• Tidak ada hasil yang ditemukan

1) Surah Ya>si>n

Surah Yasin adalah Qalbul Qur‟an, inilah keistimewaan yang paling utama yang akan melahirkan keistimewaan lain dalam kedahsyatan. Bahwa Allah telah memberikan cahaya kepada kita dengan pancaran hati dan mengikuti Nabi Muhammad, manusia pilihan yang kepadanyalah Allah menurunkan wahyu al-Qur‟an. Surah Yasin juga mempunya qalbu dalam satu ayatnya. Alhasil dalam al-Qur‟an terdapat dua qalbu ( inti dan saripati) yang merupakan inti dari surah-surah al-Qur‟an adalah Yasin dan Saripati dari ayat-ayat al-al-Qur‟an ada pada surah Yasin ayat ke 58.

Imam Thabi‟i berkata, “sesungguhnya Yasin dikatakan Qalbul Qur‟an karena kandungan makna serta ringkasnya surah Yasin. Di dalamnya cukup terdapat dalil-dalil yang terang. Ayat-ayat pun ringkas dan pendek lagi terputus-putus, ilmu-ilmunya sangat luas, makna-makna kandungannya sangat dalam, janji-janjinya pasti terpenuhi dan juga teguran-teguran yang disampaikan.”8

Surah yasin jika dibaca sekali saja maka akan mendapatkan bonus bacaan sepuluh kali lipat dari Allah. Jika kita membaca sekali saja surah Al-Ikhlash (Qulhuwallaahu Ahad) maka menurut keterangan hadits, itu sama saja dengan membaca al-Qur‟an sekali tamat 30 juz. Sedangkan jika kita membaca sekali saja surah Yasin maka bacaan itu sama saja seperti kita membaca al-Qur‟an sepulih kali tamat 30 juz.

7 Wawancara dengan Fina Mamlutul Hikmah, Lurah pondok pesantren putri Al-Itqon 01 September 2019.

8 Ust. Syamsuddin Noor, Misteri Surat Yasin, ( Jakarta Selatan, Al-Mawardi Prima, 2009) hlm 13.

sangat dalam maknanya, ayat yang disebut Qalbu Yasin sebagaimana Yasin disebut Qalbul Qur‟an.9

Yasin merupakan satu ayat utuh. Yasin merupakan ayat pertama pada surah Yasin dan berupa huruf muqattha‟at. Berdasarkan Ibnu Abbas yang sepupu Nabi Muhammad, ternyata Yasin merupakan dialek Thayy dan artinya “hai manusia”. Bahkan ada yang mengartikan “hai manusia yang sempurna”. Ini memang kata kunci yang luar biasa untuk membuka surah ini.

Bila kita membaca surah Yasin ini dengan hati yang tenang, khusyuk, dan jernih, maka kita merasa diseur oleh Tuhan semesta alam.

Kita dipanggil dan di ajak untuk memahami kalam-Nya yang ada pada ayat dua hingga terakhir dalam surah Ya>si>n ini. Membaca dengan hati yang khusyuk, tenang, dan pikiran jernih, dapat membangkitkan kerohanian kita yang telah mati. Ia akan membangunkan kesadaran kita.10

Surah Ya>si>n di pondok pesantren Al-Itqon dibaca setiap hari jumat pagi setelah selesai jam‟ah Subuh, surah Ya>si>n merupakan salah satu surah surah dari al-Qur‟an yang memiliki keutamaan yang sangat luar biasa karena surah Ya>si>n merupaka jantungnya al-Qur‟an seperti dalam hadits :

سي ِنَأْرُقلا ُبْلَ قَو ُبْلَ ق ٍئْيَش ِّلُكِل َلاَق ملسو هيلع للها ىلص ِهّللا ُلْوُسَر َّنأ ٍتَّرَم َرَشَع نأرقلا َأَرَ ق اََنََأَكَف سي َأَرَ ق

Artinya : sesungguhnya Rasulullah saw. bersaba : “ segala sesuatu itu mempunyai pusat, dan pusatnya al-Qur‟an itu surah Yasin, barang siapa membaca surah Ya>si>n, maka seolah ia membaca al-Qur‟an sepuluh kali”.

