• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RESIKO

Dalam dokumen AR TBL 2015 24042015 2 OK (Halaman 83-87)

Auditor Pabrikan & Administras

MANAJEMEN RESIKO

Perseroan memahami sejalan dengan pertumbuhan Perseroan, Kinerja Operasional dan keuangan rentan terhadap berbagai resiko. Oleh karena itu, praktek manajemen resiko yang didasarkan pada prinsip kehati – hatian telah menjadi suatu keharusan untuk memastikan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Perseroan telah mengidentifikasi resiko – resiko yang ada serta langkah – langkah yang perlu di ambil untuk meminimalkan dampak yang timbul oleh resiko tersebut, resiko – resiko tersebut adalah :

Risiko Usaha

Perseroan menganalisa risiko usaha yang dihadapi Perseroan di dalam menjalankan bisnisnya:

Risiko Fluktuasi Harga Pasar terhadap Produk yang Dihasilkan Perseroan

Penetapan harga produk yang dihasilkan oleh Perseroan, terutama untuk produk-produk turunan kelapa sawit dan kelapa hibrida, ditentukan berdasarkan harga pasar dunia. Harga pasar dunia ini didasarkan pada perubahan tingkat produksi industri dunia, permintaan dunia dan keadaan perekonomian dunia secara keseluruhan yang selalu berfluktuasi sesuai dengan siklusnya. Dengan berfluktuasinya harga pasar dunia akan mempengaruhi juga harga produk Perseroan, dan pada akhirnya mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Pengadaan Bahan Baku

Perseroan memperoleh sebagian bahan baku untuk pabrik-pabriknya dari perkebunan Perseroan dan Anak Perusahaan, termasuk perkebunan Plasma dan sebagian lagi melalui pembelian dari pihak ketiga. Seperti halnya tanaman-tanaman lainnya, hasil tanaman perkebunan kelapa sawit Perseroan dan Anak Perusahaan, yang merupakan bahan baku Industri Minyak Goreng serta produk turunan kelapa sawit dan kelapa hibrida, mempunyai siklus panen dan dipengaruhi oleh iklim, sehingga tingkat produksi perkebunan kelapa sawit Perseroan dan Anak Perusahaan selalu berfluktuasi dari tahun ke tahun. Pada saat-saat tertentu, produksi perkebunan kelapa sawit Perseroan dan Anak Perusahaan bisa menurun atau meningkat secara signifikan. Jika produksi perkebunan kelapa sawit Perseroan dan Anak Perusahaan mengalami penurunan, Perseroan dimungkinkan menghadapi kesulitan pengadaan bahan baku. Tidak tertutup pula kemungkinan di masa mendatang Perseroan kesulitan melakukan pembelian bahan baku atau bahan baku yang diperolehnya kurang memenuhi kebutuhan. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat produksi Perseroan dan pada akhirnya mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Persaingan Usaha

Dewasa ini di Indonesia terdapat ratusan perusahaan perkebunan dan pabrik pengolahan CPO dan Minyak Goreng. Minyak Goreng, terutama yang dalam bentuk curah, tidak saja diproduksi oleh perusahaan besar tetapi juga oleh banyak perusahaan kecil. Hal ini membuat persaingan usaha menjadi ketat sehingga tidak tertutup kemungkinan pangsa pasar yang telah dikuasai oleh Perseroan akan menurun dan pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Perubahan Selera Konsumen dan Produk Substitusi

Salah satu produk utama Perseroan adalah Minyak Goreng yang merupakan salah satu kebutuhan pokok di Indonesia. Pasar Minyak Goreng Perseroan terutama adalah konsumen kelas menengah ke bawah. Minyak Goreng yang terbuat dari kelapa sawit sampai saat ini masih dianggap sebagai minyak goreng yang paling ekonomis dan sehat. Seiring dengan peningkatan pendapatan dan kesadaran masyarakat akan kesehatan tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan selera konsumen dalam memilih produk.

