BAB I PENDAHULUAN
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian nilai pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W ada dua sebagai berikut:
a. Manfaat Teoritis
Secara teoritis manfaat penelitian ini untuk memperluas pengetahuan, penambahan terhadap teori nilai pendidikan karakter, dan sebagai bahan untuk perbandingan bagi peneliti selanjutnya yang membahas masalah yang sama.
b. Manfaat Praktis
Secara praktis manfaat penelitian ini untuk memperkaya ilmu tentang bahasa dan sastra khususnya nilai pendidikan karakter, serta bagi yang berminat meneliti novel tersebut dengan aspek kajian yang berbeda untuk penelitian selanjutnya, dan diharapkan memperkaya kepustakaan mengenai nilai pendidikan karakter.
9 1.6 Defenisi Istilah
Untuk memudahkan pembaca memahami istilah dalam skripsi ini, penulis ingin menjelaskan istilah-istilah yang terdapat di dalam penelitian ini diantaranya sebagai berikut :
1.6.1 Nilai adalah sesuatu yang memberikan makna baik atau buruk dalam pencapaian tujuan hidup (Steeman dalam Adisusilo, 2013:56).
1.6.2 Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan peserta didik secara aktif agar memiliki kekuatan spiritual keagamaan dan pembentukan karakter yang baik (UU RI Nomor 20 Tahun 2003 dalam Pidarta, 2013:11).
1.6.3 Karakter adalah ciri khas yang menjadikan seseorang memiliki moralitas, kebenaran, kebaikan, kekuatan dengan bentuk tindakan yang ditunjukkan kepada orang lain (Yaumi, 2014:7).
1.6.4 Pendidikan Karakter adalah upaya sengaja untuk membantu orang mengerti, peduli tentang, dan berbuat atas dasar nilai-nilai etika (Frye dkk dalam Yaumi, 2014:8).
1.6.5 Novel adalah sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cukup dan juga tidak terlalu pendek (Nurgiyantoro dalam Purba, 2010:62).
1.6.6 Novel Cermin Tak Pernah Berdusta adalah novel Indonesia yang diterbitkan pertama kali oleh Gramedia Pustaka Utama, pada tahun 2019 dengan jumlah 176 halaman dan terdapat 20 bab. Novel ini menceritakan seorang gadis bernama Kavela yang memiliki cermin tua dikamarnya.
Cermin itu selalu menjawab pertanyaan dan menjawab apa adanya.
10
Hingga suatu hari dia mengubah penampilannya dan sifatnya juga ikut berubah. Hal itu tidak bertahan lama karena dia harus kembali ketempat dimana dia datang.
11 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori yang Relevan
Penelitian yang berjudul “Nilai Pendidikan Karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W” berpegang pada teori yang dijadikan landasan dalam mengkaji permasalahan dalam penelitian. Hal ini diharapkan nantinya agar tidak menyimpang dari konsep yang peneliti bahas dalam penelitian ini. Dalam melakukan penelitian, peneliti merujuk pada teori yang berkaitan dengan nilai pendidikan karakter yang dikemukakan oleh beberapa para ahli.
Teori tersebut penulis uraikan sebagai berikut:
2.1.1 Karya Sastra
Teori sastra merupakan suatu pendapat, pikiran, dan temuan di bidang sastra yang dihasilkan oleh seorang ahli, peneliti atau kritikus sastra melalui suatu penelitian dan kajian yang mendalam terhadap suatu karya sastra baik secara rasional maupun internasional Ramly Isin dalam Shomary (2012:1). Menurut Hamidy (2012:7) Karya sastra merupakan “Karya kreatif Imajinatif”. Artinya karya mempunyai bentuk demikian rupa yang memiliki unsur-unsur estetik yang merupakan bagian dominan. Menurut Semi (2013:12) “Membicarakan sastra berarti membicarakan tentang pencipta dan penikmat”. Sedangkan menurut Depdiknas (2012:629) “Karya sastra adalah pekerjaan yang menghasilkan hasil sastra, baik berupa puisi, prosa, maupun lakon”.
