomor : 12/G/2014/PTUN-MTR

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi NTB, pada tanggal 24 Desember

2013;---4 Bahwa pada tanggal 31 Desember 2013 dilaksanakan tes kesehatan rohani oleh KPU RI untuk seleksi Calon Anggota KPU Provinsi NTB untuk 103 orang peserta yang lulus seleksi tahap Administrasi. Hal ini dilakukan untuk semua peserta yang lulus tahapan administrasi karena melaksanakan ketentuan pasal 22 PKPU No. 02 Tahun 2013 yaitu “nama-nama bakal calon yang telah lulus penelitian administrasi sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 selanjutnya mengikuti seleksi tertulis, tes kesehatan dan tes psikologis”. Karena tes kesehatan rohani masuk dalam tahapan tes kesehatan maka harus menggundang seluruh peserta yang lulus tes seleksi

administrasi;---5 Bahwa setelah tahapan seleksi kesehatan rohani tersebut dilakukan oleh KPU RI, kemudian diumumkan 20 orang oleh KPU RI dan 20 orang tersebut diundang KPU RI untuk mengikuti wawancara serta uji kelayakan dan kepatutan hingga terpilihlah 5 orang komisioner KPU NTB yang langsung dilantik di Jakarta setelah diumumkan. Setelah pelantikan tersebut KPU RI kemudian mengumpulkan semua anggota KPU Prov. NTB (Tergugat) untuk diberikan pengarahan agar melakukan hal yang sama untuk Kabupaten/Kota di NTB jika ditemukan ada yang tidak melakukan tes kesehatan rohani maupun unsur kelalaian

lainnya;---6 Bahwa pada tanggal 22 Januari 2014 baru terbentuk komisioner KPU Provinsi, maka untuk mensegerakan terbentuknya KPU Kabupaten/Kota agar tidak terlambat dalam melaksanakan tahapan-tahapan pemilu, maka pada tanggal 24 Januari KPU Provinsi NTB melakukan pleno evaluasi atas hasil Tim Seleksi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Kabupaten/Kota yang telah diserahkan pada sekretariat KPU Provinsi sebelumnya dan menemukan 8 (delapan) Kabupaten/Kota yang Tim Seleksinya tidak melakukan tes kesehatan rohani sebagaimana maksud dari pasal 24 ayat (2) PKPU No. 2 Tahun 2013, bahkan masuk banyak tanggapan masyarakatnya yang menyatakan dari 10 besar yang diserahkan pada Sekretariat KPU NTB ada salah seorang calon yang belum genap 5 tahun di partai politik. Dari 8 Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan tes kesehatan hanya 2 Kabupaten/Kota yang telah memenuhi ketentuan pasal 24 ayat (2) PKPU No. 2 Tahun 2013 oleh Tim Seleksi yaitu Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Tengah. Sehingga berdasarkan hal tersebut kemudian KPU Provinsi NTB mengambilalih tahapan seleksi KPU Kabupaten/Kota yang telah dilakukan tim seleksi berdasarkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor : 31 / Kpts / KPU – Prov – 017 / 2014 tentang Pengambilalihan Tahapan Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum di 8 (delapan) Kabupaten/Kota Yang Tidak Di Laksanakan Oleh Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima dan Kota Bima, tanggal 25 Januari 2014 serta telah merubah jadwal tahapan pelaksanaan seleksi calon anggota KPU KPU/Kota se NTB sebagai Keputusan KPU Provinsi NTB No. 46/Kpts/KPU-Prov-017/2014 tanggal 25 Januari

2014;---7 Bahwa setelah keluarnya Keputusan KPU Provinsi NTB untuk mengambilalih tahapan seleksi calon anggota KPU Kabupaten/Kota serta perubahan jadwal seleksi pada hari yang sama KPU Provinsi NTB bersurat kepada Direktur

Halaman 25 dari 53 Halaman Putusan Nomor : 12/G/2014/PTUN-MTR

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Rumah Sakit Jiwa Provinsi NTB untuk dapat dilakukan tes kesehatan rohani kepada 8 Kabupaten/Kota dan pada hari yang sama KPU Provinsi NTB bersurat kepada Sekretariat KPU di 8 Kabupaten/Kota untuk mengundang peserta seleksi calon KPU/Kota mengikuti seleksi tes kesehatan rohani, demikian pula untuk Sekretariat KPU Kabupaten

