BAB IV MAKNA SIMBOLIK TRADISI ROKAT TERHADAP
A. Makna Simbolik dalam Ritual Perayaan Rokat
Rangkaian perayaan dan hidangan seolah menjadi hal yang tak dapat dipisahkan dari sebuah perayaan serta makanan yang di identikan dengan sombil dengan bentuk yang berbeda-beda dan mempunyai arti tersendiri. Susanna Katherina Langer seorang filsuf Amerika64, memikirkan simbolisme yang menjadi inti pemikiran filosofi karena simbolisme mendasari pengetahuan dan pemahaman semua manusia. Simbol digunakan dengan cara yang lebih komplek dengan membuat seseorang untuk berpikir tentang sesuatu yang terpisah dari kehadirannya. Sebuah simbol adalah “sebuah instrument pemikiran-pemikiran”. Sebuah simbol atau kumpulan simbol-simbol bekerja dengan menghubungkan sebuah konsep, ide umum, pola atau bentuk. Menurut Langer, konsep adalah makna yang disepakati bersama-sama antara pelaku komunikasi. Langer memandang makna sebagai hubungan kompleks diantara simbol, objek dan manusia yang melibatkan denotasi (makna bersama) dan konotasi (makna pribadi). Abstraksi, sebuah proses pembentukan ide umum dari sebentuk keterangan konkret, berdasarkan pada denotasi dan konotasi dari simbol. Langer juga mencatat bahwa proses manusia
64
Susanna Katherina Langer, (20 desember 1895 – 17 juli 1985). Seorang filsuf, penulis dan pendidikan Amerika, dikenal juga dengan teori pemikirannya tentang pengaruh seni pada pikiran. Disamping itu dia adalah salah satu wanita pertama yang diakui dalam sejarah Amerika dengan pencapaian karir akademis dibidang filsafat dan wanita pertama yang diakui secara populer dan professional sebagai filsuf Amerika.
secara utuh cenderung abstrak, hal tersebut menjelaskan suatau benda maupun peristiwa dengan simbol tertentu dapat diartikan dengan seluas secara pemaknaannya. Dicontohkan dengan sebuah cincin yang merupakan simbol ikatan resmi dan emosional, dan karenanya kebanyakan orang menghubungkan simbol ini dengan konotasi yang posistif. Walaupun demikian, beberapa orang melihat pernikahan sebagai sebuah institusi yang opresif. Orang-orang tersebut akan memberikan reaksi yang negatif tentang cincin kawin dan segala simbol lainnya yang mereka anggap sebagai situasi yang merendahkan.65
Rokat di Masalembu itu dimaknai sebagai simbol permohonan doa dan hajat kebutuhan kita bahwa segala sesuatu yang kita inginkan bersandarnya hanya kepada Allah Assomad (yang satu), cuman uniknya dalam Rokat itu, inilah ketinggian kearifan spiritual orang-orang tempo dulu ucap Rusdi, para leluhur nusantara berdoa itu tidak mesti dengan kata-kata, tidak mesti dengan Bahasa Arab, tak mesti dengan ngonsep curhat bahwa keadaan seperti ini, seperti ini dan sebagainya, makanya dalam Rokat itu ada simbol-simbol. penulis perhatikan dengan seksama, ternyata symbol-simbol dalam Rokat itu banyak mengarah kepada unsur spritualitas, mengarah kepada pengesaan, walau di pihak lain mengatakan bahwa ini adalah budaya Hindu, Budha dan lain-lain, tapi itu semua bagi orang- orang yang ingin melepaskan tendensi agama tapi merupakan budaya dari kearifan para leluhur nusantara disitu banyak kita temukan.
