COUNTER OPINI
1. Manajemen Informasi
a. Pengertian Manjemen Informasi
Manajemen sendiri mencakup proses perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, pengarahan, dan lain-lain, dalam suatu organisasi. Sedangkan, informasi dalam satu organisasi adalah data yang diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai dan arti bagi organisasi.
Manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya mencakup proses mencari, menyusun, mengklasifikasikan, serta menyajikan berbagai data yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan perusahaan sehingga dapat dijadikan landasan dalam pengambilan keputusan oleh manajemen.
b. Tujuan Manajemen Informasi
Informasi yang terkelola dengan baik diharapkan mampu menumbuhkan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap suatu institusi, termasuk Polri. Efek yang diharapkan dari implementasi Manajemen Informasi adalah untuk meningkatkan legitimasi pemerintah melalui penyebaran informasi yang akurat, jujur, dan tepat waktu. Apabila informasi yang disebar kepada masyarakat merupakan informasi yang sedang dibutuhkan masyarakat, maka informasi tersebut akan mampu menggeser bahkan menghilangkan informasi yang disebarkan oleh pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan Polri. Pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan Polri untuk modul ini akan disebut sebagai pihak “ekstrimis”.
Terdapat beberapa tujuan manajemen informasi :
1) Mengurangi atau menghilangkan informasi tidak benar yang disampaikan oleh pihak ektrimis.
2) Mencegah masyarakat untuk tidak mendukung/turut berpartisipasi dalam kegiatan ektrimis.
3) Mendapatkan dukungan aktif dari seluruh lapisan masyarakat.
4) Mempertahankan dan menguatkan dukungan aktif dari berbagai lapisan masyarakat.
5) Mendapatkan simpati dan dukungan serta kepercayaan publik atas tindakan kepolisian.
37 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI 6) Membagi, memecahkan, dan mempengaruhi unsur-unsur
ekstrimis marjinal untuk kembali ke nilai-nilai masyarakat.
c. Direktif Manajemen Informasi.
1) Menyiapkan manajemen informasi sebelum informasi disebarkan.
2) Antisipasi dan menanggapi informasi yang tersebar dengan cepat, akurat, dan jujur.
3) Membangun dan mempertahankan pendekatan persuasif melalui tim terpadu.
4) Intelijen mendukung manajemen informasi.
5) Manajemen informasi mendukung intelijen.
d. Kekosongan Manajemen Informasi.
Kekosongan informasi merupakan suatu keadaan dimana terdapat jeda waktu tidak ada informasi yang dapat disampaikan oleh pihak Polri terkait suatu peristiwa besar yang menyedot perhatian masyarakat. Ketika ada sebuah peristiwa besar, diharapkan Polri mampu memberikan waktu secepat dan seakurat mungkin yang dapat disedot oleh masyarakat. Namun, terkadang Polri memberikannya
“beberapa jam” setelah kejadian terjadi. “beberapa jam” tanpa informasi dari Polri dinamakan “kekosongan informasi”.
38 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI Kekosongan informasi ini, akhirnya di sediakan oleh pihak lain dengan informasi yang dibuat sesuai keinginan mereka, akan beredar berita-berita liar yang dapat merugikan Polri.
Misalnya, peristiwa bom thamrin. Polri tidak dapat langsung memberikan informasi ke masyarakat, sehingga diisi oleh media lain yaitu “TV One”. TV One sempat memberitakan selain bom utama di lokasi Pos Polisi, Jl. thamrin, terdapat juga bom lainnya di slipi dan kuningan. Informasi tersebut sempat membuat masyarakat ketakutan dan resah dengan kondisi kamtibmas ibu kota. Namun, setelah ditelusuri ternyata informasi tersebut tidak benar.
Kekosongan informasi yang diisi oleh berita TV One, berimplikasi pada kekhawatiran masyarakat ibu kota Jakarta, hal inilah yang harus dihindari. Oleh karena itu, kekosongan informasi ini diminimalisir dengan kecepatan informasi yang diberikan oleh Polri. Misalnya dengan memberikan informasi yang bersifat umum dulu, bertahap dengan informasi yang lebih detil. Informasi-informasi yang diberikan oleh Polri juga perlu di kelola dengan baik dengan cara memberikannya secara bertahap sehingga berita tentang keberhasilan Polri menangani teror bom di Sarinah muncul setiap hari di media dengan durasi hari yang lama.
