• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORITIS

2.8 Manfaat Analisis Sitiran

Dengan menganalisis data rujukan, peneliti dapat mengukur dampak suatu artikel, penulis, publikasi (majalah), dan penerbit. “Semakin tinggi frekuensi suatu artikel dirujuk, makin besar dampaknya bagi perkembangan ilmu dan teknologi” (Elita, 2008 : 10). Analisa data rujukan dapat mambantu peneliti mengetahui jenis dan cakupan topik-topik yang pernah diteliti, sehingga memudahkan pemilihan topik-topik yang akan diteliti.

Menurut pendapat Hurt dalam Elita (2008 : 9) “analisis sitiran biasanya dilakukan untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan literatur pada subjek tertentu yang juga berkolerasi dengan perkembangan subjek tersebut”. Sehingga dari tiap kelompok subjek dapat diketahui kelas subjek yang dominan. Pendapat Suharjan (1995 : 41) dalam Sutardji (2002 : 2) bahwa “daftar pustaka yang terhimpun dalam kelompok-kelompok spesifik dapat pula membantu proses penelitian”.

Berdasarkan pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa manfaat analisis sitiran adalah untuk mengetahui pertumbuhan maupun keusangan literatur dengan memeriksa daftar pustakanya yang terhimpun secara spesifik sehingga membantu proses penelitian.

Dalam rangka menyediakan sumber informasi berkualitas terutama layanan jurnal tercetak, banyak pustakawan menggunakan kajian analisis sitiran untuk mengevaluasi koleksi yang dimiliki perpustakaan. Penilaian tersebut digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program perpustakaan, tingkat kemampuan jasa layanan, mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan koleksi. Menurut Richards dalam Marraro (1995 : 5) dari studi frekuensi sitiran yang dikombinasikan dengan kebutuhan program, maka hasilnya dapat dijadikan fungsi dasar pengembangan koleksi yang meliputi :

1. Identifikasi literatur mengenai kebutuhan akan terbitan baru 2. Pemilihan literatur dan evaluasi koleksi

3. Penarikan literatur yang telah usang

4. Pemeliharaan literatur dan menetapkan prioritas untuk pemeliharaan. Selain itu, “analisis sitiran dapat diterapkan untuk keperluan praktis seperti untuk menentukan pengembangan koleksi, menentukan kebijakan penyiangan, menentukan anggaran perpustakaan maupun untuk keperluan teoritis seperti sejarah pengetahuan” (Elita, 2008 : 8).

Berdasarkan pendapat di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa analisis sitiran merupakan dasar pengembangan koleksi perpustakaan. Menurut Brittain dan Line dalam Beni (1999 : 23) analisis sitiran merupakan jenis penelitian yang dimaksudkan untuk :

1. Mengidentifikasi literatur-literatur inti

2. Mengelompokkan literatur-literatur yang memiliki kesamaan

3. Mengetahui struktur literatur menurut bahasa, usia, negara asal, subjek atau gabungan dari parameter ini

4. Mengetahui pemakaian jenis literatur oleh para penulis 5. Mengetahui rata-rata pertumbuhan literatur

6. Mengetahui rata-rata keusangan literatur

7. Melihat kepengarangan : pengarang tunggal atau pengarang bersama. Menurut Smith dalam Sutardji (2002 : 4) analisis sitiran dapat diterapkan dalam berbagai bidang, yaitu :

1. Kajian literatur, untuk mengetahui pola sitiran dan literatur yang digunakan seperti bentuk literatur, penyebaran subjek literatur, usia

literatur, bahasa literatur, negara asal penerbit literatur, majalah atau pengarang yang sering disitir

2. Kajian jenis literatur. Analisis sitiran dapat dipakai untuk mengukur penyebaran hasil-hasil penelitian yang dimuat dalam satu jenis literatur tertentu, seperti terbitan pemerintah, disertasi, tesis, dan lain-lain

3. Kajian pemakai. Hal ini dimungkinkan karena analisis sitiran memiliki pendekatan untuk mengetahui informasi yang digunakan oleh pemakai, sehingga dapat diramalkan informasi yang dibutuhkan

4. Kajian sejarah, analisis sitiran dapat digunakan untuk mencari kronologis suatu kejadian

5. Pola komunikasi, analisis sitiran dapat digunakan untuk menggambarkan pola komunikasi ilmiah

6. Evaluasi bibliometrika. Dalam evaluasi bibliometrika, analisis sitiran dapat dipergunakan sebagai alat untuk mengevaluasi dan menginterpretasikan sitiran yang diterima oleh suatu artikel, ilmuwan, negara, dan dipakai sebagai suatu ukuran produktivitas ilmiah

7. Temu kembali informasi. Hubungan-hubungan dalam analisis sitiran sering digunakan dalam pengembangan representasi dokumen dan klasifikasi otomatis dalam sistem temu kembali informasi

8. Pengembangan koleksi. Analisis sitiran dapat digunakan sebagai sarana untuk menentukan kebijakan pengembangan koleksi, khususnya digunakan sebagai dasar atau pedoman dalam melakukan seleksi/pemilihan bahan-bahan koleksi dalam rangka pengadaan serta untuk melakukan penyiangan.

Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa analisis sitiran merupakan kajian yang diterapkan dalam berbagai bidang, antara lain untuk mengetahui karakteristik literatur yang disitir oleh para ilmuwan dan peneliti lain, misalnya untuk mengetahui majalah terpenting dalam bidang tertentu.

Pest dalam Elita (2008 : 9) menyatakan bahwa :

Analisis sitiran adalah teknik yang dapat diterima untuk mengukur pemanfaatan perpustakaan guna keperluan penelitian, untuk itu analisis sitiran dilakukan bersama dengan kajian sirkulasi. Hasil dari analisis sitiran dapat dijadikan indikator terhadap pemakaian atau penggunaan bahan pustaka, meskipun demikian diperlukan indikator lain seperti data statistik bahan pustaka yang dibaca di tempat, serta statistik sirkulasi peminjaman. Hal ini disebabkan banyak bahan pustaka yang dibaca namun tidak disitir, sebaliknya pengarang kadang hanya menyitir sebagian kecil dari bahan bacaannya. Namun, kajian sitiran tetap layak untuk dijadikan indikator pemakaian literatur di pusat informasi karena sifatnya yang memberikan kenetralan atau tidak menonjol (unobstrusive).

Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa analisis sitiran dapat dijadikan sebagai indikator pemakaian atau penggunaan bahan pustaka. Menurut Weinstock dalam Prawira (2005 : 24) pentingnya studi seperti analisis

sitiran yang digunakan untuk mengevaluasi koleksi karena sitiran merupakan uraian untuk menemukan keberadaan dokumen tersebut, serta merupakan keterkaitan antara dokumen yang menyitir dengan yang disitir, yang berfungsi sebagai :

1. Memberikan penghormatan kepada pelopor bidang ilmu 2. Mengakui atau memuji hasil karya orang lain

3. Mengidentifikasi metodologi serta peralatan yang digunakan dalam menghasilkan karya tersebut

4. Mengkoreksi pekerjaan sendiri

5. Mengkritik atau mengkoreksi hasil karya orang lain yang telah terbit sebelumnya

6. Memperkuat klaim terhadap suatu penemuan 7. Kesiagaan terhadap penelitian berikutnya 8. Bukti keaslian data

9. Identifikasi penerbitan yang asli dimana suatu gagasan atau konsep telah dibahas

10. Memberikan latar belakang bacaan.

Bagi perpustakaan juga dapat menjadi masukan dalam pengembangan koleksi seperti yang dinyatakan oleh Sulistyo-Basuki (2002 : 8) bahwa aplikasi kuantitatif dari bibliometrika yang banyak bermanfaat bagi perpustakaan adalah :

1. Identifikasi literatur inti

2. Mengidentifikasi arah gejala penelitian dan pertumbuhan pengetahuan pada berbagai disiplin ilmu yang berlainan

3. Menduga keluasan literatur sekunder

4. Mengenali kepengarangan dan arah gejalanya pada berbagai subjek 5. Mengukur manfaat SDI dan restropektif

6. Meramalkan arah gejala perkembangan masa lalu, sekarang, dan yang mendatang

7. Mengidentifikasi majalah inti dalam berbagai ilmu

8. Merumuskan garis haluan pengadaan berbasis kebutuhan yang tepat dalam batas anggaran belanja

9. Mengembangkan model eksperimental yang berkolerasi atau melewati model yang ada

10. Menyusun garis haluan penyiangan dan penempatan dokumen di rak secara tepat

11. Memprakarsai sistem jaringan arus ganda yang efektif 12. Mengatur arus masuk informasi dan komunikasi 13. Mengkaji keusangan dan penyebaran literatur ilmiah

14. Meramalkan produktivitas penerbit, pengarang, organisasi, negara atau seluruh disiplin

15. Mendisain pengolahan bahasa automatis untuk auto-indexing 16. Mengembangkan norma pembakuan.

Berdasarkan beberapa penjabaran teori di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa manfaat analisis sitiran adalah mengidentifikasi berbagai literatur, untuk pengembangan koleksi pada perpustakaan, evaluasi bibliometrika, mengkoreksi karya sendiri dan karya orang lain, temu kembali informasi, mengetahui keusangan literatur, kajian sejarah, mengetahui pemakaian bentuk atau jenis literatur, kajian pengarang dan pamakai.

Dokumen terkait