• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat pohon Mangrove

Dalam dokumen BAB 4 HASIL PENELITIAN (Halaman 41-46)

Hutan mangrove adalah istilah yang digunakan untuk menyebut sekumpulan pohon atau semak-semak yang hidup dan tumbuh di daerah pasang surut (kawasan pinggiran pantai). Hutan Mangrove sering juga dikenal dengan sebutan Hutan Bakau.

Karena mayoritas populasi tanaman yang hidup pada Hutan Mangrove adalah tanaman bakau.

a. Menjaga garis pantai agar tetap stabil

Kehadiran hutan mangrove di pesisir pantai sangat berperan penting dalam menjaga garis pantai agar tetap stabil. Mengingat, kehadiran

populasi pohon dan semak yang ada pada hutan mangrove tersebut dapat melindungi tepian pantai dari terjangan ombak langsung yang berpotensi menghantam dan merusak bibir pantai. Hutan mangrove mampu meredam energi dari terjangan gelombang arus air laut tersebut.

Rumpun-rumpun tanaman bakau mampu memantulkan, meneruskan dan menyerap energi gelombang yang datang, sehingga gelombang yang sampai ke sisi pantai hanya riak-riaknya saja.

b. Melindungi pantai dan tebing sungai dari kerusakan, seperti erosi atau abrasi.

Sebagaimana tebing gunung atau jurang yang gundul berpotensi mengalami erosi atau terkikis oleh aliran air hujan. Demikian juga halnya dengan bibir pantai yang gundul tanpa tanaman. Kehadiran populasi tanaman bakau dan populasi hutan mangrove lainnya, sangat berperan penting dalam menjaga dan melindungi bibir pantai dari bahaya erosi atau abrasi.

c. Menahan atau menyerap tiupan angin kencang dari laut ke darat pada malam hari.

Pada malam hari, biasanya angin laut bertiup dengan kencang ke darat.

Jika tiupan angin terlalu kencang, tentu akan sangat berbahaya bagi lingkungan daratan terutama di daerah pinggiran pantai. Tanaman akan menjadi rusak, hewan ternak dan satwa liar akan terganggu kenyamanan hidupnya, demikian juga dengan manusia. Dengan adanya hutan mangrove yang menjadi barier atau pelindung pada pesisir pantai, kuatnya angin laut yang bertiup ke darat akan dapat ditahan dan diserap.

d. Kawasan penyangga atau penyaring rembesan air laut ke darat, sehingga air laut yang asin menjadi tawar ketika merembes ke danau atau kolam di darat.

e. Daun tanaman berfungsi sebagai penyerap karbondioksida.

Populasi tanaman pada hutan mangrove akan akan stomata yang siap menyerap gas karbondioksida dari lingkungan dan melepaskan oksigen

ke lingkungan, sehingga udara di lingkungan pesisir pantai tetap bersih, segar dan bebas dari polusi.

f. Sebagai tempat perlindungan dan perkembangbiakan berbagai jenis burung dan satwa lainnya.

Hutan mangrove juga menjadi habitat yang nyaman bagi perkembangbiakan berbagai jenis burung dan satwa lainnya. Karena itu, keberadaannya sangat dibutuhkan untuk kelestarian berbagai satwa-satwa pantai.

g. Bermanfaat sebagai habitat alami bagi berbagai biota darat dan laut Hutan mangrove juga menjadi habitat alami berbagai biota laut. Seperti udang, berbagai jenis ikan dan sejenisnya. Karenanya, sangat keliru jika ada yang dengan sengaja menebang hutan mangrove untuk tujuan memperluas tambak mereka. Karena, tindakan tersebut dapat merusak kelestarian biota-biota laut.

h. Berperan penting sebagai sumber makanan bagi berbagai hewan kecil maupun besar. (Majalah CSR internal PT Pertamina bagian lingkungan)

4.6.5 Hambatan yang terjadi dalam proses sosialisasi yang dilakukan PT Pertamina di Desa Muara Ujung Tanjung Pasir Banten.

Hambatan yang terjadi dalam proses sosialisasi adalah adanya masyarakat yang pro dan kontra terhadap program CSR penanaman pohon Mangrove tersebut. Alasan masyarakat yang menolak adalah mereka tidak mau tahu tentang program tersebut dan merasa terganggu dengan kehairan PT Pertamina diwilayah mereka.

