BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Kinerja
2. Manfaat Penilaian Kinerja
a. Mengelola Operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui pemotivasian personel secara maksimum.
b. Membantu pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penghargaan personel, seperti : promosi, transferdan pemberhentian.
c. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan personil dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan presonel.
d. Menyediakan suatu dasar untuk mendistribusikan penghargaan 3. Dimensi-dimensi yang Mempengaruhi Kinerja
Dimensi kinerja menurut Gomes (2003: 134) yaitu:
a. Quality of work, mencakup akurasi keahlian dan kesempurnaan dalam pekerjaan
b. Quantity of Work, mencakup banyaknya bentuk yang diproses, lamanya waktu yang digunakan dan banyaknya kesalahan yang dilakukan
c. Job knowledge, pemahaman karyawan mengenai fakta-fakta atau faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan
d. Cooperation, kemampuan dan kerelaan untuk bekerja dengan rekan, penyelia dan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi bersama.
e. Initiative, merupakan kesungguhan dalam meminta tanggung jawab, memulai diri dan tidak genar untuk memulai
f. Creativeness, keaslian gagasan-gagasan yang dimunculkan dan tindakan untuk menyelesaikan persoalan yang muncul
g. Dependability, merupakan aspek penilaian kinerja dimana pekerja mengikuti petunjuk dan kebijakan perusahaan tanpa pengawasan dari penyelia
h. Personal Qualities, meliputi kepribadian, penampilan, sosioabilitas, kepemimpinan dan integritas.
Menurut T.R. Mitchell (1978: 343) dalam Sedarmayanti (2001: 51), menyatakan bahwa kinerja meliputi beberapa aspek, yaitu :
a. Prom Quality of Work (Kualitas Kerja) b. Promptness (Ketepatan Waktu)
c. Initiative (Inisiatif) d. Capability (Kemampuan) e. Communication (Komunikasi)
Apabila ukuran pencapaian kinerja sudah ditetapkan, maka langkahberikutnya dalam mengukur kinerja adalah mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan hal tersebut dari seseorang selama periode tertentu.Dengan membandingkan hasil ini dengan standar yang dibuat oleh periode waktu yang bersangkutan, akan didapatkan tingkat kinerja dari seorang pegawai. Secara ringkasnya dapatlah dikatakan bahwa pengukuran tentang kinerja pegawai tergantung kepada jenis pekerjaanya dan tujuan dari organisasi yang bersangkutan.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
Menurut Mathis dan Jackson (2001 : 82) faktor-faktor yang memengaruhi kinerja individu tenaga kerja, yaitu:
a. Kemampuan mereka, b. Motivasi ,
c. Dukungan yang diterima,
d. Keberadaan pekerjaan yang mereka lakukan, dan e. Hubungan mereka dengan organisasi.
Berdasarkaan pengertian di atas, penulis menarik kesimpulan bahwa kinerja merupakan kualitas dan kuantitas dari suatu hasil kerja (output) individu maupun kelompok dalam suatu aktivitas tertentu yang diakibatkan oleh kemampuan alami atau kemampuan yang diperoleh dari proses belajar serta keinginan untuk berprestasi.
Mangkunegara (2001 : 68), berpendapat bahwa “Ada hubungan yang positif antara motif berprestasi dengan pencapaian kerja”. Motif berprestasi
dengan pencapaian kerja. Motif berprestasi adalah suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan suatu kegiatan atau tugas dengan sebaik baiknya agar mampu mencapai prestasi kerja (kinerja) dengan predikat terpuji.
Selanjutnya menurut Mc. Clelland, mengemukakan 6 karakteristik dari seseorang yang memiliki motif yang tinggi yaitu :
a. Memiliki tanggung jawab yang tinggi b. Berani mengambil risiko
c. Memiliki tujuan yang realistis
d. Memiliki rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuan.
e. Memanfaatkan umpan balik yang kongkrit dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukan.
f. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogamkan Menurut Gibson (1987) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja :
1. Faktor individu : kemampuan, ketrampilan, latar belakang keluarga, pengalaman kerja, tingkat sosial dan demografi seseorang.
