BAB I PENDAHULUAN
D. Manfaat Penelitian
Ada beberapa manfaat penelitian yang dapat dipetik, dari pelaksana peneltian tersebut antara lain :
1. Bagi peneliti
Melalui penelitian ini ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan dan memperoleh pengetahuan serta pengalaman untuk mengaplikasikan teori yang didapat selama ini.
2. Bagi perusahaan
Hasil penelitian yang diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan dan dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan pedoman perusahaan dalam melakukan tindakan-tindakan di masa yang akan datang..
3. Bagi investor
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk pertimbangan dan mengevaluasi kinerja perusahaan guna memperoleh kepastian tingkat pengembalian dalam investasi yang dilakukan.
10 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Manajemen Keuangan
Menurut Lailatus (2020) Manajemen keuangan adalah suatu proses dalam pengaturan aktivitas atau kegiatan keuangan dalam suatu organisasi, dimana di dalamnya termasuk kegiatan perencanaan, analisis, dan pengendalian terhadap kegiatan keuangan yang biasanya dilakukan oleh manajer keuangan.
Menurut Sa’adah (2020) Manajemen keuangan dapat diartikan juga sebagai seluruh aktivitas atau kegiatan perusahaan yang berhubungan dengan upaya untuk mendapatkan dana perusahaan dengan meminimalkan biaya dan upaya penggunaan serta pengalokasian dana tersebut secara efisien dalam memaksimalkan nilai perusahaan yaitu harga dimana calon pembeli siap atau bersedia membayarnya jika suatu perusahaan menjualnya.
Menurut Wahab (2020) Manajemen keuangan merupakan salah satu bidang fungsional dalam suatu perusahaan disamping bidang-bidang fungsional lainnya seperti pemasaran, produksi dan sumber daya manusia . Sebagai bidang fungsional pada dasarnya mempelajari :
1. Bagaimana suatu perusahaan memenuhi kebutuhan dananya dari berbagai alternatif sumber dana yang tersedia sehingga diperoleh suatu kombinasi pembelajaran dengan biaya minimal.
2. Bagaimana perusahaan menggunakan dana yang dimilikinya dalam bentuk investasi yang nilainya menguntungkan.
3. Bagaimana perusahaan mengatur penggunaan laba bersih, apakah dibayarkan sebagai dividen atau ditahan perusahaan untuk diinvestasikan kembali.
B. Fungsi Manejemen Keuangan
Menurut Hidayatullah (2020) Fungsi manajemen keuangan terdiri dari tiga keputusan utama yang harus dilakukan oleh suatu perusahaan, yaitu:
1. Keputusan Investasi
Keputusan investasi adalah keputusan yang diambil oleh manajer keuangan dalam allocation of fund atau pengalokasian dana kedalam bentuk investasi yang dapat menghasilkan laba dimasa yang akan datang. Keputusan investasi ini akan tergambar dari aktiva perusahaan, dan mempengaruhi struktur kekayaan perusahaan yaitu perbandingan antara current assets dengan fixed asset.
2. Keputusan Pendanaan
Keputusan pendanaan adalah keputusan manajemen keuangan dalam melakukan pertimbangan dan analisis perpaduan antara sumber-sumber dana paling ekonomis bagi perusahaan untuk mendanai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan operasional perusahaannya. Keputusan pendanaan akan tercermin dalam sisi pasiva perusahaan, dengan melihat baik jangka pendek atau jangka panjang maka perbandingkan yang terjadi disebut dengan struktur finansial. Dan jika yang diperhatikan adalah hanya dana investasi
dalam jangka panajng saja maka perbandingannya disebut struktur modal. Dalam keputusan pendanaan mempengaruhi baik struktur modal maupun struktur finansial.
3. Keputusan Dividen
Dividen bagian dari keuntungan suatu perusahaan yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Keputusan dividen adalah keputusan manajemen keuangan dalam menentukan besarnya proporsi laba yang akan dibagikan kepada para pemegang saham dan proporsi dana yang akan dismpan di perusahaan sebagai laba ditahan untuk pertumbuhan perusahaan.
C. Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil proses akuntansi dan dapat digunakan untuk mengkomunikasikan data akuntansi atau kegiatan perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data tersebut. Laporan keuangan dirancang untuk memberikan informasi tentang status keuangan, kinerja, dan perubahan status keuangan perusahaan, dan berguna bagi sebagian besar pengguna untuk membuat keputusan ekonomi. Investor dapat mengevaluasi perusahaan melalui laporan keuangan(Adam:2020).
Informasi dalam laporan keuangan dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan investor dalam mengambil keputusan investasi. Selain itu, informasi laporan keuangan cukup untuk menggambarkan kepada kita tingkat perkembangan status perusahaan selama ini, serta pencapaian dalam penyajian laporan keuangan yang lengkap yang terdiri dari komponen, laporan posisi keuangan, dan laporan laba rugi. Laba
komprehensif, laporan arus kas, laporan perubahan laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan, dan informasi komparatif dari periode sebelumnya (Aisah:2020).
D. Kinerja Keuangan
Kinerja perusahaan umumnya diukur dengan laba bersih (profit).
Elemen yang berhubungan langsung dengan pengukuran Pendapatan bersih adalah pendapatan dan beban. Menurut Fahmi (2015) menyatakan bahwa kinerja keuangan merupakan analisis untuk melihat sejauh mana suatu perusahaan menggunakan aturan pelaksanaan keuangan untuk melaksanakannya dengan benar dan benar. Kinerja keuangan suatu perusahaan merupakan salah satu faktor yang dilihat oleh calon investor dalam menentukan investasi saham.
Kinerja keuangan perusahaan dapat menunjukkan arah harga saham perusahaan. Kualitas suatu perusahaan dapat digambarkan dari kinerja keuangannya. Hal ini dapat dianalisis dengan menggunakan alat analisis keuangan untuk mengetahui status keuangan dan kinerja keuangan perusahaan dalam kurun waktu tertentu (Wibowo, 2014).
Sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk tetap menjaga dan meningkatkan kinerja keuangannya agar saham tetap diminati oleh investor.
Kinerja keuangan perusahaan dapat tercermin dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Selain itu, analisis informasi laporan keuangan dapat digunakan sebagai dasar pertimbangan investor, untuk mengetahui perbandingan antara nilai intrinsik saham perusahaan
dengan harga pasar saham perusahaan, dan berdasarkan pertimbangan tersebut investor dapat memutuskan apakah untuk membeli atau menjual saham perusahaan(Basalama:2017).
Fungsi informasi keuangan adalah sebagai sarana informasi, alat pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik perusahaan, bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan, dan penggambaran terhadap indikator keberhasilan perusahaan. Informasi keuangan tersebut dapat digunakan sebagai tolak ukur dan pedoman bagi investor dalam melakukan transaksi jual-beli saham suatu perusahaan. Analisis rasio keuangan dapat digunakan sebagai alat untuk mengukur kinerja keuangan. Analisis rasio keuangan adalah dasar untuk mengevaluasi dan menganalisis kinerja operasi perusahaan. Rasio keuangan berisi informasi tentang posisi perusahaan pada titik operasi perusahaan sebelumnya. Dalam penelitian ini kinerja keuangan perusahaan diukur dengan menggunakan, rasio likuiditas (current ratio), rasio solvabilitas (debt to equity ratio), dan rasio profitabilitas (return on assets).
Menurut Fahmi (2015) menyatakan bahwa kinerja keuangan dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut:
1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu. Dalam penelitian ini, rasio likuiditas yang digunakan adalah current ratio (CR).
Rasio lancar atau current ratio adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan utang pada saat jatuh tempo. Karena menurut
Van Horne & Wachowicz (2005), rasio lancar (current ratio) yang paling umum dan sering digunakan. Rasio lancar merupakan indikator yang paling umum digunakan untuk mengukur solvabilitas utang jangka pendek, yaitu kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan utang yang akan jatuh tempo.
