• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

Dalam dokumen Citra Tubindo Tbk Billingual Juni Released (Halaman 112-116)

CURRENCIES Pada tanggal 30 Juni 2013, Grup memiliki aset dan

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Risiko kredit a. Credit risk

Aset keuangan Grup yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko kredit pada dasarnya terdiri dari piutang usaha. Grup memiliki kebijakan kredit dan prosedur untuk memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan pemantauan akun secara aktif.

The financial assets that potentially subject the Group to significant concentrations of credit risk consist principally of trade receivables. The Group has in place credit policies and procedures to ensure the ongoing credit evaluation and active account monitoring. Risiko kredit Grup timbul dari kegagalan bayar

pihak lain, dengan risiko maksimum sama dengan jumlah tercatat instrumen tersebut. Pada tanggal pelaporan, tidak terdapat konsentrasi risiko kredit secara signifikan dikarenakan piutang usaha berasal dari jumlah pelanggan yang banyak, kecuali seperti dijelaskan pada paragraf berikut.

The Group’s exposure to credit risk arise from default of other parties, with maximum exposure equal to the carrying amount of these instruments. At reporting date, there were no significant concentrations of credit risk as its trade receivables related to a large number of ultimate customers, except as described in the following paragraph.

Sebagian besar piutang usaha Grup terdiri dari 4 debitur dan 6 debitur yang masing-masing mewakili 7-21% dan 5-40% dari jumlah piutang usaha masing-masing pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.

The trade receivable of the Group mostly comprise 4 debtors and 6 debtors that individually represented 7-21% and 5-40% of total trade receivable as of June 30, 2013 and December 31, 2012, respectively.

Aset keuangan yang belum jatuh tempo maupun mengalami penurunan nilai

Financial assets that are neither past due nor Impaired

Deposito yang belum jatuh tempo maupun mengalami penurunan nilai kebanyakan merupakan deposito pada bank dengan credit- rating tinggi yang dinilai oleh agen credit-rating internasional. Piutang usaha yang belum jatuh tempo maupun mengalami penurunan nilai merupakan perusahaan-perusahaan dengan histori penagihan yang baik.

Bank deposits that are neither past due nor impaired are mainly deposits with banks with high credit-ratings assigned by international credit-ratings agencies. Trade receivables that are neither past due nor impaired are substantially companies with a good collections track record with the Group.

Piutang usaha Grup yang belum jatuh tempo maupun mengalami penurunan nilai masing-

masing senilai AS$19.532.611 dan

AS$15.107.829 pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.

The Group’s trade receivables not past due nor impaired amounted to US$19,532,611 and US$15,107,829 as of June 30, 2013 and December 31, 2012, respectively.

Aset keuangan yang jatuh tempo dan/atau maupun mengalami penurunan nilai

Financial assets which are past due and/or Impaired

Analisa umur piutang usaha yang sudah jatuh tempo tetapi tidak dilakukan penyisihan atas penurunan nilai adalah sebagai berikut:

The age analysis of trade receivables past due but not impaired is as follows:

30 Juni 2013/ 31 Desember 2012/

June 30, 2013 December 31, 2012

Jatuh tempo kurang dari 2 bulan 5.178.741 31.780.189 Past due less than 2 months

Jatuh tempo 2 - 5 bulan 1.527.195 2.839.581 Past due 2 - 5 months

Jatuh tempo lebih dari 5 bulan 3.986.779 1.407.730 Past due over 5 months

Jumlah 10.692.715 36.027.500 Total

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

a. Risiko kredit (lanjutan) a. Credit risk (continued)

Aset keuangan yang jatuh tempo dan/atau maupun mengalami penurunan nilai (lanjutan)

Financial assets which are past due and/or Impaired (continued)

Piutang usaha yang sudah jatuh tempo lebih dari 5 bulan dan mengalami penurunan nilai masing-masing sebesar AS$8.847.667 dan AS$9.046.229 pada tanggal 30 Juni 2013 dan 31 Desember 2012.

Trade receivables which have been due for more than 5 months and impaired amounted to

US$8,847,667 and US$9,046,229 as of

June 30, 2013 and December 31, 2012, respectively.

Grup tidak memiliki aset keuangan lain yang sudah jatuh tempo dan/mengalami penurunan nilai, kecuali piutang usaha.

There are no other Groups’ financial assets that past due and/or impaired except for trade receivables.

