• Tidak ada hasil yang ditemukan

Setelah 1 Januari 2020 (lanjutan) From January 1, 2020 (continued) Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam

31. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

d. Pengelolaan modal d. Capital management

Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

The primary objective of the Company’s capital management is to ensure that it maintains a strong credit rating and healthy capital ratios in order to support their businesses and maximize shareholder value.

Manajemen Perusahan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Tidak ada perubahan yang dibuat dalam tujuan, kebijakan, atau proses selama periode yang disajikan.

The Company manages its capital structure and makes adjustments to it, in light of changes in economic conditions. To maintain or adjust the capital structure, the Company may adjust the dividend payment to shareholders. No changes were made in the objectives, policies or processes during the periods presented.

Konsisten seperti dengan industri lainnya, Perusahaan memantau modal berdasarkan rasio utang terhadap ekuitas. Rasio ini dihitung dengan membagi total utang dengan ekuitas yang terdiri dari semua komponen ekuitas (ekuitas saham dan laba ditahan).

Utang bersih dihitung sebagai total utang (seperti yang ditunjukkan dalam laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan bank.

Consistent with others in the industry, the Company monitors capital on the basis of the debt to equity ratio.

This ratio is calculated by dividing total debts by capital which comprises all components of equity of (share capital and retained earnings). Net debts is calculated as total debt (as shown in the statement of financial position) less cash on hand and in banks.

Rasio utang terhadap ekuitas Perusahaan pada 30 September 2021 dan 31 Desember 2020 , sebagai berikut:

The debt to equity ratio of the Company as of September 30, 2021 and December 31, 2020, are as follows:

30 September 2021/ 31 Desember 2020/

September 30, 2021 December 31, 2020

Total liabilitas 300.825.686.150 326.040.615.789 Total liabilities

Dikurangi: Kas dan bank (5.419.381.386) (4.803.810.619) Less: cash on hand and in banks

Utang neto 295.406.304.764 321.236.805.170 Net debt

Total ekuitas 306.798.513.975 279.493.374.513 Total equity

Rasio utang terhadap ekuitas (%) 96% 115% Debt to equity ratio (%)

32. INSTRUMEN KEUANGAN 32. FINANCIAL INSTRUMENTS

a. Kategori dan Kelas Instrumen Keuangan a. Categories and Classes of Financial Instruments Aset keuangan

pada biaya perolehan diamortisasi/

Pinjaman yang diberikan dan

piutang/

Financial assets at amortized cost

Loans and receivables 30 September 2021/ 31 Desember 2020/

September 30, 2021 December 31, 2020

Aset Keuangan Lancar Current Financial Assets

Kas dan bank 5.419.381.386 4.803.810.619 Cash on hand and in banks

Piutang usaha Trade receivables

Pihak ketiga – neto 65.153.810.171 51.793.677.841 Third parties - net

Pihak berelasi 118.813.268 41.030.382 Related party

Piutang usaha yang belum ditagih 27.207.502.774 25.306.778.544 Unbilled receivables

Piutang lain-lain Other receivables

Pihak berelasi - 1.473.100.000 Related parties

Aset lancar lainnya 1.200.000.000 100.000.000 Other current asset

Total aset keuangan 99.099.507.599 83.518.397.386 Total financial assets

Liabilitas keuangan yang berdasarkan biaya perolehan/

Financial liabilities measured at amortized cost

30 September 2021/ 31 Desember 2020/

September 30, 2021 December 31, 2020

Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Current Financial Liabilities Utang usaha - pihak ketiga 27.988.777.891 19.382.999.519 Trade payables - third parties

Utang lain - lain Other payables

Pihak ketiga 128.991.899 472.190.014 Third parties

Pihak berelasi 2.023.655.091 4.820.038.955 Related parties

Biaya yang masih harus dibayar 126.000.000 1.405.142.614 Accrued expenses

Utang kepada pihak berelasi 10.492.527.147 10.400.860.212 Due to related parties Utang kepada pihak ketiga 33.337.519.863 21.877.464.831 Due to third parties

Utang jangka panjang yang jatuh Current maturities of long-

tempo dalam satu tahun: term debts:

Utang pembiayaan konsumen 39.822.809.253 71.715.094.341 Consumer financing payables