9 Ibid., hlm 19.

10 Ahmad Chodjim, Misteri Surah Yasin Mengerti Kekuatan Jantung al-Qur’an dalam Kehidupan ( Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta Anggota IKAPI, 2013), hlm 28.

istiqomah, di dasarkan niat karena Allah dan hanya mengharap keridhaan-Nya. Sebab mengamalkan sesuatau keajaiban, maka hal itu termasuk su‟ul adab dan tidak termasuk amal yang ikhlas.

Dalam kitab Al-Hikam disebutkan, Istiqomahlah dalam beramal dan janganlah mengharapkan terjadi karomah ( keajaiban). Sebab dengan jalan istiqomah, insya Allah keajaiban akan terjadi dengan sendirinya.

Tanpa diharapkan pun, Allah pasti menganugerahkannya. Jika tidak mendapatkan keajaiban di dunia, yang pasti akan kita dapatkan keajaiban di akhirat kelak.

Jadi, yang pokok dalam mengamalkan suatu amalan khususnya surah Ya>si>n ini adalah istiqomah, mudawamah dan bersabar. Ibaratnya jalan yang satu itu merupakan penajam amalan kita, sehingga suatu saat dibutuhkan untuk suatu keperluan, maka insya Allah, kita akan memperolehnya dengan segera atau bahkan langsung dirasakan khasiatnya. Jika kita yakin itu pasti terbukti asalkan kita benar-benar yakin mengamalkannya dan kuncinya istiqomah, ditambah dengan dawam dan sabar. 11

Terlebihnya makna pembacaan surah Yasin yaitu sesuai dengan apa yang kita minta, maka pemikiran santri dan pengasuh pondok pesantren yaitu untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mudah dalam pembelajaran serta keberkahan ilmu.

Pembacaan surah Ya>si>n fadhilah untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan melihat kebiasaan santri pondok pesantren Al-Itqon yang melakukan pembacaan surah Ya>si>n sejak didirikan pondok pesantren Al-Itqon. KH Ahmad Ayub Nu‟man Haji Mahrus menekankan agar santrinya selalu istiqomah membaca surah Ya>si>n fadhilah dan surah al-Waqi‟ah, istighosah, manaqiban. Semua itu pada dasarnya untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

11 Ibid,. h. 90

ketenangan dalam hati serta pikiran. Hati seseorang yang membca al-Qur‟an biasanya merasakan pengaruh dari ayat al-al-Qur‟an sesuai dengan kandungan yang dibaca. Jika kita membaca ayat terletak surga, maka kita berharap surga dan jika ayat itu mengandung makna neraka, maka kita minta untuk dijauhkan dari neraka.

Jika kita memohon hajat kepada Allah maka kita awali dengan membaca surah Yasin . berdasarkan penelitian yang berbagai pendapat dan manfaat membaca surah Yasin. Rasulullah pun bersabda.

“perbanyaklah membaca surah Yasin maka sesungguhnya surah Yasin terdapat banyak keistimewaan.

ُهُجِئاَوَح ُتْيِصُق ِراَهَّ نلا ِرْدَص ِفِ سي َأَرَ ق ْنَم

Artinya : “ siapa yang membaca surah Yasin pada awal pagi, seluruh hajatnya akan dikabulkan oleh Allah.”