2.1.2 Novel
Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra dari prosa. Novel termasuk dalam kategori prosa baru yang khusus digunakan untuk
12
mendeskripsikan fakta atau ide. Kata novel berasal dari kata Latin, yaitu noveltus yang diturunkan dari kata novies yang berarti baru. Dikatakan baru karena kalau dibandingkan dengan jenis lain dari prosa (Tarigan dalam Purba, 2010:62). Novel adalah salah satu bentuk karya sastra rekaan yang panjang dan menyuguhkan rangkaian peristiwa para tokoh dengan latar yang tersusun (Panuti Sudjiman dalam Purba, 2010:63).
Wahyuni (2014:73-75) mengemukakan ciri-ciri dari sebuah prosa, antara lain:
(1) Bentuknya bebas. Dalam artian, tidak terikat dengan aturan-aturan yang umum berlaku di dalam puisi, seperti pemilihan diksi yang tepat, penggunaan kata konkret, penggunaan gaya bahasa, penggunaan rima untuk memperkuat unsur musikalisasi, dan sebagainya, (2) Bahasa yang digunakan sudah tidak original (asli Indonesia). Dalam artian, tidak sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia, melainkan sudah bercampur dengan bahasa asing, (3) Tema yang dibahas berkaitan dengan cerita atau masalah yang umum terjadi dalam kehidupan masyarakat zaman dulu (khusus untuk prosa lama) atau berkaitan dengan cerita atau masalah yang umum terjadi dalam kehidupan masyarakat zaman sekarang (khusus untuk prosa baru), (4) Memiliki amanat atau pesan dari pengarang yang ingin disampaikan kepada pembaca untuk berbuat baik, (5) Disajikan dalam bentuk tulisan maupun rekaman.
2.1.3 Nilai-Nilai Pendidikan Karakter
Penelusuran persoalan tema cerita anak pada penelaahan ini difokuskan kepada persoalan yang berkaitan dengan nilai-nilai pendidikan karakter. Menurut Prayitno dan Afriva Khaidir, rumusan tentang nilai-nilai itu mengikuti secara dinamis pembangunan. Secara umum, Prayitno dan Afriva Khaidir dalam Hasanuddin WS (2015:18) menjelaskan bahwa ada lima fokus kebenaran dengan nilai-nilai karakter dan kecerdasan, yaitu:
13
1. Keimanan dan Ketakwaan, dengan pendidikan perilaku: percaya pada Tuhan YME; mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan Tuhan;
amanah, bersyukur, dan ikhlas;
2. Kejujuran dengan pendidikan perilaku: berkata apa adanya; berbuat atas dasar kebenaran; bertanggung jawab; memenuhi kewajiban dan menerima hak; lapang dada; memegang janji;
3. Kecerdasan dengan pendidikan perilaku: aktif/dinamis; terarah/berpikir logis, analitis/objektif; mampu mencari solusi; berpikir positif/maju/terbuka; konsisten;
4. Ketangguhan dengan pendidikan perilaku: teliti/sportif; sabar; disiplin;
ulet/tidak mudah putus asa; bekerja keras; orientasi kualitas/mutu; berani menanggung resiko; menjaga keselamatan dan Kesehatan diri;
5. Kepedulian dengan pendidikan perilaku: patuh pada aturan/norma;
sopan/santun; demokratis; toleransi; suka membantu; damai/antikekerasan;
pemaaf; menjaga kerahasiaan.
2.1.4 Jenis-jenis Nilai Pendidikan Karakter
1. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Keimanan dan Ketakwaan
Nilai-nilai pendidikan karakter keimanan dan ketakwaan dapat ditelusuri melalui pendidikan sikap dan perilaku percaya pada Tuhan Yang Maha Esa, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan Tuhan, amanah, bersyukur dan ikhlas (Prayitno dan Afriva Khaidir dalam Hasanuddin WS, 2015:50).
