bar 4.21 monitor selu
4.4.2 Manajemen Program Siaran Langsung Indonesia Super League
Setiap departemen dalam sebuah media penyiaran, mempunyai fungsi dan strategi dalam menunjang keberhasilan dalam mencapai tujuan. Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui bagaimana manajemen program dalam program siaran langsung Indonesia Super League (ISL) yang tayang di ANTV.
Merujuk pada teori, strategi manajemen (management strategic) program siaran terdiri dari perencanaan program, produksi dan pembelian program, eksekusi program, serta pengawasan dan evaluasi program. Pada tahap perencanaan program siaran langsung Indonesia Super League (ISL), mengenai aspek yang terkait dalam sebuah program acara, ANTV sudah melakukannya dengan baik.
Aspek pertama yang terkait dengan sebuah program acara adalah kemasan (packaging). Dalam program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL), Executive Producer lah yang bertugas memikirkan teknis studio mulai dari setting, dekor, latar belakang atau tampilan suatu program yang akan menjadi ciri khas program itu.
Tampilan dekorasi studio dilihat dari teknis warna yang mendominasi adalah merah yang mewakili warna ANTV dengan setting set studio yang terlihat mewah sehingga akan membawa program semakin
diminati masyarakat dan pengiklan. Buat pengiklan banyaknya TV plasma yang dipasang dalam design set studio ISL akan menarik mereka memasang iklannya di media plasma tersebut.
Terkait dengan teori yang menjelaskan bahwa suatu kemasan program juga ditentukan oleh penampilan yang digunakan sebagai gaya penyajian untuk memberikan kontribusi terhadap daya tarik yang mempengaruhi masyarkat untuk mengkonsumsi suatu produk yang teriklan di set tersebut dan program selain aspek fungsionalnya.
Dekorasi studio yang dibuat sudah sesuai dengan teori.
Sebenarnya aspek yang tidak akalah penting dalam program siaran langsung Indonesia Super League (ISL) adalah nama sponsor sebagai titelnya. Menurut data yang didapat dari awal pembuatan program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL) pada tahun 1994, sponsor utama digunakan sebagai titel Indonesia Super League. Pada tahun 1994-1996 ANTV menggunakan nama Liga Dunhill, kemudian dalam kompetisi tahun 1996-1997 program Indonesia Super League (ISL) menggunakan nama Liga Kansas, namun pada tahun 1997-1999 program Indonesia Super League (ISL) hanya diberi nama Liga Indonesia karena tidak adanya sponsor utama.
Kemudian ditahun 1999-2004 karena sponsor utamanya adalah Bank Mandiri, maka nama program acara yang dipakai adalah Liga Bank Mandiri. Ditahun 2005-2007 Liga Indonesia digunakan sebagai nama program ini, kemudian dari tahun 2008-2011 ANTV memberi nama
program acara Indonesia Super League (ISL) dengan nama Djarum Indonesia Super League sedangkan tahun 2011-2012 diberi nama Indonesia Super League ANTV.
Konsep program dan nama program dapat membantu menempatkan atau memposisikan program di memori otak pemirsa.
Ditinjau dari perspektif promosi, inilah yang dilakukan ANTV dalam mempromosikan iklan yang terkait apalagi merupakan sponsor utama dalam program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL).
Sayangnya musim Indonesia Super League (ISL) 2011-2012 kekisruhan persepakbolaan Indonesia membawa dampak yang tidak baik pula untuk ANTV sehingga sponsor utama tidak dapat diraih.
Hanya karena menjaga kontinuitas program Indonesia Super League (ISL) maka ANTV mengambil peran dalam pembiayaan kompetisi tersebut.
Pada tahap produksi dan pembelian program, media penyiaran membutuhkan program untuk mengisi waktu siarannya. Program bisa diperoleh dengan cara membeli atau memproduksinya sendiri. Suatu program yang dibuat sendiri oleh media penyiaran disebut dengan istilah in-house production. Jika program dibuat pihak lain, berarti stasiun penyiaran membeli program itu. Program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL) yang ditayangkan oleh ANTV merupakan in-house production dengan konsep kerjasama antara PT Liga Indonesia dengan ANTV. PT Liga Indonesia hanya memberikan
teknis pertandingan, sedangkan ANTV dituntut untuk membuat sebuah program yang sesuai dengan konsep Liga Indonesia dan sesuai dengan apa yang diinginkan oleh pemirsa.