Adapun rumus current ratio yaitu :
2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas merupakan ukuran seberapa besar pembiayaan utang yang dimiliki perusahaan. Dalam penelitian ini rasio yang digunakan adalah rasio debt to equity ratio (DER). Debt to equity ratio (DER) adalah perbandingan antara hutang perusahaan dan modal perusahaan itu sendiri. Menurut Van Horne & Wachowicz (2005), semakin rendah rasio solvabilitas maka semakin tinggi tingkat dana perusahaan yang disediakan oleh pemegang saham, dan semakin besar perlindungan kreditur jika terjadi penyusutan aset atau kerugian besar. Oleh karena itu, semakin rendah rasio hutang terhadap ekuitas, semakin baik status keuangan perusahaan dan semakin kecil risiko yang diambil perusahaan. Ini merupakan ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah jaminan yang tersedia bagi kreditur ketika menganalisis laporan keuangan.
Adapun rumus debt to equity ratio yaitu :
3. Rasio Profitabilitas
Rasio ini mengukur efisiensi manajemen secara keseluruhan dan dinyatakan dengan besar kecilnya tingkat keuntungan yang terkait dengan penjualan dan investasi. Semakin baik rasio profitabilitas maka semakin baik profitabilitas perusahaan yang tinggi. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah return on assets (ROA). ROA merupakan rasio yang menganalisis sejauh mana suatu investasi dapat mencapai pengembalian yang diharapkan.
Adapun rumus return on assets yaitu :
E. Ukuran Perusahaan
Definisi ukuran perusahaan menurut para ahli :
1. Putu Ayu dan Gerianta (2018), mengemukakan bahwa ukuran perusahaan merupakan suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan diukur dengan total aktiva, jumlah penjualan, nilai saham dan sebagainya.
2. Susilo dalam I Gusti dan Desy (2015) mengemukakan bahwa semakin besar total aktiva, jumlah penjualan atau modal suatu perusahaan maka semakin besar pula ukuran suatu perusahaan.
3. Risma dan Regi (2017) menjelaskan bahwa ukuran perusahaan merupakan cerminan dari total aset yang dimiliki suatu perusahaan.
4. Windi Novianty dan Wendy May (2018) menjelaskan bahwa ukuran Perusahaan dilihat dari bidang bisnis yang sedang dioperasikan.
Ukuran perusahaan dapat ditentukan berdasarkan total penjualan, total aset, tingkat penjualan rata-rata”.
Berdasarkan pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa ukuran perusahaan dapat dilihat dari banyaknya jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perolehan laba. Semakin besar suatu ukuran perusahaan, biasanya akan mempunyai kekuatan tersendiri dalam menghadapi masalah-masalah bisnis serta kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba tinggi karena didukung oleh aset yang besar sehingga kendala perusahaan dapat teratasi. Perusahaan yang memiliki total aktiva atau total aset besar menunjukan bahwa perusahaan tersebut telah mencapai tahap 25 kedewasaan dimana dalam tahap ini arus kas perusahaan sudah positif dan dianggap memiliki prospek yang baik dalam jangka waktu yang relatif lama.
Variabel ukuran perusahaan dapat diukur dengan aset, penjualan bersih, dan nilai pasar. Perusahaan yang tumbuh cepat lebih berkwajiban daripada perusahaan lain untuk memenuhi kebutuhan informasi pemberi pinjaman. Hal ini dapat dilihat melalui laporan tahunan yang lebih terinci (Subiyantoro, 1997). Ukuran perusahaan yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan dapat dilihat dari jumlah modal yang digunakan, jumlah total asset yang dimiliki atau jumlah total penjualan yang diterima.
