Tujuan lembaga tercapai
PENGELOLA Ina Yukawati
D. Analisis Manajemen Pengembangan Kurikulum KBIT Alfurqon dan Play Group Genus Group Genus
1. Manajemen Pengembangan Kurikulum KBIT Alfurqon
KBIT Alfurqon menggunakan model pengembangan kurikulum Hilda Taba. Adapun langkah-langkahnya pertama diagnosis kebutuhan (diagnosis of
needs) mencakup visi dan misi lembaga, aspirasi orang tua peserta didik,
kebijakan yayasan, perkembangan dan potensi anak dan kebijakan pemerintah.
Kedua merumuskan tujuan pendidikan (formulation of objectives). Ketiga
seleksi dan organisasi isi (selection and organization of the content). Dalam seleksi isi pemerintah telah merumuskan isi kurikulum pada jenjang PAUD lingkup pengembangan meliputi: (1) nilai-nilai agama dan moral, (2) fisik, (3) kognitif, (4) bahasa, dan (5) sosial emosional. Kegiatan pengembangan suatu aspek dilakukan secara terpadu dengan aspek yang lain, menggunakan pendekatan tematik. Organisasi kurikulum di KBIT Alfurqon adalah sebagai berikut: kurikulum intra, kurikulum plus, pembiasaan, kurikulum ekstra.
Keempat seleksi dan organisasi pengalaman belajar (selection and organization of learning experience). Dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar, KBIT Alfurqon maupun Play Group Genus telah mengembangkan pengelolaan kelas diantaranya dengan penamaan kelas menggunakan nama-nama buah, pengembangan metode pembelajaran dan pengembangan program kegiatan luar. Kelima evaluasi dan cara melaksanakannya (determination of
digunakan di KBIT Alfurqon meliputi portofolio, unjuk kerja, penugasan dan hasil karya.
Dalam mengembangkan kurikulum, KBIT Alfurqon menggunakan pola pikir manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, implementasi dan evaluasi.
Perencanaan kurikulum KBIT Alfurqon satu bulan sebelum tahun ajaran baru. Pihak yang terlibat dalam perencanaan kurikulum KBIT Alfurqon adalah pengelola, penyelenggara, tutor dan tenaga kependidikan. KBIT Alfurqon melakukan perencanaan-perancananan yang meliputi Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes) dan Satuan Kegiatan Harian, (SKH), Satuan Kegiatan Mingguan (SKM).
Pelaksanaan kegiatan perencanaan KBIT Alfurqon meliputi: merumuskan kecakapan yang diharapkan dimiliki peserta didik dalam kurun waktu tertentu dan merumuskan struktur dan muatan kurikulum.
Dalam perencanaan kurikulum KBIT Alfurqon memperhatikan landasan pengembangan kurikulum yang meliputi, landasan agama, landasan psikologis, filosofis, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan teknologi. KBIT Alfurqon memperhatikan landasan agama karena lembaga ini merupakan lembaga yang berciri khas islam.
Pengorganisasian kurikulum KBIT Alfurqon mencakup pengorganisasian dalam rangka perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Dalam pengorganisasian dalam rangka perencanaan yang berperan dalam menentukan waktu pelaksanaan penyusunan perencanaan kurikulum yang baru untuk tahun
pelajaran 2015/2016 adalah waka kurikulum. Waka kurikulum di KBIT Alfurqon mengorganisasikan penyelenggara, pengelola, tutor, asisten tutor dan tenaga kependidikan dan wakil wali murid.
Dalam hal pengorganisasian dalam pelaksanaan kurikulum pihak yang mengorganisasikan adalah waka kurikulum dibawah pengawasan pengelola. Langkah yang dilakukan adalah menentukan wali kelas dan tutor sentra, membuat jadwal sentra kemudian jadwal sentra disosialisasikan. Di KBIT Alfurqon waka kurikulum mementukan wali kelas dan tutor sentra berdasarkan persetujuan pengelola.
Pengorganisasian dalam evaluasi kurikulum di KBIT Alfurqon maupun meliputi evaluasi terhadap tutor dan evaluasi terhadap anak. Untuk evaluator terhadap tutor adalah pengelola dengan cara mensupervisi sedangkan evaluator terhadap anak adalah tutor. Sementara untuk alat penilaian yang digunakan oleh KBIT Alfurqon antara lain protopolio, unjuk kerja, penugasan dan hasil karya.
Pengorganisasian kurikulum di KBIT Alfurqon terdiri dari kurikulum intra, kurikulum plus, pembiasaan, kurikulum ekstra. Dalam mengorganisasikan pengalaman belajar, KBIT Alfurqon telah mengembangkan pengelolaan kelas diantaranya dengan penamaan kelas. Di KBIT Alfurqon penamaan kelas menggunakan nama-nama buah. Pengembangan metode pembelajaran di KBIT Alfurqon yaitu metode bercerita, metode bercakap-cakap, metode tanya jawab, dan metode karya wisata. Pengembangan program kegiatan luar di KBIT Alfurqon meliputi outing class dan out bound.
Kurikulum di KBIT Alfurqon mencakup kurikulum intra, kurikulum ekstra, kurikulum plus dan pembiasaan. Kurikulum intra diimplementasikan dengan pendekatan sentra (BCCT). Adapun macam-macam sentra yang dibuka di KBIT Alfurqon adalah: sentra imtaq, sentra persiapan, sentra balok, sentra alam cair dan sentra main peran. Desain kurikulum ini termasuk dalam
integrated curriculum karena menyatukan dan memusatkan kurikulum pada
topik atau masalah tertentu.
Cooking di KBIT Alfurqon dilaksanakan 1 bulan sekali tetapi hari dan
waktunya kondisional, di sisipkan dalam jadwal sentra. Adapun outing class KBIT Alfurqon dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Senam pagi di masukan dalam kurikulum ekstra yang dilaksanakan setiap hari rabu (1 minggu sekali).
Out bound yang dilaksanakan setiap 3 bulan sekali.
Selain kurikulum intra dan kurikulum ekstra di KBIT Alfurqon terdapat kurikulum Plus yaitu PAI yang mencakup pelajaran al-Qur’a>n, H}adis>, do‟a, kali>mah t}ayibah, „iba>dah praktis, „aqi>dah, ta>rikh dan asma>’u al-husna. Pengorganisasian muatan PAI ini menggunakan separated curriculum dimana pelajaran PAI dipisah-pisah dengan sepuluh pelajaran yakni al-Qur’a>n, H}adis>, do‟a, kali>mah t}ayibah, „iba>dah praktis, „aqi>dah, ta>rikh dan asma>’u al-husna. Adapun pelajaran al-Qur’a>n, H}adis>, do‟a diimplementasikan pada pijakan sebelum main. „Iba>dah praktis diimplementasikan pada pembiasaan s}alat d}uha. Sedangkan „aqi>dah, ta>rikh diimplementasikan pada kegiatan sentra imtaq. Asma>’u al-husna diimplementasikan ketika anak berbaris di depan kelas. Jadi sebelum masuk kelas anak menghafal asma>’u al-husna dinyanyikan.
Di KBIT Alfurqon ada pembiasaan meliputi s}alat d}uha, dan prifat membaca iqro dan membaca latin buku Anak Islam Suka Membaca (AISM) sebelum kegiatan sentra. Makan bersama dengan menu sehat sebelum waktu istirahat.
Evaluasi kurikulum di KBIT Alfurqon dilakukan dengan musyawarah bulanan, musyawarah enam bulanan dan musyawarah tahunan. Hal tersebut dilakukan untuk perbaikan kurikulum berikutnya.
Alat penilaian yang digunakan di KBIT Alfurqon meliputi portofolio unjuk kerja (performance) penugasan (project) hasil karya (product). Pada dasarnya proses penilaian yang dilakukan oleh KBIT Alfurqon sama dengan penilaian yang dilakukan KB pada umumnya. Hanya saja perbedaannya terletak pada waktu dan bagaimana tutor tersebut melaksanakan evaluasi secara teliti dan komprehensif. Dalam hal ini, tutor dituntut untuk melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya, khususnya dalam melakukan evaluasi perkembangan anak.