Perseroan menjalankan Tata Kelola Perusahaan dengan mengikuti prinsip GCG (Good Corporate Governance). Salah satu komponen dalam GCG adalah Penerapan Manajemen Risiko Perusahaan dengan baik. Perusahaan telah memiliki
Pedoman Manajemen Risiko sebagai acuan dalam menerapkan Manajemen Risiko pada setiap organ yang terdapat di dalam Perusahaan. Dengan penerapan Manajemen Risiko yang baik diyakini Perusahaan dapat mengelola risiko secara sehat dan terpadu dan dapat mengidentiikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko. Pengelolaan risiko yang dimaksud meliputi pengawasan aktif manajemen, kecukupan kebijakan dan prosedur serta penetapan limit, kecukupan proses identiikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko serta sistem informasi manajemen risiko, dan sistem pengendalian intern yang menyeluruh.
The Company runs Corporate Governance by following principle of GCG (Good Corportate Governance). One components from GCG is the proper application of corporate risk management. By doing the proper application of risk management, it is believed that a company be able to manage their risk healthily and accordingly along with the ability to identify, measure, monitor and manage their risk. The aforementioned risk management covers active monitoring of management, adequacy of policies and procedures as well as the establishment of limits, the adequacy of the identiication, measurement, monitoring and control of risk and risk management information systems, and holistic internal control system.
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang luktuatif memberikan risiko kepada semua pihak di dalam Pasar Modal, termasuk Perseroan dan seluruh nasabahnya. Perseroan menerapkan Manajemen Risiko secara berkelanjutan dan konsisten dalam setiap aktivitas yang meliputi risiko kredit, risiko pasar, risiko likuiditas, risiko operasional, risiko hukum, risiko stratejik, risiko kepatuhan, risiko reputasi, dan risiko transaksi Intra-grup.
Dalam memitigasi risiko, Perseroan melakukan pemetaan terhadap risiko yang terdapat dalam kegiatan usaha perusahaan yang dikategorikan kedalam sembilan jenis risiko utama yang dijabarkan dengan rincian sebagai berikut : 1. Risiko Kredit
Potensi kerugian yang akan terjadi akibat kegagalan debitur dan/atau pihak lain dalam memenuhi kewajiban kepada Perseroan. Perseroan memberikan kredit kepada nasabah yang memiliki rekening marjin. Untuk mencegah gagal bayar dalam pembiayaan marjin, maka Perseroaan melakukan analisa mendalam terhadap calon nasabah marjin, dan juga menerapkan peraturan Bapepam LK V. D. 6 dalam menjalankan pengawasan transaksi marjin.
2. Risiko Pasar
Potensi kerugian yang akan terjadi akibat adanya pergerakan variable pasar dari portofolio yang dimiliki Perseroan, yaitu: suku bunga, nilai tukar, nilai komoditas, dan ekuitas. Perseroan melaksanakan analisa risiko pasar terhadap portofolio yang dimilikinya. Selain itu, risiko pasar juga dihadapi oleh anak perusahaan Perseroan, yaitu Panin Asset Management, dalam hal risiko penurunan Nilai Aktiva Bersih (NAB) akibat penurunan nilai efek yang menjadi bagian portofolio dana kelolaan.
The luctuating trend of composite stock price stimulates risk to every party in capital market, including the Company and its customers. The Company applies a continual and consistent risk management process to the whole company’s activities which include credit risk, market risk, liquidity risk, operational risk, legal risk, strategic risk, compliance risk, reputation risk, and risk intra- group transactions.
In mitigating the risk, the Company charts the inherent risk of the Company's business activities which is categorized into nine main types of risks. Those risks are described in detail as follows:
1. Credit Risk
Potential losses that would arise from failure of the debtor and / or other parties to meet their liability to the Company. The Company facilitates credit to customers who have a margin account. To prevent default in margin inancing, the company conducts in-depth analysis of the potential margin customers, and applies “Peraturan Bapepam LK V. D. 6” for margin transaction monitoring.
2 Market Risk
Potential losses that will occur due to movements in market variables on the portfolio of the Company, namely: interest rates, exchange rates, commodities prices, and equities. For the Company, market risk analysis conducted on the portfolio owned by the Company. Additionally, the market risk is also faced by Panin Asset Management as a subsidiary of the Company, due to the decline of Net Asset Value (NAV), as a result of decrement in the value of securities as part of portfolio of mutual funds.
Untuk mengatasi risiko tersebut, Perseroan melakukan analisis mendalam atas efek yang merupakan bagian dalam portofolio dana kelolaan, dan melakukan diversiikasi pada instrumen investasi lainnya seperti pada pasar uang dan pendapatan tetap.
3. Risiko Likuiditas
Potensi kerugian yang akan terjadi akibat ketidakmampuan Perseroan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh tempo dari sumber pendanaan arus kas dan/atau dari asset likuid berkualitas tinggi yang dapat diagunkan tanpa mengganggu aktivitas dan kondisi keuangan Perseroan.
Terdapat dua tipe risiko likuiditas, yang pertama adalah risiko likuiditas market, dimana Perseroan tidak dapat membeli atau menjual suatu aset pada harga yang wajar, dikarenakan kurangnya likuiditas asset tersebut di pasar. Kedua adalah risiko likuiditas prudential, dimana Perseroan tidak dapat memenuhi standar minimum likuiditas, misalnya likuiditas rasio. Namun, Perseroan telah memenuhi ketentuan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) yang dipersyaratkan.
4. Risiko Operasional
Potensi kerugian yang akan terjadi akibat ketidakcukupan dan/atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia,
kegagalan sistem, dan/atau adanya kejadian- kejadian eksternal yang mempengaruhi operasional Perseroan. Dari sisi operasional, Perseroan telah membuat dan menerapkan SOP (Standard Operating Procedure). Risk Manajemen selalu mengacu pada peraturan dari regulator (OJK) dan SRO (BEI, KSEI, KPEI).
To anticipate this risk, the company conducts in-depth analysis on potential securities being considered for mutual fund inclusion, and diversiies in other inancial market instruments such as money market instruments and ixed income instruments.
. 3. Liquidity Risk
Potential losses which may occur due to the inability of the Company to meet its due liability using cash low funding sources and / or from highly liquid assets that can be pledged without disrupting a company’s activities and inancial condition.
There are two types of liquidity risk, Firstly, market liquidity, in case the Company unable to buy or sell an asset at the fair price due to lack of asset liquidity in the market. Secondly, prudential liquidity risk, in case the Company unable to fulil the liquidity minimum standard such as liquidity ratio. However, the Company has complied with Net Adjusted Working Capital (MKBD) required.
4. Operational Risk
Potential losses which may occur due to insuficiency and / or internal processes failure, human error, system failure, and / or the presence of external events affecting the Company’s operations. From the operational side, the Company has made and implemented SOP (Standard Operating Procedure). Risk management always refers with regulator (OJK) and the SRO (BEI, KSEI, KPEI) regulation.