BAB V HASIL PENELITIAN
5.3 Karakteristik Responden
6.1.2 Manfaat Pengembangan Bendungan
1) Manfaat Langsung
Manfaat langsung yang diperoleh dengan adanya pengembangan Bendungan Poh Santen ini adalah hasil penjualan air bersih dan peningkatan hasil pertanian akibat adanya tambahan pasokan air untuk irigasi.
a) Hasil dari Penjualan Air Bersih
Manfaat dari penjualan air bersih merupakan manfaat yang diperoleh melalui produksi air yang ditampung oleh bendungan. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar masyarakat yang berada di daerah penerima manfaat menggunakan air sumur pompa sebagai sumber air bersih utama, yaitu sebanyak 59 orang dari total responden atau 59 persen. Pengguna air PDAM ber-dasarkan survei adalah sebanyak 31 persen atau 31 orang. Sebesar 10 persen masyarakat mendapatkan air sumber air bersih pada media lainnya, yaitu mata air, gunung dan sebagainya. Dalam penelitian tidak ditemukan masyarakat yang menggunakan kali sebagai sumber air ber-sih utama. Penggunaan sumber air berber-sih ditunjukkan pada Tabel 6.2.
Tabel 6.2
Distribusi Penggunaan Sumber Air Bersih di Daerah Penerima Manfaat Pengembangan Bendungan Poh Santen Sumber Air bersih Jumlah
Orang (%) Sumur pompa 59 59.00 Kali - - PDAM 31 31.00 Lainnya 10 10.00 Jumlah 100 100.00
Sumber : Hasil Penelitian, 2011
Masyarakat di daerah penerima manfaat umumnya tidak mempunyai kesulitan untuk mencapai akses sumber air bersih. Berdasarkan penelitian, akses untuk mencapai lokasi sumber air ditunjukkan pada Tabel 6.3.
Tabel 6.3
Distribusi Lokasi Sumber Air di Daerah Penerima Manfaat Pengembangan Bendungan Poh Santen
Lokasi Sumber Air Jumlah
Orang (%) Pada Halaman rumah 97 97.00
Jauh 3 3.00
Jumlah 100 100.00
Sumber : Hasil Penelitian, 2011
Tabel 6.3 menujukkan bahwa masyarakat tidak sulit dalam mencapai akses sumber air, ditunjukkan dengan 97 persen masyarakat memiliki akses sumber air pada halaman rumah. Namun perlu diteliti juga apakah apakah air tersebut layak minum atau tidak. Kelayakan air di daerah penerima manfaat ditunjukkan pada Tabel 6.4.
Tabel 6.4
Distribusi Kelayakan Air di Daerah Penerima Manfaat Pengembangan Bendungan Poh Santen Kualitas air bersih Jumlah
Orang (%) Layak diminum langsung - - Layak diminum dg dimasak 74 74.00 Tidak layak diminum 26 26.00
Jumlah 100 100.00
Sumber : Hasil Penelitian, 2011
Berdasarkan Tabel 6.4 diketahui bahwa masih ada masyarakat yang menerima kondisi air yang tidak layak diminum. Hal ini berarti pengembangan bendungan untuk menambah pasokan air perlu untuk diteliti, yaitu dengan meneliti manfaat-manfaat yang diterima dengan adanya pembangunan bendungan ini.
Manfaat langsung yang berasal dari penjualan air bersih dinilai dengan jumlah volume air yang direncanakan untuk diproduksi dikalikan dengan nilai jual yang seharusnya terjadi. Nilai jual yang seharusnya terjadi adalah nilai jual yang seharusnya dibayarkan oleh masyarakat pemakai air untuk setiap liter volume air yang dimanfaatkan sehingga memungkinkan kegiatan usaha pengolahan air bersih dan distribusinya tetap berjalan kepada para pelanggannya.
Saat ini nilai jual air dipandang belum berada pada nilai jual yang sebenarnya dan cenderung menghasilkan kondisi pengusahaan yang tidak sehat. Seharusnya nilai jual yang diterima perusahaan air minum daerah lebih tinggi lagi agar mampu menutupi biaya-biaya produksi dan konservasi yang diperlukan untuk mempertahankan kelancaran pasokan (ketersediaan air baku) bagi keberlangsungan usahanya. Pada penelitian ini analisis atas harga ekonomis air baku dari bagunan pelepasan pada outlet bendungan ditetapkan harga sebesar Rp. 1.250,00/m3 (Dinas PU Provinsi Bali, 2011). Dari nilai air tersebut dan rencana produksi air bersih yang dihasilkan maka akan dicapai penerimaan investasi dari penjualan air bersih dalam tiga puluh tahun umur proyek adalah Rp. 149.736.870.000,00 dengan asumsi bahwa manfaat diterima mulai dari tahun ketiga dengan jumlah produksi hanya mencapai 30% dan tahun keempat sebanyak 75% dari jumlah yang seharusnya. Pada tahun pertama dan kedua manfaat air belum dperoleh karena bendungan masih dalam proses konstruksi. Manfaat penjualan air bersih selama 30 tahun dapat dilihat pada lampiran 4.
b) Manfaat Hasil Pertanian
Manfaat dari hasil pertanian dihitung berdasarkan pertambahan manfaat yang dihasilkan dengan adanya pengembangan bendungan. Manfaat ini dihitung dengan pengu-rangan manfaat yang diharapkan dengan adanya proyek dengan manfaat tanpa adanya pengembangan bendungan. Manfaat pertanian tanpa adanya proyek pengembangan bendungan dapat dilihat pada Tabel 6.5.
Tabel 6.5
Manfaat Pertanian Tanpa Adanya Proyek Pengembangan Bendungan Poh Santen Masa Tanam Tanaman (%) Luas (Ha)
Panen/ Ha (Ton)
Harga per ton
(Rp.) Total (Rp) MT I Padi 100,00 174,02 6,67 2.776.920 3.223.208.254,73 MT II Padi 31,25 174,02 4,57 2.776.920 690.126.580,03 Palawija 59,72 174,02 1,95 4.500.000 911.939.628,60 MT III Palawija 24,31 174,02 1,8 4.500.000 342.664.522,20 Total Benefit = 5.167.938.985,56
Sumber : Hasil Penelitian, 2011
Berdasarkan Tabel 6.5 diketahui bahwa total benefit sebelum proyek pengembangan bendungan adalah sebesar Rp. 5.167.938.985,56. Dengan adanya proyek pengembangan Ben-dungan Poh Santen diharapkan pasokan air irigasi dapat mencukupi untuk tiga musim tanam. Apabila pasokan air telah tercukupi maka pola tanam petani dapat ditingkatkan menjadi tiga musim tanam dengan pemanfaatan lahan sebesar 100 persen. Manfaat pertanian yang diesti-masi setelah adanya proyek ditunjukkan pada Tabel 6.6.
Tabel 6.6
Manfaat Pertanian Dengan Adanya Proyek Pengembangan Bendungan Poh Santen
Masa Tanam Tanaman (%) Luas (Ha)
Panen/ Ha (ton)
Harga per ton
(Rp) Total (Rp) MT I Padi 100 174,02 7,5 2.776.920 3.624.297.138 MT II Padi 100 174,02 7,5 2.776.920 3.624.297.138 MT III Palawija 100 174,02 2,6 4.500.000 2.036.034.000 Total Benefit = 9.284.628.276
Sumber : Hasil Perhitungan, 2011
Tabel 6.6 menunjukkan bahwa total benefit dari pengembangan Bendungan Poh San-ten adalah sebesar Rp. 9.284.628.276,00. Benefit yang dimasukkan ke dalam perhitungan ada-lah selisih dari total benefit dengan proyek dengan total benefit tanpa proyek yaitu Rp. 4.116.689.290,44.
2) Manfaat Tidak Langsung
Manfaat tidak langsung adalah suatu manfaat yang tidak langsung bisa dinikmati dan atau masih diperlukan adanya investasi baru untuk dapat memperoleh manfaat yang dimaksud.
Dalam hal ini manfaat tidak langsung terdiri dari peluang adanya penigkatan pendapatan, per-baikan kesehatan masyarakat serta meningkatnya tingkat pendidikan.
a) Perbaikan kesehatan masyarakat
Perbaikan kesehatan masyarakat sebagai konsekuensi dari terpenuhinya kebutuhan air bersih untuk konsumsi maupun mandi cuci anggota keluarga. Berdasarkan hasil penelitian distribusi jenis penyakit yang sering dialami oleh masyarakat ditunjukkan pada Tabel 6.7.
Tabel 6.7
Distribusi Penderita Penyakit di Daerah Penerima Manfaat Pengembangan Bendungan Poh Santen
Penyakit Jumlah Orang (%) Panas 12 12.00 Batuk 24 24.00 Diare 30 30.00 Sakit kulit 23 23.00 Lainnya 11 11.00 Total 100 100.00
Sumber : Hasil Penelitian, 2011
Tabel 6.7 menunjukkan bahwa penyakit diare merupakan penyakit dengan per-sentase tertinggi yaitu sebanyak 30 persen. Dengan adanya pengembangan Bendungan Poh Santen diharapkan dapat meminimalisir penyakit yang diderita masyarakat sehingga terjadi perbaikan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan lokasi, masyarakat di daerah penerima manfaat paling banyak bero-bat ke puskesmas, yaitu sebesar 79 persen. Distribusi lokasi berobero-bat masyarakat di daerah penerima manfaat ditunjukkan pada Tabel 6.8.
Tabel 6.8
Distribusi Lokasi Berobat Masyarakat di Daerah Penerima Manfaat Pengembangan Bendungan Poh Santen
Lokasi berobat Jumlah
Orang (%) Puskesmas 79 79.00 Rumah Sakit 7 7.00 Dokter 12 12.00 Dukun - - Lainnya 2 2.00 Total 100 100.00
Sumber : Hasil Penelitian, 2011
b) Peningkatan Pendapatan
Melalui peningkatan kesehatan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sumber daya manusia yang nantinya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Peningkatan pendapatan masyarakat diharapkan tidak hanya dialami oleh petani yang mengalami pengingkatan dalam hal hasil panen, tetapi diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat melalui efek multiplier.
c) Tingkat Pendidikan Meningkat
Peningkatan pendapatan masyarakat diharapkan dapat memberi dampak pada peningkatan tingkat pendidikan. Bila pendapatan meningkat maka kemampuan masyarakat untuk membayar atau mengeluarkan biaya pendidikan akan meningkat. Hal ini mengakibatkan tingkat pendidikan masyarakat di daerah penerima manfaat akan meningkat.
Secara umum semua dampak di atas mengarah kepada terjadinya peningkatan kegiatan ekonomi kawasan yang dalam kajian ini diasumsikan dapat mencapai nilai sebesar 30 persen dari nilai manfaat langsung.