Namun PT Pertamina tidak membiarkan begitu saja terhadap masyarakat yang menolak, karena tujuan perusahaan aalah memberdayakan masyarakat dan ingin melibatkan semua masyarakat dalam proses penanaman Mangrove agar semua masyarakat di desa merasa bertanggung jawab terhadap pohon yang ditanam. Solusinya yang diambil oleh perusahaan adalah terus mengadakan musyawarah di Desa Muara Ujung dan memberikan edukasi tentang program

penanaman Mangrove bahwa manfaatnya ari pohon Mangrove sangat banyak bukan hanya untuk masyarakat itu sendiri tetapi untuk wilayah mereka berhubung dengan letak Desa Muara Ujung persis di pesisir pantai yang rawan terkena abrasi air laut. Dalam proses pelaksanaannya Pertamina yang dibantu oleh mitra dari Universitas Trisakti dan warga setempat merasa program ini sudah dapat dilaksanakan dengan baik. Tentunya ini bisa terjadi dikarenakan adanya penanganan yang serius dari pihak-pihak yang terlibat.

Koordinasi yang baik serta monitoring yang sering dilakukan membuat program ini menjadi sebuah kebutuhan bagi masyarakat dan juga Pertamina. Kendala-kendala kecil yang mungkin terjadi di lapangan dengan cepat diatasi sehingga tidak menjadi hambatan dalam proses pelaksanaan program kampung terpadu mangrove dengan energi terbarukan ini.

4.6.6 Pelaksanaan program CSR di PT Pertamina (Persero)

Dalam menjalankan program CSR PT Pertamina sudah sesuai dengan konsep yang ada di teori tentang CSR. PT Pertamina juga dalam menjalankan CSR meggunakan konsep CSR yaitu Profit, People dan Planet. PT Pertamina sadar bhawa perusahaanya bergerak di bidang oil and gas yang banyak sekali menimbulkan hal negatif untuk lingkungan dan menyebabkan polusi udara dari hasil kendaraan bermobil. Maka dari itu PT Pertamina ingin membuat masyarakat tahu bahwa perusahaan juga melakukan hal positif untuk memperbaiki hal negatif yang telah dilakukan oleh perusahaan. PT Pertamina juga dalam menjalankan program CSR, mereka menjadikan ISO 26000 sebagai pedoman mereka dalam menjalan CSR, karena di dalam definisi ISO 26000 sudah menjelaskan bahwa CSR merupakan tanggung jawab sosial yang harus dilakukan oleh perusahaan.

Didalam definisinya juga bahwa kegiatan CSR harus berkelanjutan dan perusahaan harus tetap berorientasi di dalam mencari keuntungan dan juga harus peduli terhadap sesama manusia. tujuan utama corporate social responsibility pada PT Pertamina (Persero) adalah untuk membangun reputasi perusahaan, melalui penerapan dan

pembuatan program – program CSR yang sifatnya berkelanjutan dan memberdayakan. Sedangkan untuk kelebihan dari CSR Pertamina sendiri dapat dilihat melalui banyaknya award yang diberikan kepada CSR PT Pertamina dan banyaknya program-program unggulan yang dijalankan.

4.6.7 Tujuan PT Pertamina membangun Brand Image di Desa Muara Ujung Tanjung Pasir Banten

Tujuan PT Pertamina membangun Brand Image positif di daaerah tersebut adalah untuk meningkatkan reputasi perusahaan.

Kalau dari segi ekonomi bahwa di daerah Tanjung Pasir PT Pertamina mempunyai produk berupa tenki avtur yang ditanam di dalam tanah berbentuk pipa dari desa Muara Ujung sampai ke bandara Soekarno-Hatta. Tujuannya adalah agar ada timbal balik dari kebaikan perusahaan ke masyarakat, kalau terjadi sesuatu dengan produk Pertamina tersebut maka warga tidak menyalahkan langsung perusahaan melainkan warga membantu dan juga untuk memudahkan akses komunikasi perusahaan tentang hal-hal yang terjadi dengan tenki avtur tersebut. Lalu untuk memperluas cakupan bisnis PT Pertamina melalui kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan. Tetapi tujuan ke masyarakatnya adalah untuk memberdayakan masyarakat, membantu perekonomian masyarakat, penghijauan bumi agar tidak terjadinya globalisasi. Dengan di tanamnya pohon Mangrove ini diharapkan dapat menahan abrasi yang mengkikis daratan di wilayah Desa Muara Ujung dan juga sebagai tempat ekowisata hutan Mangrove.

Dalam dokumen BAB 4 HASIL PENELITIAN (Halaman 41-46)

Dokumen terkait