NILAI ESTETIKA PADA RENCONG
4.4 Makna Ornamen pada Rencong Museum Aceh
Penulis membatasi kajian pada tiga jenis rencong. Setiap jenisnya diambil dua buah rencong. Sehingga total terdapat enam buah rencong yang dikaji.
4.4.1 Reuncong Meupucok 1
Reuncong Meupucok dengan no inventaris 03_0037 memiliki gagang yang terbuat dari tanduk dibalut emas dengan ukiran hiasan motif tumbuh-tumbuhan. Sarung dari kayu dengan hiasan motif tumbuh-tumbuhan, ikat dari suasa. Bilah rencong dari besi tempaan. Panjang 40 cm. Gagang 9 cm, bilah 24,5 cm, sarung 25 cm. Bahan gagang terbuat dari tanduk dibalut emas..
116
Gambar 52 : Rencong koleksi Museum Aceh
Ornamen yang terdapat pada sarung rencong Reuncong Meupucok dengan no inventaris 03_0037 merupakan motif bungong Awan (bungong labu)
Gambar 53 : ornamen pada sarung rencong meupucok 03_0037 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Motif ukiran Bunga Awan / Bungong Labu yang berbentuk ukiran kembang berantai, yang lebih utama sebagai unsur keindahan. Motif sulur ini memiliki kaitan dengan kesuburan dan kemakmuran. Jika rencong ini dipakai diselipkan
dipinggang akan memberikan kesan wibawa bagi pemakainya (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Motif bunga sebagai ungkapan kehidupan karena keharumannya yang mengungkapkan dinamisasi kehidupan yang berkembang, motif sulur ini memiliki kaitan dengan kesuburan dan kemakmuran.
Gambar 54 : bungong awan-awan
Sumber : Kreemer,1922 (dikutip oleh Leigh, 1989: 82)
Gambar diatas merupakan motif bungong awan-awan berdasarkan yang dirangkum oleh Kreemer thn 1929 yang dikutip oleh barbara Leigh.
Pada keterangan ditulis bungong awan, sulur, atau hiasan. Kata sulur biasanya terdapat pada tumbuhan yang menjalar atau merambat. Motif Tumbuhan adalah motif bentuk Sulur. Motif Bungong Labu jenis tumbuhan merambat yang dapat disebut juga sebagai Motif Sulur. Motif Sulur sebagai ungkapan kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan. Secara umum dapat saja dihubungkan dengan etnik daerah lain bahkan pula negara lain. Motif bungong awan-awan bisa dikatakan juga stilasi dari motif sulur (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Ornamen yang terdapat pada ujung sarung rencong Reuncong Meupucok dengan no inventaris 03_0037
118
Gambar 55 : ornamen pada ujung sarung rencong meupucok 03_0037 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Motif pada ujung sarung rencong di atas ini merupakan motif Sulur Bungong Pucok Labu. Motif Bungong Pucok Labu ini mengungkapkan kesuburan dan kemakmuran.
Ornamen yang terdapat pada pangkal sarung rencong Reuncong Meupucok dengan no inventaris03_0037 ini merupakan motif daun atau Oen.
Gambar 56 : ornamen pada pangkal sarung rencong meupucok 03_0037 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Motif ini berupa bentuk dedaunan (sulur motif tumbuhan) yang memiliki hubungan antara gagang Rencong dengan sarung nya. Motif dedaunan ini mengungkapkan kesuburan dan kemakmuran (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Ornamen yang terdapat pada pangkal gagang rencong Reuncong Meupucok dengan no inventaris 03_0037
Gambar 57: ornamen pucok rebong pada pangkal gagang
Reuncong Meupucok 03_0037
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Pada ujung gagang rencong terdapat motif pucok rebong (pucuk rebung). Dalam motif pucok rebong terdapat motif bungong meulu (bunga melati) dan bungong awan-awan. Motif tersebut bungong awan-awan berdasarkan Kreemer thn 1929 yang dikutip oleh barbara Leigh, seperti contoh di bawah ini.
