BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
3. Makna Parung dalam Upacara Pernikahan Adat Dayak Uut Danum
Menurut Keraf (2001:21) pengertian yang tersirat dalam sebuah kata mengandung makna bahwa setiap kata mengungkapkan sebuah gagasan atau sebuah ide. Atau dengan kata lain, kata-kata adalah alat penyalur gagasan yang akan disampaikan kepada orang lain.
Makna muncul dari hubungan khusus antara kata (sebagai simbol verbal) dan manusia. Makna tidak melekat pada kata-kata, namun kata-kata membangkitkan makna dalam pikiran orang.
Memaknai isi Parung suku Dayak Uut Danum didalam upacara pernikahan adat bukan sekadar melihat gambaran kehidupan masyarakat Dayak Uut Danum secara khusus dalam acara pernikahan adat mereka saja, tetapi dapat melihat makna secara luas bagaimana kehidupan masyarakat Dayak Uut Danum yang terungkap dari isi setiap Parung yang dilantunkan.
a. Makna Parung dalam Ritual Nohtok Hopong
Ritual yang pertama dalam upacara pernikahan adat suku Dayak Uut Danum adalah ritual Nohtok Hopong. Ritual ini bertujuan untuk menyambut para tamu mempelai laki-laki yang tiba di rumah mempelai perempuan.
Dalam ritual ini, Parung dilakukan oleh pihak tuan rumah.
50
Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, ada lima makna yang terkandung dalam Parung Nohtok Hopong, yaitu makna budaya, sosial, religius, spiritual, pendidikan. Berikut uraian dari analisis makna Parung Nohtok Hopong. Dibawah ini uraian analisis lima makna tersebut.
1) Makna Budaya
Makna budaya yang terkandung dalam Parung pada saat ritual Nohtok Hopong dapat dilihat dari analisis kutipan Parung dibawah ini.
Kutipan 1, “Parung Nohtok Hopong”
“Dalam perjalanan keluarga yang mengikuti Ramiang merah Sebab ada Ramiang kami ini, oleh keluarga Lihit Lohan”
Kutipan 2, “Parung Nohtok Hopong”
“Inilah pintu itu, inilah pintu bapak Timang, yang dihadapkan ke kepala sungai, untuk mengusir elang jahat yang salah terbangnya”
Kutipan 3, “Parung Nohtok Hopong”
“1,2,3,4,5,6,7 Pemalikah kami memotong kayu ini?, 1,2,3,4,5,6,7 Pemalikah kami memotong kayu ini?”
2) Makna Sosial
Makna sosial yang terkandung dalam Parung pada saat ritual Nohtok Hopong dapat dilihat dari kutipan Parung dibawah ini.
Kutipan 1, “Parung Nohtok Hopong”
“Duluan aku mengusir hantu untuk Erung Lasang yang di peti mati Duluan kubuang keranda dibawah matahari
Takut mengganggu ucapan kita ni, tentang cerita Ngoak”
Kutipan 2, “Parung Nohtok Hopong”
“Jangan lihat jalan ini sebagai jalan yang dihalangi, yang mengarah ke kepala tangga sungai
Bukan kami melarang saudara mengunjungi kami
51
Benar-benar kami ingin membuang hal yang salah, menghindari hal-hal buruk. seperti pertanda burung elang”
Kutipan 3, “Parung Nohtok Hopong”
“1,2,3,4,5,6,7 Pemalikah kami memotong kayu ini?, 1,2,3,4,5,6,7 Pemalikah kami memotong kayu ini? Krrrrrrrr semengat”
3) Makna Religius
Makna religius yang terkandung dalam Parung pada saat ritual Nohtok Hopong dapat dilihat dari analisis kutipan Parung dibawah ini.
Kutipan 1, “Parung Nohtok Hopong”
“Duluan aku mengusir hantu untuk Erung Lasang yang di peti mati Duluan kubuang keranda dibawah matahari
Takut mengganggu ucapan kita ni, tentang cerita Ngoak
Untuk memberi tahu sanak saudara kita ini dengan saudara tetangga Hiang”
4) Makna Spiritual
Dibawah ini kutipan makna spiritual yang terkandung dalam Parung Nohtok Hopong.
