Perusahaan 1.444.713.200 983.428.160 The Company
30. Manajemen risiko keuangan Financial risk management
Perusahaan dan Entitas Anak dalam menjalankan kegiatan usahanya menghadapi paparan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan (risiko keuangan) yang meliputi risiko suku bunga, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko likuiditas dan risiko pengelolaan modal. Kebijakan keuangan dimaksudkan untuk meminimalisasi dampak keuangan yang akan merugikan.
The Company and Subsidiaries in doing their business operation face exposure to risks associated with financial instruments (financial risk), which include interest rate risk, exchange rate risk of foreign currency, liquidity risk and capital management risk.
Financial policy is intended to minimize the financial impact which might be detrimental.
Dalam kaitannya dengan hal tersebut, Manajemen tidak memperkenankan adanya transaksi derivatif yang bertujuan spekulatif.
Berikut ini adalah ikhtisar tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan Entitas Anak:
In this regard, the Management does not allow any speculative derivative transactions. The following are overview of the objectives and policies of the Company and Subsidiaries’
financial risk management:
a. Risiko suku bunga
Risiko ini meliputi risiko terhadap arus kas yang merupakan risiko dimana arus kas masa depan dari suatu instrumen keuangan akan mengalami fluktuasi akibat dari perubahan suku bunga pasar serta risiko terhadap perubahan nilai wajar. Risiko ini sangat erat kaitannya dengan pinjaman Perusahaan dan Entitas Anak yang telah wanprestasi.
a. Interest rate risk
This risk includes the risk to cash flows which is the risk that the future cash flows of a financial instrument will fluctuate as a result of changes in market interest rates and the risk of the change in fair value. This risk is closely associated with the Company and Subsidiaries’ loan which has been in default.
b. Risiko nilai tukar mata uang asing
Risiko ini merupakan risiko dimana arus kas kontraktual dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Paparan ini timbul dari transaksi-transaksi usaha (termasuk pinjaman dan pendanaan) yang dilakukan dalam mata uang selain Rupiah. Perusahaan dan Entitas Anak tidak melakukan aktivitas lindung nilai secara khusus untuk mengelola risiko terkait mata uang asing dikarenakan Perusahaan dan Entitas Anak merasa cukup mempunyai aset dalam mata uang asing yang tersedia untuk melunasi liabilitas dalam mata uang asing.
b. Foreign exchange rate risk
This risk represents the risk that contractual cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in foreign currency exchange rates. This exposure is arising from business transactions (including loans and financing) which are conducted in currencies other than Rupiah. The Company and Subsidiaries do not undertake hedging activities specifically to manage the associated risks of foreign currency due to the Company and Subsidiaries believe that there are enough foreign currency assets available to repay liabilities in foreign currency.
c. Risiko likuiditas
Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan antara lain dengan menjaga profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan, menjaga saldo kecukupan kas dan surat berharga serta memastikan tersedianya pendanaan dari fasilitas kredit dan sumber lainnya dan kesiapan untuk menjaga posisi pasar. Di samping itu terkait dengan pinjaman yang telah jatuh tempo (baik untuk bunga ataupun pokok), Perusahaan dan Entitas Anak telah melakukan beberapa negosiasi untuk melakukan pencicilan
c. Liquidity risk
Liquidity risk management is managed by keeping the maturity profile of financial assets and liabilities, maintaining sufficient cash and marketable securities as well as ensuring the availability of funding from credit facilities and other resources and readiness to maintain its market position.
In addition, associated with loans that have matured (either for interest or principal), the Company and Subsidiaries have made some negotiations to pay by installment regularly in accordance with the ability of
Aset tetap Fixed assets
Perusahaan dan Entitas Anak menentukan estimasi masa manfaat dan beban penyusutan aset tetap milik Perusahaan dan Entitas Anak.
Perusahaan dan Entitas Anak akan menyesuaikan beban penyusutan jika masa manfaatnya berbeda dari estimasi sebelumnya atau Perusahaan dan Entitas Anak akan menghapusbukukan atau melakukan penurunan nilai atas aset yang secara teknis telah usang atau aset non-strategis yang dihentikan penggunaannya atau dijual.
The Company and Subsidiaries determine the estimated useful lives and depreciation expenses of fixed assets owned by the Company and Subsidiaries. The Company and Subsidiaries will adjust the depreciation expense if the useful lives differ from previous estimates or the Company and Subsidiaries will write off or perform an impairment on assets that are technically obsolete or non-strategic assets which are shut down or sold.
Nilai kini kewajiban imbalan kerja tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan menggunakan sejumlah asumsi aktuaria.
Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas aset program dan tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat kewajiban imbalan kerja.
The present value of employee benefit obligations depends on a number of factors that are determined by using a number of actuarial assumptions. The assumptions used in determining the net cost for pensions including the expected long-term return on plan assets and discount rates that are relevant. Any changes in these assumptions will impact on the carrying value of employee benefit obligations.
Asumsi tingkat pengembalian yang diharapkan atas aset program ditentukan secara seragam, dengan mempertimbangkan pengembalian historis jangka panjang, alokasi aset dan perkiraan masa depan atas pengembalian investasi jangka panjang. Asumsi penting lainnya untuk kewajiban imbalan kerja sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat ini.
The assumption of expected rate of return on asset program is determined simultaneously, by taking into account the long term historical return, allocation of assets and future estimates of long term investment. Other significant assumptions for employee benefit are partly based on the current market.
Pajak Penghasilan Income tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal.
Perusahaan dan Entitas Anak mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Significant judgment is made in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and calculations which final tax determination is uncertain throughout the normal course of business. The Company and Subsidiaries recognize the corporate income tax liability based on the estimation whether there is additional corporate income tax.
setelah tanggal pelaporan reporting period
Wabah virus corona (COVID-19) pertama kali diidentifikasi di Wuhan (Cina) mendekati akhir tahun 2019. Pada tanggal 30 Januari 2020, World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa wabah COVID-19 menjadi darurat global (global emergency).
Sejak itu, banyak kasus COVID-19 yang telah didiagnosa, termasuk di negara-negara lain.
Kasus pertama COVID-19 di Indonesia diumumkan pada tanggal 2 Maret 2020 oleh Presiden Republik Indonesia. Selanjutnya, pada tanggal 11 Maret 2020, WHO menyatakan wabah COVID-19 sebagai pandemik. Banyak negara, termasuk Indonesia, telah mengambil berbagai langkah untuk mencegah dan memerangi penyebaran wabah tersebut, diantaranya pembatasan perjalanan, karantina, penutupan tempat usaha dan tempat lainnya, dan penutupan wilayah. Langkah-langkah pencegahan ini telah mempengaruhi rantai pasokan dan permintaan atas barang dan jasa, baik secara global maupun domestik. Pada saat yang sama, kebijakan fiskal dan moneter telah dilonggarkan untuk mempertahankan perekonomian. Langkah-langkah yang diambil Pemerintah ini dan hasil yang dicapai masih akan terus berkembang.
The corona virus (COVID-19) outbreak was initially identified in Wuhan (China), close to end of 2019. On 30 January 2020, the World Health Organization (WHO) declared the outbreak as global emergency. Since then, more cases of COVID-19 have been diagnosed, including in other countries. The first case of COVID-19 in Indonesia was announced on 2 March 2020 by the Indonesian President.
Subsequently, on 11 March 2020, WHO declared the outbreak as pandemic. Many countries, including Indonesia have taken various measures to combat the outbreak, including travel restrictions, quarantines, closure of business and other venues and lockdown of certain area. These measures have affected the supply chain and demand for goods and services globally as well as domestically.
At the same time, fiscal and monetary policies are being relaxed to sustain the economy. These Government’s responses and their corresponding effects are still evolving.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, kegiatan operasi Perusahaan dan Entitas anak masih belum terdampak.
Pasokan bahan baku dan volume produksi terdampak tetapi tidak signifikan.
Kolektabilitas piutang terdampak karena pembayaran dari pelanggan akan mundur dari biasanya. Nilai tukar mata uang asing pada pinjaman terdampak terutama pada penggunaan mata uang USD, dikarenakan pembelian bahan baku menggunakan mata uang tersebut. Atas dampak dari COVID-19 terutama pada peningkatan mata uang USD, Perusahaan dan Entitas Anak berencana untuk menaikkan harga jual produk apabila nilai tukar mata uang USD
As of the date of these consolidated financial statements, the Company and Subsidiaries operational activities have not been affected.
Supply of raw materials and production volumes are affected but not significant. The collectability receivables are affected because payments from customers will be delayed.
Foreign exchange rates on loans are affected because USD currency is used for purchasing raw materials. On the impact of COVID-19, especially on the increase in USD currency, the Company and Subsidiaries planned to increase the selling price of the product if the USD exchange rate continues to increase.
Dampak wabah COVID-19 atas kegiatan operasi Perusahaan dan Entitas Anak di masa yang akan datang belum dapat ditentukan karena masih terus berkembangnya langkah-langkah pencegahan maupun kebijakan fiskal dan moneter yang diambil oleh pemerintah.
The impact of the COVID-19 outbreak in the future operations of the Company and Subsidiaries cannot be determined yet because of the continued development of preventive measures and fiscal and monetary policies taken by the Government.
Pada tahun 2020 dikeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2020 mengenai Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan/atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan. Peraturan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan menjadi 22% pada tahun 2020 sampai dengan 2021 dan 20% untuk tahun 2022 dan seterusnya. Perusahaan dan Entitas Anak telah menerapkan peraturan tersebut di dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun-tahun yang berakhir pada 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021.
In 2020, Government issued Government Regulation in Lieu of Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 2020 concerning the State Financial Policy and Financial System Stability for Handling Pandemic Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) and/or in the Context of Facing Threats that Endanger the National Economy and or Financial System Stability. The regulation also covers changes in corporate income tax rates to 22% in 2020 to 2021 and 20% in 2022 onwards. The Company and Subsidiaries have implemented such regulations in the consolidated financial statement for the years ended on 31 March 2022 and 31 December 2021.