Apabila kita memperhatikan bagan diatas, maka kekosongan informasi dapat dimanfaatkan oleh kaum ektrimis dengan memberikan informasi menyesatkan. Kekosongan informasi menjadi lahan bagi ekstrimis untuk membuat propaganda bagi kepentingan organisasinya. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan simpati dan dukungan dari masyarakat untuk melawan pemerintah.
39 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI e. Komunikasi Efektif.
Penyebaran informasi dapat dilakukan melalui berbagai media, elektronik, cetak dan online. Namun, perlu di perhatikan dalam penyampaian informasi tersebut siapa yang akan menjadi sasaran atau target atau penerima pesan.
Sehingga seorang public speaker dapat memberikan materi informasi yang sesuai dengan penerima pesan.
Dengan maraknya media saat ini, kecenderungan masyarakat saat ini berubah menyukai menggunakan media sosial dan online (twitter, facebook, instagram, path) untuk mendapatkan berita dibandingkan media mainstream seperti media cetak (koran, majalah, tabloid). Oleh karena itu, public speaker harus peka dalam menyampaikan pesannya sehingga tujuan yang diharapkan dari informasi tersebut dapat tercapai.
Penyampaian pesan dengan sasaran anak muda akan berbeda dengan penyampaian pesan kepada kalangan dewasa. Untuk anak muda dan remaja, akan lebih efektif menggunakan bahasa yang diminati oleh anak muda juga.
Informasi dikemas dengan bahasa anak muda dengan didukung dengan gambar-gambar yang inovatif. Misalnya, kampanye penerimaan anggota Polri, dibuat dengan bahasa ringan, gambar-gambar profil anggota Polri yang menarik dan keuntungannya bergabung dengan Polri. Di upload ke media sosial dan memviralkannya, harapannya tujuan untuk menjaring anggota Polri yang berkualitas dapat tercapai.
Oleh karena itu dalam berkomunikasi perlu direncanakan kembali, saluran komunikasi apa yang dianggap paling efektif untuk menyampaikan pesan.
40 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI 2. Counter Opini.
a. Pengertian counter opini
Berkembangnya informasi di ranah publik dengan variasi gaya bahasa berimplikasi pada munculnya beragam persepsi pada masyarakat. Polri sebagai salah satu sumber informasi media, juga dapat terimbas dengan gaya menulis setiap media. Tidak jarang dari sebuah isu akan muncul beberapa persepsi, hal itu dikarenakan media menulis dan menyebarkan berita dilihat dari segala sisi. Satu isu berkembang menjadi beragam informasi, apabila informasi tersebut di munculkan setiap hari maka akan membentuk opini publik.
Informasi kepolisian yang langsung disampaikan oleh pejabat Polri merupakan berita resmi yang sudah dijamin kebenarannya. Namun, terkadang informasi tersebut dipelintir oleh media yang menjadi blunder seolah memojokan Polri. Hal ini dapat merugikan Polri, oleh karena itu perlu untuk dilakukan upaya counter opini.
Counter opini adalah upaya untuk menanggapi serangkaian pesan negatif dalam bentuk narasi, video, gambar yang bertujuan mendiskreditkan Polri. Pihak-pihak yang ingin mendiskreditkan Polri, yang ingin melemahkan Polri berupaya menggulirkan pesan-pesan negatif kepada masyarakat dengan tujuan supaya masyarakat terpengaruh dan mendukungnya. Pesan atau informasi yang disampaikan bisa terselubung atau terang-terangan. Dalam konteks ini, dibutuhkan kepekaan dari Polri untuk menanganinya melalui upaya counter opini.
b. Tujuan counter opini.
Penyebaran pesan atau informasi di publik yang tidak bisa dikontrol, berimplikasi pada maraknya berita-berita yang terkadang menyudutkan Polri. Pihak ektrimis memanfaatkan berkembangnya media sosial dan online untuk memudahkan tujuannya. Pemberitaan yang sengaja digulirkan guna melemahkan Polri banyak bermunculan, dapat berbentuk narasi, gambar dan video yang isinya mendiskreditkan Polri.
Mencermati kondisi demikian, Polri harus mampu membuat berita tandingan dengan berisi informasi yang benar serta memunculkan berita positif secara terus menerus sehingga berita negatif Polri akan hilang dengan sendirinya.
Dalam konteks demikian maka counter opini memiliki tujuan untuk menutup, mematahkan dan menggeser informasi yang mendiskreditkan institusi Polri.
41 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI c. Tema dan simbol.