Besar kecilnya suatu perusahaan dinyatakan dalam total asset, semakin besar total asset perusahaan maka semakin besar pula ukuran perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan dengan total asset yang lebih
besar menunjukkan bahwa perusahaan tersebut relatif lebih fleksibel dan dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi daripada perusahaan dengan total asset yang lebih rendah atau tidak sama sekali. Untuk perusahaan yang lebih besar total asetnya diungkapkan kepada publik, memungkinkan perusahaan untuk melaporkan status keuangannya secara lebih komprehensif dan informasi yang terkandung didalamnya lebih informatif dan lebih transparan. Semakin besar ukuran perusahaan maka semakin tinggi kualitas laba yang dihasilkan. Adapun rumus untuk mengukur ukuran perusahaan yaitu :
F. Return Saham
Investor dalam menginvestasikan sahamnya pasti mengharapkan pengembalian yang lebih tinggi dari investasinya. Pengembalian atas saham tersebut disebut dengan return. Menurut Margaretha (2011) menyatakan bahwa return adalah tingkat pengembalian yang diharapkan dari suatu investasi. Return dapat dinyatakan dalam mata uang ataupun dalam persentase. Sedangkan Horne dan Wachowicz (2005) menyatakan bahwa return merupakan pendapatan yang dihasilkan oleh investasi ditambah perubahan harga pasar, biasanya dinyatakan sebagai persentase dari harga pasar awal investasi. Harmono (2009) mengemukakan rumus dari return saham yaitu:
Dimana :
Pt = Harga saham sekarang
Pt – 1 = Harga saham periode sebelumnya
G. Tinjauan Empiris
Tinjauan empiris adalah kajian yang diperoleh dari observasi atau percobaan. Kajian empiris merupakan informasi yang membenarkan suatu kepercayaan dalam kebenaran atau kebohongan suatu klaim empiris. Dalam pandangan empiris, seseorang hanya dapat mengklaim memiliki pengetahuan saat seseorang memiliki sebuah kepercayaan yang benar berdasarkan bukti empiris.
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No
.
Nama Peneliti
(Tahun) Judul Penelitian Hasil Penelitian
1. Novita nilai tukar terhadap return saham (studi kasus pada perusahaan go public sektor barang konsumsi yang listing di bursa efek indonesia periode 2015-2017)
ROA tidak berpengaruh terhadap Return Saham. DER tidak berpengaruh terhadap Return Saham. CR tidak berpengaruh terhadap Return Saham. EPS tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Nilai Tukar berpengaruh terhadap Return Saham. ROA, DER, CR, EPS dan Nilai Tukar tidak berpengaruh terhadap Return Saham.
Pengaruh current ratio, debt to equity dan return on equity terhadap terhadap Return Saham tidak berpengaruh baik secara simultan ataupun parsial.
Sebaiknya untuk Perusahaan-perusahaan farmasi agar lebih meningkatkan tingkat laba yang
diterima.
Pengaruh current ratio, debt to equity ratio dan net profit margin terhadap return saham pada perusahaan jasa
sub sektor secara simultan berpengaruh terhadap return saham. Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin secara parsial berpengaruh terhadap return saham, hanya Current Ratio yang tidak berpengaruh terhadap return saham, sehingga variabel yang dominan berpengaruh terhadap return saham adalah Debt to perusahaan lq45 yang terdaftar di bei periode 2014-2018
Rasio Likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio rentabilitas tidak berpengaruh terhadap Return Saham.
Secara bersama-sama Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas dan Rasio Rentabilitas berpengaruh signifikan terhadap Return Saham Pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar diBursa Efek Indonesia Periode 2014-2018.
Ukuran perusahaan dan pertumbuhan solvabilitas tidak berpengaruh terhadap return
saham, sedangkan
Pertumbuhan profitabilitas dan likuiditas berpengaruh terhadap pengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.
Sedangkan Current Ratio (CR) memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap return saham.
7. Pretty, Robby perusahaan tidak berpengaruh dan tidak signifikan secara parsial terhadap return saham.
Total arus kas, debt to equity ratio, ukuran perusahaan dan laba tidak berpengaruh dan tidak signifikan secara simultan terhadap return saham.
Pengaruh current ratio (cr), debt to equity ratio indonesia pada tahun 2014-2018
Current ratio, debt to equity ratio, return on assets dan return on equity tidak berpengaruh secara parsial maupun simultan. Sebaiknya untuk perusahaan-perusahaan food and beverages agar lebih meningkatkan laba dan kinerja perusahaan, sehingga dapat meningkatkan return saham guna menarik lebih banyak ukuran perusahaan dan leverage terhadap return perusahaan sebagian tidak berpengaruh sangat besar terhadap return saham. Ratio Aktifitas, Ukuran dan laverage Perusahaan pada saat yang sama memiliki dampak siknifikan dan besar terhadap Return Saham.