Dompu;---8 Bahwa setelah Ketua KPU Provinsi NTB melalui Sekretariat KPU Kabupaten Lombok Barat mengundang 49 peserta Seleksi Calon Anggota KPU Kabupaten Lombok Barat yang lulus tes Administrasi untuk hadir mengikuti seleksi di Hotel Lombok Raya Mataram pada tanggal 28 Januari 2014, akan tetapi yang mengikuti tes pada saat itu dari calon Anggota KPU Kabupaten Lombok Barat hanya 37 orang yang mana diikuti juga oleh Para Penggugat secara

keseluruhan;---9 Bahwa dari 37 orang tersebut yang mengikuti tes kesehatan rohani calon anggota KPU Kabupaten Lombok Barat tersebut berdasarkan hasil pleno KPU Prov. NTB hanya 2 orang orang yang dinyatakan tidak lulus tes kesehatan rohan. Kemuduian Tergugat melakukan pleno untuk menentukan yang masuk 20 besar tanpa merubah hasil dari Tim Seleksi sebelumnya, karena ada 2 orang yang sebelumnya masuk 20 besar saat di tim seleksi tidak mengikuti tes kesehatan rohani yakni Hesti Rahayu, ST.,MM dan Sahril Halim, S.Sos maka Tergugat harus mengganti kedua orang tersebut dengan memasukkan Drs. Edy Wahyu Nuryanto dan Marlan, S.Pd tetapi yang menjadi garis besar dalam perkara ini bahwa 6 (enam) orang Penggugat semuanya masuk dalam 20 besar dan mengikuti tahapan seleksi selanjutnya berdasarkan hasil pleno tanggal 10 Pebruari 2014 oleh KPU Provinsi NTB di Hotel Puri Sharon –

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Senggigi, dimana setelah dilakukan penilaian ulang dengan menggabungkan tes tulis, tes kesehatan jasmani, bebas narkoba, kesehatan rohani dan assesmen psikologi, kemudian menetapkan 20 orang peserta yang dinyatakan lulus seleksi tertulis, kesehatan dan psikologi. Sehingga untuk 20 orang tersebut pada tanggal 13 Pebruari 2014 dilakukan tes selanjutnya yaitu wawancara serta uji kelayakan dan

kepatutan;---10 Bahwa pada tanggal 13 Pebruari 2014, dilakukan tahapan seleksi selanjutnya yakni wawancara serta uji kelayakan dan kepatutan oleh Tergugat. Kenapa dilakukan wawancara lagi karena Tergugat tidak memperoleh data dari tim seleksi nilai wawancara yang telah dilakukan sebelumnya dan terhadap 2 peserta yang baru masuk 20 besar sebelumnya belum pernah dilakukan wawancara oleh tim seleksi sehingga agar adil dan transparan maka Tergugat melakukan wawancara yang dirangkai langsung sengan uji kelayakan dan kepatutan dari 20 orang yang diundang 1 orang tidak mengikuti yakni Agus Mulyadi, kemudian dari hasil wawancara tersebut Tergugat menetapkan 10 besar anggota KPU Kabupaten Lombok Barat, dimana hanya 2 (orang) dari Penggugat yang tidak masuk 10 besar sebagaimana Berita Acara Rapat Pleno Tergugat No. 186/BA/II/2014, dengan alasan-alasan yang nanti akan kami uraikan pada pokok jawaban;---

1. Bahwa selanjutnya Tergugat akan menjawab dalil-dalil gugatan Penggugat, dimana dalil Penggugat pada angka 1, angka 2 dan angka 3 hanya menyebutkan peraturan perundangan yang mengatur syarat-syarat pengajuan gugatan Tata Usaha Negara yang tidak perlu kami tanggapi, karena telah tertuang dalam peraturan

Halaman 27 dari 53 Halaman Putusan Nomor : 12/G/2014/PTUN-MTR

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 27

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

perundang- undangan;---

---2. Bahwa dalil Penggugat pada angka 4 adalah seluruh rangkaian tahapan seleksi calon Anggota KPU Kabupaten Lombok Barat dan dalil pokok dari gugatan Para Penggugat yang terdiri angka 4.1 sampai dengan angka 4.11 yang akan Tergugat tanggapi sebagaimana angka dalam dalil gugatan tersebut satu persatu sebagai berikut :...

...

1 Bahwa Tergugat membenarkan dalil Para Penggugat pada angka 4.1 dan tidak perlu Tergugat

ditanggapi;---2 Bahwa benar Tim Seleksi telah melaksanakan semua rangkaian seleksi calon anggota KPU sebagaimana yang Para Penggugat sampaikan dalam dalilnya 4.2, akan tetapi tim seleksi belum melaksanakan tes kesehatan rohani dan meloloskan salah seorang peserta yang masih aktif di partai politik belum genap 5 tahun yaitu sdr. Irpan Suriadiata, SH.,MH (Penggugat

1);---3 Bahwa Tergugat menolak dalil Para Penggugat yang menyatakan Tim Seleksi telah melakukan tes kesehatan rohani, kenyataannya tes kesehatan yang dilakukan di RSUD Giri Menang tidak ada dokter yang ahli kejiwaan;---4 Bahwa Tergugat membenarkan dalil Para Penggugat pada angka kejiwaan;---4.kejiwaan;---4 dan tidak

perlu Tergugat

ditanggapi;---Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 28

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

5 Bahwa Tergugat menolak dalil Para Penggugat pada angka 4.5, Tergugat melakukan wawancara kembali adalah sebagai bagian pengambilalihan oleh Tergugat untuk proses seleksi, karena menurut ketentuan setelah tes tertulis, tes kesehatan dan tes psikologi maka harus dilakukan wawancara, karena ada yang tidak lulus atau tidak mengikuti tes kesehatan rohani pada tahapan 20 besar yang telah ditetapkan tim seleksi sebelumnya maka harus dilakukan wawancara ulang agar berlaku adil untuk semua peserta dan untuk mengefektifkan waktu maka selanjutnya dilakukan uji kelayakan dan kepatutan;---6 Bahwa Tergugat menolak dalil Para Penggugat pada angka 4.kepatutan;---6 yang

menyatakan hasil wawancara serta uji kelayakan dan kepatutan ada rekayasa, semuanya dilakukan secara fair dan transparan dalam proses wawancara serta uji kelayakan dan kepatutan sebagaimana bukti surat hasil penilaian yang kami ajukan dalam persidangan

ini;---7 Bahwa Tergugat menolak dalil Para Penggugat pada angka 4.ini;---7 yang benar adalah pada saat di tim seleksi sdr. Marlan, S.Pd memang tidak masuk 20 besar, akan tetapi setelah kewenangan tim seleksi diambilalih oleh Tergugat karena kelalaian tim seleksi, Marlan, S.Pd masuk 20 besar dikarenakan ada 2 orang yang sebelumnya telah ditetapkan oleh tim seleksi yaitu Hesti Rahayu, ST.,MM dan Sahril Halim, S.Sos tidak mengikuti tes kesehatan rohani sehingga harus dinyatakan tidak lulus untuk masuk ketahap berikutnya, maka Tergugat harus mengganti kedua orang tersebut dengan memasukkan Drs. Edy Wahyu Nuryanto dan Marlan, S.Pd, hal ini dilakukan sebagaimana prosedur dan langkah-langkah proses seleksi. Terkait dengan hubungan saudara kandung antara Marlan, S.Pd dengan Yan Marli tidak ada larangan dalam UU No. 15

Halaman 29 dari 53 Halaman Putusan Nomor : 12/G/2014/PTUN-MTR

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 29

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan

Pemilu;---8 Bahwa Tergugat menolak semua dalil Para Penggugat pada angka 4.Pemilu;---8, bahkan seharusnya yang tidak masuk setiap proses tahapan seleksi calon anggota KPU Lombok Barat dari sejak seleksi administrasi adalah sdr. Irpan Suriadiata, SH.,MH (Penggugat 1), karena belum genap 5 tahun mundur dari partai politik hal ini dibuktikan dari Daftar Calon Tetap Pemilu 2009 Anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat Dapil 5 dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, tanggal 3 Desember

2009;---9 Bahwa Tergugat tetap menolak dalil Para Penggugat pada angka 4.2009;---9 sebagaimana telah diuraikan diatas dasar pengambilalihan proses seleksi calon anggota KPU Lombok Barat dari tim seleksi adalah pasal 39 ayat (2) jo. Pasal 40 ayat (2) Peraturan KPU No. 2 Tahun 2013 tentang Seleksi Anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/kota, karena tim seleksi tidak melaksanakan secara utuh ketentuan pasal 24 ayat (2) Peraturan KPU No. 2 Tahun 2013 tentang tes kesehatan rohani kepada peserta seleksi dan meloloskan sdr. Irpan Suriadiata, SH.,MH (Penggugat 1), karena belum genap 5 tahun mundur dari partai

politik;---10 Bahwa Tergugat menolak semua dalil Para Penggugat pada angka 4.politik;---10, karena bagian ini hanya pengulangan dalil yang dilakukan oleh Para Penggugat yang secara keseluruhan sudah terjawab dalam jawaban

ini;---11 Bahwa Tergugat juga menolak semua dalil Para Penggugat pada angka 4.ini;---11 yang menyatakan Tergugat tidak melaksanakan kewajibannya sesuai peraturan perundang-undangan, menerbitkan obyek sengketa secara sewenang-wenang sehingga bertentangan dengan asas-asas umum pemerintahan yang baik. Justru

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas

Dokumen terkait