Dalam sehari semalam, belum tentu kita mendapatkan segala kebahagiaan. Sebagai seorang muslim yang menghendaki datangnya kebaikan dalam sehari semalam, hendaknya membaca surah Yasin, terutama diwaktu pagi dan malam hari . rasulullah bersabda :

ِْفِ اَهَأَرَ ق ْنَمَو َيِسُْيُ َّتََّح ِهِمْوَ ي ُرْسُي َىِطْعُأ َحِبْصُي َْيِْح سي َةَرْوُس َأَرَ ق ْنَم َحِبْصُي َّتََّح ِهِتَلْ يَل ُرْسُي َىِطْعُأ ٍةَلْ يَل ِرْدَص

Artinya : “orang yang membaca surah Yasin ketika pagi hari, maka Allah Swt akan memberikan kesenangan hingga sore harinya.

Orang yang membaca surah Yasin pada malam hari, maka Allah Swt akan memberikan kesenangan hingga pagi hari. “ ( HR. Ad-Daarimi )

Seorang yang hidupnya penuh keberkahan akan merasakan ketenangan.12 Imam as-Sanusy ra mengatakan dalam kitab Mujarrobatnya, ketika Rasulullah SAW menasehati Sayyid „Ali bin Abi Thalib ra :

“Bacalah surat Yasin karena di dalamnya mengandung 20 keberkahan.

Tidaklah seseorang membacanya dalam keadaan lapar, maka Allah akan mengenyangkannya. Jika haus, Allah akan mengenyangkannya. Jika telanjang, Allah akan memberinya pakaian. Jika lajang, Allah akan memberinya pasangan/jodoh. Jika sedang ketakutan, Allah akan menenangkannya. Jika sakit, Allah akan menyembuhkannya. Jika dipenjara Allah akan membebaskannya. Jika bepergian, akan disenangkan allah. Jika sedang bingung , Allah akan menghilangkan kebingungannya. Jika tersesat, Allah akan memberinya petunjuk. Jika kehilangan, Allah akan mengembalikannya.”

Keistimewaan surah Yasin atau keutamaan membaca surah Yasin juga diperkuat oleh pendapat-pendapat ulama diantaranya: Wahbah al-Zuhaily dalam kitab tafsirnya (al-Tafsir al-Munir ), Syeikh Ahmad ad-Dajali dalam kitab Mujarat ad-Dairaby al-Kabir dan yang lainnya.

Setelah seseorang membaca al-Qur‟an dengan diikuti pemahaman yang benar, maka diharapkan akan semakin tumbuh keyakinan akan kebenaran al-Qur‟an, sehingga akan mendapatkan limpahan rahmat. 13

Diantara fadhilah dari pembacaan surah Yasin yaitu : 1) Mendekatkan diri kepada Allah.

2) Mempermudah terkabulnya suatu hajat.

3) Mendapat limpahan kemuliaan berupa kepandaiana hafalan dan terpenuhi segala kebutuhan.

4) Mendapatkan ilmu yang manfaat.

12 Wawancara dengan KH. Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok

pesantren Al-Itqon, 05 September 2019.

13 Imam Fitri Qosi’in, Pembacaan Al-Qur’an Surat-Surat Pilihan Di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen, ( Semarang: UIN Walisongo, 2018) hlm, 106.

6) Mendapatkan karunia dari Allah.14

2) Surah al-Waqi‟ah

Sedangkan praktik pembacaan surah al-Waqi‟ah di pondok pesantren Al-Itqon memiliki banyak keutamaan . pemahaman ini sesuai dengan pemahaman hadits yang membahas tentang keutamaan membaca surah al-Waqi‟ah secara rutin, membaca surah al-Waqi‟ah secara istiqomah merupakan perantara memohon kepada Allah agar kita tercukupi, memudahkan datangnya rezeki dan menghindarkan kita dari kekurangan.15 Diantaranya hadits yang mereka jadikan pegangan yaitu :

ْمُكَدَ ْوَأ اَهْوُمِّلَعَو اَهْوُ َرْ قاًف َ ِ ْلا ُةَرْوُس ِةَعِقاَوْلا ُةَرْوُس

Artinya:“Surah Al-Waqi‟ah adalah surah „kekayaan‟(memberi rasa cukup), maka bacalah surah Al-Waqi‟ah dan ajarkanlah kepada anak-anak kalian.