120
Gambar 57 : gabungan motif buah delima dan awan Sumber : Kreemer,1922 (dikutip oleh Leigh, 1989: 82)
Dalam buku Tangan-tangan terampil seni kerajinan Aceh motif di atas merupakan gabungan dari bungong awan-awan dan bunga buah delima. Dalam buku tersebut juga aplikasi dari motif ini terdapat pada sarung rencong di bawah ini
Gambar 58 : desain yang diukir pada sarung rencong Aceh yang terbuat dari gading. koleksi Museum Aceh Sumber : Kreemer,1922 (dikutip oleh Leigh, 1989: 147)
Motif pucok rebong dan bungong meulu, sebagai ungkapan simbolisasi dari pohon kehidupan yang tumbuh dan berkembang. Bungong meulue (bunga melati) yang memiliki keharuman dan pucok rebong sebagai tunas, yang hidup dan berkembang, sehingga motif ini menyiratkan nilai kehidupan yang bermakna.
Ornamen yang terdapat pada gagang rencong Reuncong Meupucok dengan no inventaris 03_0037 yang berada di bawah ini juga merupakan motif bunga awan pula.
Bentuk Segitiga ini berisikan stlisasi motif bungong awan-awan. (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Gambar 59 : ornamen bungong awan-awan pada gagang rencong meupucok 03_0037
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Ornamen pada gambar di bawah ini merupakan motif bungong seuleupo dengan motif dedaunan yang distilisasi (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Bungong Seuleupo merupakan bunga teratai dimaknai sebagai tumbuhan yg hidup di air yg bercampur lumpur namun bunganya sangat anggun dan indah. Bunga ini muncul dari dalam air dan lumpur dengan tangkai yang kokoh. Dapat disimbolkan bahwa insan/manusia dari golongan terbawah sekali mampu menjadi manusia yg terhormat dan dimuliakan. Motif ini diperkirakan merupakan pengaruh dari Budha India (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
122
Gambar 60 : ornamen bungong seuleupo dan motif dedaunan pada gagang rencong meupucok 03_0037
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Gambar 61 : ornamen bungong awan-awan, stilasi bungong glima dan bungong seuleupo pada gagang Reuncong Meupucok 03_0037 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Motif Bungong Sagoe pada bagian tengah dan bagian pinggir motif Putar Tali (puta taloe), mengungkapkan ikatan silaturahim akan memperkuat rasa sesama sebagai bentuk kepedulian sesama umat.
Gambar 62 : ornamen bungong Sagoe dikelilingi oleh motif putar Tali pada gagang Rencong Meupucok 03_0037
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
4.4.2 Reuncong Meupucok II
Reuncong Meupucok koleksi museum Aceh no inventaris 0127. Gagang
terbuat dari perak yang berukir hiasan motif tumbuh-tumbuhan. Sarung dari perak, bagian pangkal terdapat hiasan motif tumbuh-tumbuhan (bungong urot). Bilah terbuat dari besi. Gagang : 8 cm, Bilah : 13 cm, Sarung 15 cm.
124
Gambar 63 : Rencong koleksi Museum Aceh Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Ornamen pada sarung Reuncong Meupucok koleksi museum Aceh no inventaris 0127 merupakan motif putar tali, bunga melati, dan motif pucuk labu (motif awan).
Dalam wawancara dengan penulis, Ekoprawoto (12 Juli 2016) mengatakan pada gambar di bawah ini motif bagian luar distilisasi dari Bungong Kundo dan bagian dalam motif Pucuk Labu, mengungkapkan tumbuhan Labu yang menjalar tetapi memiliki buah yang besar. Yang menyiratkan dinamika hidup yang bergerak, berkembang akan membuahkan hasil yang besar.
Gambar 64 : Ornamen pada sarung Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Motif tersebut sangat mirip dengan ornamen Islam pada "wooden trellis work" abad ke 12 dan 13 seperti dalam buku "Styles of Ornament", Speltz (1923:201). Besar kemungkinan motif ini merupakan salah satu motif yang diserap oleh pembuat rencong akibat pengaruh masuknya kebudayaan Islam ke Aceh.
126
Gambar 65 : "wooden trellis work" abad ke 12 dan 13 Sumber : Speltz (1923:201).
Pada gambar di bawah ini terdapat Motif pada bagian atas bungong seuleupo dan bagian bawah bungong Sagoe.
Gambar 66 : Ornamen pada sarung Rencong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Gambar di bawah ini merupakan motif puta taloe dua yang mengelilingi pangkal gagang rencong, mengungkapkan ikatan silaturahim akan memperkuat rasa sesama sebagai bentuk kepedulian sesama umat.
Gambar 67 : Motif puta taloe pada gagang Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Motif pada gambar dibawah bungong Seuleupo dan bungong Sagoe, distilasi bentuk disesuaikan dengan penempatannya pada gagang Rencong.
Gambar 68 : Motif pucok rebong pada gagang Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
128
Gambar 69 : Motif pucok rebong pada gagang Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Gambar 70 : Motif pucok rebong pada gagang Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Gambar di bawah ini merupakan Motif Bunga Kundur (bungong kundo), mengungkapkan bahwa tumbuhan kundur adalah tumbuhan sejenis Labu yang tumbuh menjalar memiliki buah yang besar. Menyiratkan kehidupan yang berliku- liku akan memberikan hasil yang besar, tentunya dibarengi upaya dengan kerja.
Gambar 71 : Motif pada pangkal sarung Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Gambar di bawah ini merupakan motif Sulur, mengungkapan sebuah kehidupan yang terus berkembang.
Gambar 72 : Motif pada ujung sarung Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis
Gambar di bawah ini motif Bungong Pucok Rebong yang telah distilisasi, sebagai ungkapan tunas yang tumbuh dan berkembang (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
130
Gambar 73 : Motif pada pangkal gagang Reuncong Meupucok
koleksi museum Aceh no inventaris 0127
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh digambar ulang oleh penulis 4.3.3 Reuncong Pudoi I
Reuncong Pudoi koleksi museum Aceh no.inventaris 051 Gagang dari
gading dengan hiasan motif sulur-suluran (bungong urot). Sarung dari tanduk dengan ikatan logam. Bilah dari besi. Gagang 11cm Bilah 25cm Sarung 24,5cm panjang : 38,5 cm
Gambar 74 : Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Motif pada ujung sarung rencong di bawah ini merupakan motif Kembang Daun, berupa tumbuhan sulur, yang merupakan ungkapan kehidupan yang tumbuh dan berkembang (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Gambar 75 : Ornamen pada ujung sarung Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh inventaris 051
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Pada bagian tengah sarung terdapat motif kembang berantai, motif tumbuhan yang dikombinasi dengan bunga, mengungkapan perkembangan kehidupan dengan tingkat keberhasilan dan kesuksesan dengan visualisasi sebuah kembang/ bungong Meulu (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Gambar 76: Ornamen pada ujung sarung Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh inventaris 051
132
Motif sulur dan motif Gigo Buya, mengungkapkan sebuah kehidupan yang disiratkan dengan motif sulur dan motif Gigo Buya menyiratkan kekuatan, keperkasaan yg mampu menghancurkan lawannya. (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Gambar 77 : Ornamen pada pangkal sarung Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh inventaris 051
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Motif pada bagian atas Bungong Sogoe dan bagian bawah stilsai motif Pucok Rebung. (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Gambar 78 : Ornamen pada gagang Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh inventaris 051
Gambar motif Sulur yang distilisasi bentuknya disesuai penempatannya pada Gagang Rencong.
Gambar 79 : Ornamen pada gagang Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh inventaris 051
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh 4.3.4 ReuncongPudoi II
ReuncongPudoi koleksi museum Aceh no.inventaris 052 Gagang terbuat dari
gading dengan hiasan motif sulur-suluran (bungong urot). Sarung dari tanduk dengan ikatan logam. Bilah dari besi. Gagang 11cm Bilah 25cm Sarung 24,5cm panjang: 38,5 cm
Gambar 80 : ReuncongPudoi koleksi museum Aceh no.inventaris 052 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
134
Stilisasi bungong Pucok Rebung dan dikambinasi dengan motif Sulur, pada penempatan disesuaikan pada gagang Rencong.
Gambar 81 : Ornamen pada gagang Reuncong Pudoi koleksi Museum Aceh inventaris 051
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh 4.3.5 ReuncongMeucugek I
Reuncong Meucugek koleksi museum Aceh no.inventaris 042
Gagang dari kayu. Sarung dari kayu. Bilah terbuat dari besi. Panjang gagang 10 cm, bilah 25 cm,sarung 26 cm. Panjang : 29
Gambar 82 : ReuncongMeucugek koleksi museum Aceh no.inventaris 042 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Pada gambar di bawah ini terdapat Motif Stilasi Bungong Sagoe
Gambar 83 : Ornamen pada ujung sarung Reuncong Meucugek koleksi Museum Aceh inventaris 042
Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Motif ini berupa bentuk dedaunan (sulur motif tumbuhan) yang memiliki hubungan antara gagang Rencong dengan sarung nya. motif dedaunan ini mengungkapkan kesuburan dan kemakmuran (Ekoprawoto, wawancara, 12 Juli 2016).
Gambar 84 : Ornamen pada ujung sarung Reuncong Meucugek koleksi Museum Aceh inventaris 042
136
4.4.6 ReuncongMeucugek II
Rencong Meucugek koleksi museum Aceh no.inventaris 041. Gagang dari gading dengan ukiran motif suluran (bungong urot). Sarung dari gading hiasan motif suluran (bungong urot). Bilah terbuat dari besi. Panjang gagang 10 cm, bilah 25 cm,sarung 26 cm. Panjang : 29 cm
Gambar 85 : ReuncongMeucugek koleksi museum Aceh no.inventaris 041 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Ornamen yang terletak pada ujung sarung rencong merupakan motif Gambar ornamen yang terletak pada ujung sarung rencong merupakan motif Kembang Daun.
Gambar 86 : Ornamen pada ujung sarung Reuncong Meucugek
koleksi Museum Aceh inventaris 041 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Gambar di bawah ini merupakan motif Sulur dengan Bungong Mawoe, mengungkapkan Keharuman bunga Mawar yang menyiratkan keberhasilan dalam kehidupan
Gambar 87 : Ornamen pada bagian tengah sarung reuncong Meucugek
koleksi Museum Aceh inventaris 041 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Motif pada gambar di bawah ini merupakan motif Sulur Kembang Teratai (motif pada bagian kiri dalam lingkaran) dan motif Sulur Kembang Daun (motif pada bagian Tengah), menyiratkan dinamika kehidupan .
138
Gambar 88 : Ornamen pada bagian tengah sarung Reuncong Meucugek
koleksi Museum Aceh inventaris 041 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Motif yang terdapat pada pangkal sarung rencong ini merupakan motif Sulur Kembang Daun, menyiratkan makna kehidupan.
Gambar 89 : Ornamen pada bagian pangkal sarung Reuncong Meucugek
koleksi Museum Aceh inventaris 041 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
Motif yang terdapat pada gambar di bawah ini merupakan motif Bungong Awan si tangke, yang distilasi dan motif hiasan Tumpal (motif yang dalam lingkaran), motif ini menyiratkan nilai keindahan pada gagang rencong.
Gambar 90 : Ornamen pada bagian gagang Reuncong Meucugek
koleksi Museum Aceh inventaris 041 Sumber : Dokumentasi Museum Aceh
BAB V
SEMIOTIKA RENCONG ACEH