14
2. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Kepedulian
Nilai-nilai pendidikan karakter tentang kepedulian dapat ditelusuri melalui pendidikan sikap dan perilaku patuh pada aturan atau norma, sopan dan santun, demokratis, toleransi, suka membantu, damai anti kekerasan, pemaaf, dan menjaga kerahasiaan (Prayitno dan Afriva Khadir dalam Hasanuddin WS, 2015:55).
3. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Kecerdasan
Nilai-nilai pendidikan karakter kecerdasan dapat ditelusuri melalui pendidikan sikap dan perilaku aktif/dinamis, terarah, berpikir logis, analitis objektif, mampu mencari solusi, berpikir maju, positif, terbuka, dan konsisten (Prayitno dan Afriva Khaidir dalam Hasanuddin WS, 2015:60).
4. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Kejujuran
Nilai-nilai pendidikan karakter kejujuran dapat ditelusuri melalui pendidikan sikap dan perilaku berkata apa adanya, berbuat atas dasar kebenaran, bertanggung jawab, memenuhi kewajiban dan menerima hak, lapang dada, dan memegang janji (Prayitno dan Afriva Khaidir dalam Hasanuddin WS, 2015:62).
5. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Ketangguhan
Nilai-nilai pendidikan karakter ketangguhan dapat ditelusuri melalui pendidikan sikap dan perilaku teliti, sportif, sabar, disiplin, ulet, tidak mudah putus asa, bekerja keras, orientasi pada kualitas/mutu, berani
15
menanggung risiko, dan menjaga keselamatan diri (Prayitno dan Afriva Khaidir dalam Hasanuddin WS, 2015:64).
2.2 Penelitian yang Relevan
Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan, kajian yang sejenis sudah pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu diantaranya pertama, Sigit Septyamunaris tahun 2017 dengan judul “Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Kumpulan Dongeng Cerita Rakyat Nusantara Karya Kak Rara Z”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau. Masalah dalam penelitian ini (1) bagaimanakah nilai kejujuran dalam kumpulan dongeng cerita rakyat nusantara karya kak Rara Z. (2) bagaimanakah nilai kepedulian dalam kumpulan cerita rakyat nusantara karya kak Rara Z.
Tujuan dari penelitiannya yakni (1) mendeskripsikan, menganalisis dan menyimpulkan nilai kejujuran yang terkandung dalam kumpulan cerita rakyat nusantara karya kak Rara Z. (2) mendeskripsikan, menganalisis dan menyimpulkan nilai kepedulian yang terkandung dalam kumpulan dongeng cerita rakyat nusantara kak Rara Z. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis penelitiannya adalah penelitian perpustakaan (library research).
Hasil penelitian yang diuraikan di atas memiliki nilai Pendidikan yakni meneliti tentang nilai kejujuran dan nilai kepedulian yang terdapat dalam kumpulan cerita rakyat nusantara karya kak Rara Z. Persamaan penulis dengan Sigit yakni sama-sama meneliti nilai pendidikan karakter sedangkan perbedaannya yakni penulis meneliti nilai pendidikan karakter dalam novel
16
Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W serta tempat dan waktu penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh Sigit Septyamunaris pada tahun 2017 sedangkan penulis melakukan penelitian pada tahun 2020.
Kedua, penelitian dilakukan oleh Suci Nurzila tahun 2017 dengan judul
“Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Pesantren Impian karya Asma Nadia”.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.Masalah dalam penelitian ini yakni bagaimanakah nilai pendidikan karakter yang terdapat pada novel Pesantren Impian karya Asma Nadia.
Tujuan dari penelitiannya yakni mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan secara terperinci sehingga dapat memperoleh gambaran tentang nilai pendidikan karakter dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pendidikan karakter yang di kemukakan oleh Muhammad Yaumi (2014). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif.
Hasil penelitian Suci Nurzila adalah bahwa dalam novel Pesantren Impian karya Asma Nadia yaitu nilai pendidikan karakter yang berkaitan dengan religius terdapat 26 data, jujur 3 data, disiplin 2 data, kerja keras 1 data, mandiri 2 data, rasa ingin tahu 5 data, bersahabat 4 data, cinta damai 1 data, gemar membaca 1 data, peduli sosial 5 data, kreatif tidak ditemukan, toleransi tidak ditemukan, demokratis tidak ditemukan, tanggung jawab 3 data pada novel Pesantren Impian karya Asma Nadia.
Persamaan penulis dengan Suci Nurzila yakni sama-sama meneliti nilai pendidikan karakter sedangkan perbedaannya penulis meneliti nilai pendidikan
17
karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W serta tempat dan waktu penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Suci Nurzila pada tahun 2017 sedangkan penulis melakukan penelitian pada tahun 2020.
Ketiga, penelitian dilakukan oleh Relly Mai Wati tahun 2017 dengan judul “Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Cerpen dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan”. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau.Masalah dalam penelitian ini (1) bagaimanakah nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek keimanan dan ketakwaan?
(2) bagaimanakah nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek kejujuran? (3) bagaimanakah nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek kecerdasan? (4) bagaimanakah nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek ketangguhan? (5) bagaimanakah nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek kepedulian?.
Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisis, dan menguraikan 1) Nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek keimanan dan ketakwaan.
2) Nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek kejujuran. 3) Nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah
18
Kejuruan aspek kecerdasan. 4) Nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek ketangguhan.
5) Nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan aspek kepedulian. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori pendidikan karakter yang dikemukan oleh Hasanuddin WS (2015). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, pendekatan penelitian kualitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan.
Hasil penelitian Relly Mai Wati adalah Nilai-nilai pendidikan karakter pada cerpen dalam buku Teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Kejuruan pada aspek keimanan dan ketakwaan ditandai dengan perilaku dan sikap tokoh yang percaya pada kekuasaan Tuhan dalam menetapkan sesuatu untuk umatnya.
Sebagai manusia diajarkan untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi masalah dengan meyakini bahwa segala sesuatu yang sedang dihadapi datangnya dari Tuhan, dan dapat meyakini bahwa Tuhan akan selalu ada. Pada aspek kejujuran dapat ditandai dengan sikap dan perilaku tokoh yang dapat mempertanggung jawabkan segala ucapan dan perbuatan dengan selalu berkata apa adanya dan berbuat atas kebenaran.
Pada aspek kecerdasan dapat ditandai dengan sikap dan perilaku tokoh mampu mencari solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi. Selain itu pendidikan karakter kecerdasan ditunjukkan para tokoh dengan berpikir positif dan maju sehingga dapat menemukan gagasan baru. Pada aspek ketangguhan ditandai dengan perilaku dan sikap tokoh pantang menyerah atau tidak mudah putus asa ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam melaksanakan kegiatan
19
atau tugas sehingga mampu mengatasi kesulitan tersebut dengan mencapai tujuan.
Pada aspek kepedulian ditandai dengan perilaku dan sikap tokoh yang saling membantu antara satu sama lain untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Selain itu aspek kepedulian juga ditunjukkan dengan saling bertoleransi sehingga tercapai tujuan yang diinginkan.
Persamaan penulis dengan Relly Mai Wati yakni pada salah satu aspek yang diteliti yaitu mengkaji nilai pendidikan karakter. Sedangkan perbedaan antara penelitian penulis dengan terdahulu terlihat dari waktu dan objek yang dikaji. Penulis meneliti nilai pendidikan karakter dengan objek novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W sedangkan Relly Mai Wati menggunakan cerpen dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan.
Penelitian yang dilakukan Relly Mai Wati pada tahun 2017 sedangkan penulis melakukan penelitian pada tahun 2020.
