• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI A.Kajian Teori

3) Makna bagi sekolah

3) Makna bagi sekolah

Makna diadakannya penilaian hasil belajar bagi sekolah antara lain, yaitu :

(a) Apabila guru-guru mengadakan penilaian dan diketahui bagaimana hasil belajar siswa-siswanya, maka akan dapat diketahui pula apakah kondisi belajar maupun kultur akademik yang diciptakan oleh sekolah sudah sesuai dengan harapan atau belum. Hasil belajar siswa merupakan cermin kualitas suatu sekolah.

(b) Informasi hasil penilaian yang diperoleh dari tahun ke tahun dapat digunakan sebagai pedoman bagi sekolah untuk mengetahui apakah yang dilakukan oleh sekolah sudah memenuhi standar pendidikan sebagaimana dituntut Standar Nasional Pendidikan (SNP) atau belum.

(c) Informasi hasil penilaian yang diperoleh dapat dijadikan sebagai pertimbangan bagi sekolah untuk menyusun

24

berbagai program program pendidikan di sekolah untuk masa-masa yang akan datang (Widoyoko, 2009 : 39).

Berdasarkan penjelasan diatas, peneliti menyimpulkan bahwa fungsi penilaian hasil belajar dapat membantu guru dalam mengetahui kelemahan siswa dalam memahami pembelajaran, umpan balik bagi perbaikan proses belajar mengajar, dan sebagai tolak ukur keberhasilan siswa dalam belajar.

e. Tujuan Penilaian

Tujuan penilaian perlu diarahkan pada empat hal (Kusaeri, 2014: 17), yaitu:

1) Penelusuran (keeping track), yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran tetap sesuai dengan rencana.

2) Pengecekan (checking up), yaitu untuk mengecek adakah kelemahan-kelemahan yang dialami oleh siswa selama proses pembeljaran.

3) Pencarian (finding out), yaitu untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan dan kesalahan dalam proses pembelajaran.

4) Penyimpulan (summing up), yaitu untuk menyimpulkan apakah siswa telah menguasai seluruh kompetensi yang ditetapkan dalam kurikulum atau belum.

25

Penilaian hasil belajar pada dasarnya adalah mempersembahkan, bagaimana pengajar (guru) dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai peserta didik dengan kriteria tertentu (Amirono & Daryanto, 2016: 7). Penilaian hasil belajar adalah panduan yang tepat diperuntukan bagi pihak-pihak dalam dunia pendidikan (Gantini & Suhendar,2017: 5), terutama:

1) Para pendidik dan satuan pendidik sebagai penyelenggara perencanaan dan pelaksanaan penilaian, pengelolahan hasil penilaian, pemanfaatan, dan penindaklanjutkan hasil penilaian, serta pembuatan laporan hasil belajar peserta didik (rapor). 2) Kepala sekolah dan pengawas sebagai salah satu pihak

penyusun dan pelaksana program pembina melalui supervisi akademik.

3) Masyarakat/ pemerhati pendidik

Permendikbud No. 53 Tahun 2015 Pasal 1 Ayat 1 penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/ data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar. Pasal

26

Ayat 1 penilaian hasil belajar oleh Satuan Pendidikadalah suatu proses pengumpulan informasi/ data tetang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/ madrasah.

f. Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar

pembelajaran bahasa Indonesia, terutama disekolah dasar tidak akan terlepas dari empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Kemampuan berbahasa bagi manusia sangat diperlukan. Sebagai makhluk sosial, manusia berinteraksi, berkomunikasi dengan orang lain dengan menggunakan bahasa sebagai media, baik berkomunikasi menggunakan bahasa lisan, juga berkomunikasi menggunakan bahasa tulis. Penggunaan bahasa dalam berinteraksi dapat dibedakan menjadi dua, yakni lisan dan tulisan. Agar individu dapat menggunakan bahasa dalam suatu interaksi, maka ia harus memiliki kemampuan berbahasa.

Ketika anak memasuki usia sekolah dasar, anak-anak akan terkondisikan untuk mempelajari bahasa tulis. Pada masa ini, anak dituntut untuk berfikir lebih dalam lagi kemampuan berbahasa anak pun mengalami perkembangan. Menulis sebagai keterampilan seseorang (individu) mengkomunikasikan pesan dalam bentuk tulisan. Tererampilan ini berkaitan dengan kegiatan seseorang

27

dalam memilih, memilah, dan menyusun pesan untuk ditransaksikan melalui bahasa tulis. Menurut Cahyani dan Hodijak (2007), pesan yaang ditransaksikan itu bisa berupa wujud ide (gagasan), kemampuan, keinginan, perasaan, atau informasi. Selanjutnya, pesan tersebut dapat menjadi isi sebuah tulisan yang ditransaksikan kepada pembaca. Melalui sebuah tulisan, pembaca dapat memahami pesan yang ditransaksikan serta tujuan penulisan.

Perkembangan bahasa anak berkembang seiring dengan perkembangan intelektual anak. Artinya, anak yang berkembang bahasanya cepat, exposed pada “bantuan‟ yang meskipun tidak tampak nyata, memperlihatkan lingkungan yang kondusif, dalam arti emosional positif (Susanto,2013:242-244).

Berdasarkan pendapat diatas, peneliti menyimpulkan bahwa bahasa indonesia merupakan salah satu pembelajaran yang harus dipelajari dan dikuasai oleh siswa. Pemasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang tidak lepas dengan bahasa. Oleh karena itu, siswa dituntut untuk menguasai bahasa indonesia.

g. Ruang lingkup pembelajaran bahasa Indonesia

Sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) saat ini, pembelajaraan bahasa Indonnesia pada jenjang SD/MI, mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra meliputi empat aspek yaitu:

28 a. Mendengarkan (menyimak)

b. Berbicara

c. Membaca

d. Menulis

Kemampuan bersastra di sekolah dasar bersifat apresiatif. Karena dengan sastra dapat menanamkan rasa peka terhadap kehidupan, mengajarkan siswa bagaimana menghargai orang lain, mengerti hidup, dan belajar bagaimana menghadapi berbagai persoalan (Zulela, 2013:5).

h. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia

Tujuan pelajaran bahasa Indonsia di SD antara lain: bertujuan agar siswa mampu menikmati dan memanfaatkan krya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan bahasa. Adapun tujuan khusus pengajaran bahasa Indonesia, antara lain agar siswa memiliki kegemaran membaca, meningkatkan karya sastra untuk meningkatkan kepribadian, mempertajam kepekaan, prasaan, dan memperluas wawasan kehidupan. Pengajaran bahasa indonesia juga dimaksudkan untuk melatih keterampilan mendengar, berbicara, membaca, dan menulis yang masing-masing erat hubungannya. Pada hakikatnya, pembelajaran bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam

29

berkomunikasi dengan bahasa indonesia baik secara lisan maupun tulis.

Menurut Weber dalam Solahuddin (2007) mengeraikan bahwa bahasa mempunyai tiga fungsi utama, yaitu:

a. Deskriptif

Deskriptif bahasa adalah untuk menyampaikan informasi faktual.

b. Ekspresif

Fungsi ekspresif ialah memberi informasi mengenai pembaca itu sendiri, mengenai prasaan-prasaannya, kesenangannya, prasangkanya dan pengalam-pengalamannya yang telah lewat. c. Sosial

Fungsi sosial bahasa ialah melestarikan hubungan-hubungan sosial antar manusia.

i. Silabus Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas V SD/MI

Mata pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : V/ II

Standar Kompetensi : 5. Memahami cerita tentang suatu peristiwa dan cerita pendek anak yang disampaikan secara lisan.

30

Tabel 2.1 Silabus Kelas V Semester II Kompet ensi Dasar Materi Pokok/ Pembelaj aran Kegiatan Pembelaj aran Indika tor Penila ian Alok asi Wak tu Sumb er Belaja r 8.3 Menulis Puisi dengan pilihan kata yang tepat. Menulis puisi Siswa menentuk

Dokumen terkait