Kutipan 1, “Parung Nohtok Hopong”
“Benar-benar kami ingin membuang hal yang salah, menghindari hal-hal buruk, seperti pertanda burung elang”
Kutipan 2, “Parung Nohtok Hopong”
“Bagaimana firasat kalian mengenai elang yang melintas? Singgah di Lunjan Tingang“
Kutipan 3, “Parung Nohtok Hopong”
“Dalam perjalanan keluarga yang mengikuti Ramiang merah Sebab ada Ramiang kami ini, oleh keluarga Lihit Lohan”
Kutipan 4, “Parung Nohtok Hopong”
“Jika semua ini saudara sekalian yang menuntun kalian Ramiang panjang Inilah pintu itu, inilah pintu bapak Timang”
52 5) Makna Pendidikan
Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, Parung memiliki makna pendidikan. Dibawah ini kutipan kalimat Parung Nohtok Hopong yang memiliki makna tersirat atau berbahasa khiasan.
Kutipan 1, “Parung Nohtok Hopong”
“Inilah tidak panjang lidahku mulutku, untukku berjumpa rindu dengan saudara sekalian”
b. Makna Parung Tuwot Nuk Kolatung
Ritual Parung yang kedua atau yang terakhir dalam upacara pernikahan adat suku Dayak Uut Danum adalah ritual Parung Tuwot Nuk Kolatung.
Ritual ini bertujuan untuk mendoakan pengantin sebelum pengantin disaahki’
(diberkati) menggunakan darah ayam. Perlu dijelaskan terlebih dahulu, disaat melakukan Parung, seorang Marung memegang seekor ayam untuk melakukan ritual pemberkatan sekaligus dengan mengayun-ngayunkan ayam tersebut diatas pengantin.
Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, ada lima makna yang terkandung dalam Parung Tuwot Nuk Kolatung, yaitu makna budaya, sosial, religius, spiritual, dan pendidikan. Berikut uraian dari analisis makna Parung Tuwot Nuk Kolatung.
1) Makna Budaya
Makna budaya yang terkandung dalam Parung pada saat ritual Tuwot Nuk Kolatung dapat dilihat dari analisis kutipan Parung dibawah ini.
Kutipan 1, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Ditadah keatas cakar Ayam Maka dari itu duluan kuberitahu kakeknya Ullang Ulluk
53
Kutipan 2, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Anakku memegang batang Sabang, Batang Sabang berkeluarga, maka dari itu kuberi tahu ”
Kutipan 3, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Disapu, buang ke matahari yang terbenam Biar hanyut dibawa air mengarah ke laut”
2) Makna Sosial
Makna sosial yang terkandung dalam Parung Tuwot Nuk Kolatung dapat dilihat dari analisis kutipan Parung dibawah ini.
Kutipan 1, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“kita di dunia ini, mengambil akar obat pemali”
3) Makna Religius
Makna religius yang terkandung dalam Parung Tuwot Nuk Kolatung dapat dilihat dari analisis kutipan Parung dibawah ini
Kutipan 1, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Supaya Kenaq memberitahu penguasa bumi dan langit
Menjaga tanah dan air, Supaya terlibat dalam mendengarkan ucapan Diberitahu ucapan dan doa seperti ini, cerita yang benar”
Kutipan 2, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Kusampaikan kepada Tuhan agar mengabulkan dan memberikan permintaanku”
Kutipan 3, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Memberi kita hidup yang baik, memberi kita berkat, mendapatkan harta”
4) Makna Spiritual
Makna spiritual tercermin dari kutipan Parung dibawah ini.
Kutipan 1, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Anakku memegang batang Sabang”
Kutipan 2, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Kuberitahu kakeknya ayam emas berceker intan”
54
Kutipan 3, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Air berdarah air kehidupan, air penguat tulang penyambung tulang, penyambung daging”
5) Makna Pendidikan
Dari hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, Parung Tuwot Nuk Kolatung memiliki makna pendidikan. Dibawah ini kutipan kalimat Parung yang memiliki makna tersirat atau berbahasa khiasan sehingga dapat dijadikan alat pembelajaran di sekolah.
Kutipan 1, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“Air berdarah air kehidupan, air penguat tulang penyambung tulang, penyambung daging”
Kutipan 2, “Parung Tuwot Nuk Kolatung”
“kita di dunia ini, mengambil akar obat pemali”