Program acara televisi siaran langsung sebelum ditayangkan melalui beberapa tahapan yang secara garis besar dikategorikan dalam pra produksi, produksi dan pasca produksi. Menurut analisis yang dilakukan peneliti, ANTV sudah melakukan tahapan tersebut secara prosedural. Pada tahapan pra produksi, program acara Indonesia Super League (ISL) berawal dari konsep pertandingan dan kontraprestasi yang diberikan PT Liga Indonesia yang kemudian oleh Executive Producer, Producer, dan Tim sport, gagasan dan ide program yang sudah dibuat disampaikan kepada Sport Manager. Kemudian brainstorming dengan Sport Manager sampai desepakati konsep program yang akan dibuat beserta estimasi budgetnya. Kemudian oleh Executive Producer, Producer, dan Production Assistant membuat Production book dan rundown acara.
Selanjutnya dalam proses tahapan produksi, program yang sesuai dengan rundown dieksekusi oleh Program Director (PD).
Sedangkan Excecutive Producer dan producer mengikuti komando dari program continuity (PC) mengenai durasi dan waktu untuk commercial break tiap segmennya. Setelah mengetahui real time to airing, Komunikasi dilakukan dengan Program Control (PC) untuk memulai siaran langsung Indonesia Super League (ISL). Komunikasi
juga dilakukan antara studio Indonesia Super League (ISL) dengan tim out broadcast untuk menyelaraskan antara audio video stadion dengan studio.
Aktifitas 30 menit before match (sebelum kick off) 90%
dilakukan oleh tim studio, diantaranya menayangkan host dan komentator, Video tape (VT) locker room yang di kerjakan dan kirim oleh tim out broadcast 15 menit sebelum on air, VT yang sudah dibuat dan menayangkan aspek sales (built in sales) yang sudah diorder.
Setelah kick off (match) 90% aktifitas dilakukan oleh tim outside broadcast yang dikirimkan ke studio untuk diisi suara voice over running report host dan komentator. Selanjutnya aktifitas tim studio dilakukan lagi saat istirahat pertandingan dan after match (setelah pertandingan).
Strategi manajemen program siaran selanjutnya adalah eksekusi program. Menata program adalah kegiatan meletakkan atau menyusun berbagai program pada suatu periode yang sudah ditentukan. Indonesia Super League tayang setiap hari pukul 15.00 WIB. Penyusunan waktu ini berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh PT. Liga Indonesia yang kemudian disusun oleh ANTV meliputi urutan pertandingan dan waktu agar dapat diproduksi secara maksimal.
Dalam hal ini, General Manager, Sport Manager , Excecutive Producer dan Producer harus cerdas menata program dengan melakukan teknik penempatan acara yang sebaik-baiknya untuk
mendapatkan hasil yang paling optimal. Menurut jam tayangnya, program siaran langsung Indonesia Super League (ISL) yang tayang pukul 15.00 WIB masuk kedalam siaran antara Day Time dan Fringe Time. Namun menurut analisis yang dilakukan peneliti, program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL) tidak ditentukan oleh penempatan jadwal tayangnya. Namun dari data yang didapat, rating akan naik ketika jadwal program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL) menyajikan pertandingan tim-tim besar dan daerah survey rating AC Nielson, seperti Persija Jakarta, Persib Bandung, Sriwijaya FC Palembang, Arema Malang, dan PSMS Medan .
Tahapan terakhir dalam strategi manajemen (management strategic) program siaran adalah pengawasan dan evaluasi program.
Setelah melalui tahap perencanaan dan pelaksanaan, maka tahap pengawasan dan evaluasi membahas mengenai apa yang terjadi dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan sport department mengenai hasil kerjanya yang kemudian dipertanggungjawabkan kepada perusahaan. Proses pengawasan dan evaluasi menentukan seberapa jauh suatu rencana dan tujuan sudah dapat dicapai atau diwujudkan ANTV, department sport, dan crew.
Dari analisis yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa, adanya kesamaan antara teori dan data yang diperoleh. Evaluasi program dilakukan terhadap setiap program yang tayang dan dibahas dalam Meeting Reguler mingguan dan Meeting Evaluasi Program 3
bulanan oleh Tim Sport bersama Tim Programming. Evaluasi ini dilakukan untuk meninjau kembali program-program yang telah dijalankan apakah terus dijalankan atau tidak. Kegiatan evaluasi ini meliputi kegiatan pembahasan mengenai apakah perencanaan yang dilakukan sport departement dapat dilaksanakan dengan baik di tahap pelaksanaan dan kendala-kendala apa saja yang dihadapi saat memproduksi program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL).
Sedangkan proses pengawasan diukur dan diketahui melalui laporan riset rating. Data yang diperoleh dari hasil riset program acara ANTV akan kita bandingkan dengan rating all station, khususnya Indonesia Super League ANTV. Tabel dibawah ini adalah contoh evaluasi yang dilakukan oleh tim riset setiap minggunya, dimana terlihat perolehan rating ISL di minggu 1205 (minggu keempat bulan januari 2012) menduduki posisi teratasi di seluruh program ANTV dan terlihat juga pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta memperoleh TV Rating 6,1 dan TV sharing 22,8 tertinggi di seluruh program dari seluruh stasiun TV di Indonesia pada minggu itu, mengalahkan program sinetron di stasiun televisi lain.
Conntoh analisa (Sumber : D
Gambar 4.27
Riset Ratinng ANTV pper minggu Departemenn research AANTV)
tem emerlukan w adion yang
ra menamb bah tim lipu ntuk siaran
. Gambar n TV Rating
ang peneliti dimana jara puh yang cu uai dengan
utan OB ag langsung. S
r 4.25 g dn Sharing
i dapat, ken ak antar sa ukup panjan standar tele gar bisa me Sedangkan
g per mingg
ndala terber atu kota k ng serta sar
evisi. Antis engejar jad apabila sar
gu
rat adalah l ke kota la rana dan fas sipasinya de dwal yang s rana dan fas
lokasi
kurang memadai, maka tim Indonesia Super League (ISL) membangun sendiri. Biasanya utk penempatan kamera master yg belum tersedia di stadion.
Sedangkan dalam pengawasan dan evaluasi kinerja tim, producer mempunyai masing-masing cara agar crew dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal, yaitu dengan memotivasi, memberikan pelatihan berkala dan mereview hasil pertandingan setelah selesai siaran langsung, dan memberikan bonus jika siaran yang ditayangkan mencapai target.
Proses pengarahan dan pengawasan dilakukan langsung oleh producer di lapangan. Selain itu proses komunikasi persuasif selalu dilakukan producer agar crew berperan secara penuh dan efektif dalam program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL).
Prestasi kerja (performance) diukur dari dua konsepsi, dalam program acara siaran langsung Indonesia Super League (ISL), manager sudah meminimumkan biaya dengan menggunakan dua tim OB (Out Broadcast) dan satu tim cadangan dalam memproduksi program siaran langsung Indonesia Super League (ISL) yang dilaksanakan dibeberapa kota di Indonesia. Begitu juga hasil, produktivitas, dan performance nya.
Menurut analisis yang dilakukan peneliti, tenaga kerja, peralatan, dan waktu yang digunakan untuk menempuh jarak antara kota satu dengan kota yang lain, manager program acara ini dikatakan belum efesien dalam melaksanakan tugasnya. Karena minimalnya tim yang hanya dua dengan satu tim cadangan tidak dapat memenuhi tujuan yang diharapkan yaitu
melakukan live di kota-kota yang sudah dijadwalkan. Hal ini disebabkan karena padatnya dan lamanya jadwal dan jarak antara kota satu dengan kota yang lain yang terkadang tidak bisa ditempuh dalam tenggang waktu yang sudah ditentukan, akibatnya akan terjadi kelelahan dan kejenuhan kru dalam proses siaran langsung.
Selanjutnya, efektivitas untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, menurut analisis yang dilakukan peneliti, manager belum efektif. Karena dari data yang didapat dengan menggunakan hanya dua tim OB dan satu tim cadangan ternyata tidak cukup untuk memproduksi program Indonesia Super League (ISL).. Harusnya dari pengalaman hamper 5 tahun siaran Indonesia Super League (ISL) manager memikirkan cara bagaimana efektifitas bisa tercapai sekalipun tidak menambah tim atau crew yang bertugas.