اًدَبَأ ُةَقاَف ُهْبِصُت َْلَ ٍةَلْ يَل َّلُك ِةَعِقاَوْلا َةَرْوُس َأَرَ ق ْنَم

Artinya :“barang siapa membaca surat al-Waqi‟ah setiap malam, maka ia tidak akan ditimpa kesusahan untuk selamanya.

Pemahaman tentang keistimewaan atau keutamaan membaca surat-surat pilihan diperkuat oleh pendapat-pendapat ulama diantaranya : Wahbah az-Zuhaily dalam kitab tafsirnya ( al-Tafsir al-Munir ), Syeikh Ahmad ad-Dajali dalam kitab Mujarat ad-Dairaby al-Kabir dan yang lainnya. Setelah seseorang membaca al-Qur‟an dengan di ikuti pemahaman yang benar, maka diharapkan semakin tumbuh keyakinan akan kebenaran al-Qur‟an, sehingga akan mendapatkan limpahan rahmat.

16

14 Wawancara dengan KH. Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, 05 September 2019.

15 Wawancara dengan KH. Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, 05 September 2019.

16 Ibid., h. 111

beragam dan semakin banyak niat maka amalan tersebut akan agung pahalanya dan lebih besar pengaruhnya pada diri pelakunya. Membaca al-Qur‟an terkumpul padanya lima macam tujuan yang semuanya adalah agung. Masing-masing dari tujuan tersebut cukup dalam memberikan dorongan kepada sesorang untuk mrmbaca al-Qur‟an, memperbanyak dan menyibukkan diri dengannya serta selalu bersamanya. Tujuan membaca al-Qur‟an terangkum dalam ungkapan : ( َّعَش َّنُث)

(ث ) : بٌا َ َث mengharap pahala

(م ) : بٌةَلَأْسَه ُةاَجاَنُه munajat dan memohon ( ش) : بٌءاَفِش penyembuh

( ع) : بٌنْلِع mengilmu (ع ) : بٌلَوَع mengamalkan

Setiap kali seorang muslim membaca al-Qur‟an dengan menghadirkan kelima niat tersebut, maka ia akan mampu mengambil manfaat lebih besar darinya dab pahalanya lebih agung. Nabi Muhammad bersabda:

ىَوَ ن اَم ٍءىِرْما ِّلُكِل اََّنَِإَو تاّيّ نلاِب ُلاَمْعَلأْا اََّنَِا

Artinya : “ Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang tergantung dengan apa yang ia niatkan.”

Barangsiapa yang membaca al-Qur‟an dengan niat ingin mendapatkan ilmu, maka Allah akan mengaruniakan ilmu kepadanya.

Dan barangsiapa yang membaca al-Qur‟an karena ingin mendapatkan pahala saja maka Allah akan memberikan pahala kepadanya.17

Seseorang yang membaca surah al-Waqi‟ah dengan sungguh-sungguh dan yakin, santri setelah membaca surah al-Waqi‟ah secara istiqomah akan merasakan khasiatnya seperti :

17 Ibid,. h. 64

habisnya dan dia sering merasa gelisah saat uang saku mulai menipis akan tetapi setelah dia mengamalkan surah al-Waqi‟ah setiap setelah sholat tahajud Alhamdulillah uang saku itu tidak pernah sampai habis diapun jika uang menipis rasanya biasa saja. 18

Adapun fadhilah dari pembacaan surah al-Waqi‟ah yaitu : 1) Terhindarnya dari kefakiran.

2) Mendapatkan limpahan rizki yang berkah.

3) Mendapatkan limpahan rahmat.

4) Mendapatkan ketetapan iman.

5) Merasakan hati yang tentram.19

18 Wawancara dengan Siti Nur Waqi’ah santri pondok pesantren Al-Itqon, 20 oktober 2019

19 Wawancara dengan idhofah sebagai pengurus pondok pesantren Al-Itqon, 20 oktober 2019.

64

Berdasarkan penelitian mengenai resepsi pembacaan surah Ya>si>n dan surah al-Waqi’ah di pondok pesantren Al-Itqon Kebonharjo Patebon Kendal.

