31 DECEMBER 2013 AND
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
36. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan) FINANCIAL RISK MANAGEMENT (continued)
Risiko keuangan(lanjutan) Financial risks(continued)
Melalui pendekatan yang terkoordinasi, Grup menerapkan sistem penerimaan kas di depan untuk penjualan domestik produk utamanya dan
kebijakan perencanaan keuangan yaitu
pengelolaan penerimaan dalam mata uang asing disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan saldo liabilitas moneter dalam mata uang asing (lindung nilai alamiah).
Through a coordinated approach, the Group implements a system of cash received in advance for domestic sales transactions of its main product and financial planning policies such as managing cash receipts in foreign currency based on operational needs and balance of monetary liabilities in foreign currency (natural hedging).
Pengelolaan risiko likuiditas dilakukan antara lain dengan memonitor profil jatuh tempo pinjaman dan sumber pendanaan, menjaga saldo kecukupan kas dan setara kas serta memastikan tersedianya pendanaan dari sejumlah fasilitas kredit yang ada dan kesiapan untuk menghadapi perubahan pasar.
The liquidity risk management includes managing the profile of loans maturities and funding sources, maintaining sufficient cash and cash equivalents, and ensuring the availability of funding from existing credit facilities and the ability to face the market changes.
Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit signifikan karena Grup menerapkan sistem penerimaan dimuka atas penjualan domestik produk utamanya, sedangkan nilai penjualan ekspor relatif tidak signifikan dan penerimaan kasnya kurang dari satu bulan.
There is no concentration of significant credit risk as the Group implements a system of cash received in advance for domestic sales transactions of its main product, while the export sales amount is relatively not significant and the cash receipt is less than one month.
Nilai eksposur maksimal risiko kredit tercermin pada setiap aset keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
The maximum exposure of credit risk is reflected in each financial asset recorded in the consolidated statements of financial position.
Seluruh piutang dilakukan evaluasi secara periodik sehingga dapat diantisipasi kolektibilitasnya.
All receivables are evaluated periodically in which the collectibility can be anticipated.
Profil jatuh tempo pinjaman jangka pendek adalah 3 bulan sejak tanggal penarikan dan pinjaman jangka panjang adalah dengan jadwal cicilan mulai Pebruari 2014 sampai dengan Agustus 2016, sedangkan untuk utang usaha adalah berkisar 14 hari sampai dengan 45 hari.
The maturity profile for short-term borrowings is 3 months from drawn down date and for long-term borrowings is due with several installments starting in February 2014 to August 2016, whereas for trade payables it is in the range of 14 days to 45 days.
Profil pinjaman Grup, sebesar Rp 2.722.940 juta (2012: Rp 971.950 juta), berupa pinjaman dengan tingkat suku bunga mengambang dan terekspos atas perubahan tingkat suku bunga.
The Group’s bank loans profile, amounting to Rp 2,722,940 million (2012: Rp 971,950 million), are floating interest rates borrowings and are exposed to interest rate changes.
Sesuai kondisi saat ini, Grup mengelola risiko fluktuasi suku bunga pasar dan selisih kurs yang berasal dari pinjaman bank melalui pertimbangan penggunaan fasilitas kredit dalam bentuk Rupiah atau mata uang asing dan secara aktif mencari biaya modal yang lebih kompetitif.
Based on current condition, Group manages the fluctuation of market interest rate and foreign exchange risk arising from bank loans through considering the usage of credit facilities in Rupiah or foreign currency and actively seeks for a competitive cost of capital.
PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES
Lampiran 5/60 Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2013 DAN 2012
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2013 AND 2012 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
36. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN(lanjutan) 36. FINANCIAL RISK MANAGEMENT(continued)
Risiko keuangan(lanjutan) Financial risks(continued)
Pada tanggal 31 Desember 2013, apabila tingkat suku bunga pinjaman lebih tinggi/lebih rendah 100 basis poin dengan asumsi variabel lainnya tidak mengalami perubahan, maka laba setelah pajak Grup akan turun/naik sebesar Rp 2.937 juta (2012: turun/naik sebesar Rp 772 juta).
As at 31 December 2013, if borrowings interest rates had been 100 basis points higher/lower with all other variables held constant, the Group’s profit after tax would decrease/increase by Rp 2,937 million (2012: decrease/increase by Rp 772 million).
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan tidak berbeda signifikan dengan nilai tercatat yang ada pada laporan posisi keuangan.
The fair value of financial assets and financial liabilities is not significantly different with the carrying amount recorded in the statements of financial position.
Pengelolaan modal Capital management
Dalam mengelola permodalannya, Grup
senantiasa mempertahankan kelangsungan usaha serta memaksimalkan manfaat bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.
In managing capital, the Group safeguards its ability to continue as a going concern and to maximise benefits to the shareholders and other stakeholders.
Grup secara aktif dan rutin menelaah dan mengelola permodalannya untuk memastikan struktur modal dan pengembalian yang optimal
bagi pemegang saham, dengan
mempertimbangkan efisiensi penggunaan modal berdasarkan arus kas operasi dan belanja modal, serta mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang.
The Group actively and regularly reviews and manages its capital to ensure the optimal capital structure and return to the shareholders, taking into consideration the efficiency of capital usage based on operating cash flow and capital expenditures and also consideration of capital needs in the future.
Grup memonitor modal berdasarkan rasio gearing
konsolidasian. Rasio gearing dihitung dengan membagi pinjaman bersih dengan kekayaan berwujud bersih.
The Group monitors capital on the basis of the Group’s consolidated gearing ratio. The gearing ratio is calculated as net borrowing divided by tangible net worth.
Rasio gearing pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 adalah sebagai berikut :
The gearing ratio as at 31 December 2013 and 2012 are as follow:
2013 2012
Jumlah pinjaman 2,722,940 971,950 Total borrowing
Kas dan setara kas (709,090) (227,769) Cash and cash equivalents
Pinjaman bersih 2,013,850 744,181 Net borrowing
Total aset 14,963,190 12,419,820 Total assets
Total liabilitas (4,695,331) (3,054,409) Total liabilities
Goodwill (55,951) (55,951) Goodwill
Kekayaan berwujud bersih 10,211,908 9,309,460 Tangible net worth
PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK/AND SUBSIDIARIES
Lampiran 5/61 Schedule
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2013 DAN 2012
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DECEMBER 2013 AND 2012 (Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated)
37. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI