KESIMPULAN DAN SARAN
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Bagi pemerintah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dan masukan dalam melakukan perencanaan strategi pengembangan wisata Danau Toba guna peningkatan pembangunan sosial dan ekonomi di Kota Parapat.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian dengan topik yang sama, penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dan bahan pendukung penelitian.
3. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi khususnya Departemen Ekonomi Pembangunan, penelitian ini menjadi sumbangan pemikiran sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan.
4. Bagi penulis sendiri, penelitian ini merupakan wadah menuangkan ide - ide kreatif penulis serta menjadi media untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan dunia pendidikan.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dengan ± 18.110 pulau yang dimilikinya dengan garis pantai sepanjang 108.000 km. Negara Indonesia memiliki potensi alam, keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan budaya yang semuanya itu merupakan sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha pengembangan dan peningkatan kepariwisataan. Setiap daerah di Indonesia memiliki potensi khas di bidang kepariwisataan. Keragaman budaya dan geografis merupakan daya tarik pariwisata yang juga amat beragam dan sangat menarik. Modal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Perkembangan kepariwisataan akan berpengaruh ganda terhadap sektor ekonomi dan pembangunan lainnya.
Kenyataan bahwa sektor pariwisata menempati peran yang tak dapat diabaikan dalam perekonomian nasional maupun daerah dapat dilihat dari jumlah wisatawan dan belanja wisatawan selama berpariwisata. Misalnya: sebelum krisis ekonomi 1998, Indonesia merancang kunjungan wisatawan pada tahun 2000 sebanyak 6,5 juta. Berdasarkan data statistik, para wisatawan membelanjakan rata - rata sebanyak US$ 1.375/kunjungan. Devisa yang diperkirakan akan diraih adalah US$ 8.937,7 juta ( Tabel 1.1), maka sektor kepariwisataan ditempatkan
pada posisi keempat diantara komoditas ekspor penghasil devisa setelah minyak bumi, gas alam, dan tekstil.
Tabel 1.1
Devisa dari Wisatawan Mancanegara
Sumber:Spillane, 1989, 57
Pada tahun 1980, devisa yang diterima Indonesia hanya ± US$ 300 juta, dan pada tahun 2000 penerimaan devisa dari sektor pariwisata meningkat menjadi US$ 8.937,7 juta, menunjukkan betapa besar peran sektor pariwisata dalam perekonomian nasional. Analog dengan kenyataan ini, maka peranan sektor kepariwisataan bagi perekonomian daerah pun dapat dipastikan cukup berarti, apalagi bagi daerah tempat wisata yang bersangkutan. Oleh sebab itu pengembangan sektor pariwisata merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan pendapatan nasional.
Menurut Soekadijo (2000), tujuan pengembangan wisata adalah untuk: (a) meningkatkan pendapatan devisa negara serta pendapatan masyarakat; memperluas kesempatan kerja serta lapangan kerja; mendorong kegiatan industri - industri penunjang dan industri sampingan lainnya; (b) memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia; (c) meningkatkan persaudaraan dan persahabatan nasional dan internasional. Kegiatan
Tahun Indonesia
Jumlah Wisatawan Devisa US$ juta
1969 86.067 10,8
1979 501.430 188,7
1980 561.178 224,0 - 336,0
pemerintah. Banyak ragam kegiatan, khususnya jasa, yang tidak perlu ditangani langsung oleh pemerintah kecuali pengaturannya, karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat keseluruhan. Dengan demikian, pengembangan kegiatan pariwisata akan melibatkan oleh seluruh masyarakat baik itu pihak swasta, perorangan, dan sektor informal.
Demikian halnya terhadap Provinsi Sumatera Utara memiliki potensi wisata yang baik dalam pemberian kontribusi bagi peningkatan gerak ekonomi masyarakat, di samping adanya sektor - sektor pembangunan lainnya. Pemerintah pusat juga telah menetapkan Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu Provinsi yang menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) ketiga di Indonesia. Secara geografis wilayah Provinsi Sumatera Utara terletak pada 1-4° Lintang Utara dan 98°-100° Bujur Timur dengan luas daratan 71.680 Km².
Provinsi Sumatera Utara memiliki beragam objek wisata eksotis dan bahkan bernilai sejarah yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Kota Parapat. Di kota inilah terbentang keindahan Danau Toba. Secara administratif, Parapat, atau yang sering juga disebut Prapat, adalah sebuah kelurahan di tepi teluk Danau Toba, kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Lebih dari 90 persen penduduknya merupakan etnis Batak Toba, Karo, Simalungun, dan Pakpak. Di kota ini juga terdapat beberapa etnis pendatang seperti Jawa, Sunda, Padang, dan China. Kota Parapat terletak di sisi Danau Toba adalah kota wisata sebagai salah satu lokasi wisata Sumatera Utara yang terbesar.
Kawasan Danau Toba merupakan ikon pariwisata Sumatera Utara yang dapat diandalkan untuk mendatangkan wisatawan – wisatawan dalam negeri
maupun mancanegara. Seperti yang kita ketahui bahwa Danau Toba merupakan danau terbesar di Indonesia. Keberadaan objek wisata Danau Toba merupakan potensi ekonomi yang bila dimanfaatkan dengan tepat akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitarnya, terkhusus masyarakat Kota Parapat.
Perkembangan kunjungan wisatawan memberikan kontribusi besar dalam perkembangan pariwisata. Kehadiran wisatawan ke Kota Parapat mengalami kenaikan dan penurunan dari tahun ke tahun. Berikut disajikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Parapat dari tahun 2010 hingga tahun 2013:
Tabel 1.2
Jumlah Kunjungan Wisatawan Ke Kota Parapat Tahun 2010 - 2013
Sumber: Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya
Kabupaten Simalungun 2013
Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa wisatawan yang berkunjung ke Kota Parapat dalam kurun waktu 2010 - 2013 mengalami kenaikan. Dengan melihat data tersebut menunjukkan bahwa ada potensi pariwisata yang dimiliki Kota Parapat sebagai salah satu kota yang berbatasan dengan Danau Toba.
Melihat kondisi Kota Parapat yang memiliki potensi dalam pengembangan sektor kepariwisataan, maka dibutuhkan pula strategi - strategi pengembangan kepariwisataan yang tepat dengan mengkaji keadaan Kota Parapat sebagai daerah tujuan wisata serta keberadaan faktor - faktor pendukung dan penghambat yang terdapat di Kota Parapat itu sendiri, dimana strategi ini dijaring
Tahun Jumlah Wisatawan
2010 90598
2011 95122 2012 125583 2013 127155
setempat. Sehingga dengan demikian, strategi ini nantinya dapat menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan pengembangan wisata Danau Toba di Kota Parapat guna peningkatan kesejahteraan perekonomian masyarakat Kota Parapat.
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana keadaan pariwisata Kota Parapat saat ini sebagai daerah tujuan wisata Danau Toba?
2. Apakah terdapat faktor pendukung dan penghambat dalam proses pengembangan wisata Danau Toba di Kota Parapat?
3. Apa strategi pengembangan wisata Danau Toba yang tepat guna meningkatkan perekonomian Kota Parapat?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui keadaan pariwisata Kota Parapat saat ini sebagai daerah tujuan wisata Danau Toba.
2. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan pengembangan wisata Danau Toba di Kota Parapat.
3. Untuk mengetahui strategi pengembangan wisata Danau Toba yang tepat guna meningkatkan perekonomian Kota Parapat.
1.4. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini antara lain sebagai berikut:
1. Bagi pemerintah, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai dasar dan masukan dalam melakukan perencanaan strategi pengembangan wisata Danau Toba guna peningkatan pembangunan sosial dan ekonomi di Kota Parapat.
2. Bagi peneliti selanjutnya yang melakukan penelitian dengan topik yang sama, penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dan bahan pendukung penelitian.
3. Bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi khususnya Departemen Ekonomi Pembangunan, penelitian ini menjadi sumbangan pemikiran sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan dunia pendidikan.
4. Bagi penulis sendiri, penelitian ini merupakan wadah menuangkan ide - ide kreatif penulis serta menjadi media untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi dan pengembangan dunia pendidikan.
ABSTRAK
Analisis Strategi Pengembangan Wisata Danau Toba di Kota Parapat
Penelitian ini bertujuan untuk membuat strategi yang tepat dalam pengembangan wisata Danau Toba di Kota Parapat dengan melihat kondisi pariwisata serta faktor pendukung dan penghambat pariwisata di Kota Parapat saat ini. Penelitian ini dilakukan di Kota Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon sejak Desember 2013 dengan metode penelitian secara primer yaitu memberikan kuesioner kepada sampel yang telah ditetapkan. Adapun jenis sampel dibedakan menjadi dua yaitu wisatawan dan stakeholder (pemangku kepentingan).
Penelitian ini menggunakan analisis SWOT yaitu singkatan dari strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (peluang), dan threat (tantangan). Analisis ini mengidentifikasi faktor internal dalam pengembangan wisata Danau Toba di Kota Parapat itu sendiri, dan faktor eksternal yang muncul dari luar Kota Parapat.
Berdasarkan analisis SWOT, maka diperoleh strategi yang tepat dalam pengembangan wisata Danau Toba di Kota Parapat adalah menggunakan strategi WO yaitu strategi yang berusaha untuk meminimalkan kelemahan (weakness) dengan memanfaatkan peluang (opportunity). Adapun strategi WO tersebut adalah sebagai berikut: (a) Berusaha menjaga kesopanan dan keramahan warga setempat dan pengelola wisata; (b) Melengkapi sarana / prasarana di Kota Parapat serta meningkatkan kualitas pelayanan akomodasi; (c) Meningkatkan promosi wisata Danau Toba menggunakan teknologi informasi masa kini; (d) Menyeimbangkan harga produk / komoditas pariwisata sesuai dengan harga konstan pada umumnya; (e) Meningkatkan kebersihan lingkungan dan keasrian lingkungan Kota Parapat.
ABSTRACT
Analysis of Tourism Development Strategy of Toba Lake in Parapat This research purposed to create the right strategy in developing the tourism of Lake Toba in Parapat through seeing the condition of tourism and analysing the supporting factors and inhibiting factors of tourism in Parapat today. This research was conducted in Parapat, District Girsang Sipangan Bolon since December 2013 with a primary research method is to give the questionnaire to a sample that has been set. The type of samples divided into two type there are for tourists and stakeholders.
This research uses the SWOT analysis which stands for strength, weakness, opportunity, and threat. This analysis identifies the internal factors in develop the tourism of Lake Toba in Parapat itself, and identifies the external factors that emerged from outside of Parapat.
Based on the SWOT analysis, the obtained appropriate strategy in developing the tourism of Lake Toba in Parapat is using WO strategy which is a strategy that seeks to minimize the weaknesses and taking advantage of opportunities. The WO strategy are as follows: (a) Try to keep the courtesy and friendliness of local residents and tourism operators; (b) Provision of facilities / infrastructure in Parapat and improve the quality of accommodation services; (c) Improve the promotion of Lake Toba using information technology today; (d) Balancing the price of the tourism product / commodity according to constant prices generally; (e) Improving environmental hygiene and environmental soundness inParapat.
SKRIPSI
ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN WISATA DANAU TOBA