Risiko Tidak Diperolehnya, Kesulitan dalam Pembaruan dan Pengurangan Luas HGU Lahan Perkebunan

Jangka waktu HGU untuk perkebunan Perseroan dan Anak Perusahaan adalah 20-35 tahun yang dapat diperpanjang dan diperbaharui lagi. Perseroan dan Anak Perusahaan selalu mematuhi semua peraturan yang berhubungan dengan kegiatan usahanya dan mengambil langkah- langkah antisipatif yang diperlukan untuk mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan HGU lahan perkebunannya. Kesulitan dan keterlambatan dalam memperpanjang HGU, serta pengurangan luas HGU lahan perkebunan yang sudah ada, baik karena peraturan Pemerintah ataupun karena hal-hal lainnya. Semua ini akan berpengaruh terhadap jalannya kegiatan usaha Perseroan dan Anak Perusahaan, dan pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Iklim

Iklim merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha perkebunan kelapa sawit. Tanaman ini memerlukan sinar matahari dan curah hujan yang cukup. Sebagai contoh, pada tahun 1997 dan 2006 , terjadi gejala alam El Nino yang menyebabkan daerah- daerah di Indonesia mengalami kekeringan yang melebihi normal dan pada tahun 1998 dan 2006, terjadi kebakaran besar di Pulau Sumatera sehingga asapnya menghalangi sinar matahari ke permukaan tanah dan menyebabkan tanaman kelapa sawit kesulitan melakukan fotosintesa. Gejala ini menyebabkan tingkat produktivitas tanaman

Risk of Business Competitor

Nowadays, in Indonesia there are hundreds of existing Plantation Company and CPO mills and Refineries . Cooking Oil, especially on bulk, not only produce by large company but also by small company. These create a tight business competition and give opportunity of losing market position which usually gained by the Company and will influence of Company’s income at the end.

Risk of Consumer Desire Alteration and Substitution Product

One of the main product of the Company is the Cooking Oil which become one major need in Indonesia. Our Cooking Oil Market especially for the middle-down consumer. Cooking Oil of Palm Oil at present still consider as the most economic and healthty cooking oil. Dueto the increment of the income and society awareness on health opens opportunity on consumer desire alteration of product.

Risk on acquiring , Difficulty on Renewal and Decrement on Coverage of Plantation Land Rights (HGU)

Period of time of HGU for TBL Plantation and subsidiaries are 20-35 years that can be extend and renew. TBL and subsidiaries always obey every regulation connect to its business activity and do any anticipate act to handle all matters of its plantation HGU.The difficulty and delayment on HGU extention, also decrement of existed HGU coverage area, caused of Government Regulation or other things. All these will influence to the run of TBL and subsidiaries Business operational, and in the end will influence to the Company’s income.

Risk of Climate

Climate is the major factor on determine the sucess of Palm Oil Plantation business. The plant needs enough sun shine and rainfall. As example, in 1997 and 2006, there is El Nino nature symptom which caused several areas in Indonesia experience on abnormal dry condition and in 1998 and 2006, there exist huge fire in Sumatera island that caused the haze that block sunshine to the surface ground and create difficulty for palm oil to do food cooking process. This symptom caused the decrement of palm oil production level. Such nature factors like this can influence the production of Palm Oil Plantation of

kelapa sawit menjadi menurun. Faktor-faktor alam seperti ini dapat mempengaruhi produksi perkebunan kelapa sawit Perseroan dan Anak Perusahaan dan pada akhirnya mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Hama dan Penyakit

Tanaman Perseroan dan Anak Perusahaan menghadapi ancaman dari berbagai macam hama dan penyakit. Pihak manajemen perkebunan Perseroan dan Anak Perusahaan telah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan melakukan pemeliharaan dan perawatan yang intensif, meskipun demikian tidak dapat dipastikan bahwa tanaman-tanaman tersebut akan selalu bebas hama atau penyakit. Jika tanaman tersebut kena hama atau penyakit, hal ini dapat mengurangi produksi dan pada akhirnya mempengaruhi pada pendapatan Perseroan.