Keempat, penelitian relevan dalam bentuk jurnal yang dilakukan oleh Chintya Nurika Irma dalam jurnal Retorika, Volume 11, No 1, edisi Februari 2018 : di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Peradaban Brebes, dengan judul “Nilai-nilai Pendidikan Karakter dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan”. Masalah dalam penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter apa saja yang terdapat dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan?. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
20
Berdasarkan hasil penelitian Nilai Pendidikan Karakter dalam novel Ibuk karya Iwan Setyawan. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan dua belas nilai-nilai pendidikan karakter diantaranya : (1) hidup sederhana, (2) tanggung jawab, (3) kasih sayang, (4) berbakti pada orang tua, (5) religius, (6) peduli, (7) menghargai prestasi, (8) kerja keras, (9) cinta tanah air, (10) jujur, (11) empati, dan (12) gemar membaca.
Persamaan penulis dengan Chintya Nurika Irma yakni sama-sama meneliti nilai pendidikan karakter. Sedangkan perbedaannya antara Nurika Irma dengan penulis adalah segi karya dari pengarangnnya serta tempat dan waktu penelitian.
Penelitian yang dilakukan oleh Nurika Irma dipublikasikan pada tahun 2018 sedangkan penulis melakukan penelitian pada tahun 2020.
Kelima, penelitian relevan dalam bentuk jurnal yang dilakukan oleh Alber dan Noni Andriyani dalam jurnal Geram, Volume 7, No 2, edisi Desember 2019 : di Universitas Islam Riau Pekanbaru, dengan judul “Tradisi Timang Turun Mandi pada Masyarakat Kampar : Tinjauan Nilai Budaya dan Nilai Pendidikan Karakter”. Masalah dalam penelitian ini adalah berkaitan dengan nilai budaya dan nilai pendidikan karakter pada tradisi timang turun mandi pada masyarakat Kampar. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan, menganalisis, dan menginterpretasikan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai pendidikan karakter dalam tradisi timang turun mandi pada masyarakat Kampar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode etnografi.
Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat lima nilai budaya dan tiga nilai pendidikan karakater dalam tradisi timang turun mandi pada masyarakat Kampar.
21
Nilai budaya di antaranya: patuh, memberi nasehat, mencintai, menyayangi, dan kesetiaan. Sedangkan nilai Pendidikan karakter di antaranya: keimanan dan ketakwaan, kejujuran, dan kepedulian.
Persamaan penulis dengan Alber dan Noni Andriyani yakni sama-sama meneliti nilai pendidikan karakter. Sedangkan perbedaannya antara Alber dan Noni Andriyani dengan penulis adalah dari segi metode, penulis menggunakan metode deskriptif sedangkan Alber dan Nonimenggunakan metode etnografi serta tempat dan waktu penelitian. Penelitian yang dilakukan Alber dan Noni Andriyani dipublikasikan 2019 sedangkan penulis melakukan penelitian pada tahun 2020.
2.3 Kerangka Konseptual
Gambar 1. Kerangka Konseptual
Berdasarkan kerangka konseptual di atas berangkat dari teori nilai pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Prayitno dan Afriva Khaidir dalam
Nilai Pendidikan Karakter dalam Hasanuddin WS (2015:18)
Novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W
1. Nilai keimanan dan ketakwaan 2. Nilai kejujuran
3. Nilai kecerdasan 4. Nilai ketangguhan 5. Nilai kepedulian
22
Hasanuddin WS (2015:18). Penelitian ini mengkaji nilai pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W. Prayitno dan Afriva Khaidir mengemukakan ada lima fokus nilai-nilai karakter diantaranya nilai (1) keimanan dan ketakwaan (2) kejujuran (3) kecerdasan (4) ketangguhan dan (5) kepedulian.
23 BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Pendekatan dan Metode Penelitian 3.1.1 Pendekatan
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian tentang “Nilai Pendidikan Karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W” adalah pendekatan kualitatif, yaitu pendekatan yang memperhatikan segi kualitas.
Menurut Bodgan dan Taylor dalam Sumarta (2013:18) “Pendekatan kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”. Maksudnya yaitu suatu pendekatan yang dilihat dari segi kualitasnya seperti: sifat, keadaan, peranan (fungsi) dan nilai-nilai.
