BAB II DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian tentang mesin penyejuk udara dengan siklus kompresi uap adalah sebagai berikut :
a. Hasil penelitian dapat menambah ilmu pengetahuan teknologi tentang mesin penyejuk udara dengan daya listrik yang rendah, dapat di tempatkan di perpustakaan atau di publikasikan pada kelompok lain.
b. Dapat di pergunakan sebagai refrensi bagi para peneliti yang sejenis.
c. Di bentuknya teknologi tepat guna berupa mesin penyejuk udara dengan daya listrik yang rendah.
BAB II
DASAR TEORI DAN TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Dasar Teori
a. Mesin penyejuk udara
Penggunaan akan mesin penyejuk udara kini sudah menjadi kebutuhan, ruangan yang sejuk banyak di minati oleh masyarakat hal inilah yang mendorong terciptanya pembuatan Air Conditioner (AC).
Mesin penyejuk udara lokal adalah mesin pendingin yang berfungsi untuk mengondisikan suhu udara pada suatu objek sehingga objek yang terkena hembusan udara dari mesin tersebut akan terasa sejuk.
Mesin penyejuk udara lokal memiliki beberapa komponen pendukung untuk terbentuknya udara yang dingin, seperti evaporator yang berfungsi sebagai penyerap kalor serta sebagai penghasil udara dingin, dinginnya evaporator dihasilkan oleh perubahan fase refrigeran dari air menjadi gas refrigeran. Evaporator yang sudah dingin karena pengaruh refrigeran diteruskan menuju kompresor, disini gas refrigeran dikompresi sehingga memiliki tekanan serta suhu yang tinggi. Pada kondisi ini refrigeran dalam keadaan tekanan tinggi dan panas akan dialirkan menuju kondensor, disini kondensor memiliki peran untuk melepas kalor panas yang disebabkan oleh refrigeran. Pelepasan kalor di bantu oleh udara luar sehingga terjadi pertukaran kalor, pertukaran kalor ini akan menurunkan suhu refrigeran. Dilanjutkan proses selanjutnya yaitu kondensasi, kondensasi adalah perubahan wujud refrigeran dari fasa gas menjadi fasa cair dengan tekanan tetap
tinggi. Refrigeran cair bertekanan tinggi dialirkan menuju saringan (filter) dan dilanjutkan menuju pipa kapiler yang berdiameter kecil, pipa kapiler berfungsi untuk menurunkan tekanan pada refrigeran.
Aliran refregeran yang bertekanan rendah ini akan di alirkan menuju evaporator, di evaporator refrigreran akan menyerap kalor yang berada pada ruangan di sekeliling evaporator sehingga menimbulkan perubahan fase refrigeran menjadi gas. Proses ini dilakukan secara terus – menerus dan ini disebut sebagai siklus kompresi uap.
Gambar 2.1 Mesin Penyejuk Udara Lokal
Air Conditioner memiliki macam-macam jenis tergantung dari jenis ruangan dan kegunaannya. Beberapa contoh dari Air Conditioner yang ada dipasaran disajikan Gambar 2.2.
Gambar 2.2 AC Split Wall, AC Standding Floor, AC Cassete, AC Split Duct / Central, AC VRV
(
http://www.alkonusa.com/news/macam-macam-jenis-ac-pendingin-ruangan/)
a. AC Split Wall
AC Split Wall merupakan AC yang umum digunakan di rumah, perkantoran dan industri. AC ini banyak digunakan karena perawatannya yang mudah. AC Split Wall dibagi menjadi dua bagian yakni:
• Dalam ruangan (bagiaqn evaporator) merupakan bagian AC yang mengkondisikan hawa dingin.
• Luar ruangan untuk membuang kalor (kondensor, kompresor, dan pipa kapiler). merupakan bagian yang berbunyi.
b. AC Standding Floor
AC Standding Floor adalah AC yang mudah dipindah kemana – mana karena unit indoornya berdiri. Karena praktis, AC jenis ini banyak dipakai dalam acara – acara pesta.
c. AC Cassete
AC Cassete adalah AC yang bagian evaporatornya menempel pada plafon. AC Cassete memiliki variasi ukuran yang berbeda mulai dari 1,5 PK sampai dengan 6 PK. Cara memasang AC Cassete ini memerlukan keahlian khusus serta tenaga yang lebih extra, tidak seperti memasang AC rumah maupun AC Split yang dapat dipasang sendirian.
d. AC Split Duct / Central
AC Split Duct / Central adalah AC yang pendistribusian hawa dinginnya memakai sistem Ducting, yaitu tidak mempunyai pengatur suhu sendiri tetapi dikontrol pada satu titik. Hawa dinginnya didistribusikan dengan pipa ke ruangan-ruangan. Dengan AC Split Duct / Central bisa dilakukan mengecilkan dan membesarkan lubang tempat hawa dingin AC masuk ke ruang kita.
e. AC VRV
AC VRV adalah AC yang memiliki sistem canggih. AC VRV Daikin memiliki satu outdoor dan beberapa unit Indoor dengan berbagai tipe seperti split wall, Cassete, Standding Floor, dll. AC VRV (Variable Refrigeran Volume) merupakan
sistem kerja refrigeran yang berubah-ubah. VRV sistem ialah sebuah teknologi yang sudah dilengkapi dengan CPU dan Computer Inverter.
b. Siklus Kompresi Uap
Sistem kompresi uap adalah siklus yang sangat penting dan digunakan dalam banyak mesin pendingin maipun di dalam banyak AC. Didalam siklus kompresi uap memiliki beberapa proses yaitu, kompresi, kondensasi, penurunan tekanan dan penguapan. Siklus kompesi uap secara skematik ditunjukkan pada Gambar 2.3, Gambar 2.4, dan Gambar 2.5.
Gambar 2.3 Skematik rangkaian komponen siklus kompresi uap
Pada Gambar 2.3, Gambar 2.4 dan Gambar 2.5 Qin adalah besarnya kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, Qout adalah besarnya kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran dan Win adalah kerja yang dilakukan kompresor persatuan massa refrigeran. Besarnya Qout adalah penjumlahan dari Qin ditambah dengan Win.
Gambar 2.4 Siklus kompresi uap pada diagram P-h
Gambar 2.5 Siklus kompresi uap pada diagram T-s
Siklus kompresi uap pada Gambar 2.3, Gambar 2.4, dan Gambar 2.5 tersusun atas beberapa proses: proses kompresi, proses desuperheating, proses pendinginan atau penurunan suhu, proses kondensasi, proses pendinginan- lanjut, proses ekspansi (proses penurunan tekanan), evaporasi, dan proses pemanasan lanjut.
a. Proses 1 – 2 (Proses kompresi)
Proses kompresi terjadi pada tahap 1-2 dari Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Refrigeran yang berbentuk gas panas masuk ke kompresor, pada proses ini kompresor akan memberi tekanan pada gas refrigeran sehingga temperatur refrigeran akan naik dan membuat temperature refrigeran lebih tinggi dari temperatur lingkungan (refrigeran berada di fasa superheated/ gas panas lanjut). Proses kompresi berlangsung pada entropi yang konstan (iso-entropi). Suhu yang keluar dari kompresor adalah suhu yang paling tinggi.
b. Proses 2-2a (Proses desuperheating)
Proses desuperheating adalah proses yang bermula dari gas panas lanjut tekanan tertinggi menjadi gas jenuh pada tekanan tinggi. Proses ini terjadi di tahap 2-2a dari Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Penurunan suhu refrigeran terjadi pada tekanan tetap pada tekanan tinggi. Penurunan suhu refrigeran terjadi karena adanya kalor yang mengalir dari refrigeran ke lingkungan. Perpindahan kalor ini dapat terjadi karena suhu refrigeran lebih tinggi dari suhu lingkungan.
c. Pruses 2a-2b (Proses kondensasi)
Pada tahap 2a-2b terjadi proses kondensasi refrigeran. Pada proses ini gas jenuh mengalami perubahan wujud menjadi cair jenuh. Proses berlangsung pada suhu dan tekanan yang tetap. Terjadi proses aliran kalor yang berasal dari refrigeran menuju lingkungan karena suhu refrigeran lebih tinggi dari suhu udara lingkungan. Besarnya kalor yang dilepas persatuan massa refrigeran di namakan dengan Qout. Proses kondensasi yang terjadi di kondensor tidak menyebabkan
suhu refrigeran menjadi turun, tapi menyebabkan refrigeran mengalami perubahan fase dari gas menjadi cair.
d. Proses 2b-3 (Proses pendinginan lanjut)
Proses 2b-3 adalah proses pendinginan lanjut. Pada proses ini refrigeran mengalami penurunan suhu dari keadaan cair jenuh menjadi refrigeran cair lanjut. Proses berlangsung pada tekanan yang konstan. Kondisi refrigeran yang berupa cairan lanjut memudahkan refrigeran mengalir dengan mudah pada pipa kapiler. e. Proses 3-4 (Penurunan tekanan refrigeran)
Proses penurunan tekanan terjadi di tahap 3-4 pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Pada fase cair lanjut refrigeran dialirkan menuju pipa kapiler. Refrigeran mengalami penurunan suhu dan tekanan sehingga suhu refrigeran yang semula tinggi menjadi lebih rendah dari temperatur lingkungan luar. Di tahap ini refrigeran berubah wujud menjadi fase campuran (fase cair dan fase gas). Proses ini berjalan dengan nilai entalpi yang tetap (iso entalpi atau isentalpi).
f. Proses 4-4a (Proses evaporasi)
Evaporasi terjadi di tahap 4-4a pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Refrigeran yang berada dalam fasa campuran dialirkan menuju evaporator. Pada proses ini refrigeran akan menerima kalor dari lingkungan sehingga berubah fase menjadi gas jenuh. Proses ini berlangsung dengan tekanan dan suhu yang tetap. Kalor dapat mengalir ke evaporator karena suhu lingkungan di sekitar evaporator lebih tinggi dari suhu kerja evaporator.
g. Proses 4a-1 (Proses pemanasan lanjut)
Pemanasan lanjut terjadi pada proses 4a-1 pada Gambar 2.4 dan Gambar 2.5. Refrigeran akan mengalir meninggalkan evaporator sehingga terjadi proses pamanasan lanjut. Refrigeran yang berada dalam fase gas jenuh akan berubah menjadi fase gas lanjut. Dalam kondisi gas panas lanjut, kerja kompresor akan menjadi lebih ringan. Proses berlangsung pada tekanan yang tetap.
c. Perhitungan Siklus Kompresi Uap
Dari Gambar 2.4 dan Gambar 2.5 dapat diketahui besarnya kerja kompresor (Win), banyaknya kalor yang dilepas oleh kondensor (Qout), banyaknya kalor yang diserap oleh evaporator (Qin), COP dan Efisiensi dari mesin siklus kompresi uap. a. Kerja Kompresor (Win)
Kerja kompresor persatuan massa refrigeran, dapat dihitung dengan Persamaan (2.1).
Win = h2 – h1 .... (2.1)
Pada Persamaan (2.1):
Win : kerja kompresor persatuan massa refrigeran, kJ/kg h2 : nilai entalpi refrigeran saat keluar kompresor, kJ/kg h1 : nilai entalpi refrigeran saat masuk kompresor, kJ/kg
b. Banyaknya kalor yang dilepas oleh kondensor persatuan massa refrigeran (Qout)
Banyaknya energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran dapat dihitung dengan Persamaan (2.2).
Qout = h2 – h3 .... (2.2) Pada Persamaan (2.2):
Qout : energi kalor yang dilepas kondensor persatuan massa refrigeran, kj/kg h2 : nilai entalpi refrigeran saat masuk kondensor, kJ/kg
h3 : nilai entalpi refrigeran saat keluar kondensor, kJ/kg
c. Kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran (Qin)
Besarnya kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran dapat dihitung dengan Persamaan (2.3).
Qin = h1 – h4 =h1 – h3 …. (2.3) Pada Persamaan (2.3):
Qin : energi kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, kJ/kg h1 : nilai entalpi refrigeran saat keluar evaporator atau sama dengan nilai entalpi
saat masuk kompresor, kJ/kg
h4 : nilai entalpi refrigeran saat masuk evaporator atau sama dengan nilai entalpi saat keluar pipa kapiler, kJ/kg
d. COP aktual mesin siklus kompresi uap (COPaktual)
COP aktual adalah perbandingan antara besarnya kalor yang diserap oleh evaporator dengan banyaknya konsumsi listrik yang digunakan sebagai penggerak kompresor. Nilai COP dapat dihitung dengan Persamaan (2.4).
COPaktual = Qin / Win = (h1 – h4) / (h2 – h1) …. (2.4) Pada Persamaan (2.4):
Win : kerja kompresor persatuan massa refrigeran, kJ/kg
Qin : besarnya energi kalor yang diserap evaporator persatuan massa refrigeran, kJ/kg
e. COP ideal (COPideal)
COP ideal adalah COP maksimal yang dapat di capai oleh mesin siklus kompresi uap dapat dihitung dengan Persamaan (2.5).
COPideal = Te
Tc−Te …. (2.5)
Pada Persamaan (2.5):
Te : suhu mutlak evaporator, K Tc : suhu mutlak kondensor, oK
f. Efisiensi mesin siklus kompresi uap (Ƞ)
Efisiensi mesin siklus kompresi uap dapat dihitung dengan Persamaan (2.6). Ƞ= (COPAktual / COPIdeal) x 100% …. (2.6) Pada persamaan (2.6):
COPaktual : koefisien prestasi aktual dari mesin siklus kompresi uap COPIdeal : koefisien prestasi maksimum dari mesin siklus kompresi uap
d. Psychrometric Chart
Psychrometric Chart adalah grafik yang digunakan untuk memperoleh nilai property udara seperti suhu, kelembapan udara, enthalpi dan spesifi volume. Untuk memperoleh nilai property pada udara (h, RH, w, SpV, Twb,Tdb, danTdp) dapat diperoleh jika minimal dua nilai properti sudah diketahui, nilai properti selanjutnya dapat diketahui dengan psychrometric chart seperti pada Gambar 2.6.
a. Proses pada Psychrometric Chart Psychrometric Chart terdiri atas:
1. Suhu properti – properti pada bola kering (Dry Bulb Temperature)
Dry Bulb Temperature adalah suhu bola kering dari udara atau suhu bola kering yang didapat diperoleh melalui alat thermometer dengan kondisi Bulb dalam keadaan kering. Dry Bulb Temperature dilambangkan dengan simbol (Tdb) dan dengan satuan oC (Celcius), F (Fahrenhet) atau K (Kelvin).
Gambar 2.7 Dry bulb temperature
(http://kykong.blogspot.co.id/2011/10/about-psychrometric-chart.html)
2. Suhu pada bola basah (Wet Bulb Temperature)
Wet Bulb Temperature adalah pengukur suhu bola basah dari udara atau suhu udara basah yang melalui pengukuran thermometer dengan kondisi Bulb dalam keadaan basah. Wet Bulb Temperature dilambangkan dengan simbol (Twb) dan dengan satuan oC (Celcius), F (Fahrenhet) atau K (Kelvin).
Garis Suhu Bola Kering
Gambar 2.8 Wet bulb temperature
(http://kykong.blogspot.co.id/2011/10/about-psychrometric-chart.html)
3. Suhu Titik Embun (Dew Point Temperature)
Dew Point Temperature adalah nilai suhu udara dimana uap air yang terdapat di udara mulai mengembun ketika udara didinginkan. Dew Point Temperature dilambangkan dengan simbol (Tdp), dengan satuan oC (Celcius), F (Fahrenhet) atau K (Kelvin).
Gambar 2.9 Dew point temperature
(http://kykong.blogspot.co.id/2011/10/about-psychrometric-chart.html)
Garis Suhu Bola Basah
Skala Suhu Bola Basah
Garis Titik Embun
Skala Suhu Titik Embun
4. Kelembaban Relatif (Relative Humidity)
Relative Humidity adalah persentase perbandingan jumlah air yang terdapat dalam 1m3 dan jumlah air maksimal yang didapat dalam 1m3 udara dalam kondisi udara yang sama. Relative Humidity dilambangkan dengan simbol (RH).
Gambar 2.10 Relative humidity
(http://kykong.blogspot.co.id/2011/10/about-psychrometric-chart.html)
5. Entalphi (Enthalpy)
Entalphi adalah total dari jumlah kalor yaitu campuran dari udara dan uap air di atas titik nol. Entalphi dilambangkan dengan satuan kJ/kg.
Gambar 2.11 Enthalpy
(http://kykong.blogspot.co.id/2011/10/about-psychrometric-chart.html)
Garis RH
RH 100%
6. Specific Humidity
Specific Humidity adalah jumlah kandungan uap air yang terdapat dalam setiap satu kilogram udara kering. Specific Humidity disimbolkan (w) dan dengan satuan satuan kg air/kg udara kering.
7. Volume Spesifik
Volume spesifik adalah volume udara dengan satuan meter kubik per kilogram udara kering, Volume Spesifik dapat disimbolkan (SpV) dan dengan satuan (m3/kg udara kering).
b. Proses - proses pada Psychomeric Chart.
Proses – proses yang terjadi di dalam Psychometric Chart meliputi cooling and dehumidifying, heating, cooling and humidifying, cooling, humidifying, dehumidifying, dan heating and humidifying.
1. Proses pendinginan dan penurunan kelembaban (cooling-and dehumidifying) Proses pendinginan dan penurunan kelembaban adalah proses menurunnya kalor sensible dan kalor laten ke udara. Pada proses ini terjadi penurunan temperature bola kering, temperature bola basah, entalpi, volume spesifik, temperature titik embun, dan juga kelembaban spesifik. Sedangkan kelembaban relative dapat terjadi kenaikan atau pun penurunan, tergantung dari proses yang dialaminya.
Gambar 2.13 Proses cooling dan dehumidifying
2. Proses pemanasan(heating)
Proses pemanasan (heating) adalah proses dimana kalor sensible ditambahkan ke udara. Pada proses pemanasan ini suhu bola kering, suhu bola basah, entalpi, dan volume spesifik akan mengalami peningkatan. Sedangkan temperature titik embun serta kelembaban spesifik akan tetap konstan. Penurunan akan terjadi pada nilai kelembaban relative.
Gambar 2.14 Proses pemanasan
3. Proses pendinginan dan kenaikan kelembaban (cooling and humidifying) Proses pendinginan dan kenaikan kelembaban berfungsi untuk menurunkan temperature dan menaikan kandungan uap air di udara. Proses ini menyebabkan perubahan temperature bola kering, temperatur bola basah, dan kelembaban spesifik. Pada proses ini terjadi penurunan temperature kering dan volume spesifik. Selainitu terjadi peningkatan temperatur bola basah, titik embun, kelembaban relatif, dan kelembaban spesifik.
4. Proses pendinginan (cooling)
Proses pendinginan adalah proses pengambilan kalor sensibel dari udara sehingga temperature udara mengalami penurunan. Pada proses pendinginan terjadi penurunan pada suhu bola kering, suhu bola basah dan volume spesifik, namun terjadi peningkatan kelembaban relatif. Pada kelembaban spesifik dan suhu titik embun tidak terjadi perubahan atau konstan. Garis proses pada psychrometric chart adalah garis horizontal ke arahkiri.
Gambar 2.16 Proses pendinginan 5. Proses humidifying
Proses humidifying adalah penambahan jumlah kandungan uap air ke udara tanpa harus merubah suhu pada bola kering, proses ini membuat entalpi, suhu bola basah, titik embun dan kelembaban spesifik mengalami kenaikan. Garis proses pada psychrometric chart digambarkan vertikal ke arah atas.
Gambar 2.17 Proses humidifying 6. Proses dehumidifying
Proses dehumidifying adalah proses dimana kandungan uap air di udara mengalami pengurangan tanpa harus merubah suhu pada bola kering sehingga entalpi, suhu bola basah, titik embun dan kelembaban spesifik mengalami penurunan. Garis dalam psychrometric chart digambarkan vertikal ke arah bawah.
Gambar 2.18 Proses dehumidifying
7. Proses pemanasan dan penurunan kelembaban (heating anddehumidifying) Pada proses pemanasan dan penurunan kelembaban bertujuan untuk menaikkan suhu pada bola kering serta menurunkan kandungan uap air di udara. Proses ini akan menurunkan kelembaban spesifik, entalpi, suhu bola basah dan
kelembaban relative, tetapi suhu bola kering akan mengalami peningkatan. Garis proses ini pada psychrometric chart digambarkan ke arah kanan bawah.
Gambar 2.19 Proses heating and dehumidifying
8. Proses pemanasan dan penaikkan kelembaban (heating and humidifying) Pada proses pemanasan dan penaikkan kelembaban udara, udara dipanaskan dengan sertai penambahan kandungan uap air. Terjadi kenaikan kelembaban spesifik, entalpi, suhu bola basah dan suhu bola kering pada proses ini. Garis proses pada psychrometric chart digambarkan garis ke arah kanan atas.
c. Proses pengkondisian udara pada mesin penyejuk udara.
Udara diluar mesin penyejuk udara lokal ditarik masuk menggunakan kipas yang tedapat pada mesin penyejuk udara menuju ruangan evaporator, udara yang telah masuk pada ruangan evaporator akan diarahkan untuk melewati evaporator dan selanjutnya udara akan melewati cepah-celah pada ice pack. Pada penelitian ini ice pack dilakukan secara vertikal dan horisontal, diusahakan ice pack menutupi permukaan evaporator sehingga udara dari evaporator dapat melewari seluruh permukaan ice pack. Udara dingin yang dihasilkan oleh evaporator dan bantuan ice pack akan keluar melalui lubang pembuangan yang telah tersedia.
Gambar 2.20 Kondisi ruangan evaporator d. Perhitungan pada psychrometric chart
1. Perhitungan massa air yang diembunkan (Δw)
Massa air yang diembunkan dihitung dengan Persamaan (2.7).
Δw = wa–wb,kgair/kgudara .... (2.7) Pada Persamaan (2.7) :
Δw : Massa air yang diembunkan, kgair/kgudara
Wb : Kelembaban spesifik udara setelah keluar dari mesin penyejuk udara, kgair/kgudara
Wa : Kelembaban spesifik udara masuk ke mesin penyejuk udara, kgair/kgudara Nilai wb dan wa diperoleh dari Psychrometric Chart.
2. Laju pengembunan (M2)
Laju pengembunan dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.8). m2 = ∆w / ∆t ,kgair/jam .... (2.8) Pada Persamaan (2.8) :
m2 : Laju pengembunan, kgair/jam ∆w : Perbedaan massa air, kgair/kgudara ∆t : Perbedaan waktu, jam
3. Laju aliran massa udara (mudara °
)
Laju aliran massa udara dapat dihitung dengan Persamaan (2.9) :
udara m ° = m2 / Δw , kgudara/jam .... (2.9) Pada Persamaan (2.9) : udara m °
: Laju aliran massa udara, kgudara/jam m2 : Laju pengembunan, kgudara/jam
Δw : Massa air yang berhasil diembunkan, kgair/kgudara
e. Komponen Mesin Pendingin Siklus Kompresi Uap
Mesin penyejuk udara lokal dengan siklus kompresi uap memiliki beberapa komponen utama yang sangat penting seperti: kompresor, kondensor, evaporator, dan pipa kapiler.
a. Kompresor
Kompresor merupakan komponen utama yang berfungsi untuk menaikan suhu tekanan, selain itu kompresor juga berfungsi memompa refrigeran keseluruh komponen mesin pendingin. Kompresor memiliki 3 jenis yang biasa digunakan dalam mesin siklus kompresi uap terutama pada mesin pendingin atau penyejuk udara, yaitu kompresor sentrifugal, kompresor rotari, dan kompresor torak. Dari ketiga kompresor dapat dibagi menjadi 3 kategori yaitu:
1. Kompresor jenis terbuka ( Open type compressor )
Kompresor jenis terbuka ini terpisah dari sumber tenaga penggeraknya. Kompresor pada umumnya menggunakan tenaga penggerak motor listrik. Cara kerja kompresor terbuka yaitu, salah satu ujung poros dari kompresor yang menonjol keluar dipasangkan sebuah puli, puli pada kompresor berfungsi sebagai roda gaya yang digunakan sebagai daun kipas untuk mendinginkan kondesor dan kompresor sendiri. Karena ujung poros keluar dari rumah kompresor, maka harus diberi pelapis agar refrigeran tidak bocor keluar.
Keuntungan kompresor jenis terbuka:
• Putaran kompresor dapat disesuaikan dengan mengganti diameter puli. • Ketinggian minyak pelumas dapat diketahui dengan mudah.
• Jika terjadi kerusakan dapat dengan mudah diketahui dan melakukan penggantian komponen.
Kerugian kompresor jenis terbuka: • Harganya lebih mahal.
2. Kompresor jenis hermetik ( Hermatic type compressor )
Kompresor hermetik adalah kompresor yang banyak digunakan untuk mesin siklus kompresi uap seperti kulkas dan mesin penyejuk udara lokal. Berbeda dengan kompresor jenis terbuka, kompresor jenis ini bergerak dengan menggunakan tenaga motor listrik dengan komponen – komponen mekanik yang berada dalam satu wadah yang tertutup. Posisi poros dari jenis kompresor ini bisa vertikal maupun horizontal.
Keuntungan kompresor hermetik: • Tidak banyak memakan tempat.
• Bentuknya kompresor kecil dan harga relatif terjangkau.
• Suara yang dihasilkan kompresor relatif kecil sehingga tingkat kebisinga rendah
• Tidak memakai sil pada porosnya, sehingga jarang terjadi kebocoran. Kerugian dari kompresor hermatik adalah:
• Ketinggian minyak pelumas kompresor susah diketahui. • Kerusakan sudah diketahui sebelum rumah kompresor dibuka. • Digunakan pada mesin pendingin yang berkapasitas kecil.
Gambar 2.21 Kompresor hermetik
3. Kompresor jenis semi hermatik ( Semi hermatic type compressor )
Kompresor jenis ini memiliki motor penggerak dan kompresornya yang berada dalam satu rumahan, akan tetapi motor penggerak terpisah dari kompresor. Kompresor dapat bergerak karena adanya poros penghubung antara motor penggerak dengan kompresor.
Keuntungan dari kompresor semi hermetic: • Bentuk yang ringkas.
• Mudah dalam perbaikan jika kompresor atau motornya rusak.
Gambar 2.22 Kompresor semi hermetik
(https://www.indotrading.com/product/compressor-semi-hermetic-p179399.aspx)
b. Kondensor
Kondensor adalah suatu alat yang mendukung terjadinya siklus kompresi uap yang berfungsi sebagai alat penukar kalor, Kondensor disebut juga sebagai heat exchange karena kondensor dapat memindahkan panas ke udara. Dari siklus kompresi uap kaomponen ini adalah bagian yang panas. Refrigeran yang awalnya berbentuk gas akan di alirkan dan di dinginkan pada kondensor dan akan berubah fase menjadi cair. Kondensor biasanya ditempatkan diantara kompresor dan pipa
kapiler, penempatan ini bertujuan agar pelepasan kalor terjadi lebih cepat, pipa pada kondensor dibuat berliku dengan tujuan refrigeran dapat mengalir di kondensor dalam waktu yang lama dan pertukaran kalor pun dapat dilakukan dengan maksimal, bila kondensor kotor harus segera dibersihkan kotoran tersebut akan mempengaruhi proses pelepasan kalor.
Berdasarkan cara pendinginannya kondensor dibagi menjadi tiga yaitu: 1. Kondensor Menggunakan pendingin udara
Kondensor bekerja dengan bantuan hembusan udara. Kondensor ini memiliki