• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen risiko suku bunga

Dalam dokumen PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK (Halaman 50-54)

PERSEDIAAN ASET REAL ESTAT

IV. Manajemen risiko suku bunga

Grup terpapar risiko suku bunga karena entitas dalam Grup meminjam dana dengan tingkat bunga mengambang. Risiko ini dikelola oleh Grup

Eksposur Grup terhadap suku bunga dalam liabilitas keuangan dirinci dalam bagian manajemen risiko likuiditas pada catatan ini.

Analisis sensitivitas suku bunga

Analisis sensitivitas di bawah ini telah ditentukan berdasarkan eksposur suku bunga untuk instrumen non-derivatif pada akhir periode pelaporan. Untuk liabilitas tingkat bunga mengambang, analisis tersebut disusun dengan asumsi jumlah liabilitas terutang pada akhir periode pelaporan itu terutang sepanjang tahun. Kenaikan atau penurunan 10 basis poin pada 31 Maret 2016 dan tahun 2015 digunakan ketika melaporkan risiko suku bunga secara internal kepada karyawan kunci dan merupakan penilaian manajemen terhadap perubahan yang mungkin terjadi pada suku bunga.

Jika suku bunga lebih tinggi/rendah masing-masing 10 basis poin dan semua variabel lainnya tetap konstan, maka laba untuk 31 Maret 2016 dan tahun 2015 akan turun/naik masing-masing sebesar Rp 126.725.718 dan Rp 123.287.653. Hal ini terutama disebabkan oleh eksposur Grup terhadap suku bunga atas pinjamannya dengan suku bunga mengambang.

Eksposur risiko tingkat bunga berhubungan dengan jumlah aset atau liabilitas dimana pergerakan pada tingkat suku bunga dapat mempengaruhi laba setelah pajak. Risiko pada pendapatan bunga bersifat terbatas karena Grup hanya bermaksud untuk menjaga saldo kas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional. Dalam beban bunga, keseimbangan optimal antara utang dengan tingkat bunga tetap dan mengambang ditetapkan di muka. Grup memiliki kebijakan dalam memperoleh pembiayaan yang akan memberikan kombinasi yang sesuai tingkat suku bunga mengambang dan tingkat bunga tetap. Persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris harus diperoleh sebelum Grup menggunakan instrumen keuangan tersebut untuk mengelola eksposur risiko suku bunga

b. Manajemen Risiko Modal

Grup mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari kas dan setara kas (Catatan 5), pinjaman (Catatan 14, 21 dan 22) dan ekuitas pemegang saham induk (Catatan 24, 25 dan 26) dan kepentingan non-pengendali (Catatan 27).

Direksi Grup secara berkala melakukan review struktur permodalan Grup. Sebagai bagian dari review ini, Direksi mempertimbangkan biaya permodalan dan risiko yang berhubungan.

42. PENGUKURAN NILAI WAJAR

Nilai wajar instrumen keuangan yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi

Kecuali sebagaimana tercantum dalam tabel berikut, manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat sebesar biaya perolehan diamortisasi dan diakui dalam laporan keuangan konsolidasian mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau menggunakan tingkat suku bunga pasar.

31 Desember 2015 31 Desember 2015 (Diaudit) (Diaudit)

Liabilitas keuangan Jumlah tercatat Nilai wajar

Rp Rp

Utang obligasi 67.201.690.245 64.321.690.245

Secara khusus, asumsi signifikan yang digunakan dalam menentukan nilai wajar dari liabilitas keuangan ditetapkan di bawah ini:

Utang obligasi

Nilai wajar dari utang obligasi pada 31 Desember 2015 diperkirakan sebesar Rp 64.321.690.245 dengan menggunakan harga kuotasi yang berlaku di pasar sebesar Rp 0,96.

Hierarki pengukuran nilai wajar atas aset dan liabilitas Grup

Tabel berikut ini merangkum nilai tercatat dan nilai wajar aset dan liabilitas, yang dianalisis antara keduanya serta nilai wajar didasarkan pada:

 Tingkat 1 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;

 Tingkat 2 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari harga); dan

 Tingkat 3 pengukuran nilai wajar adalah yang berasal dari teknik penilaian yang mencakup input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi).