Utang sewa pembiayaan - - Finance lease

Liabilitas sewa - 86.567.056.882 Lease liabilities

Liabilitas Keuangan Jangka Panjang Non-current Financial Liabilities

Utang jangka panjang - setelah

dikurangi bagian yang jatuh tempo Long-term debts - net of current

dalam satu tahun: maturities:

Utang pembiayaan konsumen 22.553.228.867 32.970.323.159 Consumer financing payable

Utang sewa pembiayaan - - Finance lease

Liabilitas sewa 64.964.463.177 58.715.401.797 Lease liabilities

Total liabilitas keuangan 201.437.973.189 308.326.572.324 Total financial liabilities

b. Pengukuran Nilai Wajar b. Fair Value Measurement

Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi

Fair value of financial instruments carried at amortized cost

Kecuali sebagaimana tercantum dalam tabel berikut, direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam laporan keuangan mendekati nilai wajarnya.

Except as detailed in the following table, the directors consider that the carrying amounts of financial assets and financial liabilities recognized in the financial statements approximate their fair values.

30 September 2021/ 31 Desember 2020/

September 30, 2021 December 31, 2020

Nilai Nilai Nilai Nilai

Tercatat/ Wajar/ Tercatat/ Wajar/

Carrying Fair Carrying Fair

Value Value Value Value

LIABILITAS FINANCIAL

KEUANGAN LIABILITIES

Liabilitas keuangan

yang berdasarkan Financial liabilities

biaya perolehan measured at

diamortisasi: amortized cost:

Utang kepada pihak

berelasi 10.492.527.147 10.684.762.701 10.400.860.212 10.593.095.766 Due to related parties

Utang kepada pihak

ketiga 33.337.519.863 34.929.005.683 21.877.464.831 23.410.173.853 Due to third parties

Utang pembiayaan Consumer financing

konsumen 62.376.038.121 68.291.505.721 104.685.417.500 114.732.929.736 payables

Utang sewa pembiayaan - - - - Finance lease

Liabilitas sewa 135.960.457.729 151.173.634.054 145.315.607.148 157.067.840.064 Lease liabilities Total 242.166.542.860 265.078.908.159 282.279.349.691 305.804.039.419 Total

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 32. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL INSTRUMENTS (continued)

b. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan) b. Fair Value Measurement (continued) Hirarki pengukuran nilai wajar atas aset dan

liabilitas Perusahaan

Fair value measurement hierarchy of the Company's assets and liabilities

Tabel berikut ini merangkum nilai tercatat dan nilai wajar aset dan liabilitas, yang dianalisis nilai wajamya berdasarkan pada:

The following tables summarize the carrying amounts and fair values of the assets and liabilities, analyzed among those whose fair value is based on:

• Pengukuran nilai wajar level 1 adalah yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik; yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran;

• Level 1 fair value measurements are those derived from quoted prices (unadjusted) in active markets for identical assets or liabilities that the entity can access at the measurement date;

• Pengukuran nilai wajar level 2 adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga); dan

• Level 2 fair value measurements are those derived from inputs other than quoted prices included within Level 1 that are observable for the asset or liability, either directly (i.e. as prices) or indirectly (i.e. derived from prices); and

• Pengukuran nilai wajar level 3 yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).

• Level 3 fair value measurements are those derived from valuation techniques that include inputs for the asset or liability that are not based on observable market data (unobservable inputs).

Nilai tercatat/

30 September 2021 Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total September 30, 2021

Liabilitas keuangan Financial liabitlies

Liabilitas keuangan yang nilai Liabilities for which fair

wajarnya diungkapkan value disclosed

Utang kepada pihak berelasi 10.492.527.147 - 10.684.762.701 - 10.684.762.701 Due to related parties

Utang kepada pihak ketiga 33.337.519.863 - 34.929.005.683 - 34.929.005.683 Due to third parties

Utang pembiayaan konsumen 62.376.038.121 - 68.291.505.721 - 68.291.505.721 Consumer financing payables

Liabilitas sewa 135.960.457.729 - 151.173.634.054 - 151.173.634.054 Lease liabilities

Total 247.425.555.209 - 265.078.908.159 - 265.078.908.159 Total

Nilai tercatat/

31 Desember 2020 Carrying value Level 1 Level 2 Level 3 Total December 31, 2020

Liabilitas keuangan Financial liabitlies

Liabilitas keuangan yang nilai Liabilities for which fair

wajarnya diungkapkan value disclosed

Utang kepada pihak berelasi 10.400.860.212 - 10.593.095.766 - 10.593.095.766 Due to related parties

Utang kepada pihak ketiga 21.877.464.831 - 23.410.173.853 - 23.410.173.853 Due to third parties

Utang pembiayaan konsumen 104.685.417.500 - 114.732.929.736 - 114.732.929.736 Consumer financing payables

Liabilitas sewa 145.315.607.148 - 157.067.840.064 - 157.067.840.064 Lease liabilities

Total 282.279.349.691 - 305.804.039.419 - 305.804.039.419 Total

Nilai wajar dari instrumen yang diklasifikasikan sebagai Level 2 dihitung menggunakan metode arus kas diskonto.

Suku bunga berbasis pasar disesuaikan dengan risiko kredit digunakan untuk mendiskontokan arus kas masa depan. Tidak ada instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi namun nilai wajarnya diungkapkan diklasifikasikan sebagai Level 3 baik di tahun berjalan maupun tahun sebelumnya.

The fair value of the instruments classified as Level 2 calculated using the discounted cash flow method. Market-based rate adjusted by credit risk was used for discounting future cash flows. There were no financial instruments that were measured at amortized cost but for which fair value were disclosed that were classified as Level 3 either in current year or in prior year.

30 September 2021/ 31 Desember 2020/

September 30, 2021 December 31, 2020

Pengungkapan tambahan untuk

transaksi-transaksi yang tidak Supplemental disclosure of

mempengaruhi arus kas: non-cash transactions:

Penempatan saham dan penyerahan Issuance of share capital

deviden saham - - from share dividends

Acquisition of property and equipment

Akuisisi aset tetap melalui utang through consumer

pembiayaan konsumen 10.098.057.873 41.804.821.719 financing payable

Akuisisi aset tetap melalui utang sewa Acquisition of property and equipment

pembiayaan - - through finance lease payable

Perolehan aset hak-guna melalui Additions in right of use assets due to

penerapan PSAK 73: of PSAK 73 impelemtation:

Dikreditkan ke iabilitas sewa - 6.691.801.964 Credited to lease liabilities

Berasal dari biaya dibayar dimuka - 1.591.696.533 From prepaid expenses

Berasal dari aset tetap - 151.938.335.748 From property and equipment

Penambahan aset hak-guna selama Additions to right of use assets

tahun berjalan yang dikreditkan ke during the year credited

liabilitas sewa 62.378.349.490 82.082.066.893 to lease liabilities

b. Rekonsiliasi liabilitas neto b. Net debt reconciliation

1 Januari/

(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) (Expressed in Rupiah, unless otherwise stated) 34. KETIDAKPASTIAN KONDISI EKONOMI 34. ECONOMIC ENVIRONMENT UNCERTAINTY

Pada tanggal 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (“WHO”) telah menetapkan penyebaran wabah virus corona (“Covid-19”) sebagai pandemi global. Wabah Covid-19 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik, yang kemudian mempengaruhi operasi Perusahaan serta pelanggan dan pemasok Perusahaan. Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan Perusahaan. Luas dampak tersebut bergantung pada beberapa perkembangan tertentu di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk menangani ancaman Covid-19, serta dampak faktor-faktor tersebut terhadap pegawai, pelanggan dan pemasok Perusahaan. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki Perusahaan, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya. Laporan keuangan ini tidak mencakup penyesuaian yang mungkin timbul dari ketidakpastian yang diungkapkan di atas.

On March 11, 2020, (“WHO”) declared the outbreak of corona virus (“19”) as a global pandemic. This Covid-19 outbreak has caused global and domestic economic slowdown, which in turn affected the operations of the Company, its customers and vendors. While disruption is expected to be temporary, there is considerable uncertainty around the extent of the impact of Covid-19 on the Company’s operations and financial performance. The extent of such impact will depend on certain future development which cannot be predicted at this moment, including the duration of the spread of the outbreak, economic and social measures that are being taken by the government authorities to handle Covid-19 threat, and the impact of such factors to the Company’s employees, customers and vendors. The management is closely monitoring the Company’s operations, liquidity and resources, and is actively working to minimize the current and future impact of this unprecedented situation. These financial statements do not include any adjustment that might result from the outcome of the aforementioned uncertainty.