RENCANA PERDAMAIAN Ringkasan
33. MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN
Risiko-risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan yang dimiliki Perusahaan adalah risiko suku bunga, risiko nilai tukar, risiko kredit dan risiko likuiditas. Manajemen mereview dan menyetujui kebijakanuntuk mengelolasetiaprisiko seperti di bawah:
Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa depan dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan tingkat suku bunga pasar.
Untuk meminimalkan risiko suku bunga, Perusahaan mengelola beban bunga dengan mengevaluasi tingkat tren pasar. Manajemen juga melakukan penilaian antara suku bunga yang ditawarkan oleh bank untuk mendapatkan tingkat bunga yang paling menguntungkan sebelum mengambil keputusan apapun dalam kaitannya dengan penempatan tersebut.
Perusahaan secara teratur menyiapkan proyeksi arus kas untuk memantau pembayaran pinjaman jangka panjang.
Berikut ini merupakan aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang dipengaruhi tingkat suku bunga:
30 September 2013
Bunga Bunga Tanpa Jumlah Tetap Mengambang Bunga
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan
Kas dan setara kas – 6.950 26 6.976
Investasi jangka pendek – – 41 41
Piutang usaha – – – –
Piutang lain-lain
Pihak berelasi – – 11 11
Pihak ketiga – – 124 124
Aset tidak lancar lainnya
Simpanan jaminan – – 46 46
– 6.950 248 7.198
47 33. MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (Lanjutan)
30 September 2013
48 Risiko Nilai Tukar
Risiko nilai tukar adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas kontraktual masa datang dari suatu instrumen keuangan akan terpengaruh akibat perubahan nilai tukar. Kegiatan operasi perdagangan Perusahaan sebagian besar dalam mata uang fungsional mereka, oleh karena itu timbul penjabaran eksposur dalam debitur dan kreditur yang tidak signifikan. Seperti pemaparan ketika transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional dari unit operasi atau pihak lawan.
Manajemen secara berkala mereview risiko nilai tukar.
Tabel berikut menunjukkan aset dan liabilitas moneter Perusahaan dalam mata uang asing:
30 September 2013 31 Desember 2012
Kurs konversi yang digunakan pada tanggal 30 September 2013 dan pada tanggal 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut: Aset dan liabilitas moneter yang dimiliki dalam mata uang selain Dollar Amerika Serikat per tanggal 30 September 2013 telah disajikan dengan menggunakan kurs tengah pada tanggal 28 Oktober 2013 (tanggal penyelesaian laporan keuangan) dan menghasilkan liabilitas bersih dalam mata uang selain Dollar Amerika Serikat menjadi US$ 17.854 atau kenaikan sebesar US$ 898.
49 33. MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (Lanjutan) Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa Perusahaan akan mengalami kerugian yang timbul dari pelanggan atau pihak lawan akibat gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya. Transaksi Perusahaan dengan pelanggan yang memiliki kredibilitas. Selain itu, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan hasil menunjukkan bahwa untuk piutang ragu-ragu Perusahaan tidak signifikan.
Risiko Likiuditas
Risiko likuiditas adalah risiko kerugian yang timbul karena Perusahaan tidak memiliki arus kas yang cukup untuk memenuhi liabilitasnya.
Dalam pengelolaan risiko likuiditas, manajemen memantau dan menjaga jumlah kas dan setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Perusahaan dan untuk mengatasi dampak fluktuasi arus kas. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa Perusahaan memiliki akses likuiditas pada setiap saat dan dapat meningkatkan utang dengan biaya yang efektif. Hal ini dicapai dengan mengatur persyaratan pendanaan.
Tabel di bawah ini menunjukkan eksposur maksimum risiko kredit Perusahaan pada tanggal 30 September 2013 dan 31 Desember 2012:
30 September 2013 31 Desember 2012
Berikut adalah jadwal jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan berdasarkan pembayaran kontraktual yang tidak didiskontokan pada tanggal 30 September 2013 dan 31 Desember 2012:
30 September 2013
50
31 Desember 2012
<= 1 tahun 1-2 tahun 3-5 tahun Jumlah Utang usaha 13.580 − − 13.580
Pinjaman jangka pendek 16.630 − − 16.630 Pendapatan diterima dimuka 26.995 − − 26.995 Utang lain-lain 2.516 − − 2.516 Biaya yang masih harus dibayar 5.946 − − 5.946 Utang pihak berelasi − − 18.184 18.184
Pinjaman jangka panjang − − 71.843 71.843
65.667 − 90.027 155.694
Nilai wajar instrumen keuangan
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah approksimasi nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Penjelasan lebih lanjut diberikan pada paragraf-paragraf berikut.
Instrumen keuangan yang dicatat pada nilai wajar atau biaya perolehan diamortisasi
Utang jangka panjang dan utang pihak berelasi berbeban bunga disajikan dalam biaya perolehan diamortisasi dengan mengunakan metode Suku Bunga Efektif (SBE). Biaya perolehan diamortisasi ditentukan dengan memperhitungkan diskonto atau premi atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset keuangan lainnya, utang usaha, utang lain-lain dan beban akrual kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek. Nilai tercatat utang pihak berelasi dan utang jangka panjang lainnya dengan suku bunga tetap dan suku bunga mengambang besarnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya karena dinilai ulang secara berkala.
Instrumen keuangan dicatat pada nilai selain nilai wajar
Investasi jangka panjang dalam saham biasa yang tidak dimiliki kuotasi pasar dengan kepemilikan saham dibawah 20%. Dicatat pada biaya perolehan karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan pada tanggal 30 September 2013 dan 31 Desember 2012:
51
Manajemen risiko permodalan
Tujuan Perusahaan mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuannya dalam mempertahankan kelangsungan usaha sehingga Perusahaan dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan mempertahankan struktur permodalan yang optimal untuk mengurangi biaya modal.
Untuk mempertahankan atau menyesuaikan struktur permodalannya, Perusahaan dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau menjual aset untuk mngurangi liabilitas.
Konsistensi dengan entitas lain dalam industri, Perusahaan memonitor modal dengan dasar rasio utang terhadap modal. Rasio ini dihitung dengan membagi jumlah utang dengan total modal. Utang merupakan jumlah liabilitas pada laporan posisi keuangan. Modal terdiri dari seluruh komponen ekuitas yang ada sebagaimana jumlah dalam laporan posisi keuangan.
52
Pada tanggal 30 September 2013, Perusahaan masih mempertahankan strateginya yang diterapkan yaitu mempertahankan rasio hutang terhadap modal maksimum sebesar 2:1
Rasio utang terhadap modal pada tanggal 30 September 2013 dan 31 Desember 2012 adalah sebagai berikut:
30 September 2013 31 Desember 2012
US$ US$
Jumlah liabilitas 209.534 191.709
Jumlah ekuitas 125.131 122.986
Rasio utang terhadap modal 1,67 : 1 1,56 : 1