Tingkat 1/ Tingkat 2/ Tingkat 3/ Jumlah/

Level 1 Level 2 Level 3 Total

Rp Rp Rp Rp

Liabilitas yang nilai w ajarnya diungkapkan

Biaya perolehan yang diamortisasi

Utang obligasi 64.321.690.245 - - 64.321.690.245 31 Desember 2015

Nilai w ajar/Fair value

Tidak ada transfer antara level 1 dan 2 pada periode berjalan

43. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

Pada tanggal 31 maret 2016 dan 31 Desember 2015, Grup mempunyai aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing sebagai berikut:

Mata Uang Ekuivalen Mata Uang Ekuivalen

Asing Rp Asing Rp

Aset

Kas dan setara kas US$ 1.322.651 17.559.512.210 1.328.211 18.322.666.192 Piutang usaha kepada

pihak ketiga US$ 4.900 65.052.400 4.900 67.595.500 Aset lainnya US$ 155.552 2.065.101.980 155.489 2.144.970.755

Jumlah aset 19.689.666.590 20.535.232.447

Liabilitas

Utang usaha kepada

pihak ketiga US$ - - 60.994 841.406.988 EURO - - - -Utang lain-lain kepada

pihak ketiga SGD - - 1.803 17.581.053 THB - - 1.565 597.830 Uang jaminan penyewa US$ 684.002 9.080.810.331 921.240 12.708.505.800

Jumlah liabilitas 9.080.810.331 13.568.091.671

Jumlah aset bersih 10.608.856.259 6.967.140.776

(Diaudit) (Tidak Diaudit)

31 Maret 2016 31 Desember 2015

Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, kurs yang digunakan oleh Grup sebagai berikut : 31 Maret 31 Desember 2016 2015 Rp Rp 1 USD 13.276 13.795 1 EURO 15.030 15.070 1 SGD 9.831 9.751 1 THB 377 382 44. TUNTUTAN HUKUM

a. Pada tahun 2012, Perusahaan mendapat gugatan hukum dengan perkara No. 587/Pdt.G/2012/PN.JKT.PST dari Moh. Halwie dkk sebagai Penggugat dan Perusahaan sebagai Tergugat VI atas tanah milik dan atas nama Perusahaan dengan Hak Guna Bangunan (HGB) No. 278 seluas 19.140 m2. Berdasarkan Surat Putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta tanggal 6 Mei 2014, diputuskan antara lain: menolak eksepsi Tergugat II, Tergugat V, Tergugat VI dan Tergugat VII, menolak gugatan Para Penggugat; menyatakan gugatan Tergugat VII Konvensi/Penggugat Rekonvensi tidak dapat diterima dan menghukum Para Penggugat Konvensi / Para Tergugat Rekonvensi membayar biaya perkara sebesar Rp 2.816.000. Atas putusan ini, Para Penggugat menyatakan banding dengan surat pemberitahuan banding No. 073/SRT.Pdt.Bdg/2014/PN.Jkt.Pst pada tanggal 23 Oktober 2014. Pada tanggal 4 Nopember 2014, Perusahaan telah mengajukan kontra memori banding dan telah diterima oleh Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Pada tanggal 28 Januari 2016, melalui putusan No. 594/PDT/2015/PT.DKI.Jo. No. 587/Pdt.G/2012/PN.JKT.PST, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta memutuskan menguatkan putusan PN Jakarta Pusat No. 587/Pdt.G/2012/PN.JKT.PST tanggal 6 Mei 2014 yang dimohonkan banding tersebut. Sampai dengan diterbitkannya laporan keuangan konsolidasian, perkara ini masih dalam proses.

b. Pada tanggal 15 Desember 2014, Betty dan Tunggul (Pemohon) mengajukan Permohonan Arbitrase No. 640/XII/ARB-BANI/2014 melawan Perusahaan (Termohon) dan Buntario Tigris, SH., S.E., M.H. (selaku turut

Termohon) di Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI), untuk melakukan pembatalan perjanjian pengikatan jual beli saham dan tagihan PT Sinar Bonana Jaya (SBJ) yang dinyatakan dalam Akta No. 139 tanggal 24 Agustus 2009 (Catatan 39a). Perkara ini telah diputus oleh Mahkamah Arbitrase BANI pada tanggal 4 Februari 2016 dengan putusan menolak seluruhnya permohonan Pemohon. Dengan demikian, Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham dan Tagihan PT SBJ antara Perusahaan dengan Betty dan Tunggul dinyatakan sah dan masih mengikat kedua belah pihak.

Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada liabilitas kontinjensi yang material yang mungkin timbul atas perkara-perkara tersebut diatas.

45. INFORMASI KEUANGAN TERSENDIRI PERUSAHAAN

Informasi keuangan tersendiri entitas induk menyajikan informasi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, dimana penyertaan saham pada entitas anak dipertanggungjawabkan dengan metode biaya.

Informasi keuangan tersendiri entitas induk disajikan pada halaman 53 sampai dengan 57.

46. TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN DAN PERSETUJUAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan konsolidasian dari halaman 2 sampai dengan 52 dan informasi tambahan dari halaman 53 sampai dengan 57 merupakan tanggung jawab manajemen, dan telah disetujui oleh Direktur untuk diterbitkan pada tanggal 29 April 2016.

31 Maret 2016 31 Desember 2015 (Tidak Diaudit) (Diaudit)

Rp Rp

Dalam dokumen PT GREENWOOD SEJAHTERA Tbk DAN ENTITAS ANAK (Halaman 50-54)

Dokumen terkait