Kita hidup ditengah banyaknya permasalahan sosial seiring dinamika kehidupan. Keteraturan yang didambakan masyarakat sering diwarnai dengan ketidakharmonisan, sengketa, perselisihan, adu domba bahkan saling membunuh.
Inilah kehidupan yang sebenarnya, sebagian orang menginginkan kehidupan yang aman, tertib dan damai.
Sebaliknya, sebagian lagi menginginkan memecah situasi damai dengan aksi-aksi yang dapat merugikan masyarakat lainnya.
Misalnya dalam aksi 411 dan aksi 212 di bunderan HI, Jakarta Pusat, didalam aksi tersebut terdapat tema dan simbol. Temanya adalah kasus penistaan agama, sedang simbolnya dengan gambar Ahok berada di dalam terali besi (penjara) dan gambar lainnya. Dalam sebuah aksi yang dilakukan kelompok tertentu, mereka talah melakukan perencanaan matang dengan melakukan tindaka-tindakan tersembunyi untuk mempengaruhi masyarakat.
Tema adalah kalimat persuasif yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada audiens. Kalimat ini memuat kekurangan dan pokok permasalahan dari suatu isu yang sedang trend (trending topik) yang akan di kembangkan dan disebarluaskan. Kalimat ini juga mencakup keseluruhan informasi tentang suatu pandangan yang akan disampaikan kepada masyarakat atau para penerima pesan/informasi.
Sedangkan simbol merupakan data pendukung dari tema yang berbentuk gambar, bentuk atau benda yang mewakili suatu gagasan. Sebuah arti untuk menyampaikan tema sketsa atau karikatur untuk mendukung tema/ kata-kata.
Simbol juga digunakan sebagai alat bantu untuk memberi penekanan/ pengingat pada tema yang ditampilkan dalam serangkaian pesan. Simbol harus memiliki arti dan popular/familiar disesuaikan dengan sasaran yang dituju, misalnya untuk kalangan anak-anak, remaja dan dewasa, agar pesan dapat tersampaikan secara efektif.
d. Propaganda.
Pesan atau informasi yang sengaja disebarkan dengan tujuan mendiskreditkan Polri disebut propaganda.
Propaganda dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 2015 menjelasakan yaitu, penerangan (paham, pendapat,narasi) yang benar maupun salah yang dikembangkan dengan tujuan meyakinkan orang agar menganut suatu aliran, sikap atau tindakan tertentu (biasanya disertai dengan informasi yang tidak logis).
42 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI e. Cara membuat pesan atau informasi sederhana.
Organisasi Polri selaku lini terdepan dalam harkamtibmas dan pelayanan tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat.
Berinteraksi secara lansung, melakukan komunikasi dua arah dalam rangka pemberian layanan kepolisian. Pemberian informasi yang baik disesuaikan dengan siapa penerima pesannya, tidak terkecuali bagi pemberian pesan untuk medias sosial dan media massa. Karena penguatan kepercayaan publik bukanlah proses yang instan, perlu konsistensi dan usaha jangka panjang tanpa terputus. Berikut rumusan atau cara pemyampaikan informasi guna untuk membangun citra positif Polri, sebagai berikut :
1) Memberikan pesan yang menampilkan kebijakan humanis Polri merupakan hal utama dalam menyusun pesan, dengan menginformasikan kepada masyarakat akan tujuan baik institusi Polri.
2) Menampilkan nilai dasar yang dipegang teguh Polri dalam menjalankan tugas lewat informasi positif dan penuh harapan.
3) Menggunakan bahasa yang tepat dan mengutamakan pendekatan budaya.
4) Menggunakan kelebihan institusi legal, yaitu mendayagunakan kekuatan pengaruh strategis.
5) Menggunakan kedudukan selaku aparatur negara yang berdasarkan hukum untuk mendiskreditkan ekstrimis dan pesan-pesannya dengan kejujuran, akurat, dan pelaksanaan
Terdapat beberapa peristiwa yang dapat menjadi momen/celah berbahaya bagi citra Polri, namun jika dikelola dengan baik informasi dari suatu peristiwa mampu menjadi jendela prestasi keberhasilan Polri terhadap kelompok radikal atau ektrimis, antara lain :
1) Penggerebekan teroris dan penyitaan barang bukti.
2) Jatuhnya korban sipil, termasuk anak-anak.
3) Terjadi kerusakan pada sekitar tempat kejadian perkara.
4) Kelalaian atau kesalahan polisi.
5) Petugas kepolisian yang terbunuh saat bertugas.
6) Tersangka yang terbunuh saat dilakukan penangkapan atau operasi.
Untuk dapat menyampaikan pesan atau informasi secara efektif, kepolisian harus mampu mengantisipasi reaksi yang akan mucul dari kelompok radikal dan berusaha untuk
43 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI mengurangi/mencegahnya melalui pemberitaan positif dan bermanfaat secara terus menerus.
f. Analisa pesan atau informasi.
Membaca sebuah pesan dari kaum ekstrimis tidak bisa hanya melihat dari tampilannya, namun harus lebih mendalam untuk mendapatkan apa yang sebenarnya menjadi esensi/target utama daripada pesan tersebut. Terdapat beberapa pertanyaan yang dapat membantu dalam memahami isi pesan sesungguhnya, antara lain :
1) Apa hasil dari analisa pesan yang disampaikan ?
2) Apakah program kelompok lawan (ekstrimis) memiliki pengaruh, baik jangka panjang maupun jangka pendek ? 3) Apakah program akan berpengaruh di masa yang akan
datang jika tidak disampaikan ?
g. Pengumpulan Informasi.
Satker dan satwil manapun dalam kepolisian saat ini dituntut untuk mampu mengumpulkan dokumentasi atau informasi penting ketika melakukan tanggung jawab dan tugas rutin harian. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar database berita positif Polri. Proses pengumpulan informasi ini sebagai langkah awal untuk melakukan counter opini. Hal ini dikarenakan, counter opini dilakukan berdasarkan narasi yang didukung data, foto, video dan bentuk lainnya yang mampu mengembalikan citra Polri pada posisi yang positif. Terdapat dua kategori sumber dokumen:
1) Dokumen dari sumber media dan media sosial (internet, media cetak, media elektronik).
2) Dokumen yang terdapat di database maupun dokumen sitaan. (Setiap dokumen yang dimiliki tersangka atau kriminal yang diambil oleh kepolisian).
h. Pengumpulan Informasi Lawan.
Belakangan ini Polri banyak dibombardir serangan informasi yang menyudutkan baik di media sosial dan media online, sehingga terbentuk opini negatif. Munculnya informasi tersebut, ada yang murni dari masyarakat, ada yang lewat kelompok-kelompok yang bersebrangan dengan Polri dan pemerintah. Mereka menyebarkannya melalui tempat-tempat yang mudah dilihat oleh masyarakat luas, seperti :
1) Polisi yang di lapangan dan berhadapan dengan
44 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI masyarakat.
2) Berita Televisi.
3) Surat Kabar.
4) Majalah .
5) Sumber Berita (Metro Tv, Tv One, BCC, CNN, AlJazeera, dll.).
6) Organisasi Internasional dan Organisasi non pemerintah.
7) Situs Internet.
8) Media Sosial (Facebook/Twitter/Ig/Path/Youtube).
9) Radio.
10) Flyer/Selebaran.
i. Cara Bertindak dalam Counter Opini.
1) Beritahukan pimpinan tentang propaganda yang sedang berlangsung.
2) App anggota atas temuan yang didapat.
3) Rekomendasikan counter opini terhadap pesan/informasi pihak ekstrimis. Tentunya dengan melakukan diseminasi informasi yang didukung dengan fakta dan jujur, dengan tanpa membahayakan tugas-tugas kepolisian.
4) Merekomendasikan tanggapan yang humanis, tidak berakibat blunder dan tidak memunculkan wacana-wacana yang berujung riuh di media.
5) Siapkan poin penting dalam skenario yang berbeda, yang berhubungan dengan aksi terkait
6) Cepat buat kesimpulan dengan fakta sebenarnya dan kredibel serta cara untuk menindaklanjuti setiap aksi.
7) Tepat waktu dan secara berkala mengeluarkan fakta yang relevan kepada masyarakat.
8) Informasikan kepada masyarakat bahwa akan ada pengarahan penuh setelah proses penyidikan selesai.
9) Siapkan pengarahan/siaran berita/press rilis.
j. Metode Counter Opini.
Ketika banyak serangan berita yang ingin melemahkan Polri dari kaum ekstrimis, maka yang dapat dilakukan adalah dengan tetap melaksanakan tugas pokok sebaik-baiknya.
Beberapa hal yang dilakukan oleh Polri adalah sebagai
45 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI berikut:
1) Polisi tetap melakukan tugasnya dengan menjaga keamanan masyarakat.
2) Sebagian besar petugas kepolisian adalah muslim.
walaupun ada polisi non muslim, tetap akan melindungi muslim Indonesia.
3) Islam tidak mengijinkan menyerang agama lain, seperti kutipan :
a) 109:2-6- “Aku tidak akan menyembah, apa yang kamu sembah, Dan kamu bukan penyembah, Allah yang aku sembah, Dan aku tidak pernah menjadi penyembah, apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah, Allah yang aku sembah. Untukmulah agamamu, dan untukkulah agamaku”
b) 49:6- “Hai orang orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik, membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah, kepada suatu kaum, tanpa mengetahui keadaannya, yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”
4) Metode Berbasis Logika.
a) Pesan: Tindakan tertentu harus diambil untuk mencegah malapetaka.
b) Digunakan oleh kelompok ekstrimis: Jihad dengan kekuatan senjata untuk membela umat Islam adalah wajib dan merupakan bagian integral dari Islam.
c) Kemungkinan Kontra Pesan:
(1) Kebanyakan korban dari terorisme di Indonesia adalah muslim Indonesia.
membunuh sesama muslim tidak membela Islam.
(2) 4:29- “Dan janganlah kamu membunuh dirimu.
sesungguhnya, Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”
(3) Hadis Shahi Bukhari ,3166: “Barangsiapa membunuh muahad-muahad dia tidak akan mencium bau surga, padahal baunya dapat tercium sejarak empat puluh tahun.”
(4) Islam adalah agama “Rahmatan lil alamiin,”
46 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI rahmat bagi semesta alam.
(5) 21:107- “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
(6) Jihad dengan senjata hanya bila diserang dengan senjata.
(7) 16:126- “Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu.
Akan tetapi jika kamu (dapat) bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar.”
(8) 2: 192- “Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang.”
(9) Islam adalah agama “Rahmatan lil alamiin,”
rahmat bagi semesta alam.
(10) 21:107- “Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
5) Metode Penghargaan.
a) Pesan yang diusung: Kita akan menang atas pemerintah.
b) Digunakan oleh Ekstrimis: Menghilangkan penindasan oleh Polisi akan memungkinkan Indonesia untuk memperkuat dirinya melalui Jihad yang keras, yang akan dihargai oleh Allah lebih dari berpuasa, berdoa atau sedekah.
c) Kemungkinan Kontra Pesan:
(1) Kepolisian melindungi Muslim dan non-Muslim Indonesia. tugas mereka adalah melindungi seluruh warga Indonesia.
(2) Kekerasan melanggar hukum, hukum negara, dan hukum Islam.
(3) 2:205- “Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanaman-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan.”
(4) Menghilangkan pemerintahan sekarang akan menghilangkan seluruh jerih payah hasil politik
47 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI dan ekonomi yang telah dibentuk selama berpuluh tahun.
CONTOH COUNTER OPINI : Peristiwa Bom Thamrin
48 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI Dalam peristiwa tersebut banyak informasi liar yang beredar, yaitu adanya hoax bahwa kedutaan AS sudah mengetahui lebih awal peristiwa tersebut. Selain itu media TV menyiarkan adanya ancaman bom di Slipi dan Kuningan.
Selain itu di media sosial juga banyak memberitakan bahwa ini adalah pengalihan isu terkait perpanjangan kontrak Freeport.
49 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI
50 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI Tindakan yang dilakukan Divisi Humas Polri:
1) Melakukan update kondisi di lapangan melalui medsos secara berkala, yang terdiri dari: adanya peristiwa bom di Thamrin, Jumlah Korban dan pelaku serta tempat dirawatnya. statement presiden terkait peristiwa pengeboman
2) Membuat gerakan hashtag #KamiTidakTakut dan membuat broadcast message kepada grup tokoh masyarakat dan artis untuk aksi #KamiTidakTakut
Dengan update dan aliran informasi tersebut akhirnya masyarakat mengapresiasi tindakan Polri. Dan masyarakat lupa akan teror yang telah dibuat oleh Teroris.
51 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI
52 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI
53 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI Contoh terbaru
54 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI
55 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI
56 PENGANTAR INTELLIGENCE MEDIA MANAGEMENT (IMM)
PENDIDIKAN PEMBENTUKAN TAMTAMA BRIMOB POLRI
Rangkuman
1. Manajemen informasi adalah pengelolaan data dimana didalamnya