• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN TUNJANGAN KINERJA DAERAH DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA UTARA

5.6 Manfaat yang diterima oleh target group

Pemberian tunjangan kinerja daerah ini merupakan salah satu bentuk upaya nyata pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta dalam melakukan reformasi birokrasi di dalam tubuh pemerintahan daerah. Dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi seluruh pihak, baik bagi pemerintah, pegawai maupun masyarakat.

Manfaat yang diperoleh bagi pemerintah dengan adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah antara lain diharapkan dapat meningkatkan kinerja PNS dan CPNS. Dengan meningkatnya kinerja para PNS dan CPNS yang ada di lingkungan pemerintah daerah DKI Jakarta akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan di Provinsi DKI Jakarta. Manfaat lain yang diharapkan dapat diperoleh dengan adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah adalah terjadinya peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Peningkatan pelayanan kepada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk upaya pelaksanaan reformasi birokrasi di tubuh pemerintah daerah provinsi DKI Jakarta. Sistem baru ini akan bisa memberikan rasa keadilan kepada setiap PNS, karena besaran tunjangan akan berorientasi kepada hasil atau berbasis kinerja. Dengan demikian, tidak lagi ada dua pegawai yang kinerjanya berbeda tapi gajinya sama.

Salah satu informan yang berasal dari pejabat di lingkungan pemerintah kota administrasi Jakarta Utara mengatakan bahwa:

”Dengan adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah, kinerja para pegawai mengalami peningkatan, khususnya pada unit yang saya pimpin. Setidaknya para pegawai sudah tiba di kantor pada pukul 07.30 bahkan sebelum jam tersebut dan baru meninggalkan kantor rata-rata pada pukul 16.00 pada hari Senin-Kamis dan pukul 16.30 pada hari Jumat. Berbeda dengan sebelum diterapkannya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah, para pegawai di lingkungan kota administrasi Jakarta Utara banyak yang baru tiba di kantor pada pukul 09.00 pagi.

Dari pendapat di atas dapat diketahui dengan adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah perlahan mengubah kebiasaan para pegawai yang sering datang kantor siang dan pulang cepat. Dengan lebih cepatnya para pegawai tiba di kantor dapat meningkatkan kinerja pegawai tersebut. Kedatangan para pegawai yang lebih cepat tersebut akan meningkatkan kreatifitas para pegawai karena waktu yang digunakan untuk bekerja lebih panjang. Pemberian tunjangan kinerja daerah ini juga memberikan manfaat pada unit-unit yang menyelenggarakan pelayanan. Apabila para pegawai yang bertugas memberikan pelayanan datang lebih pagi tentu saja jumlah masyarakat yang dapat dilayani akan lebih banyak jumlahnya. Masyarakat juga akan memperoleh pelayanan yang lebih baik karena waktu yang diperoleh untuk mendapatkan pelayanan lebih panjang.

Informan lain yang berasal dari pegawai di lingkungan pemerintah kota administrasi Jakarta Utara mengatakan bahwa :

”Sejak adanya pemberian tunjangan kinerja daerah pendapatan saya setiap bulan mengalami peningkatan. Saya PNS golongan III/a dengan masa kerja satu tahun lima bulan. Dengan adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah ini, setiap bulan saya mendapat tunjangan kinerja daerah sebesar Rp.3.337.500,- di luar gaji. Padahal sebelum diterapkan kebijakan tunjangan kinerja daerah pendapatan yang yang saya terima selain gaji hanya sebesar Rp.2.000.000,-. Pendapatan saya mengalami peningkatan sebesar Rp.1.337.500,00. Adanya tunjangan kinerja daerah, membuat pendapatan yang saya terima lebih pasti dibandingkan sebelum

adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah. Jadi, saya dapat lebih mudah merencanakan kebutuhan dana yang akan saya keluarkan setiap bulannya.”

Dari uraian di atas dapat diketahui bahwa tunjangan kinerja daerah telah cukup berhasil meningkatkan pendapatan pegawai yang diharapkan juga dapat berkorelasi positif dengan peningkatan kinerja pegawai tersebut. Pendapatan yang cukup bagi para pegawai sangat penting karena pendapatan terkait erat dengan kesejahteraan hidup pegawai. Apabila penadapatan yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pegawai tentu saja mereka akan berusaha meningkatkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut dengan mencari pekerjaan tambahan lainnya. Hal ini tentu akan mengurangi fokus pegawai tersebut terhadap tugas dan tanggung jawabnya sebagai pegawai. Peningkatan pendapatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pegawai untuk meningkatkan kualitas kerjanya.

Pemberian tunjangan kinerja daerah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas layanan terkait erat dengan masyarakat yang berperan sebagai penerima layanan.

Salah satu informan yang berasal dari masyarakat yang memperoleh pelayanan di kantor pelayanan publik terpadu mengatakan bahwa :

”Saya tidak tahu soal TKD. Namun, pelayanan yang diberikan cukup memuaskan bagi saya. Setidaknya saya tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengurus keperluan saya ini. Ruang pelayanan yang ada juga cukup nyaman.”

Hal senada juga diungkapkan masyarakat lainnya bahwa:

”Petugasnya ramah, saya cukup puas. Walaupun tadi saya harus menunggu cukup lama karena ada gangguan teknis kata petugasnya.”

Dari pendapat-pendapat di atas dapat diketahui bahwa yang dibutuhkan masyarakat adalah pelayanan yang baik, ramah, dan memuaskan. Masyarakat lebih peduli terhadap kualitas layanan dibandingkan dengan

tunjangan yang diterima oleh para petugas yang melayani mereka. Asalkan layanan yang mereka terima tidak mengecewakan.

Pemberian tunjangan kinerja daerah diharapkan juga dapat meningkatkan tertib administrasi pengelolaan keuangan daerah. Salah satu informan yang berasal dari salah satu pejabat di lingkungan kota administrasi Jakarta Utara mengatakan bahwa :

”Pemberian TKD ini membuat lebih tertib administrasi pengelolaan keuangan karena sekarang sudah tidak ada lagi TPP, Kesra, dan honor-honor. Listing yang ada jadi lebih sedikit. Kalau dulu pekerjaan banyak yang komplain juga banyak. Kalau sekarang pekerjaan yang kami lakukan jadi lebih mudah.”

Hal senada juga diungkapkan informan lain yang berasal dari pegawai di lingkungan kota administrasi Jakarta Utara bahwa :

”Dengan adanya kebijakan pemberian tunjangan kinerja daerah, pengelolaan administrasi keuangan dapat lebih tertib. Hal ini sejalan dengan tidak adanya lagi TPP, Kesra dan honor-honor kegiatan. Dengan ditiadakannya honor-honor kegiatan dirasakan semakin menyederhanakan proses pengelolaan administrasi keuangan. Setidaknya dengan dihapuskannya TPP, Kesra dan honor-honor kegiatan mengurangi beban kerja para bendahara unit dan bagian keuangan yang berperan dalam pengelolaan keuangan di tingkat kota administrasi Jakarta Utara.

Dari uraian-uraian di atas dapat diketahui bahwa tujuan-tujuan yang diharapkan dari pemberian tunjangan kinerja daerah, seperti peningkatan kesejahteraan pegawai, peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dan administrasi pengelolaan keuangan yang lebih tertib sudah dapat dicapai walaupun belum maksimal. Upaya pencapaian tujuan-tujuan tersebut dapat lebih ditingkatkan lagi sehingga diperoleh hasil yang lebih baik dari pencapaian yang ada saat ini.

Dokumen terkait