Maka dari seluruh bab-bab sebelumnya dapat ditarik beberapa kesimpulannya, yang merupakan jawaban dari pokok masalah dalam penelitian yang diantaranya :

1. pembacaan surah Ya>si>n dan surah al-Waqi’ah di pondok pesantren Al-Itqon Kebonharjo Patebon Kendal merupakan amalan yang di amalkan sejak mulai berdirinya pondok pesantren pada tahun 198, pertama surah Ya>si>n dibaca setiap hari jumat pagi setelah sholat subuh dilakukan oleh semua santri putra dan semua santri putri yang dipimpin oleh pengasuh pondok pesantren Al-Itqon yaitu KH Amada Ayub Nu’man Haji Mahrus, yang dibaca adalah Ya>si>n Fadhilah, kedua surah al-Waqi’ah dibaca setiap hari setelah melaksanakan sholat sunnah tahajud yang dipimpin oleh pengurus pondok pesantren Al-Itqon, yang dibaca yaitu ayat ke 32,33,88 dan 89 yang dibaca sebanyak empat belas kali.

a. Ayat ke 32

ةٍ وَ كِ وَا ةٍ وَ كِا وَ وَ

“Dan buah-buahan yang banyak”

b. Ayat ke 33

ةٍ وَو طُ قْوَ وَ وَ ةٍ وَو طُ قْ وَ وَ

“Dan tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya”

c. Ayat ke 88

وَ كِ مَّ وَ طُ قْا وَ كِ وَا وَا قْاكِ مَّ وَ وَ

“Jika dia ( orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah)”

ةٍي كِ وَ طُ مَّ وَ وَ حٌا وَقْ وَ وَ حٌ قْ وَ وَفَ

“Makan dia memperoleh ketentraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.”

2. Makna pembacaan surah Ya>si>n dan surah al-Waqi’ah di pondok pesantren Al-Itqon Kebonharjo Patebon Kendal diantaranya yaitu : a. Membacaan surah Ya>si>n :

1) Mendekatkan diri kepada Allah.

2) Mempermudah terkabulnya suatu hajat.

3) Mendapat limpahan kemuliaan berupa kepandaiana hafalan dan terpenuhi segala kebutuhan.

4) Mendapatkan ilmu yang manfaat.

5) Sebagai obat.

6) Mendapatkan karunia Allah.

b. Membaca surah al-Waqi’ah : 1) Terhindarnya dari kefakiran.

2) Mendapatkan limpahan rizki yang berkah.

3) Mendapatkan limpahan rahmat.

4) Mendapatkan ketetapan iman.

5) Merasakan hati yang tentram.

B. Saran

Setelah melakukan penelitian yang tidak sebentar, menurut penulis ada beberapa yang menjadi catatan. Sebagai pihak yang selalu melakukan pembacaan surah Ya>si>n dan surah al-Waqi’ah oleh karena itu penulis memberi saran-saran sebagai berikut :

1) Bagi pengasuh dan para ustadz serta asatidz

Bahwa mereka diharapkan lebih memperbanyak intensitasnya baik dalam mensosialisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam mengamalkan pembacaan surah Ya>si>n dan surah al-Waqi’ah, untuk meningkatkan ibadahnya. Dan menyarankan untuk semua santrinya agar selalu

dan surah al-Waqi’ah, selalu memuliakan kitab suci, dan mengarahkan kepada para santri putra maupun santri putri supaya tidak salah dalam mencapai tujuan membaca dan memahami al-Qur’an.

2) Bagi santri

Semua santri diharapkan untuk selalu mengikuti kegiatan pembacaan surah Ya>si>n dan surah al-Waqi’ah yang dianjurkan oleh pengasuh pondok pesantren Al-Itqon Kebonharjo Patebon Kendal secara istiqomah, semua sntri diharapkan menaati peraturan pondok, dan selalu mengikuti kegiatan yang ada dipondok.

(Anggota AKAPI). 2015.

Al Imam Nuhannad bin Ali bin Muhammad, Asy-Syaukani. Fathul Qadir.

Jakarta: Pustaazam. 2012.

Ali Wasik M. fenomena pembacaan al-Qur‟an dalam masyarakat (stydi fenomenologi atas masyarakat pedukuhan Srumbung Kelurahan Segoroyoso Pleret Bantul). skripsi Fakultas Ushuluddin Studi Agama Dan Pemikiran Islam Yogyakarta. 2005.

Alsa Asmadi. Pendekatan Kuantitatif & Kualitatif Serta Kombinasiy Dalam Penelitian Psikologi. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. 2007.

Amin Suma Muhammad. Ulumul Qur‟an. Depok: PT Rajagrafindo Persada. 2013.

Anto Bakker. Metode Penelitian Filsafat. Yogyakarta: Kanisius. 1992.

Arikunto Suharsini. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.

Yogyakarta:1991.

Baidhowi, 2007: 19; Andrew Rippin, 2012: 2; Iser dalam Ahmad Rafiq, The Receptionof the Quran in Indonesia : a Case Study of the Place of the Qur‟an in a Non-Arabic Speaking Community. Univ Temple Florida : 2004.

Chodjim Ahmad. Misteri Surah Yasin Mengerti Kekuatan Jantung al-Qur‟an dalam Kehidupan Jakarta: PT Serambi Ilmu Semesta Anggota IKAPI.

2013.

Departemen Pendidikan Nasional. Kamus Besar Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. 2007.

Dr. ‘Abdullah bin Muhammad Alu Syaikh. Tafsir Ibnu Katsir. Kairo: Pustaka Imam Asy-Syafi’I. 2008.

Dr. Fahd Bin Bdurrahman Ar-Rumi. Ulumul Qur‟an. Yogyakarta: Penerbit Aswaja Pressindo. 2016.

Dr. Rifyal Ka’bah. Dzikir dan Do‟a dalam Al-Qur‟an. Jakarta Selatan:

Paramadina. 1999.

Dr. Saifuddin Zuhri, M.A, Subkhani Kusuma Dewi, M.A.,M.Hum. Living Hadis.

Yogyakarta: Q-Media. 2018.

DR. Yusuf Qardhawi. Berinteraksi dengan al-Qur‟an. Jakarta: Gema Insani Press.

Fajarudin Akhmad. “Metodologi Penelitian The Living Qur‟an Dan Hadits”

Jurnal Institute Agama Islam Negri Metro. Lampung.

Fathurrosyid. Tipologi Ideologi Resepsi Al-Qur‟an di Kalangan Masyarakat Sumenep Madura. Institut Ilmu Keislaman Annuqayah. el Harakah Vol. 17 No. 2 Tahun 2015.

Jalaluddin as-Suyuthi Imam. Hari Jum‟at Keistimewaan dan Kemuliaan. Bantul:

CV Layar Creativa Mediatama. 2016.

Jannah Miftahul. Jurnal Ilmu Ushukuddin, Musabaqah Tilawah Al-Qur‟an Di Indonesia (Festivalisasi Al-Qur’an Sebagai Bentuk Resepsi Estetis). 2016.

Jaziroh Ainun. “Resepsi Surat-Surat Pilihan Dalam Al-Qur‟an di Pondok Pesantren Miftahul Huda Kaliwung Kendal”. Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. UIN Walisongo Semarang. 2019.

Koentjaraningrat. Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia.

1997.

