• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Sumber Daya Manusia

BAB II STUDI PUSTAKA DAN TEORI

B. Landasan Teori

2. Manajemen Sumber Daya Manusia

a. Pengertian Manjemen Sumber Daya Manusia (MSDM)

Manajemen sumber daya manusia dapat didefinisikan sebagai ilmu dan seni dalam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengevaluasian atas sumber daya manusia saat pengadaan, pengembangan, pengkompensasian, penginterasian, pemeliharaan dan pemutusan hubungan kerja untuk dapat mencapai tujuan akhir organisasi (Batjo & Shaleh, 2018).

Menurut Hasibuan yang dikutip dari (Mamik, 2014) manjemen sumber daya manusia merupakan ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Sedangkan menurut Edy Sutrisno yang dikutip dari (Bukit dkk., 2017) Manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharan serta penggunaan SDM untuk mencapai tujuan baik secara individu maupun organisasi.

19 Dari beberapa definisi-definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah suatu kegiatan atau sistem manajemen merencanakan, mengadakan, mengembangakan, memelihara dan penggunaan SDM untuk mencapai tujuan akhir baik individu maupun organisasi.

b. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Manusia merupakan faktor terpenting dalam manajemen karena pada dasarnya manajemen dilakukan oleh, untuk dan kepada manusia. Terdapat beberapa fungsi utama manajeman sumber daya manusia, yaitu (Priyono, 2010):

1. Perencanaan untuk kebutuhan SDM

Fungsi perencanaan kebutuhan SDM setidakmya meliputi dua kegiatan utama,yaitu:

a. Perencanaan dan peramalan permintaan tenaga kerja organisasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

b. Analisis jabatan dalam organisasi untuk menentukan tugas, tujuan keahlian, pengetahuan dan kemampuan yang dibutuhkan.

2. Stafing sesuai dengan kebutuhan organisasi

Setelah kebutuhan SDM ditentukan, langkah selanjutnya adalah mengisi format yang terjadi dalam

20 tahapan pengisiam staf ini terdapat dua kegiatan yang diperlukan, yaitu :

a. Penarikan (recruitment) calon atau pelamar yang dinilai.

b. Penilaian atau seleksi para calon /pelamar yang dinilai paling memenuhi syarat.

3. Penilaian kinerja

Kegiatan ini dilakukan setelah calon atau pelamar dipekerjakan dalam kegiatan organisasi. Organisasi menentukan sebaiknya bekerja dan kemudian memberi penghargaan atas kinerja yang dicapainya. Dalam penilaian kinerja ini dilakukan dua kegiatan utama, yaitu ;

a. Penilaian dan pengevaluasian perilaku pekerja.

b. Analisis dan pemberian motivasi perilaku kinerja.

4. Perbaikan kualitas pekerja dan lingkungan kerja

Saat ini pusat perhatian manajemen sumber daya manusia mengarah pada tiga strategi :

a. Menentukan, merancang dan mengimplementasikan program pelatihan dan pengembangan SDM guna meningkatakan kemampuan dan kinerja karyawan.

b. Memperbaiki kualitas lingkungan kerja, khususnya melalui kualitas kehidupan kerja dan program-program perbaikan produktivitas.

21 c. Memperbaiki kondisi fisik kerja guna memaksimalkan

kesehatan keselamatan pekerja.

5. Pencapaian efektifitas hubungan kerja

Dalam hal ini terdapat tiga kegiatan utama, yaitu :

a. Mengakui dan menaruh rasa hormat atau respek terhadap hak-hak pekerja.

b. Melakukan tawar-menawar (bargaining) dan menetapkan prosedur bagaimana keluhan pekerja disampaikan.

c. Melakuakan penelitian tentang kegiatan-kegiatan MSDM.

Menurut Cherrington yang dikutip dari (Masram & Mu’ah, 2017) fungsi sumber daya manusia terdiri dari :

1. Staffing / Employment

Fungsi ini terdiri dari tiga aktivitas penting, yaitu perencanaan, penarikan dan seleksi sumber daya manusia.