2. Faktor psikologis : persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi dan kepuasan kerja
3. Faktor organisasi : struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan (reward system).
5. Indikator Kinerja
Ukuran secara kualitatif dan kuantitatif yang menunjukkan tingkatan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan adalah merupakan
sesuatu yang dapat dihitung serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat bahwa kinerja setiap hari dalam perusahaan dan perseorangan terus mengalami peningkatan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Menurut Mathis (2002: 78) kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka memberikan kontribusi kepada organisasi antara lain termasuk:
a. Kuantitas kerja
Standar ini dilakukan dengan cara membandingkan antara besarnya volume kerja yang seharusnya (standar kerja normal) dengan kemampuan sebenarnya.
b. Kualita s ker ja
Standar ini lebih menekankan pada mutu kerja yang dihasilkan dibanding volume kerja.
c. Pemanfaatan waktu
Yaitu penggunaan masa kerja yang disesuaikan dengan kebijaksanaan perusahaan. Berdasarkan keseluruhan definisi diatas dapat dilihat bahwa kinerja karyawan merupakan output dari penggabungan faktor-faktor yang penting yakni kemampuan dan minat, penerimaan seorang pekerja atas penjelasan delegasi tugas dan peran serta tingkat seorang pekerja atas penjelasan delegasi tugas. Semakin tinggi faktor-faktor diatas, maka semakin besarlah kinerja karyawan yang bersangkutan.
E. Penelitian Terdahuu
Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Subki (2015) dengan judul Pengaruh Pemberian Insentif Terhadap Kinerja Guru di SMKIslamiyah Ciputat. Hasil perhitungan keofesien korelasi yang dilakukan dengan menggunakan rumus Product Moment menghasilkan nilai Rxy sebesar 0,839, yang menghasilkan nilai koefesien determinasi sebesar 70,4%. Hal ini berarti bahwa variabel pemberian insentif memberikan pengaruh terhadap variabel kinerja guru. Dari hasil perhitungan tersebut, diketahui Rhitung > Rtabel, maka dapat diartikanbahwa kontribusi kedua variabel tersebut dengan kategori tinggi.
Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Pengaruh Pemberian Kompensasi Terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai Perhutani (Studi di Perum Perhutani KPH Malang, Jawa Timur). Dari hasil analisis diperoleh koefisien korelasi (R) = 0,864 dapat disimpulkan bahwa variabel kompensasi secara bersama-sama/simultan mempunyai pengaruh yang erat atau kuat terhadap kinerja. Diperoleh koefisien determinasi (R2) = 0,747 yang berarti bahwa besarnya sumbangan variabel kompensasi terhadap perubahan atau naik turunnya kinerja pegawai sebesar 74,7% sedangkan sisanya 25,3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Dari hasil uji F diperoleh bahwa F hitung sebesar 25,882 > 0,05 dari F tabel 2,69 yang berarti pada taraf variabel-variabel yang terdiri dari gaji (X1), tunjangan (X2), insentif (X3), fasilitas (X4).Secara bersama-sama/simultan mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap kinerja (Y) dapat diterima atau teruji pada taraf =0,05. Hasil uji t pada variabel fasilitas (X4) diperoleh t hitung = 2,239 > dari t tabel = 2,13 dengan tingkat signifikan
terkecil 0,32. Koefisien regresi = 0,472 dan koefisien korelasi parsial = 0,354.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa diantara variabel-variabel bebas ternyata variabel fasilitas (X4) mempunyai pengaruh dan hubungan yang paling dominan terhadapvariabel terikat kinerja (Y).
Ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Catherine Nathania (2016) dengan judul Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PD Damai Motor Bandar Lampung. Hasil perhitungan dari tabel interpretasi r maka dapat diketahui nilai variabel kompensasi (X) adalah 0,630 dan variabel kinerja karyawan (Y) adalah sebesar 0,729. Nilai ini menunjukkan bahwa tingkat keeratan hubungan antara kompensasi (X) dengan kinerja karyawan (Y) termasuk dalam kategori tinggi karena nilai r terletak antara antara 0,6000-0,7999. Kemudian pengolahan data untuk mengetahui pengaruh variabel yaitu menggunakan analisis regresi liniar sederhana dan uji hipotesis (uji t). Pada analisis regresi linier sederhana didapati persamaan regresi Y = 19,262 + 0,570 X, sedangkan hasil uji t dengan perbandingan thitung dengan ttabel dari variabel bahwa nilai thitung untuk X (Kompensasi) adalah 4,543 dan ttabel pada tingkat signifikan 95% adalah 2,018 yang artinya perbandingan thitungdengan ttabeladalah 4,543 > 2,018 atau thitunglebih besar dari ttabel. Jika dilihat dari signifikansi, hasil signifikansi dari pengujian bernilai 0,000 (<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kompensasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga hipotesis dinyatakan diterima.