Risiko kredit maksimum Grup untuk komponen dalam laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2013 adalah nilai tercatat seperti yang dinyatakan dalam Catatan 5 atas laporan keuangan konsolidasian interim.

The Group’s maximum exposure to credit risk for each class of financial asset as of June 30, 2013 is equal to their carrying amounts as stated in Note 5 to the interim consolidated statements of financial position.

b. Risiko mata uang asing b. Foreign currency risk

Grup terekspos terhadap perubahan nilai tukar mata uang asing terutama dalam rupiah, dolar Singapura dan euro pada biaya-biaya tertentu, aset dan liabilitas yang timbul dari operasi sehari-hari.

The Group is exposed to foreign currency exchange rate movements primarily in rupiah, Singapore dollars and euro on certain expenses, assets and liabilities which arise from daily operations.

Berdasarkan simulasi sederhana yang dilakukan, tabel berikut menunjukkan sensitivitas, jika nilai tukar dolar AS

menguat/melemah oleh kemungkinan

perubahan yang wajar terhadap mata uang asing lainnya (dengan semua variabel lainnya dianggap konstan), pendapatan konsolidasian Grup sebelum pajak, terutama sebagai akibat dari selisih kurs/kerugian penjabaran aset dan kewajiban moneter bersih, untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012 :

Based on simple simulation performed, the following table demonstrates the sensitivity, if

the U.S. dollars exchange rate

strengthened/weakened by a reasonable

possible change against other foreign

currencies (with all other variables held constant), of the Group’s consolidated income before tax, mainly as a result of foreign exchange gains/losses on translation of net monetary assets and liabilities, for the six months ended June 30, 2013 and 2012:

Penambahan/pengurangan

konsolidasian Grup

laba sebelum pajak

Increase/decrease on

Group’s consolidated

Penam bahan/pengurangan income before tax

dalam mata uang asing

Increase/decrease 30 Juni 2013/ 30 Juni 2012/

in foreign exchange rate June 30, 2013 June 30, 2012

Rupiah 10% 1.048.782 1.219.129 Rupiah

Dolar Singapura 10% 13.508 300.710 Singapore dollars

Euro 10% 362.848 68.196 Euro

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

c. Risiko suku bunga c. Interest rate risk

Grup dibiayai melalui pinjaman bank jangka pendek dan jangka panjang dan pinjaman lainnya, seperti kredit dan uang muka dari pihak ketiga dan pihak-pihak berelasi.

The Group is financed through short-term and long-term bank loans and other borrowings such as loans and advances from third and related parties.

Oleh karena itu, Grup terekspos terhadap risiko pasar untuk perubahan tingkat suku bunga terkait terutama terhadap liabilitas pinjaman jangka panjang dan aset dan liabilitas berbunga. Grup memiliki kebijakan untuk mendapatkan suku bunga tersedia yang paling menguntungkan tanpa meningkatkan risiko mata uang asing mereka.

Therefore, the Group’s exposures to market risk for changes in interest rates relates primarily to their long-term borrowing obligations and interest-bearing assets and liabilities. The Group’s policies are to obtain the most favorable interest rates available without increasing their foreign currency exposure.

Tabel berikut menyajikan nilai tercatat, jatuh tempo, instrumen keuangan Grup yang rentan terhadap risiko suku bunga pada tanggal 30 Juni 2013:

The following table sets out the carrying amount, by maturity, of the Group’s financial instruments that are exposed to interest rate risk as of June 30, 2013:

Suku bunga mengambang per 30 Juni 2013 Floating rate as of June 30, 2013

Lebih dari

5 tahun/

Dalam 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-5 tahun/ More than Jumlah/

Within 1 year 1-2 years 2-5 years 5 years Total

Cash and cash

Kas dan setara kas 49.530.268 - - - 49.530.268 equivalents Pinjaman jangka pendek 17.056.372 - - - 17.056.372 Short-term loans Pinjaman jangka panjang 8.232.408 2.214.558 4.089.220 - 14.536.186 Long-term debts

Suku bunga mengambang per 31 Desember 2012 Floating rate as of December 31, 2012

Lebih dari

5 tahun/

Dalam 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-5 tahun/ More than Jumlah/

Within 1 year 1-2 years 2-5 years 5 years Total

Cash and cash

Kas dan setara kas 28.491.903 - - - 28.491.903 equivalents Pinjaman jangka pendek 21.984.337 - - - 21.984.337 Short-term loans Pinjaman jangka panjang 6.115.056 5.927.428 576.543 3.726.656 16.345.683 Long-term debts

Grup menganalisis tingkat suku bunga mereka secara dinamis. Berbagai skenario simulasi telah dilakukan dengan mempertimbangkan pembiayaan kembali, pembaruan posisi yang ada dan pendanaan alternatif. Berdasarkan skenario tersebut, Grup menghitung dampak pada laporan laba rugi dari perubahan suku bunga yang ditetapkan. Pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dan pinjaman lainnya Grup adalah dalam mata uang dolar AS, dolar Singapura dan rupiah.

The Group analyzes their interest rate exposure on a dynamic basis. Various scenarios are simulated taking into consideration refinancing, renewal of existing position and alternative financing. Based on these scenarios, the Group calculates the impact on profit or loss of a defined interest rate shift. The Group’s short- term bank loans and long-term debts are denominated in U.S. dollar, Singapore dollar and rupiah.

Berdasarkan simulasi sederhana yang

dilakukan, jika suku bunga meningkat/menurun sebesar 1% dengan semua variabel lainnya tetap konstan, laba Grup sebelum pajak untuk enam bulan yang berakhir 30 Juni 2013 dan 2012 sekitar AS$215.772 dan AS$99.492 masing-masing, sebagai akibat dari lebih tinggi/rendah suku bunga pinjaman.

Based on a simple simulation performed, if the interest rates increased/decreased by 1% with all other variables held constant, the Group’s income before tax for the six months ended June 30, 2013 and 2012 would have been

approximately US$215,772 higher/lower and

US$99,492 higher/lower, respectively, as a result of higher/lower interest expense on these borrowings.

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

d. Risiko likuiditas d. Liquidity risk

Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati berarti mempertahankan kas dan setara kas yang memadai untuk mendukung kegiatan bisnis secara tepat waktu. Grup menjaga

keseimbangan antara kesinambungan

penagihan piutang serta melalui fleksibilitas penggunaan pinjaman bank dan pinjaman lainnya.

Prudent liquidity risk management implies

maintaining sufficient cash and cash

equivalents to support business activities on a timely basis. The Group maintains a balance between continuity of accounts receivable collection and flexibility through the use of bank loans and other borrowings.

Dalam mengelola risiko likuiditas, Grup memantau dan menjaga tingkat kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Grup dan untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Grup juga secara rutin mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo utang jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk mengambil inisiatif penggalangan dana. Kegiatan ini meliputi pinjaman bank, ekuitas utang dan penerbitan ekuitas pasar modal. Tabel di bawah ini merupakan jadwal jatuh tempo liabilitas keuangan Grup berdasarkan

pembayaran kontraktual yang tidak

didiskontokan.

In the management of liquidity risk, the Group monitors and maintains a level of cash and cash equivalents deemed adequate to finance the Group’s operations and to mitigate the effects of fluctuation in cash flows. The Group also regularly evaluates the projected and actual cash flows, including its loan maturity profiles, and continuously assesses conditions in the financial markets for opportunities to pursue fund-raising initiatives. These activities may include bank loans, debt capital and equity market issues. The following table sets out the maturity period of the Group’s financial liabilities based on undiscounted contractual payments.

Proyeksi jatuh tempo per 30 Juni 2013 Expected maturity as of June 30, 2013

Lebih dari

5 tahun/

Dalam 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-5 tahun/ More than Jumlah/

Within 1 year 1-2 years 2-5 years 5 years Total

Pinjaman jangka pendek 17.056.372 - - - 17.056.372 Short-term loans Utang usaha 88.155.629 - - - 88.155.629 Trade payables Utang lain-lain 449.605 - - - 449.605 Other payables Beban masih harus dibayar 5.064.121 - - - 5.064.121 Accrued expense

Liabilitias imbalan kerja Short-term employee

karyawan jangka pendek 1.024.004 - - - 1.024.004 benefit liability Utang dividen 27.353.951 - - - 27.353.951 Dividends payable

Utang kepada pihak-pihak Due to related

berelasi 232.222 - - - 232.222 parties

Pinjaman jangka panjang 8.232.408 2.214.558 4.089.220 - 14.536.186 Long-term debts

Proyeksi jatuh tempo per 31 Desember 2012 Expected maturity as of December 31,2012

Lebih dari

5 tahun/

Dalam 1 tahun/ 1-2 tahun/ 2-5 tahun/ More than Jumlah/

Within 1 year 1-2 years 2-5 years 5 years Total

Pinjaman jangka pendek 21.984.337 - - - 21.984.337 Short-term loans Utang usaha 66.722.822 - - - 66.722.822 Trade payables Utang lain-lain 1.253.543 - - - 1.253.543 Other payables Beban masih harus dibayar 5.011.368 - - - 5.011.368 Accrued expense

Liabilitias imbalan kerja Short-term employee

karyawan jangka pendek 1.202.326 - - - 1.202.326 benefit liability

32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)

e. Risiko harga komoditas e. Commodity price risk

Grup terkena dampak risiko harga komoditas terutama diakibatkan oleh pembelian bahan baku seperti pipa baja dan plat baja. Harga bahan baku tersebut secara langsung dipengaruhi oleh fluktuasi harga komoditas serta tingkat permintaan dan persediaan di pasar.

The Group’s exposure to commodity price risk relates primarily to the purchase of raw materials such as steel pipes and steel plates. The prices of these raw materials are directly affected by commodity price fluctuations and the level of demand and supply in the market. Kebijakan Grup untuk meminimalkan risiko

yang berasal dari fluktuasi harga komoditas adalah dengan mengawasi tingkat optimal persediaan bahan baku untuk produksi yang berkelanjutan. Selain itu, Grup juga berusaha mengurangi risiko tersebut dengan cara

mengalihkan kenaikan harga kepada

pelanggannya.

The Group’s policy is to minimize the risks arising from the fluctuations in the commodity prices by maintaining the optimum inventory level of raw materials for a continuous production. In addition, the Group may seek to mitigate their risks by passing on the price increases to their customers.

Manajemen modal Capital management

Tujuan Grup ketika mengelola modal adalah: - Mempertahankan basis modal yang kuat

sehingga dapat mempertahankan

kepercayaan investor, kreditur dan pasar.

- Mempertahankan kelangsungan

pembangunan usaha di masa depan.

The Group’s objectives when managing capital are:

- To maintain a strong capital base so as to maintain investor, creditor and market confidence.

- To sustain future development in the business.

Grup secara berkala meninjau dan mengelola struktur modal mereka untuk memastikan struktur yang optimal serta tingkat pengembalian pemegang saham, dengan mempertimbangkan kebutuhan modal masa depan dari Grup dan efisiensi modal, yang berlaku dan profitabilitas yang diproyeksikan, proyeksi arus kas operasi, proyeksi pengeluaran modal dan proyeksi peluang investasi strategis.

The Group regularly reviews and manages their capital structure to ensure optimal structure and shareholder returns, taking into consideration the future capital requirements of the Group and capital efficiency, prevailing and projected profitability, projected operating cash flows, projected capital expenditures and projected strategic investment opportunities.

Untuk tujuan pengelolaan modal, manajemen menganggap total ekuitas sebagai modal. Total modal pada tanggal 30 Juni 2013 adalah sebesar AS$126.181.686 yang dianggap

optimal oleh manajemen setelah

memperhatikan pengeluaran modal yang diproyeksikan dan proyeksi peluang investasi strategis. Dan juga selama beberapa tahun terakhir, laba sebelum pajak penghasilan, bunga, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) telah menjadi kendali penting Grup serta juga bagi bank pemberi pinjaman. Pembangunan berkelanjutan yang optimal dari Grup tergantung dari kemampuan mereka mandiri dalam pendanaan (EBITDA).

Management regards total equity as capital, for capital management purposes. The amount of capital as of June 30, 2013 amounted to

US$126,181,686 which the management

considered as optimal having considered the projected capital expenditures and the projected strategic investment opportunities. In addition, earning over the past years before income tax,

interest, depreciation and amortization

(EBITDA) has become an important control figure for the Group as well as for the lending bank. The continuing optimal development of the Group depends on their strong self- financing ability (EBITDA).

Tidak terdapat perubahan pendekatan Grup untuk pengelolaan modal sepanjang periode.

There are no changes in the Group’s approach to capital management during the period.

Dalam dokumen Citra Tubindo Tbk Billingual Juni Released (Halaman 112-116)