M. Quraish Shihab, dkk, Sejarah dan „Ulum Qur‟an, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2001.

M. Quraish Shihab, Tafsir Ai-Misbah, Ciputat: Lentera Hati, 2017.

M. Quraish Shihab,Tafsir Al-Mishbah, Ciputat: Penerbit Lentera Hati, 2016.

M.Quraish Shihab, Lubab: makna, tujuan dan pelajaran surah-surah Al-Qur‟an, Tangerang: Penerbit Lentera Hati, 2012.

Marzuki. Metodologi Riset. Yogyakarta: BPFE. 1998.

Muhtador Moh. Pemaknaan Ayat al-Qur‟an Dalam Mujahadah ( study Living Qur’an di PP Al-Munawwir Krapyak Komplek Al-Kandiyas. Jurnal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2014.

Noor Syamsuddin. Misteri Surat Yasin. Jakarta Selatan: Al-Mawardi Prima. 2009.

Nur Kholis Setiawan M. al-Qur‟an Kitab Sastra terbesar. Yogyakarta: Elsaq.

2008.

Nyoman Kutha Ratna. Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2010.

Padmopuspito Asia. Teori Resepsi dan Penerapannya.

Pius A Partanto, & M. Dahlan al-Barry. Kamus ilmiah Populer. Surabaya: Arkola.

1994.

Prof. Dr. Emzir, M.Pd, Dr. Saifur Rohman, M.Hum., M.Si, Teori dan Pengajaran Sastra, Depok: PT Rajagrafindo Persada. 2015.

Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili, Tafsir Al-Munir, Depok: Gema Insani.

Prof.Dr. Nasr Hamid Abu Zaid, Prinsip Dan Dasar Hermeneutika Al-Qur‟an Kontemporer, Yogyakarta: Elsaq Press, 2004.

Qosi’in Imam Fitri. Pembacaan al-Qur‟an Surat-surat Pilihan di Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Study Living Qur‟an). Skripsi Fakultas Ushuluddin dan Humaniora. Semarang 2018.

Rijal Hamid Syamsul. Buku Pintar Ayat-Ayat Al-Qur’an. Jakarta: PT Bhuana Ilmu Populer. 2015.

Riyadi Fahmi. Resepsi Umat atas Al-Qur‟an : membaca pemikiran Navid Kermani tentang Teori Reseosi al-Qur‟an IAIN Antasari Kalimantan Selatan.

Sarbini damai http://sarbinidamai.blogspot.com/2015/06/tradisi-resepsi-al-qur’an-di-indonesia.html.

Shihab Quraish. al-Qur‟an dan Maknanya,hlm. 39, lihat; Qs. Al-Waqi’ah.

Tim Afifa Media, Terjemah Yaasin Fadhilah.

Wawancara dengan Fina Mamluatul Hikmah, lurah pondok pesantren putri Al-Itqon, 01 september 2019.

Wawancara dengan Fina Mamluatul Hikmah, Lurah pondok pesantren putri Al-Itqon, 01 september 2019.

Wawancara dengan Fina Mamluatul Hikmah, Lurah pondok pesantren putri Al-Itqon 01 September 2019.

Wawancara dengan KH Ahamad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, 05 september 2019.

Wawancara dengan KH Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon , 05 september 2019.

Wawancara dengan KH Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon05 September 2019.

Wawancara dengan KH. Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, 05 September 2019.

Wawancara dengan KH. Ahmad Ayub Nu’man Haji Mahrus, pengasuh pondok pesantren Al-Itqon, 05 September 2019.

Wawancara dengan Lurah Pondok Pesantren Putri Al-Itqon Patebon Kendal, 28 Juni 2019.

Wawancara dengan pak Zuhri , alumni pondok pesantren Al-Itqon, 01 september 2019.

Wawancara dengan Siti Nur Waqi’ah santri pondok pesantren Al-Itqon, 20 oktober 2019.

Wawancara dengan Ustadz Syamsul Ma’arif , lurah pondok pesantren putra Al-Itqon, 05 oktober 2019.

Zainal Abidin S., Seluk-beluk Al-Qur‟an, Jakarta: Rineka Cipta, 1992.