Semakin berkembangnya perusahaan. Para manajer menjadi tergantung pada departemen sumber daya manusia untuk menngumpulkan informasi mengenai komposisi dan keterampilan tenaga kerja saat ini. Meskipun penarikan tenaga kerja dilakukan oleh departemen sumber daya manusia, namun depertemen lain tetap terlibat dengan

22 menyediakan deskripsi atau gambaran awal dari spesifikasi pekerjaan untuk membantu proses penarikan.

Dalam proses seleksi, departemen sumber daya manusia melakukan penyaringan, melalui wawancara, tes dan menyelidikan latar belakang pelamar. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pengadaan tenaga kerja ini semakin meningkat dengan adanya hukum tentang kesepakatan kerja yang sama dan berbagai syarat yang diperlukan perusahaan.

2. Perfomance evaluasion

Penilaian kinerja menjadi tanggung jawab oleh departemen sumber daya manusia dan para manajer. Para manajer bertanggung jawab untuk mengevaluasi bawahanya penilaian kinerja tersebut dilaksanakan oleh seluruh bagian perusahaan, departemen sumber daya manusia juga perlu melakukan pelatihan terhadap para manajer tentang bagaimana membuat standar kinerja yang baik dan membuat penilaian kinerja yang akurat.

3. Campensation

Para manajer menjadi bertanggung jawab dalam hal kenaikan gaji, sedangkan departemen sumber daya manusia bertanggung jawab untuk membangun struktur gaji yang

23 baik. Sistem kompensasi yang memerlukan kesinambungan antara pembayaran dan manfaat yang diberikan kepada tenaga kerja. Membayaran melputi; gaji, bonus, insentif dan pembagian keuntungan yang diterima oleh karyawan.

Manfaat meliputi asuransi kesehatan, asuransi jiwa, cuti dan sebaginya.

4. Training and Development

Kegiatan pelatihan dan pengembangan yang efektif baik bagi karyawan baru (orientasi) maupun yang sudah ada (pengembangan keterampilan), terlibat dalam program pelatihan dna pengembangan tersebut, memperkirakan kebutuhan perusahan akan program pelatihan dan pengembangan. Tanggung jawab departemen sumber daya manusia dalam hal ini juga menyangkut masalah pemutusan karyawan.

5. Employe Relations

Departemen sumber daya manusia bertanggung jawab membantu perusahaan menghadapi serikat pekerja.

Setelah persetujuan disepakati, departemen sumber daya manusia membantu para manajer mengenai bagaimana mengurus persetujuan tersebut dan menghindari keluhan yang lebih banyak. Setiap perusahaan, baik yang mempunyai

24 serikat atau tidak, memerlukan suatu cara yang tegas untuk meningkatkan kedisiplinan serta mengatasi keluhan dalam upaya mengatasi permasalahan dan melindungi tenaga kerja.

6. Safey and health

Setiap perusahan wajib memiliki dan melaksanakan program keselamatan untuk mengurangi kejadian yang tidak diinginkan dan menciptakan kondisi yang sehat. Tenaga kerja perlu diingatkan secara terus-menerus tentang pentingnya keselamatan kerja.

7. Personnal Research

Dalam usahanya untuk meningkatkan efektifitas perusahaan, departemen sumber daya manusia melakukan analisis terhadap masalah individu dan perusahaan serta membuat perubahan yang sesuai. Masalah yang sering diperhatikan adalah penyebab terjadinya ketidak hadiran dan keterlambatan karyawan, bagaimana prosedur penarikan dan seleksi yang baik dan penyebab ketidak puasnya tenaga kerja.

Dari fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia diatas saling mempengaruhi satu sama lain atau berkesinambungan. Fungsi-fungsi tersebut dapat dilakukan

25 untuk membantu pencapaian sasaran-sasaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan atau lembaga.

Dokumen terkait