65 Muhammad Abdurrohman Memahami makna-makna simbolik pada upacara adat
sedekah laut di desa tanjungan kecamatan krangan kabupaten rembang. Jurnal the messenger
Kalau penulis perhatikan dari simbol-simbol pelaksanaan Rokat di desa Masalima kecamatan Masalembu terbagi menjadi dua elemen atau dua kelompok, dari beberapa aneka simbol dalam upacara Rokat lebih ke Hablum Minallah66 dan Hablum Minannas67, sekalipun setelah kita kaji lebih dalam akan tahu bahwa kepentingan ini untuk semua elemen terutama kepada Tuhan “Allah”, manusia, alam, lingkungan dan sebagainya.
Hablum Minallah adalah simbol yang dilarungkan ke laut yang dimaknai sebagai perwakilan doa dengan tujuan segala permintaan dapat di kabulan oleh “Allah”. Diantaranya:
1. Parao letek (perahu kecil),
2. Jejen (jajanan biasa),
3. Jejen pasar (jajanan pasar),
4. Topak (ketupat),
5. Embek (kambing) yang berisi sarkah (barang bekas yang
tidak digunakan), dan
6. Jenur (janur).
Hablum Minannas adalah simbol yang di khususkan untuk kepentingan bersama diantaranya:
66
Dalam menjalani kehidupan sebagai orang muslim kita harus memperhatikan dua hal yaitu Hablumminallah dan Hablumminannas. Hablumminallah adalah bentuk ajaran atau tindakan hubungan antara diri sendiri dengan Allah (Sang pencipta), sebagaimana yang telah dianjurkan kepada kita semua untuk melaksanakannya, seperti tenang beribadah, solat, dan lainnya yang berhubungan antara diri pribadi dengan Allah.
67
Dalam menjalani kehidupan sebagai orang muslim kita harus memperhatikan dua hal yaitu Hablumminallah dan Hablumminannas. Hablumminannas sama halnya dengan yang tertara dalam (QS. An-Nisa 36) bahwasanya kita memang di anjurkan untuk selalu berbuat baik kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga dan sebagainya.
1. Tatarok (temat atau peneduh),
2. Aing (air),
3. Kempeng (kembang),
4. Talam (nampan),
5. Tompeng kenik (Tumpeng kecil).
Hablum Minannas, yaitu Simbol yang dikhususkan untuk kepentingan bersama. (1) tempat peneduh (Tatarok) seperti yang telah di jelaskan di perlengapan, dibutuhkan peneduh karna dilaksakan di tepi pantai, peneduh itu dimaknai sebagai “kesejahteraan atau ketentraman”, semua yang berkepentingan dapat dinaungi oleh peneduh tersebut. (2). Air (aing), air dimaknai “kesucian” yang mana masyarakat percaya bahwa perayaan ini adalah perayaan suci atau syakral, air ini mempunyai pengerian sakral yang diyakini sebagai air suci, yang disucikan oleh kiai dengan bacaan mantra Rokat yang dibaca dari habis isya sampai subuh pagi. Dalam perayaan rokat ini dibutuhkan drum yang banyak sebagai penampung air suci, supaya air dapat tertampung banyak dan masyarakat yang membutuhkan bisa kebagian semuanya, sebab yang percaya akan kesakralan air ini tidak hanya dikalangan nelayan melainkan petani termasuk pengusaha juga meminta, dan biasa disiramkan de depan rumahnya dengan tujuan dihindarkan dari malapetaka yang akan mengganggu keluarganya. (3). Kembang (kempeng) dimaknai sebagai keharuman, kebahagiaan tradisi Rokat ini. Dan masyarak percaya bahwa disetiap ada upacara keagamaan atau yang menyangkut suatu hal-hal syakral malaikat akan datang berpartisipasi salah satu cara untuk menyambutnya dengan bau harum- haruman, makanya terkadang disamping ada bung masyarakat juga menambah
dengan membakar dupa atau keminyan. Disamping itu juga dimaknai keharuman atau kebahagiaan, karena setelah kita menelaah makna keseluruhan dari upacara Rokat ini, kita akan tahu bahwa tujuannya adalah kesejahteraan bersama, kebahagiaan bersama. (4). Tumpeng (tompeng) dimaknai sebagai permohonan, yang disamakan dengan bentuk masyarakat dalam memohon atau berdoa kepada Tuhan “Allah” sehingga dalam bentuk tumpeng yang mengkerucut ke atas menggambarkan dengan bentuk tangan yang menyatu dan memohon, dengan penuh harapan Allah dapat menerima permohonan yang bertujuan untuk kesejahteraan bersama. (5). Nampan (talam) dimaknai sebagai bumi atau pewadah, sebagaimana tumpeng dimaknai dengan gambaran manusia “masyarakat” melakukan permohonan kepada Allah dengan tujuan kesejahteraan bersama, maka nampan disini dimaknai sebagai pewadah masyarakat yang lagi berdoa.68
Hablum Minallah adalah simbol yang dilarungkan ke laut yang dimaknai sebagai perwakilan doa dengan tujuan segala permintaan dapat di kabulkan oleh “Allah”. Dalam simbol ini kita dapat menemukan parao (perahu), di perahu itu ada banyak oberambe (simbol-simbol dalam bentuk jajanan dan lain-lain). (1). Disitu jajanan biasa (Jejen), diatrikan klo hidup itu harus jelas (odik Je’jen-jen) jangan ragu-ragu. (2). disimbol kan dengan perahu (parao) “tempat pelarungan sesaji” yang di maknai sebagai penjelasan kita akan berlayar kemana, ini harus jelas, je’jen-
jen, (3). Ketupat (Topak), dimaknai sebagai penegasan akan tujuan kita (pateppak)
yang benar! (4). Jajanan pasar (jejen pasar), yang maknai sebagai arahan biar tidak kesasar. Jadi alur keseluruhannya yaitu: “Odik je’jen-jen patepak/pangepas le tak
68
kasasar”. “Dalam perjalanan hidup itu harus jelas, jangan ragu-ragu, paskan kearah
tujuan hidup, biar tidak ke kesasar”. Yang dicari apa? Makanya di dalam perahu itu ada juga (5). Janur (jenur) yang sebenarnya janur itu lah yang menjadi tujuan utama kita ber-Rokat yaitu dimaknai sebagai, Jalla jalalu wahuwa ala nur, ingat bahwa Allah jalalu itu sang cahaya sejati biar hidup ini Rokat/berkah maka yang harus kita dahului terlebih dahulu atau kita tajalli terlebih dahulu adalah janur, Jalla jalalu
wahuwa ala nur.
Jadi sebenarnya semuanya kembali ke pada Allah yang satu, terkadang orang sembarang memaknai sehingga semua berbentuk kesyirikan, tanpa menelaah lebih dalam lagi tentang apa arti dalam simbol tersebut. Oleh karna itu disitu juga ada kambing, yang dibilang di persembahkan kepada siapa, dewi, dan segala macem, sebenarnya tidak, itu hanya sebatas simbol saja, jadi disembelihnya kambing itu lalu di keluarka semua isi dalamnya lalu tinggal kulitnya yang di bentuk lagi dan diisi dengan (sarkah,rumput/sampah segala macam) yang tidak dipergunakan, lalu di gantunglah, sebagai simbol bahwa ketika kita ingin bertemu dengan Janur (Jalla Jalalu yang berupa Nur) itu, kita harus mengorbankan nafsunya, yang nafsu itu, yang disimbolakn dengan kambing.69
Orang tempo dulu mengorbankan kambing ini awalnya dari Nabi Ibrahim, sebagai simbol pengorbanan diri, jadi secara dohir kambing biasa tapi ingat, dulu di Masalembu ini ada kapal yang bernama conia, setiap kali penyembelihan itu tidak hanya di gantung di perahu, ada yang di tusukkan ke tiang yang runcing itu
yang dimaksudkan bahwa dimana kita ketika menghadap Allah Jalla Jalalu yang
berupa Cahaya (Nur) itu, maka tinggalkan sifat-sifat kebinatangan kita yang
disimbolkan dengan kambing, kalo nabi musa disimbolkan dengan sapi, kalau nabi sholeh disimbolkan dengan unta, atau sahibul kahfi disimbolkan dengan tugmir yang berupa anjing, karna manusia itu mempunyai sifat kebinatangan, kambing, singa dan lain-lain, dan ketika menghadap Allah maka itu semua harus di taro di luar dulu, diambil semua luarnya lalu hatinya/jiwanya yang menghadap Allah, segala sefat kebinatangan nafsu dll maka harus di tinggalkan di luar.70
Makanya pada akhirnya kalau itu sudah pada bisa semua, bisa di simpulkan bahwa Rokat itu terdiri dari dua kata sebenarnya, seperti halnya yang sudah di tulis di atas yaitu: Roh dan Berkah, kenapa tidak akan berkah kalau hanya mengahadap Allah setiap langkah kita, kata-kata kita, perilaku kita, karna bukan ruh yag jadi komandan apabila selalu ruh yang menjadi komandan kita hanya jiwajang bersih yang menghadap Allah maka yang dihasilkan kita baik dari laut ataupun darat berkah, berbicara spiritual dalam bentuk Rokat semuanya, cuman Rokatnya hanya di namakan pada acara laut itu
Kalo ada yang bilang oberambe yang berada didalam perahu itu lalu di hanyutkan ke laut dalam artian menjaga laut, jawabannya tentu tidak, itu salah besar. Itu sebenarnya antara laut dan darat harus bertemu, harus bersinergi, dimaksudkan itu, menurut penafsiran kita mungkin itu mubazzir, tapi makna spiritual itu tidak hanya sekedar mubazzir/tidak mubazzir, tapi penyatuan antara
dua hal ini yang masing-masing mempunyai kekayaan tersendiri harus di temukan dalam arti disinergikan kalau laut dan darat bersinergi maka alam ini harmonis, karna antara laut dengan darat ada yang bersaudara, maka menurut Syeh siti jenar itu pernah berkata bahwasanya setiap kelahiran barang di laut bersamaan dengan kelahiran barang di darat itu saudaranya, maka harus di pertemukan, walaupun hanya mengambil sebagian kecil, harus di pertemukan, maka dari itu ada ajaran dari papat kelima pancer yang dimasukkan kedalam dunia Rokat juga, supaya meraka tidak sembarang lagi dengan mengebom ikan, merusak trumbu karang. Kalau mereka tau semua makna itu, maka mereka tidak akan merusak laut.
Bagaimana bisa, jika spritualnya mereka itu tidak memahami antara laut dan darat dengan spritual yang baik, padahal terumbu karang ada yang saudara kita juga dimana ketika kita lahir ada terumbu karang yang tumbuh dengan bersaaman, maka itu adalah saudara kita. Jadi pada hakikatnya segala alam semesta tidak hanya di laut, yang keberadaannya, wujudnya bersamaan dengan kita itu saudara kita, maka setiap saudara maka harus di lakukan sebagai saudara, tidak boleh di bom, tidak boleh dipotas atau diracuni dengam merusak ekosistem terutama dilaut.
Kalau paham seperti ini, sebagai umat islam, maka semuanya tentrem, kalau sudah tentrem Laptahna Alaihim Barokatim-minassamai Filardi, akan saya buka rizki pintu langit dan bumi kata Allah.
Pendekatan pemahaman tentang Rokat tidak bisa hanya dengan pendekatan ilmu pengetahuan atau empiris saja, harus di dekati dengan budaya yang di senergikan dengaan kema’rifatan para leluhur tanpa di kait-kaitkan dengan agama
tertentu, Kalau kita jelaskan seperti ini saya rasa semua agama akan menerima, tidak ada yang syirik, syirik itu ketika melakukan spiritual tapi tidak tau ma’na dari apa yang ia lakukan, mungkin bisa syirik.71
B. Relasi Antara Budaya Lokal dengan Agama Islam dalam upacara