Pengaruh current ratio, debt to equity dan return on equity terhadap ROE tidak berpengaruh terhadap Return Saham, secara parsial CR dan DER berpengaruh terhadap Return Saham dan ROE tidak berpengaruh terhadap Return Saham. Untuk Perusahaan-perusahaan telekomunikasi agar lebih meningkatkan tingkat laba yang diterima, sehingga akan menarik lebih banyak investor ke perusahaan guna meningkatkan return saham yang akan di terima oleh perusahaan.
H. Kerangka Konsep
Berdasarkan rumusan masalah dan teori-teori yang telah dijelaskan sebelumnya, maka perlu dibuat suatu kerangka pikir yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Berikut kerangka pikir yang akan digunakan :
H1
= Pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen
I. Hipotesis
Hipotesis merupakan dugaan yang memiliki sifat sementara dan masih harus dibuktikan kebenarannya melalui sebuah penelitian.
Berdasarkan pada landasan teori, penelitian terdahulu serta kerangka berpikir seperti yang telah diuraikan diatas. Maka hipotesis yang diajukan yaitu :
H1: Diduga terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap return saham pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019.
H2: Diduga terdapat pengaruh current ratio terhadap return saham pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019.
H3: Diduga terdapat pengaruh debt to equity ratio terhadap return saham pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019.
H4: Diduga terdapat pengaruh return on asstes terhadap return saham pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019.
24 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Menurut Sugiyono (2017) metode kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positifisme, digunakan untuk meneliti pada populasi dan sampel tertentu. Pada penelitian ini digunakan penelitian kuantitatif eksplanatori, dimana penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Berdasarkan data yang digunakan secara statistik dan berbentuk angka-angka.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan data yang diambil di Bursa Efek Indonesia yang tercantum pada website resminya mengenai laporan keuangan perusahaan yang menjadi objek penelitian yaitu perusahaan yang terdaftar di sektor industri barang konsumsi pada tahun 2017-2019.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Bursa Efek Indonesia dengan ijin Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Universitas Muhammadiyah Makassar untuk mengambil data dengan mengakses website resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id. Waktu penelitian dilakukan kurang lebih 2 bulan.
C. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran 1. Variabel dependen (Y)
Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian yaitu return saham. Return saham adalah hasil yang diperoleh dari investasi
yang dilakukan investor. Return yang maksimal adalah hal yang diinginkan setiap investor dalam investasinya.
2. Variabel Independen (X)
Variabel Independen dalam penelitian ini adalah ukuran perusahaan dan kinerja keuangan perusahaan. Dalam penelitian ini kinerja keuangan diukur menggunakan rasio keuangan untuk mengukur kinerja keuangan yaitu :
a. Ukuran perusahaan yang menunjukkan besar kecilnya perusahaan dapat dilihat dari besar kecilnya modal yang digunakan, total aset yang dimiliki atau total penjualan yang diperoleh.
)
b. Current ratio (CR) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan seluruh aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. (Hanafi dan Halim 2009).
c. Dept to equity ratio (DER) digunakan untuk menilai utang dengan ekuitas. Rasio ini berguna untuk mengetahui setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan untuk jaminan utang. (Kasmir 2008).
d. Return on asset (ROA) digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba bersih berdasarkan tingkat aset tertentu. (Hanafi dan Halim (2009). Semakin tinggi rasio ini, semakin baik keadaan suatu perusahaan.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2015). Populasi dalam penelitian ini seluruh perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2017-2019. Hal ini dikarenakan perusahaan industri barang konsumsi memiliki indeks harga saham yang fluktuatif serta mempunyai tingkat pertumbuhan yang tinggi dibandingkan dengan sektor lainnya. Jumlah populasi perusahaan industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) sampai dengan periode tahun 2019 adalah sebanyak 55 perusahaan.
Tabel 3.1
Populasi Perusahaan
No. Kode Perusahaan Nama Perusahaan
1 ADES Akasha Wira International Tbk.
2 AISA FKS Food Sejahtera Tbk.
3 ALTO Tri Banyan Tirta Tbk.
4 BTEK Bumi Teknokultura Unggul Tbk.
5 BUDI Budi Starch & Sweetener Tbk.
6 CAMP Campina Ice Cream Industri Tbk.
7 CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.
8 CLEO Sariguna Primatirta Tbk.
9 CINT Wahana Interfood Nusantara Tbk.
10 DLTA Delta Djakarta Tbk.
11 FOOD Sentra Food Indonesia Tbk.
12 GGRM Gudang Garam Tbk.
13 GOOD Garudafood Putra Putri Jaya Tbk.
14 HOKI Buyung Poetra Sembada Tbk.
15 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.
16 IIKP Inti Agri Resources Tbk
17 INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
18 KEJU Mulia Boga Raya Tbk.
19 MGNA Magna Investama Mandiri Tbk 20 MLBI Multi Bintang Indonesia Tbk.
21 MYOR Mayora Indah Tbk.
22 PANI Pratama Abadi Nusa Industri Tbk 23 PCAR Prima Cakrawala Abadi Tbk.
24 PSDN Prasidha Aneka Niaga Tbk.
25 ROTI Nippon Indosari Corpindo Tbk.
26 SKBM Sekar Bumi Tbk.
27 SKLT Sekar Laut Tbk.
28 STTP Siantar Top Tbk.
29 TBLA Tunas Baru Lampung Tbk.
30 TCID Mandom Indonesia Tbk.
31 ULTJ Ultra Jaya Milk Industri & Tra 32 UNVR Unilver Indonesia Tbk.
33 WIIM Wismilak Inti Makmur Tbk.
34 GGRM Gudang Garam Tbk.
35 HMSP H.M Sampoerna Tbk
36 ITIC Indonesian Tobacco Tbk
37 RMBA Bentoel International Investama D24 Tbk 38 DVLA Darya Varia Laboratoria Tbk
39 INAF Indofarma Tbk
40 KAEF Kimia Farma Tbk
41 KLBF Kalbe Farma Tbk
42 MERK Merck Tbk
43 PEHA Phapros Tbk
44 PYFA Pyridam Farma Tbk
45 SCPI Merck Sharp Dohme Pharma Tbk 46 SIDO Industri Jamu dan Farmasi
47 TSPC Tempo Scan Pacific Tbk
48 KINO Kino Indonesia Tbk
49 KPAS Cottonindo Ariesta Tbk
50 MBTO Martina Berto Tbk
51 MRAT Mustika Ratu Tbk
52 KICI Kedaung Indah Can Tbk
53 LMPI Langgeng Makmur Industri Tbk 54 WOOD Integra Indocabinet Tbk
55 HRTA Hartadinata Tbk
Sumber : www.idx.co.id
2. Sampel
Sampel adalah sebagian wakil dari proposal yang akan diteliti.
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu melalui pengambilan sampel secara khusus berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Kriteria sampel penelitian ini adalah :
a. Perusahaan yang terdaftar di sektor industri barang konsumsi yang secara konsisten tercatat selama periode penelitian, yaitu periode dari tahun 2017-2019.
b. Perusahaan yang telah menerbitkan laporan keuangan secara lengkap selama tahun 2017-2019 dan mengalami keuntungan selama periode penelitian.
c. Perusahaan yang menggunakan mata uang rupiah dalam laporan keuangannya.
d. Perusahaan yang tidak mengalami kerugian.
e. Perusahaan yang menyajikan data keuangan berkaitan dengan variabel penelitian dalam laporan keuangannya. Berikut perusahaan yang sesuai dengan karakteristik pemilihan sampel yaitu :
1 ADES Akasha Wira International Tbk 2 CAMP Campina Ice Cream Industry Tbk
E. Teknik Pengumpulan Data
Data informasi diperoleh guna sebagai penunjang penelitian ini.
Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :
Adapun teknik yang digunakan peneliti dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut :