• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

B. Kinerja Pegawai

6. Manfaat Penilaian Kinerja

Menurut Sedarmayanti (2000:264) manfaat dari penilaian kinerja antara lain:

a. Meningkatkan prestasi kerja

b. Memberi kesempata kerja yang adil

c. Membutuhkan pelatihan dan pengembangan d. Penyesuaian kompensasi

e. Keputusan promosi dan demosi

f. Menilain proses rekrutmen dan seleksi

C. Fasilitas Kerja

1. Pengertian dan Arti Pentingnya Fasilitas

Dalam suatu pencapaian tujuan instansi/perusahaan, diperlukan alat atau sarana pendukung yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari diinstansi/perusahaan. Fasilitas yang digunakan bermacam-macam bentuk, jenis maupun manfaat, disesuaikan dengan kebutuhan dan manfaat instansi/perusahaan.

Fasilitas kerja terkait dengan lingkungan kerja, karena dilingkungan kerja juga merupakan fasilitas kerja. Dengan adanya lingkungan kerja yang nyaman maka pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Menurut moekijat secara sederhana yang dimaksud dengan fasilitas adalah suatu sarana fisik yang dapat memproses suatu masukan (input) dan keluaran (output) yang diinginkan (Moekijat, 2000:155).

Pada suatu perusahaan untuk mencapai suatu tujuan diperlukan alat pendukung yang digunakan dalam proses atau aktivitas dalam perusahaan tersebut. Fasilitas yang digunakan dalam perusahaan bermacam-macam bentuk, jenis dan manfaatnya. Semakin besar aktifitas suatu perusahaan maka semakin lengkap pula fasilitas dan sarana pendukung dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan tersebut.

Menurut hartanto karakteristik dan sarana pendukung dalam proses aktifitas perusahaan adalah:

a. Mempunyai bentuk fisik

Dipakai atau digunakan secara aktif dalam kegiatan normal perusahaan. Mempunyai jangka waktu kegunaan atau umur yang relatif permanen dari satu periode akuntansi atau lebih dari satu tahun.

b. Memberikan manfaat dimasa yang akan datang

Dari pendapat diatas dapat diketahui bahwa sarana pendukung dalam aktifitas perusahaaan berbentuk fisik dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan, memiliki jangka waktu kegunaan yang relatif permanen dan memberikan manfaat untuk masa yang akan datang (rizki Dewi, 2001).

2. Jenis Fasilitas Kerja

Fasilitas kerja merupakan salah satu alat yang digunakan oleh karyawan untuk memudahkan dalam menyelesaikan kerjaan sehari-hari. Fasilitas kerja pada setiap perusahaan akan berbeda dalam bentuk dan jenisnya, tergantung pada jenis usaha dan besar kecilnya perusahaan tersebut. Menurut sofyan fasilitas kerja dalam perusahaan terdiri dari:

a. Mesin dan peralatan

Mesin adalah alat mekanik atau elektrik yang mengirim atau mengubah energi untuk melakukan atau membantu pelaksanaan tugas manusia.

b. Prasarana

Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses (usaha, bangunan, proyek) untuk lebih memudahkan membedakan keduanya. Sarana lebih ditujukan untuk benda-benda yang tidak bergerak seperti gedung.

c. Perlengkapan kantor

Perlengkapan kantor adalah istilah generik yang mengacu pada semua perlengkapan yang umunya digunakan dikantor, perusahaan dan organisasi lainnya mulai dari perorangan sampai pemerintahan, yang bekerja pengumpulan, perbaikan dan keluaran informasi.

Istilah perlengkapan kantor ini meliputi barang-barang kecil yang digunakan sehari-hari seperti penjepit kertas, steples, pelubang kertas, bolpen, dan kertas, tetapi juga mencakup perlengkapan mahal seperti komputer, printer, mesin faksimili, mesin foto kopi dan kas register, serta furniture kantor seperti bilik, lemari arsip dan meja.

d. Peralatan inventaris

Inventaris berarti daftar barang-barang. Barang-barang tersebut dibeli atau diadakan dengan mempergunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau anggaran pendapatan dan Belanja daerah (APBD), baik seluruhnya maupun sebagian. Inventaris mempunyai tujuan pokok sebagai berikut:

1. Inventarisasi bermaksud memudahkan pelaksanaan kegiatan pengawasan/kontrol, baik dalam penggunaan keuangan Negara

maupun dalam menilai tanggung jawab pemeliharaan dan penghematan barang milik Negara.

2. Inventarisasi dapat membantu pimpinan dalam merencanakan, mengadakan, menyalurkan menyimpan dan memelihara serta mengahapus barang secara bertanggung jawab.

3. Inventatris mempercepat proses pembutaan laporan, baik yang harus disampaikan secara tetap pada setiap triwulan, semester atau tahunan maupun yang harus disampaikan secara berkala apabila diminta oleh atasan.

e. Alat transportasi

Alat transportasi adalah sarana angkutan yang digunakan pegawai dalam melakukan aktifitas perjalanan. Jenis alat tranportasi berdasarkan kebutuhan, meliputi angkutan manusia untuk yang dikenal dengan angkutan umum sperti bus, kereta api, kapal dll, angkutan untuk barang-barang seperti kapal barang, kereta barang dll. Jenis transportasi berdasarkna kondisi tempat meliputi angkutan darat, angkutan udara dan angkutan laut. Alat transportasi membantu

pegawai dalam ketepatan waktu dalam bekerja.

Ketersediaan fasilitas merupakan salah satu unsur yang dapat menentukan tingkat kinerja yang tinggi bagi karuyawan dalam menjalankan pekerjaannya. Fasilitas terutama yang berkaitan dengan sarana dan alat-alat pendukung dalam kantor yang digunakan karyawan untuk bekerja harus

produktivitas karyawan. Selain meningkatkan kinerja karyawan/pegawai juga akan memberikan rasa puas bagi karyawan itu sendiri.

Kualitas dan kemampuan karyawan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, latihan, motivasi kerja, etos kerja, mental dan kemampuan fisik karyawan bersangkutan. Pendidikan memberikan pengetahuan bukan saja yang langsung dengan pelaksanaan tugas, tetapi juga landasan untuk memperbaiki diri serta kemampuan memanfaatkan semua sarana yang ada disekitar untuk kelancaran pelaksanaan tugas. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin tinggi produktivitas kerja. Latihan melengkapi pendidikan. Pendidikan biasanya bersifat umum, sedangkan latihan bersifat tekhnik operasional. Demikian pula, motivasi kerja, etos kerja, dan sikap mental karyawan yang berorientasi produktivitas disamping kemampuan fisik karyawan, merupakan faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi peningkatan kinerja/produktivitas kerja karyawan.

Sarana pendukung untuk meningkatkan kinerja karyawan perusahaan, dapat meliputi hal-hal yang menyangkut iklim kerja, termasuk tekhnologi dan cara produksi, sarana dan peralatan produksi yang digunakan, tingkat keselamatan dan kesehatan kerja, serta suatu dalam lingkungan kerja itu sendiri. Termasuk dalam kelompok ini, dalam yang menyangkut kesejahteraan karyawan yang tercermin dalam system penyumpahan/penggajian yang jaminan sosial serta jaminan kelangsungan hidup kerja.

Menurut Simanjuntak, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja atau produktivitas kerja karyawan dapat digolongkan dalam tiga kelompok, yaitu:

1. Kualitas dan kemampuan fisik karyawan 2. Fasilitas atau sarana

3. Supra sarana

Kemampuan manajemen menggunakan sumber-sumber sacara maksimal dan menciptakan system kerja yang optimal, akan menentukan tinggi rendahnya kinerja/produktivitas kerja karyawan, yaitu dengan mengkombinasikan dan mendayagunakan semua sarana produksi, menerapkan secara benar fungsi-fungsi manajemen, menciptakan system kerja dan pembagian kerja, menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat, serta menciptakan kondisi dan iklim atau lingkungan kerja yang nyaman dan aman. Seorang manajer mempengaruhi tingkat gaji dan upah berdasarkan cara iya menggunakan staffnya. Hanya dengan penambahan staf saja belum tentu akan menaikkan produktivitas atau pendapatan, tetapi pasti menaikkan biaya. Secara umum dapat dikatakan bahwa faktor manajemen sangat berpengaruh dalam meningkatkan produktivitas karyawan perusahaan, baik secara langsung melalui perbaikan pengorganisasian dan tata kerja yang memperkecil pemborosan penggunaan sumber-sumber, maupun secara tidak langsung melalui fasilitas pendidikan dan latihan serta perbaikan penghasilan dan jaminan sosial.

Fasilitas merupakan segala sesuatu yang bersifat membantu atau mendukung terhadap suatu pekerjaan (Ashar Sunyoto Munandar, 2003:14).

Keberadaan fasilitas ini sangat penting dalam suatu organisasi atau pekerjaan. Fasilitas bagi seorang karyawan diartikan sebagai suatu bentuk kemudahan yang diterima karyawan baik berupa benda atau jasa sebagai wujud penghargaan atas pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

Pemberian fasilitas dalam pekerjaan melihat dari berbagai aspek.

Aspek-aspek tersebut menjadi pertimbangan guna pemberian fasilitas oleh pimpinan atau orang yang berwenang memberikan fasilitas. Demikian pula dengan bentuk dan wujud fasilitas yang diberikan. Ada beberapa pertimbangan seseorang memperoleh fasilitas dan pekerjaan, yaitu:

a. Jenis Pekerjaan

Jenis pekerjaan menjadi pertimbangan pimpinan untuk memberikan fasilitas kepada karyawan yang masuk kedalam bagian ini. Pada jenis-jenis pekerjaan tertentu seperti rumah sakit, SAR, PMIdan lainnya memang diperlukan pemberian failitas yang memadai sehinnga karyawan memiliki akses yang cepat untuk mendukung tugas dan tanggung jawabnya.

b. Jabatan

Kedudukan seseorang dalam instansi atau tempat kerja juga merupakan faktor penting dalam pemberian fasilitas. Kedudukan mencerminkan tanggung jawab kerja yang dibebankan. Semakin

jabatan yang cukup tinggi. Yang berarti pula membutuhkan fasilitas guna mendukung pekerjaannya. Pemberian fasilitas kerja karena jabatan juga menunjukkan prestasi tersendiri bagi setiap instansi atau perusahaan. Orang akan melihat sebagai sebuah gambaran kombinasi dan suatu perusahaan dengan adanya fasilitas yang diberikan kepada karyawannya.

c. Prestasi

Prestasi yang dicapai seseorang dalam bekerja perlu mendapatkan penghargaan. Salah satu wujud penghargaan tersebut adalah dengan pemberian fasilitas. Biasanya fasilitas tersebut dapat berupa fasilitas fisik seperti pemberian kompensasi atau tunjangan, memudahkan mendapatkan perumahan atau bahkan pemberian fasilitas lain seperti alat transportasi dan komunikasi. Pemberian fasilitas karena prestasi ini dilakukan dalam rangka pemberian penghargan sekaligus upaya untuk memberikan motivasi kepada karyawan lain agar dapat memperoleh prestasi yang sama dengan karyawan tersebut.

d. Lokasi

Lokasi pekerjaan atau lokasi tempat tinggal karyawan untuk menuju tempat kerja pun menjadi pertimbangan pimpinan dalam memberikan fasilitas. Pada jenis-jenis pekerjaan tertentu memerlukan akses yang cepat, sehingga memerlukan sarana transportasi yang memadai sehingga tidak terlambat hadir ditempat

kerja, karena keterlambatan tersebut akan berakibat fatal baik bagi perusahaan maupun bagi orang yang dilayani, apabila pekerjaannya menyangkut pelayanan publik (Rizki Marizkha Endraswari, 2006).

Menurut Ashar Sunyoto Munandar jenis-jenis fasilitas dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Fasilitas Fisik

Umumnya fasilitas yang diberikan kepada karyawan, terutama yang bersifat mendukung pekerjaan adalah fasilitas fisik.

Fasilitas fisik ini menjadi pertimbangan penting, mengingat fasilitas fisik ini rata-rata menyangkut kehidupan seorang karyawan. Fasilitas fisik yang biasa diberikan kepada pegawai adalah:

a. Rumah

Setiap orang pasti memerlukan rumah untuk membangun kehidupan keluarga. Bagi seorang karyawan atau pegawai pemberian fasilitas rumah atau bahkan kredit lunak untuk memiliki rumah merupakan suatu fasilitas yang diidamkan bagi seorang karyawan. Bahkan, bagi seorang karyawan, rumah dinas pun menjadi sangat penting untuk mendekatkan diri pada tempat kerja sehingga mampu bekerja dengan optimal dan tidak kelelahan.

b. Sarana Komunikasi

Sarana komunikasi dibutuhkan terutama pada instansi-instansi tertentu yang bertugas menjaga keamanan atau bahkan setiap

perusahaan membutuhkannya. Pemberian fasilitas berupa sarana komunikasi ini akan memudahkan pimpinan untuk pendelegasian tugas kepada bawahan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan ( Ashar Sunyoto Munandar, 2003:17).

D. Kerangka Pikir

Mengingat pentingnya sumber daya manusia maka setiap perusahaan/instansi perlu memperhatikan kemampuan yang dimiliki pegawainya. Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

Oleh karena itu, supaya kinerja pegawai dapat meningkat maka perusahaan perlu memperhatikan fasilitas-fasilitas yang dapat menunjang kinerja pegawai. Oleh karena itu fasilitas kerja sangat berpengaruh bagi peningkatan kinerja pegawai.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka dapat digambarkan sebuah kerangka pemikiran sebagai berikut :

Fasilitas Kerja (X)

E. Hipotesis

Hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul (Arikunto, 2006:71).

Berdasarkan latar belakang yang telah diutarakan sebelumnya maka berikut ini dibuat suatu hipotesis sebagai dugaan sementara yaitu:

“ Fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor Perpustakan dan Arsip Daerah Kabupaten Bima.

BAB III

METODELOGI PENELITIAN

Dokumen terkait