31 Desember 2013/ December 31, 2013
Tingkat
sensitivitas/ Laba atau rugi/ Ekuitas/
Sensitivity rate Profit or loss Equity
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
Menguat 7,12% 653.898.819 490.424.114 Strenghten Melemah ( 7,12% ) ( 653.898.819 ) ( 490.424.114 ) Weaken Euro Euro Menguat 8,24% 142.339.373 106.754.530 Strenghten Melemah ( 8,24% ) ( 142.339.373 ) ( 106.754.530 ) Weaken 31 Desember 2012/ December 31, 2012 Tingkat
sensitivitas/ Laba atau rugi/ Ekuitas/
Sensitivity rate Profit or loss Equity
Dolar Amerika Serikat United States Dollar
Menguat 2,24% 491.720.427 368.790.320 Strenghten
Melemah ( 2,24% ) ( 491.720.427 ) ( 368.790.320 ) Weaken
Euro Euro
Menguat 2,67% 61.251 45.938 Strenghten
Melemah ( 2,67% ) ( 61.251 ) ( 45.938 ) Weaken
ii. Risiko suku bunga ii. Interest rate risk
Risiko suku bunga adalah risiko dimana arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Eksposur atas risiko ini terutama terkait dengan utang bank (lihat Catatan 12 dan 16) yang seluruhnya dikenai suku bunga mengambang dimana perubahan suku bunga pasar akan berdampak secara langsung terhadap arus kas kontraktual Perusahaan dan Entitas Anak di masa datang. Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, masing-masing saldo utang bank Perusahaan dan Entitas Anak mencerminkan sekitar 42,99% dan 37,32% dari jumlah liabilitas.
Interest rate risk is the risk that the future cash flows of a financial instrument will fluctuate because of changes in market interest rates. This risk exposure mainly arise form bank loans (see Notes 12 and 16) which bear floating interest rates. Any changes in market interest rates would directly influence the future contractual cash flows of the Company and Subsidiary. As of December 31, 2013 and 2012, the outstanding balances of the Company and Subsidiary’s bank loans represent 42.99% and 37.32% of total liabilities, respectively.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, jika suku bunga pinjaman jangka panjang dan jangka pendek meningkat/menurun sebesar 2.000 dan 3.000 basis poin dengan semua variabel lainnya konstan, maka laba setelah beban pajak menurun/meningkat
masing-masing sebesar Rp201.039.738 dan
Rp247.824.808. Kenaikan/penurunan suku bunga dalam rangka analisis sensitivitas dihitung berdasarkan perubahan rata-rat a suku bunga kontrak selam a jangka waktu pinjaman bank.
As at December 31, 2013 and 2012, if interest rates on long-term and short-term loans increased/ decreased by 2,000 and 3,000 basis points with all other variables held constatant, post-tax profit for the year would
have been decreased/increased by
Rp201,039,738 and Rp247,824,808,
respectively. Increase/decrease in interest rates in the context of sensitivity analysis was calculated based on the changes in average contractual interest rates during the terms of bank loans.
32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
b. Risiko kredit b. Credit Risk
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak lain tidak dapat memenuhi kewajiban atas suatu instrumen
keuangan atau kontrak pelanggan, yang
menyebabkan kerugian keuangan. Tujuan
Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk
mencapai pertumbuhan pendapatan yang
berkelanjutan seraya meminimalkan kerugian yang timbul atas eksposur peningkatan risiko kredit. Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi penjualan hanya dengan pihak ketiga yang memiliki nama baik dan terpercaya. Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak mengatur bahwa seluruh pelanggan yang akan melakukan transaksi penjualan secara kredit harus melalui proses verifikasi kredit. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan untuk memastikan bahwa eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap risiko kredit macet tidak signifikan.
Credit risk is the risk that counterparty will not meet its obligations under a financial instrument or customer contract, leading to a financial loss. The Company and Subsidiary’s objective is to seek continual revenue growth while minimizing losses incurred due to increased credit risk exposure. The
Company and Subsidiary trade only with
recognised and creditworthy third parties. It is the
Company and Subsidiary’s policy that all
customers who wish to trade on credit terms are subject to credit verification procedures. In addition, receivable balances are monitored on an ongoing basis with the objective that the Company and Subsidiary’s exposure to bad debts is not significant.
Eksposur maksimum untuk risiko kredit adalah sebesar jumlah tercatat dari setiap jenis aset keuangan di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki jaminan secara khusus atas aset keuangan tersebut.
The maximum exposure to credit risk is represented by the carrying amount of each class of financial assets in the consolidated statement of financial position. The Company and Subsidiary do not hold any collateral as security.
Pada 31 Desember 2013 dan 2012, kualitas kredit setiap kelas dari aset keuangan berdasarkan penilaian Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
As of December 31, 2013 and 2012, the credit quality per class of financial assets based on the Company and Subsidiary’s rating is as follows:
31 Desember 2013/
December 31, 2013
Tidak jatuh Jatuh tempo tempo atau tapi tidak
penurunan nilai/ dihapuskan/
Neither past due Past due but Penghapusan/ Pencadangan/ Jumlah/
nor impaired not impaired Impaired Allowance Total
Kas dan Cash and
setara kas 49.865.135.531 - - - 49.865.135.531 cash equivalents
Wesel tagih 800.000.000 - - - 800.000.000 Promissory notes
Piutang usaha 104.482.155.195 67.754.515.001 - ( 1.970.936.365 ) 170.265.733.831 Trade receivables
Piutang lain-lain 887.024.750 - - - 887.024.750 Other receivables
Jumlah 156.034.315.476 67.754.515.001 - ( 1.970.936.365 ) 221.817.894.112 Total
31 Desember 2012/
December 31, 2012
Tidak jatuh Jatuh tempo tempo atau tapi tidak
penurunan nilai/ dihapuskan/
Neither past due Past due but Penghapusan/ Pencadangan/ Jumlah/
nor impaired not impaired Impaired Allowance Total
Kas dan Cash and
setara kas 51.012.808.028 - - - 51.012.808.028 cash equivalents
Wesel tagih 800.000.000 - - - 800.000.000 Promissory notes
Piutang usaha 52.368.301.586 100.220.424.623 - ( 2.181.754.034 ) 150.406.972.175 Trade receivables
Piutang lain-lain 656.662.800 - - - 656.662.800 Other receivables
32. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) 32. FINANCIAL RISK MANAGEMENT (Continued)
Piutang usaha dan lain-lain yang belum jatuh tempo atau dihapuskan berasal dari debitor yang melakukan pembayaran tepat waktu. Bank ditempatkan pada lembaga keuangan yang resmi dan memiliki reputasi baik.
Trade and other receivables that are neither past due nor impaired are with creditworthy debtors with good payment record with the Company and Subsidiary. Banks are placed with reputable financial institutions.
c. Risiko likuiditas c. Liquidity Risk
Risiko likuiditas adalah risiko bahwa Perusahaan dan Entitas Anak akan kesulitan untuk memenuhi liabilitas keuangannya akibat kekurangan dana. Eksposur Perusahaan dan Entitas Anak atas risiko
likuiditas pada umumnya timbul dari
ketidaksesuaian profil jatuh tempo antara aset dan liabilitas keuangan.
Liquidity risk is the risk that the Company and Subsidary will encounter difficulty in meeting financial obligations due to shortage of funds. The Company and Subsidary’s exposure to liquidity risk arises primarily from mismatches of the maturities of financial assets and liabilities.
Tabel di bawah merangkum profil jatuh tempo dari liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012.
The following table summarizes the maturity profile of the Company and Subsidary’s financial liabilities based on contractual undiscounted payments as of December 31, 2013 and 2012.
31 Desember 2013/
December 31, 2013
< 1 Tahun / 1 – 2 Tahun / > 2 Tahun / Bunga / Jumlah /
< 1 Year 1 – 2 Years > 2 Years Interest Total
Utang bank Short-term
jangka pendek 34.634.305.414 - - - 34.634.305.414 bank loans
Utang usaha 19.348.615.860 - - - 19.348.615.860 Trade payables
Utang lain-lain 22.468.132.594 - - - 22.468.132.594 Other payables
Beban masih Accrued
harus dibayar 5.286.420.535 - - - 5.286.420.535 expenses
Utang bank Long-term
jangka panjang 8.575.410.058 8.735.464.541 5.374.042.231 - 22.684.916.830 bank loans
Utang Long-term
pembiayaan consumer
konsumen financing
jangka panjang 741.860.624 64.066.000 - ( 52.296.930 ) 753.629.694 obligation
Jumlah 91.054.745.085 8.799.530.541 5.374.042.231 ( 52.296.930 ) 105.176.020.927 Total 31 Desember 2012/ December 31, 2012
< 1 Tahun / 1 – 2 Tahun / > 2 Tahun / Bunga / Jumlah /
< 1 Year 1 – 2 Years > 2 Years Interest Total
Utang bank Short-term
jangka pendek 17.127.125.393 - - - 17.127.125.393 bank loans
Utang usaha 30.613.617.405 - - - 30.613.617.405 Trade payables
Utang lain-lain 9.935.865.050 - - - 9.935.865.050 Other payables
Beban masih Accrued
harus dibayar 10.959.606.978 - - - 10.959.606.978 expenses
Utang bank Long-term
jangka panjang 12.294.190.968 7.064.010.058 12.094.306.772 - 31.452.507.798 bank loans
Utang Long-term
pembiayaan consumer
konsumen financing
jangka panjang 1.492.889.000 742.159.238 70.211.347 ( 248.986.108 ) 2.056.273.477 payable
Jumlah 82.423.294.794 7.806.169.296 12.164.518.119 ( 248.986.108 ) 102.144.996.101 Total
33. INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS 33. SUPPLEMENTAL CASH FLOWS INFORMATION