F. Kerangka Pikir
Pemberian kompensasi sangat penting bagi setiap karyawan dan berguna bagi perusahaan untuk menetapkan tindakan kebijaksanaan selanjutnya dan upaya meningkatkan kinerja. Menurut Gary Dessler (2009: 82) kompensasi karyawan merujuk pada semua bentuk upah atau imbalan yang berlaku bagi dan muncul dari pekerjaan mereka serta mempunyai tiga komponen. Ada pembayaran keuangan langsung dalam bentuk gaji, insentif, komisi/bonus. Terdapat pembayaran tidak langsung dalam bentuk tunjangan dan asuransi. Karyawan diberikan ganjaran nonfinansial seperti pelatihan, pemberian wewenang dan tanggung jawab, penghargaan atas kinerja dan lingkungan kerja yang mendukung.
Pengertian datas terlihat bahwa kompensasi merupakan alat pengikat perusahaan terhadap karyawannya, faktor penarik bagi calon karyawan dan faktor pendorong seseorang menjadi karyawan. Kompensasi mempunyai fungsi yang cukup penting di dalam memperlancar jalannya roda organisasi/ perusahaan.
Kompensasi bisa berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada karyawan sesuai dengan pengorbanan yang telah diberikannya kepada organisasi / perusahaan tempat ia bekerja. Besarnya kompensasi mencerminkan status, pengakuan dan tingkat pemenuhan kebutuhan yang dinikmati oleh karyawan beserta keluarganya.
Karenanya penulis tertarik untuk mengetahui dan menganalisis apakah pemberian kompensasi berpengaruh pada peningkatan kinerja guru pada SMP Negeri 2 Sungguminasa. Untuk mengetahuinya, alat analisisnya ialah regresi sederhana dengan satu variable independen yakni kompensasi dan variable
dependennya yakni kinerja guru Berikut merupakan bentuk kerangka pikir penelitian ini.
GAMBAR 2.1 KERANGKA PIKIR
G. Hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang masih harus dibuktikan kebenarannya melalui penelitian (Sugiyono, 2009:96).
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
“Pemberian kompensasi berpengaruh positif dalam peningkatan kinerja guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa”
Kompensasi (Variabel X) 1. Gaji
2. Insentif 3. Tunjangan
4. Ganjaran non-Finansial Sumber : Gary Dessler(2009:82)
Kinerja (Variabel Y) 1. Pengetahuan 2. Keterampilan 3. Disiplin 4. Upaya pribadi 5. Sistem dan teknologi
yang baik
30 A. Tempat dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian bertempat pada SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa, Jl.Andi Malombasang No. 1. Waktu penelitian adalah pada bulan Februari 2017 sampai dengan bulan April 2017
B. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis kuantitatif
Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian ini yaitu dengan memperoleh informasi yang akurat mengenai kompensasi yang diberikan instansi kepada guru honorer melalui evaluasi kinerja dengan cara menyebarkan kuisioner kepada para guru honorer untuk memperoleh data yang akurat. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari informasi faktual secara mendetail yang sedang menggejala dan mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan (Wahyuni dan Mulyono, 2006).
Pendekatan tersebut digunakan untuk mengetahui pemberian kompensasi terhadap kinerja guru honorer.
2. Sumber Data Primer
Sumber data primer merupakan sumber data yang didapat dan diolah secara langsung dari subjek yang berhubungan langsung dengan penelitian. Data primer ini di antaranya didapat dari data hasil observasi langsung dan data hasil pengisian kuisioner oleh guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa.
3. Sumber Data Sekunder
Penggunaan data sekunder adalah sebagai penunjang yang menguatkan perolehan data hasil yang didapat dari artikel, internet, dan dokumen-dokumen yang dimiliki organisasi yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut (Sugiyono, 2007:72) Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. Kesimpulannya, populasi bukan hanya orang tetapi benda-benda alam yang lain. Tujuan diadakan populasi juga bukan jumlah yang ada pada objek yang dipelajari tetapi juga populasi yaitu agar dapat menentukan besarnya anggota sampel yang diambil dari anggota sampel dan membatasi berlakunya daerah generalisasi. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa yang berjumlah 29 orang.
2. Sampel
Sampel adalah sebagai atau wakil populasi yang akan diteliti (Arikunto, 2002). Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh. Menurut Sugiono (2005: 126) sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi dijadikan sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil atau peneletian yang membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel ini adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel. Sampel jenuh juga sering diartikan sampel yang sudah maksimum, ditambah beberapapun tidak akan merubah keterwakilan. Jadi jumlah sampel dalam penelitian ini adalah seluruh guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa yang berjumlah 29 orang.
D. Teknik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Penelitian Kepustakaan (Library research), yaitu mengumpulkan data teoritis dengan cara menelaah berbagai literatur dan bahan pustaka lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
2. Penelitian Lapangan (Field research), yaitu pengumpulan data lapangan dengan cara:
a. Observasi (pengamatan) Melakukan pengamatan terhadap kondisi empiris yang terjadi di lapangan terkait dengan objek penelitian.Metode ini digunakan sebagai pelengkap data primer.
b. Kuisioner, merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab.
Untuk mendapatkan data-data yang berkaitan dengan kompensasi dan kinerja digunakan instrument berupa kuisioner dengan pengukuran mengunakan skala likert yang mempunya lima tingkatan yang merupakan skala jenis ordinal. Dengan menggunakan dua instrument kompensasi dan kinerja yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan atau parameter yang akan diukur.
Sangat Setuju (SS) = skor 5
Setuju (S) = skor 4
Netral (N) = skor 3
Tidak Setuju (TS) = skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = skor 1
c. Dokumentasi, dimana penulis mendapatkan data berupa dokumen tentang sejarah instansi, peraturan-peraturan dan sebagainya.
E. Definisi Operasional Variabel 1. Variabel Independen
Menurut (Sugiyono, 2007:33) variabel independen adalah variabel yang menjadi sebab terjadinya atau terpengaruhnya variabel
dependen.Variabel dalam penelitian ini adalah kompensasi (X) adalah dorongan pada seseorang agar mau bekerja dengan baik dan agar lebih dapat mencapai tingkat kinerja yang lebih tinggi sehingga dapat menambah kemauan kerja dan motivasi seorang pegawai agar terciptanya suatu kinerja yang berkualitas sesuai dengan tujuan perusahaan.
Indikator Kompensasi adalah sebagai berikut : a) Gaji
b) Insentif c) Tunjangan
d) Ganjaran non-finansial 2. Variabel Dependen
Menurut (Sugiyono, 2007:33) variabel idependen adalah variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja (Y) yaitu prestasi kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabnya. Indikator Prestasi kinerja adalah sebagai berikut:
a) Pengetahuan b) Keterampilan c) Disiplin d) Upaya pribadi
e) Sistem dan teknologi yang baik
Tabel 3.1
Kinerja ( Y ) Kinerja adalah unjuk kerja yang merupakan hasil kerja
F. Analisis Data
1. Analisis Regresi Sederhana
Anal i s i s r e gres i s ed erh ana ad al ah p ers a m aan re gres i ya n g menggambarkan dan menjelaskan pengaruh satu variabel bebas terhadap variabel terikat, dimana hubungan keduanya dapat digambarkan sebagai suatu garis lurus. ( Puspowarsito, 2008 : 49-50 )
Rumus persamaan regresinya adalah : Y =a + bX + e Keterangan :
Y : Variabel Kinerja X : Variabel Kompensasi a : Konstanta
b : Koefisien regresi
e : error tolerance (Tingkat Kesalahan)
2. Uji Validitas dan Reliabilitas a) Validitas instrumen penelitian
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau tidak suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan atau pernyataan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Gozali (2013:53).
Menurut Gozali (2013:52-59) mengukur validitas dapat dilakukan dengan cara melakukan korelasi antar Skor Butir pertanyaan dengan total skor Variabel. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan nilai
Rhitungdengan Rtabeluntuk degree of fredoom (df) = N-2 dalam ini N adalah jumlah Sampel. Jadi df yang digunakan adalah 29-2 = 27 dengan alpha sebesar 5% maka menghasilkan nilai Rtabel (uji 2 sisi) sebesar 0,3115 dengan ketentuan
Hasil Rhitung > Rtabel(0,3115) = Valid Hasil Rhitung< Rtabel(0,3115) = Tidak Valid
Jika Rhitung (tiap butir dapat dilihat pada kolom Corrected Item – total Correlation) lebih besar dari r tabel dan nilai r positif maka pernyataan disebut dinyatakan valid.
b) Reliabilitas Instrumen Penelitian
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah alat pengukuran mempunyai kehandalan dalam mengukur. Dalam hal ini bila Reliability coefficient (alpha) nilainya > 0,60 maka variabel dan butir pertanyaan yang diukur dapat dipercaya atau diandalkan (Sunyoto, 2007 : 107).
3. Uji F (Simultan)
Uji F merupakan pengujian hubungan regresi secara simultan yang bertujuan untuk mengetahui apakah seluruh variabel independen bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Langkah-langkah pengujian dengan menggunakan Uji F adalahsebagai berikut :
1) Menentukan tingkat signifikansi sebesar α = 5%
Tingkat signifikansi 0,05% atau 5% artinya kemungkinan besar hasil penarikan kesimpulan memiliki profitabilitas 95%
atau toleransi kesalahan 5%.
2) Menghitung Uji F (F-test)
ℎ = /
(1 − )/( − − 1)
Keterangan :
R² : Koefisien determinasi gabungan ĸ : Jumlah Variabel independen n : Jumlah Sampel
Kriteria pengambilan keputusan
a. H0ditolak jika F statistik < 0,05 atau Fhitung >Ftabel
b. H0tidak berhasil ditolak jika F statistik > 0,05 atau Fhitung< F
tabelnilai Ftabeldidapat dari :
df1 (Pembilang) = Jumlah variabel independen df2 (Penyebut) = n-k-1
Keterangan :
n = jumlah observasi k = jumlah sampel
39
GAMBARAN UMUM INSTANSI
A. Sejarah Singkat SMP Negeri 2 Sungguminasa
SMP Negeri 2 Sungguminasa ialah sekolah yang terletak di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan. Alamat SMP Negeri 2 Sungguminasa Berlokasi di jalan Andi Malombasang No. 1 Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa, Telpon 0411-865571 website:
www.smpnegeri2sungguminasa.net email: [email protected] NSS : 201190301002 NPSN : 40301060.
SMP Negeri 2 Sungguminasa adalah sekolah berbasis karakter yang mengajarkan berbagai karakter-karakter untuk membangun suatu masyarakat yang berakhlak mulia dan mencintai negara, beberapa karakter yang diajarkan di SMP Negeri 2 Sungguminasa, antara lain : karakter religius, karakter jujur, disiplin, karakter cinta lingkungan, karakter cinta damai, karakter toleransi, karakter mandiri, karakter kreatif, karakter demokratis, karakter bersahabat/berkomunikasi, karakter peduli sosial, karakter gemar membaca, karakter bertanggung jawab, karakter rasa ingin tahu, karakter semangat kebangsaaan, dan karakter menghargai prestasi. Selain mengajarkan pendidikan karakter, SMP Negeri 2 Sungguminasa juga mengajarkan pendidikan dan sikap anti korupsi. SMP Negeri 2 Sungguminasa sudah banyak menghasilkan murid-murid yang berprestasi yang mampu mengharumkan nama kabupaten Gowa di tingkat provinsi dan tingkat nasional.
B. Visi dan Misi 1. Visi
”Unggul Dalam Prestasi, Kepribadian, Berpijak Pada Iman Dan Takwa.’’
2. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah dirumuskan, maka yang harus dilakukan sekolah :
a) Mewujudkan penyelenggaraan pendidikan yang professional, adil, dan berimbang di lingkungan sekolah.
b) Mewujudkan keluaran pendidikan yang bermutu dan menghasilkan prestasi akademik bidang keilmuan dan teknologi dan non akademik bidang seni.
c) Mewujudkan sikap siswa mandiri, disiplin, bertamnggung jawab, meraih prestasi terbaik.
d) Mewujudkan perilaku siswa berbudi luhur didasari iman dan taqwa.
e) Mewujudkan good governance dalam system pengelolaan pendidikan yang transparan, responsif, dan akuntabel dengan pihak-pihak pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
C. Tujuan
Berdasarkan Visi dan Misi Sekolah tersebut di atas dapat disimpulkan menjadi beberapa macam tujuan, yaitu :
1. Memenuhi akan penyelenggaraan pendidikan yangprofesional, keadilan dan pemerataan pendidikan di lingkungan sekolah.
2. Memenuhi akan kualifikasi profesional, para guru, staaf sekolah dan karyawan dalam menjalangkan tugas pokok dan fungsinya untuk menguatkan manajemen pelayanan sekolah yang efektif.
3. Memenuhi keseleruhan pendidikan dengan lulusan yang berprestasi akademik baik bidang keilmuan maupun non akademik bidang seni dan olahraga yang memilki keunggulan kompetitif.
4. Memenuhi akan sikap siswa yang berbudi luhur pekerti didasari iman dan taqwa.
5. Memenuhi akan sistem pengelolaan pendidikan yang transparan, responsif, partisipatif, dan akuntabel dengan para pemangku kepentingan terkait.
6. Memenuhi akan tata kelola (good governance) dalam manajemen sekolah untuk mengoptimalkan pelayanan pendidikan prima kepada masyarakat.
D. Struktur Organisasi SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa
Gambar 4.1
Struktur Organisasi SMP Negeri 2 Sungguminasa
KETUA KOMITE KEPALA SEKOLAH
KEPALA TATA USAHA
WAKASEK SARANA PRASANA
WAKASEK HUMAS WAKASEK KESISWAAN
WAKASEK KURIKULUM
KOORD.PERPUSTAKAAN KOORD.KETERAMPILAN
PEMB. OSIS KEGIATAN BELAJAR EKSTRAKULIKULER
KOORD.MUSHOLLA
WALI KELAS – WALI KELAS
SISWA
GURU-GURU KOORD.BP/BK
KOORD.PEMBAG TUGAS PROGRAM
KBM
E. Job Description SMP Negeri 2 Sungguminasa Kabupaten Gowa
Kepala Sekolah -> adalah guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah yang diselenggarakan proses belajar-mengajar atau tempat terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Ketua Komite -> adalah suatu lembaga mandiri di lingkungan sekolah dan berperan dalam peningkatan mutu pelayanan dengan memberikan pertimbangan, arah, dan dukungan tenaga, sarana, dan prasarana serta pengawasan pada tingkat satuan pendidikan (sekolah).
Kepala Tata Usaha -> perencana administrasi program dan anggaran, koordinator administrasi ketatausahaan, pengelola administrasi program, penyusun laporan program dan anggaran, pembina staf.
Wakasek Kurikulum-> Menyusun program kerja tahunan (action plan ), Mengkoordinir sosialisasi pengembangan kurikulum, Menyusun program pengajaran, Mengkoordinir kegiatan belajar mengajar termasuk pembagian tugas guru, jadwal pelajaran, evaluasi belajar, dan sebagainya. Menganalisis ketercapaian target kurikulum dan daya serap, Mengkoodinir penyusunan KTSP, Kalender Pendidikan, Prota, Promes, Silabus, RPP/Modul, Mengajar sesuai dengan beban kerja yang telah ditetapkan, Mengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan US/UN dan sebagainya, Menyusun kriteria kenaikan kelas dan persyaratan kelulusan bersama guru kelas, kepala program studi, dan Kepala Sekolah. Menyusun laporan berkala dan insidentil tentang kegiatan kurikuler dan
ekstra kurikuler. Mengkoordinir Penerimaan Siswa Baru (PSB), Mengkoordinir wali kelas dan bimbingan siswa, Mengkoordinir pelaksanaan kegiatan pokja Kurikulum Sekolah, Mengkoordinir penulisan dan pengembangan bahan ajar, Mendokumentasikan kurikulum, penyesuaian kurikulum dan bahan ajar yang telah berlaku, Mewakili sekolah dalam kegiatan–kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan kurikulum.
Wakasek Kesiswaan -> adalah pejabat yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah dan bertanggung jawab kepada Kepala Sekolah dalam tugas - tugasnya yang berhubungan langsung dengan kegiatan dan pembinaan siswa diantaranya program OSID, Pramuka, UKS maupun pada kegiatan lomba-lomba yang diikuti sekolah.
Wakasek Sarana Prasarana -> Melaksanakan dan menyusun program pengembangan dan pemeliharaan sarana prasarana
Wakasek Humas -> Mengatur dan menyelenggarakan hubungan sekolah dengan dewan sekolah, Membina hubungan antara sekolah dengan wali murid, Membina pengembangan antar sekolah dengan lembaga pemerintah , dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya, Membuat dan menyusun program semua kebutuhan sekolah, Koordinasi dengan semua staf untuk kelancaran kegiatan sekolah.
45
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Karakteristik Responden
Penelitian menguraikan mengenai pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemberian Kompensasi berpengaruh terhadap Kinerja guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Dalam penelitian ini, diambil sebanyak 29 orang guru honorer sebagai sampel penelitian. Karakteristik
Penelitian menguraikan mengenai pengaruh pemberian kompensasi terhadap kinerja guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Hal ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemberian Kompensasi berpengaruh terhadap Kinerja guru honorer di SMP Negeri 2 Sungguminasa. Dalam penelitian ini, diambil sebanyak 29 orang guru honorer sebagai sampel penelitian. Karakteristik