Jenis penelitian “Nilai Pendidikan Karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W merupakan penelitian perpustakaan (Library Research). Ridwan dalam Sumarta (2013:12) mengungkapkan bahwa “Penelitian perpustakaan adalah penelitian yang dilakukan dalam kamar kerja penelitian atau dalam ruangan perpustakaan, sehingga peneliti memperoleh data dan informasi tentang objek telitian lewat buku-buku atau alat-alat audiovisual”. Maksudnya penulis mencari atau mengumpulkan data dari pustaka baik menggunakan buku-buku sastra maupun non sastra dimana penulis memperoleh data ataupun informasi yang berhubungan dengan nilai pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W.
24 3.1.2 Metode Penelitian
Metode penelitian “Nilai Pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W” menggunakan metode deskriptif. Menurut Semi (2012:30) “Metode deskriptif artinya data terurai dalam bentuk kata-kata atau gambar-gambar, bukan dalam bentuk angka-angka. Penulis menggunakan metode ini guna mendeskripsikan atau menganalisis nilai yang ada di dalam novel Cermin Tak Pernah Bedusta Karya Mira W.
3.2 Data dan Sumber Data 3.2.1 Data
Data pada penelitian ini dari kutipan berupa kalimat dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W yang mengidentifikasikan nilai-nilai pendidikan karakter dengan lima fokus antara lain: nilai (1) keimanan dan ketakwaan (2) kejujuran (3) kecerdasan (4) ketangguhan dan (5) kepedulian.
3.2.2 Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah nilai pendidikan karakter dari novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2019 cetakan pertama, ditulis oleh Mira Widjaja. Novel ini terbagi menjadi 20 bab dengan ketebalan 176 halaman dan diterbitkan di Jakarta.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu Teknik hermeneutik. Teknik hermeneutik adalah teknik pengumpulan data dengan cara
25
baca, catat, dan simpulkan Hamidy dan Edi Yusrianto (2003:24). Teknik hermeneutik dalam penelitian ini diterapkan sebagai berikut :
1. Teknik baca : Membaca keseluruhan novel Cermin Tak Pernah Bedusta karya Mira W berulang kali agar dapat memahami bagian-bagian yang menjelaskan informasi mengenai nilai pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W.
2. Teknik catat : Mengumpulkan kutipan yang berkenaan dengan nilai pendidikan karakter dengan cara menandai menggunakan pensil warna yang berbeda sesuai dengan masalah penelitian.
3. Teknik simpulkan : Menyimpulkan data yang di peroleh dari hasil yang sudah ditandai dan dicatat mengenai nilai pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W.
3.4 Teknik Analisis Data
Berdasarkan teknik analisis isi menurut Weber dalam Moleong (2007:220) analisis konten merupakan metodologi penelitian yang memanfaatkan prosedur untuk menarik kesimpulan yang sahih dari sebuah buku atau dokumen. Data penelitian disusun berdasarkan teknik yang digunakan oleh penulis dalam menganalis data pada penelitian ini:
1) Identifikasi data, mengumpulkan data tentang nilai pendidikan karakter yang diteliti sesuai dengan masalah penelitian yang terdapat dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W;
2) Klasifikasi data, mengelompokkan data yang dianalisis menggunakan teori nilai pendidikan karakter dengan lima fokus nilai diantaranya keimanan
26
dan ketakwaan, kejujuran, kecerdasan, ketangguhan, dan kepedulian yang terdapat dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W;
3) Analisis data, menganalisis data sesuai dengan teori tentang nilai pendidikan karakter yang dikemukakan oleh Prayitno dan Afriva Khaidir dalam Hasanuddin WS yang terdapat dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W;
4) Interpretasi data, memaknai hasil analisis data tentang nilai pendidikan karakter dalam novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W;
5) Simpulan, menyimpulkan hasil analisis novel Cermin Tak Pernah Berdusta karya Mira W.
3.5 Teknik Keabsahan Data
Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi.
Menurut Moleong (2018:330) triangulasi ialah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan
Menurut Moleong (2018:330) triangulasi ialah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan