BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.2 Makna Kehidupan Novel Biola Tak Berdawai
4.2.2 Makna Kehidupan Novel Biola Tak Berdawai dan Sepotong Senja untuk Pacarku
Berikut akan dianalisis mengenai makna kehidupan novel Biola Tak Berdawai dan Sepotong Senja untuk Pacarku.
4.2.2.1 Makna Kehidupan Novel Biola Tak Berdawai Karya Seno Gumira Ajidarmo
Makna hidup dalam novel Biola Tak Berdawai karya Seno Gumira Ajidarma akan dianalisis menggunakan pendekatan struktural (Post-modernisme) dengan roh Katresnanisme. Dari data yang ditampilkan pada bagian lampiran maka dapat dianalisis sebagai berikut.
a. Analisis 1
Novel yang berjudul Biola Tak Berdawai memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Dewa seperti pada kode data DNBT Am Dw 1 dan DNBT Am Dw 3. Dari data DNBT Am Dw 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “atur panuwun” (feeling gratitude). Dengan kutipan teks.
“Sebetulnya aneh sekali aku diberi nama Dewa, karena bukanlah dewa adalah makhluk sakti mandraguna yang sangat berkuasa?” (hal 7)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah berterima kasih merupakan kata yang sangat luar biasa maknanya. Manusia “menerima” tetapi juga “kasih atau memberi”. Hal tersebut tentu saja dapat diterapkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Tuhan telah memberi manusia kehidupan, anugrah berupa kepandaian, akal, materi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Sangat banyak yang Tuhan merikan. Manusia menerima itu semua dengan penuh gembira.
Namun jangan lupa, apa yang kita terima dari Tuhan hendaknya kita juga memberikannya untuk sesama. Pada konteks ini manusia diajarkan untuk menerima sesuatu dariNya namun juga menyebarkan juga berkah yang di terima kepada manusia yang lain. Ajaran ini mengajarkan untuk tidak egois dan individualistis, karena apa yang dicukupkan olehNya tentunya akan ditambahkan selalu apabila manusia mau dan mampu membagikannya kepada yang lain.
Dari data DNBT Am Dw 3 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “tentrem” (promoting peace). Dengan kutipan teks.
“Demikianlah Rumah Asuh Ibu Sejatimenjadi tempat penampungan bayi-bayi malang, tapi yang barangkali cukup beruntung karena segera meninggalkan dunia yang fana ini”. (hal 10)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah jati diri manusia yang luhur saalah satunya untuk menemukan sebuah ketenangan batin. Apa yang diperjuangkan di dunia ini apabila hanya mengejar materi, tentu tidak akan menghasilkan sebuah ketenangan batin. Kenyamanan yang ada dalam pribadi manusia menjadikan kekuatan untuk mewujudkan sebuah kebahagiaan. Apabila direfleksiakan hisup
manusia sebenarnya untuk apa? Tentu ini pertanyaan yang digali lebih mendalam. Manusia harus menisbihkan keinginan batin namun yang paling utama adalah bagaimana hati di oleh untuk menemukan ketenangan batin itu sendiri. Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNBT Am Dw 2 sampai dengan kode data DNBT Am Dw 37.
b. Analisis 2
Novel yang berjudul Biola Tak Berdawai memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Gandari seperti pada kode data DNBT Am Gd 1. Dari data DNBT Am Gd 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “sumarah” (trusting surrendering). Dengan kutipan teks
“. … apakah yang berarti di dunia ini, selain sempurna dalam samadi, meleburkan diri ke dalam cahaya abadi”. (hal 36)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah ketabahan hati dan kelapanan hati untuk menerima sebuah ujian merupakan kunci manusia memahami maksud Sang Pencipta menciptakan sebuah kehidupan. Manusia diajak untuk berefleksi atas apa yang telah dilakukan, sehingga dengan seperti itu dapat memaknainya sebagai sesuatu hal yang positif. Sikap yang didasarkan atas cinta akan menepis semua hasrat negatif, semua yang dijalankan oleh manusia dikembalikan kepada Allah Sang Pencipta. Apapun yang akan diberikanNya disyukuri dan dijalani dengan penuh suka cita.
c. Analisis 3
Novel yang berjudul Biola Tak Berdawai memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Mbak Wid seperti pada kode data DNBT Am Mw 1 dan DNBT Am Mw 2. Dari data DNBT Am Mw 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “atur panuwun” (feeling gratitude). Dengan kutipan teks.