Risiko Pengadaan Bibit Unggul

Bibit yang baik merupakan hal yang sangat penting karena mempengaruhi kualitas tanaman pada saat mulai menghasilkan. Hingga saat ini Perseroan dan Anak Perusahaan mendapatkan bibit kelapa sawitnya dari beberapa perusahaan pembibitan di Sumatera Utara. Di masa mendatang, tidak ada jaminan bahwa perusahaan- perusahaan tersebut dapat terus menyediakan bibit. Bila hal ini terjadi, rencana pengembangan perkebunan akan terhambat dan pada akhirnya mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Pemogokan Tenaga Kerja

Dewasa ini Perseroan dan Anak Perusahaan mempekerjakan sekitar 3.794 orang karyawan tetap dan sekitar 30.000 karyawan tidak tetap serta buruh harian yang menjadi tulang punggung operasional sehari- hari. Apabila terjadi pemogokan tenaga kerja dapat mengakibatkan aktivitas operasional Perseroan dan Anak Perusahaan terganggu sehingga tingkat produksi menurun dan pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan Perseroan.

Risiko Peraturan Pemerintah

Bidang usaha Perseroan sangat dipengaruhi oleh peraturan-peraturan Pemerintah. Misalnya pada tahun 1994 dan 2010 Pemerintah mengenakan pajak ekspor terhadap setiap produk kelapa sawit untuk mengendalikan harga dalam negeri dan pada tahun 1998 Pemerintah pernah melarang ekspor CPO yang sekarang telah dirubah dengan pengenaan pajak ekspor. Di masa mendatang, tidak tertutup kemungkinan Pemerintah akan mengeluarkan peraturan-peraturan baru yang dapat mempengaruhi harga dalam negeri dan pengenaan pajak ekspor kembali. Bila hal ini terjadi, maka dapat mempengaruhi pendapatan Perseroan.

TBL and subsidiaries, and in the end will influence to the Company’s income

Risk of Pest and Deseases

The Company’s and its subsidiaries plantation were threated by a various of pest and deseases. The Company and its subsidiaries Plantation Management had taken steps of action for prevention by maintain and do intensive treatment, although can not guarantee that all these plants are free of pest or deseases. If plants are attacked by pest and deseases, this will decrease the production and in the end will influence to the Company’s income.

Risk of Avability of Superior Seeds

Superior seed is the most important thing cause impact to the quality of the plant when its start to produce. Nowadays, The Company and its subsidiaries aqcuired its palm oil seeds from several seedling company in North Sumatera. In the future, there is no guarantee that all these companies can supply seeds continually. When it happens, Plantation Expandsion Plan can be stall and in the end will influence to the Company’s income.

Risk of Labour Strike

Nowadays, The Company’s and its subsidiaries has employ around 3.794 permanent employess and around 30.000 non permanent employess and daily worker that as daily backbone operational factor. When any Labour strike happen can cause distubance for the Company and its subsidiaries operational that will decrease production level and in the end will influence to the Company’s income.

Risk of Government Regulation

The Company’s business is influenced by Government regulation. For example at 1994 & 2010 the Government has charge the export tax to all palm oil product to control domestic price and in 1998 the Government has forbid the export of CPO which now converted to the charge of export tax. In the future, still there is a posibility that the Government will produce another new rules that can influence to domestic price and re-tax for expor. If happens, it will influence to the Company’s income.

Risiko Masalah Pencemaran Lingkungan

Perkebunan Perseroan dan Anak Perusahaan memerlukan lingkungan yang bersih dan tidak tercemar. Pada masa- masa mendatang seiring dengan laju perkembangan industri di daerah sekitar perkebunan Perseroan dan Anak Perusahaan, dapat mencemari lingkungan, seandainya saja tidak melakukan pengolahan limbah sesuai dengan peraturan lingkungan hidup. Hal ini dapat mempengaruhi tingkat produktivitas perkebunan Perseroan dan Anak Perusahaan. Perseroan dan Anak Perusahaan telah mengolah limbah perkebunan dan fasilitas pengolahannya untuk memastikan tidak ada limbah yang dihasilkannya dapat mencemari lingkungan sekitarnya sesuai dengan peraturan lingkungan hidup yang berlaku di Indonesia. Namun tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan peraturan lingkungan hidup yang dapat mempengaruhi proses pengolahan limbah yang ada.

Risiko Peraturan Negara Pengimpor

Perseroan merencanakan untuk meningkatkan pasar dan nilai penjualan ekspornya. Rencana ini bisa tidak terwujud jika pemerintah Negara pengimpor menerapkan peraturan yang menghambat impor dengan pengenaan pajak impor ataupun sistem kuota bagi produk-produk Perseroan. Hal ini pada akhirnya akan dapat mempengaruhi tingkat pendapatan Perseroan.

Risiko Nilai Tukar Rupiah

Nilai Rupiah mengalami fluktuasi yang cukup signifikan sejak Juli 1997. Nilai Rupiah mengalami depresiasi yang cukup besar terhadap dolar Amerika Serikat. Perubahan nilai tukar ini menyebabkan hutang Perseroan yang didenominasikan dalam mata uang dolar Amerika Serikat meningkat secara signifikan nilainya jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja keuangan Perseroan. Namun, melihat kecenderungan sekarang dimana Rupiah terus menguat terhadap dolar Amerika Serikat, kinerja keuangan Perseroan dapat membaik.

Di lain pihak, Perseroan juga diuntungkan dengan depresiasi Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dengan melakukan penjualan ekspor yang didenominasikan dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Tingginya nilai dolar Amerika Serikat terhadap Rupiah menyebabkan nilai penjualan ekspor Perseroan meningkat jika dikonversikan ke dalam Rupiah. Dengan menguatnya Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, nilai penjualan ekspor Perseroan menjadi lebih kecil sehingga pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan Perseroan secara keseluruhan.

Risk of Polluted Environment Matter

The Company’s and its subsidiaries plantation need a clean and un-polluted environment. In the future along the rapid industry expandtion near the Company’s and its subsidiaries Plantation, can harm the envorinment, if there is no water treatment as noted in the ecology environment regulation. This can effect the productivity level of The Company’s and its subsidiaries. The Company and subsidiaries has done a treatment for plantation waste dan its facilities to ensure that there is no other waste produced that can harm the environment as noted in the prevail ecology environment regulation in Indonesia. There still a posibility on changes in the regulation that can affect to the exsist waste treatment process.

Risk on Importer Country’s Regulation

The Company plans to expand the its market and its export sales. This can not be done if the Importer Contry put any regulation that to block import by charging import tax or other kuota system on Company’s product. This at the end can affect to the income of the Company.

Risk on Rupiah Exchange

Rupiah have a significant fluctuation since July 1997. The Rupiah has depreciated on US Dollar. The Rupiah Depreciation has caused the Company’s loan debt which is denomated in US Dollar increase significantly if to converse into Rupiah. This will affect to whole Company financial progress. But, nowadays the tendency where Rupiah become stronger to US Dollar give improvement of TBL financial performance.

On the other hand, TBL also gain benefit when Rupiah depreciation on US Dollar while doing export sales which denomated in US Dollar. The high value of US Dollar has caused the export sales to increase if it converted into Rupiah. Due the value bounce of Rupiah to US Dollar, affect to decrease TBL export value so can affect the overall Company’s income.

Halaman ini sengaja di kosongkan

Dalam dokumen AR TBL 2015 24042015 2 OK (Halaman 83-87)