“Ibuku mencubitnya dan ia tertawa mesum tapi hatiku sakit sekali. Aku tahu maksudnya seperti Drupadi yang suaminya lima, maka sumber kehidupan ibuku juga dari banyak laki-laki”. (hal 59)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah berterima kasih merupakan kata yang sangat luar biasa maknanya. Manusia “menerima” tetapi juga “kasih atau memberi”. Hal tersebut tentu saja dapat diterapkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Tuhan telah memberi manusia kehidupan, anugrah berupa kepandaian, akal, materi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Sangat banyak yang Tuhan merikan. Manusia menerima itu semua dengan penuh gembira.
Namun jangan lupa, apa yang kita terima dari Tuhan hendaknya kita juga memberikannya untuk sesama. Pada konteks ini manusia diajarkan untuk menerima sesuatu dariNya namun juga menyebarkan juga berkah yang di terima kepada manusia yang lain. Ajaran ini mengajarkan untuk tidak egois dan individualistis, karena apa yang dicukupkan olehNya tentunya akan ditambahkan selalu apabila manusia mau dan mampu membagikannya kepada yang lain.
Dari data DNBT Am Mw 2 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “tulus” (being sincere). Dengan kutipan teks.
“Biarlah aku menebus dosa-dosa ibuku, dengan menyelamatkan anak sebanyak-banyaknya”. (hal 59)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah manusia memiliki perasaan yang sangat mendalam atau intim kepada orang yang sayangi, dengan perasaan percaya dan cinta akan menghancurkan perasaan dengki, cemburu dan iri hati. Maka sebagai kodrat manusia yang hidup didasarkan atas cinta hendaknya manusia memberikan cinta dan kasih sayang secara tulus kepada siapapun sehingga ajaran cinta dari Tuhan Allah sendiri mengenai cinta kasih dapat riil terimplementasi. Dengan seperti itu keberlangsungan hidup manusia akan diwarnai dengan ketulusan cinta dan memunculkan harmonisasi hidup yang indah. Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNBT Am Mw 3.
d. Analisis 4
Novel yang berjudul Biola Tak Berdawai memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Renjani seperti pada kode data DNBT Am Rj 1. Dari data DNBT Am Rj 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “Kraton nDalem” (being spiritual). Dengan kutipan teks.
“Dewa, dan bayi-bayi lainna, mereka juga ciptaan Tuhan, dan seperti ciptaan Tuhan lainnya, mereka juga punya keindahan sendiri”. (hal 115)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah perjalanan hidup manusia memang panjang, namun apabila dihayati dengan betul sangat pendek. Artinya manusia harus mengisinya dengan kebaikan-kebaikan. Janganlah kita menakar seberapa banyak yang sudah kita terima, namun berpikirlah seberapa banyak apa yang sudah kita berikan kepada orang lain. Dengan seperti itu hidup manusia akan diisi oleh kebahagiaan yang sejati yang datang dari Berkah Tuhan itu sendiri.
e. Analisis 5
Novel yang berjudul Biola Tak Berdawai memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Bhisma seperti pada kode data DNBT Am Bs 1 dan DNBT Am Bs 2. Dari data DNBT Am Bs 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “tulus” (being sincere). Dengan kutipan teks.
“Di arena resital musik yang telah kosong, Bhisma mendengar tangisan hatinya sendiri”. (hal 146)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah Manusia memiliki perasaan yang sangat mendalam atau intim kepada orang yang sayangi, dengan perasaan percaya dan cinta akan menghancurkan perasaan dengki, cemburu dan iri hati. Maka sebagai kodrat manusia yang hidup didasarkan atas cinta hendaknya manusia memberikan cinta dan kasih sayang secara tulus kepada siapapun sehingga ajaran cinta dari Tuhan Allah sendiri mengenai cinta kasih dapat riil terimplementasi. Dengan seperti itu keberlangsungan hidup manusia akan diwarnai dengan ketulusan cinta dan memunculkan harmonisasi hidup yang indah.
Dari data DNBT Am Bs 2 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “atur panuwun” (feeling gratitude). Dengan kutipan teks.
“Padahal dengan menangis, seorang lelaki tidak kehilangan apa-apa, sebaliknya justru ia bertambah lengkap dan kaya sebagai manusia”. (hal 146)
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah Berterima kasih merupakan kata yang sangat luar biasa maknanya. Manusia “menerima” tetapi juga “kasih atau memberi”. Hal tersebut tentu saja dapat diterapkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Tuhan telah memberi manusia kehidupan, anugrah berupa kepandaian, akal, materi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Sangat banyak yang Tuhan merikan. Manusia menerima itu semua dengan penuh gembira.
Namun jangan lupa, apa yang kita terima dari Tuhan hendaknya kita juga memberikannya untuk sesama. Pada konteks ini manusia diajarkan untuk menerima sesuatu dariNya namun juga menyebarkan juga berkah yang di terima kepada manusia yang lain. Ajaran ini mengajarkan untuk tidak egois dan individualistis, karena apa yang dicukupkan olehNya tentunya akan ditambahkan selalu apabila manusia mau dan mampu membagikannya kepada yang lain. Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNBT Am Bs 3.
4.2.2.2 Makna Kehidupan Novel Sepotong Senja Untuk Pacarku Karya Seno Gumira Ajidarmo.
Makna hidup dalam novel Sepotong Senja Untuk Pacarku karya Seno Gumira Ajidarma akan dianalisis menggunakan pendekatan struktural (Post-modernisme)
dengan roh Katresnanisme. Dari data yang ditampilkan pada bagian lampiran maka dapat dianalisis sebagai berikut.
a. Analisis 1
Novel yang berjudul Sepotong Senja untuk Pacarku memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Sukab seperti pada kode data DNST Am Sk1 dan DNST Am Sk 2. Dari data DNST Am Sk1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “Sithik idhing” (promoting win-win). Dengan kutipan teks.
“Maka kupotong senja itu sebelum terlambat, kukerat pada empat sisi lantas kumasukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa berikannya padamu”. Hal 6
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, hidupnya bergantung dari manusia lain. Artinya manusia hidup saling membantu demi meringankan tugas yang diembannya. Maka dari itu kehidupan manusia harus saling berbagi dalam semua hal, misalnya pemikiran, tenaga, daya upaya dan lain sebagainya.
Dari data DNST Am Sk2 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “tulus” (being sincere). Dengan kutipan teks.
“Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja, Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku”. Hal 7
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah Manusia memiliki perasaan yang sangat mendalam atau intim kepada orang yang sayangi, dengan perasaan percaya dan cinta akan menghancurkan perasaan dengki, cemburu dan iri hati. Maka
sebagai kodrat manusia yang hidup didasarkan atas cinta hendaknya manusia memberikan cinta dan kasih sayang secara tulus kepada siapapun sehingga ajaran cinta dari Tuhan Allah sendiri mengenai cinta kasih dapat riil terimplementasi. Dengan seperti itu keberlangsungan hidup manusia akan diwarnai dengan ketulusan cinta dan memunculkan harmonisasi hidup yang indah.
Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNST Am Sk 3, DNST Am Sk 4, DNST Am Sk 5, DNST Am Sk 6, DNST Am Sk 7, DNST Am Sk 8, DNST Am Sk 9, DNST Am Sk 10, DNST Am Sk 11, DNST Am Sk 12, DNST Am Sk 13, DNST Am Sk 14, DNST Am Sk 15, DNST Am Sk 16, DNST Am Sk 17, DNST Am Sk 18, DNST Am Sk 19, DNST Am Sk 20, DNST Am Sk 21, DNST Am Sk 22, DNST Am Sk 23, DNST Am Sk 24, DNST Am Sk 25. b. Analisis 2
Novel yang berjudul Sepotong Senja untuk Pacarku memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Alina seperti pada kode data DNST Am Al 1 dan DNST Am Al 2. Dari data DNST Am Al 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “tentrem” (promoting peace). Dengan kutipan teks.
“Siapa yang tidak suka merasa nyaman dan tenang di dunia ini Sukab, di sebuah dunia yang sudah miskin masih bersimbah darah pula”. Hal 21
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah jati diri manusia yang luhur saalah satunya untuk menemukan sebuah ketenangan batin. Apa yang diperjuangkan di dunia ini apabila hanya mengejar materi, tentu tidak akan menghasilkan sebuah
ketenangan batin. Kenyamanan yang ada dalam pribadi manusia menjadikan kekuatan untuk mewujudkan sebuah kebahagiaan. Apabila direfleksiakan hisup manusia sebenarnya untuk apa? Tentu ini pertanyaan yang digali lebih mendalam. Manusia harus menisbihkan keinginan batin namun yang paling utama adalah bagaimana hati di oleh untuk menemukan ketenangan batin itu sendiri.
Dari data DNST Am Al 2 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “atur panuwun” (feeling gratitude). Dengan kutipan teks.
“Senja yang paling tidak berharga dalam dalam hidupku sukab, senja sialan yang paling tidak mungkin diharapkan manusia”. Hal 19
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah berterima kasih merupakan kata yang sangat luar biasa maknanya. Manusia “menerima” tetapi juga “kasih atau memberi”. Hal tersebut tentu saja dapat diterapkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Tuhan telah memberi manusia kehidupan, anugrah berupa kepandaian, akal, materi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Sangat banyak yang Tuhan merikan.
Manusia menerima itu semua dengan penuh gembira. Namun jangan lupa, apa yang kita terima dari Tuhan hendaknya kita juga memberikannya untuk sesama. Pada konteks ini manusia diajarkan untuk menerima sesuatu dariNya namun juga menyebarkan juga berkah yang di terima kepada manusia yang lain. Ajaran ini mengajarkan untuk tidak egois dan individualistis, karena apa yang dicukupkan olehNya tentunya akan ditambahkan selalu apabila manusia mau dan mampu membagikannya kepada yang lain. Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNST Am Al 3, DNST Am Al 4, DNST Am Al 5, DNST Am Al 6, DNST Am Al 7.
c. Analisis 3
Novel yang berjudul Sepotong Senja untuk Pacarku memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Tukang Pos seperti pada kode data DNST Am Tp 1 dan DNST Am Tp 3. Dari data DNST Am Tp 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “mrantasi” (being reliable). Dengan kutipan teks.
“Sudah 40 hari 40 malam aku mengayuh sepedah nyaris tanpa henti, sebelum akhirnya sampai ke bukit kapur ini. Aku mengayuh sepedahku siang dan malam, dan hanya berhenti makan, minum, dan tidur sebentar di bawah pohon yang rindang”. Hal 30
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah kemadirian manusia dalam menjalani sesuatu memang harus dikedepankan. Manusia ada masanya bersama-sama namun ada juga masa untuk sendiri. Memutuskan seuatu hal yang sangat urgen tentu mejadi pertimbangan manusia harus dengan cepat melakukannya. Pekerjaan yang sudah diberikan kepada kita hendaknya diselesaikan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ketekunan dan keuletan akan mengasah manusia sebagai pribadi yang dewasa sekaligus unggul dalam bidangnya.
Dari data DNST Am Tp 3 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “mranani” (entralling). Dengan kutipan teks.
“Dibukit ini, akhirnya aku berhenti. Penasaran juga rasanya melihat tas surat memancar-mancarkan cahaya seperti itu”. Hal 32
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah sebuah peradaban yang diciptakan oleh Sang Maha Kuasa pantas untuk dinikmati. Tentu saja keajaiban-keajaiban Sang Pencipta membuat manusia menjadi penasaran. Namun semuanya itu
merupakan karuniaNya. Karena dengan menikmatinya manusia dapat bersyukur terhadap apa yang didapatkan. Dunia itu indah dan selayaknya keindahan itu dilestarikan dan dirawat. Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNST Am Tp 2, DNST Am Tp 4, DNST Am Tp 5, DNST Am Tp 6.
d. Analisis 4
Novel yang berjudul Sepotong Senja untuk Pacarku memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Gelandangan seperti pada kode data DNST Am Gl 1. Dari data DNST Am Gl 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “binerkahan” (being blassed). Dengan kutipan teks.
“Terjatuh diatas sampah, merayapi tangga-tangga reyot, samai seorang gelandangan menuntunku ke suatu tempat yang takkan pernah kulupakan dalam hidupku. “masukklah” katanya tenang , “di situ kamu aman”. Hal 44
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah semua yang manusia lakukan tentu akan diberkahi oleh Tuhan sendiri, jangan sampai manusia meninggalkaNya. Sebab orang yang tekun dalam pekerjaannya akan diberikan kemudahan dan berkah yang melimpah. Keuletan dan ketekunan akan memunculkan hasil yang menggembirakan. Jangaan menggerutu atas pekerjaan yang sedang dikerjakan melainkan nikmatilah sehingga akan memperoleh berkah melimpah.
e. Analisis 5
Novel yang berjudul Sepotong Senja untuk Pacarku memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Ratri seperti pada kode data DNST
Am Rt 1 dan DNST Am Rt 2. Dari data DNST Am Rt 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “Kraton nDalem ” (being spiritual). Dengan kutipan teks.
“Jadi kematian itu indah ya bu ? “ hal 151
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah perjalanan hidup manusia memang panjang, namun apabila dihayati dengan betul sangat pendek. Artinya manusia harus mengisinya dengan kebaikan-kebaikan. Janganlah kita menakar seberapa banyak yang sudah kita terima, namun berpikirlah seberapa banyak apa yang sudah kita berikan kepada orang lain. Dengan seperti itu hidup manusia akan diisi oleh kebahagiaan yang sejati yang datang dari Berkah Tuhan itu sendiri.
Dari data DNST Am Rt 2 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “atur panuwun” (feeling gratitude). Dengan kutipan teks.
“Ratri tertawa-tawa mengejar anak senja. Ia merasa seperti bermimpi. Betapa indahnya impian yang menjadi kenyataa dan Ratri tidak ingin kehilangan impian yang nyata itu”. Hal 150
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah berterima kasih merupakan kata yang sangat luar biasa maknanya. Manusia “menerima” tetapi juga “kasih atau memberi”. Hal tersebut tentu saja dapat diterapkan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Tuhan telah memberi manusia kehidupan, anugrah berupa kepandaian, akal, materi, kebahagiaan dan lain sebagainya. Sangat banyak yang Tuhan merikan. Manusia menerima itu semua dengan penuh gembira.
Namun jangan lupa, apa yang kita terima dari Tuhan hendaknya kita juga memberikannya untuk sesama. Pada konteks ini manusia diajarkan untuk menerima sesuatu dariNya namun juga menyebarkan juga berkah yang di terima kepada manusia yang lain. Ajaran ini mengajarkan untuk tidak egois dan individualistis, karena apa yang dicukupkan olehNya tentunya akan ditambahkan selalu apabila manusia mau dan mampu membagikannya kepada yang lain. Data berikutnya dapat dilihat pada bagian lampiran dengan kode data DNST Am Rt 3.
f. Analisis 6
Novel yang berjudul Sepotong Senja untuk Pacarku memiliki makna hidup (depeer meaning) yang tergambar pada tokoh Jazebel seperti pada kode data DNST Am Jz 1 dan DNST Am Jz 2. Dari data DNST Am Jz 1 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “mbombong mbimbing” (encouraging). Dengan kutipan teks.
“Jezebel!jezebel!jangan berjalan ke sana Jezebel! Jangan!” Tapi Jezebel terus saja berjalan, berjalan, dan berjalan”. Hal 161
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah pendampingan dan arahan dari seseorang yang lebih senoir sangat diharapkan. Manusia perlu mendengarkan petuah-petuah dari orang yang lebih senior. Dengan seperti itu keputusan yang diambil akan benar-benar matar dan tidak gegabah. Manusia tidak dapat hidup sendiri, semua jalan tersedia namun dalam jalan tersebut banyak sekali rintangan yang menghadang. Maka perlunya manusia membutuhkan bantuan bimbingan dari orang lain sebagai mediator dan moderator atas apa yang akan dilakukannya.
Dari data DNST Am Jz 2 dapat diambil makna hidup yang mendalam setelah didekonstruksi dengan roh Katresnanisme “mrantasi” (being reliable). Dengan kutipan teks.
“Siapa yang tidak lelah berjalan tanpa henti sepanjang tanpa henti sepanjang pantai menyaksikan mayat-mayat bergelimpangan? Tapi aku tak bisa berhenti meskipun aku sudah hampir tidak kuat lagi. Harus ada yang setidaknya melihat mayat-mayat itu”. Hal 162
Berdasarkan analisis Aos Katresnanisme adalah kemadirian manusia dalam menjalani sesuatu memang harus dikedepankan. Manusia ada masanya bersama-sama namun ada juga masa untuk sendiri. Memutuskan seuatu hal yang sangat urgen tentu mejadi pertimbangan manusia harus dengan cepat melakukannya. Pekerjaan yang sudah diberikan kepada kita hendaknya diselesaikan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab. Ketekunan dan keuletan akan mengasah manusia sebagai pribadi yang dewasa sekaligus unggul dalam bidangnya.