• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

C. Strategi Pemasaran

2. Manfaat Strategi Pemasaran

Supriyono mengemukakan manfaat strategi pemasaran sebagai berikut:

a. Mengantisipasi masalah kesempatan masa depan pada kondisi perusahaan yang berubah dengan cepat.

b. Memberikan tujuan dan arah perusahaan pada masa depan dengan jelas kepada semua karyawan.

c. Membuat tugas para eksekutif puncak menjadi lebih mudah dan kurang berisiko

d. Memonitor segala sesuatu yang dikerjakan dan terjadi di dalam perusahaan, memberikan sumbangan terhadap kesuksesan perusahaan atau mengarah ke kegagalan.

12 Deliyanti Oentoro, Manejemen Pemasaran Modern, (Yogyakarta: Pres sindo, 2012), 1.

e. Memberikan informasi pada manajemen puncak dalam merumuskan tujuan akhir dan perusahaan dengan memperhatikan etika masyarakat dan lingkungan.

f. Membantu praktik-praktik manajer13 3. Bauran Pemasaran ( Marketing Mix)

Kotler dan Keller menyatakan bahwa bauran pemasaran adalah sekumpulan alat pemasaran yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pemasarannya dalam pasar sasarannya.14

Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenali istilah 4P, yaitu produk, harga, tempat, dan promosi, sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki alat pemasaran tambahan seperti orang, proses, dan bukti fisik, sehingaa dikenal dengan 7P yaitu product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Sebagai suatu bauran, unsur-unsur tersebut saling mempengaruhi satu sama lain sehingga bila salah satu tidak tepat pengroganisasianya akan mempengaruhi manajemen pemasaran secara keseluruhan.15

Kombinasi yang terdapat dalam komponen marketing mix harus dilakukan secara terpadu. Artinya pelaksanaan dan penerapan komponen ini harus dilakukan dengan mempehatikan antara satu komponen dengan komponen lainya. Karena antara satu komponen dengan komponen lainya

13 Nana Herdiana Abdurahman, Manajemen Strategi Pemasaran…, 198

14 Donni Juni Priansa, Komunikasi Pemasaran Terpadu Pada Era Media Sosial…, 38.

15 Rahmat Lupiyo, A. Hamdani, Manajemen Pemasaran Jasa Edisi 2, ( Jakarta: Salemba Empat, 2009), 70.

saling berkaitan erat guna mencapai tujuan perusahaan.16 Bauran pemasaran yang terdiri atas:

a. Product (Produk)

Philip Kotler mendifinisikan produk adalah suatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau dikomsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.17 Startegi produk dalam hal ini yaitu menetapkan cara dan penyedian produk yang tepat bagi pasar yang dituju, sehingga dapat memuaskan para konsumenya dan sekaligus dapat meningkatkan keuntungungan perusahaan.

Produk merupakan kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada para sasaran. Dalam perbankan, strategi produk yang dilakukan dalam mengembangkan suatu produk adalah sebagai berikut:18

1) Penentuan Logo dan Moto

Logo merupakan ciri khas suatu produk sedangkan moto adalah serangkaian kata-kata yang berisikan misi dan visi bank dalam melayani masyarakat. Logo dan moto juga sering disebut sebagai ciri produk. Pertimbangan dalam pembuatan logo dan moto yaitu memiliki arti, menarik perhatian dan mudah diingat.

16 Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta: Kencana 2004), 119.

17 Kasmir, Manajemen Perbankan, Edisi 1 (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006), 186.

18 Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta: Kencana, 2005), 136.

2) Menciptakan Merek

Karena jasa beranekaragam, maka setiap jasa harus memiliki nama.Tujuanya agar mudah dikenal dan diingat pembeli atau nasabah.

Merek merupakan sesuatu untuk mengenal barang dan jasa yang ditawarkan. Penciptaan suatu merek harus mempertimbangkan faktor-faktor antara lain mudah diingat, modern, memiliki arti dan menarik perhatian.

3) Menciptakan Kemasan

Kemasan merupakan pembungkusan suatu produk dalam dunia perbankan kemasan lebih di artikan kepada pemberi pelayanan dan jasa kepada para nasabah atau bentuk tawaran produk yang dapat menarik para nasabah.

b. Price (Harga)

Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan sesorang untuk mendaptkan hak menggunakan produk.19 Sedangkan menurut Bilson Simamura, harga adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan produk.20

Harga semata-mata tergantung kepada kebijakan perusahaan, tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal. Murah atau mahalnya harga suatu produk sangat relative sifatnya. Dengan

19 J.Supranto dan Nandan Limakrisma, Perilaku Konsumen dan Startegi Pemasaran Untuk Memenangkan Persaingan Bisnis, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2007), 12.

20 Bilson Simomura, Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable,(Jakarta:

Gramedia, 2003), 36.

membandingkan terlebih dahulu harga produk serupa yang diproduksi atau dijual perusahaan lain.21

Jadi dapat disimpulkan bahwa harga adalah biaya atau nilai yang harus dibayar sesorang untuk mendapatkan hak menggunakan produk.

Harga harus disesuaikan dengan kemampuan pembeli, dan harga harus sesuai dengan kualitas produk yang dikeluarkan oleh perusahaan agar dapat dijangkau oleh masyarakat, sehingga minat masyarakat membeli atau menggunakan produk tersebut semakin meningkat.

c. Place (Tempat)

Penentuan lokasi suatu cabang bank merupakan salah satu kebijakan yang sangat penting. Bank yang terletak dalam lokasi yang strategis sangat memudahkan nasabah dalam berurusan dengan bank.

Disamping lokasi yang strategis, hal lain juga yang mendukung lokasi tersebut adalah layout gedung dan layout ruangan bank itu sendiri penentuan layout yang baik dan benar akan menambah kenyamanan dalam berhubungan dengan bank.22

d. Promotion (Promosi)

Promosi merupakan kegiatan-kegiatan yang secara aktif dilakukan oleh perusahaan untuk mendorong konsumen membeli produk yang ditawarkan.23 Menurut M. Nur Rianto, Promosi merupakan komponen yang dipakai untuk memberitahukan dan

21 Pandji Anoraga, Pengantar Bisnis, Pengelolaan Bisnis Dalam Era Globlasisasi. (Jakarta:

Rineka Cipta 2007), 193.

22 Kasmir, Pemasaran Bank, (Jakarta: Kencana 2004), 145 23 Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis…, 222

mempengaruhi pasar bagi produk perusahaan, sehingga pasar dapat mengetahui tentang produk yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.24 Jadi dapat disimpulkan bahwa promosi adalah informasi yang memberi penjelasan untuk meyakinkan calon konsumen tentang produk atau jasa sehingga para konsumen yang sebelumnya belum mengetahui produk yang ditawarkan akan menjadi tahu. Dan yang sebelumnya tidak begitu tertarik menjadi tertarik. Sehingga promosi dapat menambah minat para konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkan.

Tanpa promosi jangan berharap nasabah atau calon nasabah dapat mengenal Bank. Promosi merupakan sarana yang paling ampuh untuk menarik minat masyarakat dan mempertahankan nasabahnya.

Tujuan promosi Bank adalah menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon nasabah baru. Promosi juga ikut mempengaruhi nasabah untuk membeli dan akhirnya promosi juga akan meningkatkan citra bank di mata para nasabahnya.

Menurut Philip kotler bauran promosi (promotion mix) terdiri dari lima unsur utama yaitu: pengiklanan, penjualan pribadi (personal selling), hubungan masyarakat dan piblisitas, pemasaran langsung dan promosi penjualan.25

1) Pengiklanan

Pengiklanan adalah bentuk presentasi dan promosi ide, barang atau jasa secara nonpersal oleh sponsor yang teridentifikasi. Bentuk

24 M. Nur Rianto Al-Arif, Dasar-dasar Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Alfabeta, 2010), 16.

25 Pandji Anoraga, Manajemen bisnis…, 222.

pengiklanan misalnya, adalah brosur dan booklet, poster, leaflet, billboard, bentuk audiovisual melalui media televisi, logo atau simbol.

2) Penjualan Pribadi (Personal Selling)

Penjualan pribadi merupakan interaksi langsung anatara satu atau lebih calon pembeli dengan tujuan melakukan penjualan.

3) Hubungan Masyarakat dan Publisitas

Suatu program yang didesain untuk mempromosikan atau melindungi imej perusahaan atau produk perusahaan secara individual. Misalnya melalui seminar, donator, dan sponsor kegiatan.

4) Pemasaran Langsung

Pemasaran langsung adalah menggunakn surat, telepon dan alat kontak nonpersal lainya untuk berkomunikasi atau mendapatkan respon dari pelanggan atau prospek tertentu. Bentuknya, antara lain yaitu melalui telemarketing, katalog, pos, elektronik, belanja melalui televisi dan lain sebagainya.

5) Promosi Penjualan

Promosi penjualan adalah insetif jangka pendek untuk mendorong mencoba atau membeli suatu produk. Bentuknya antara lain adalah pemberian sampel, kupon, hadiah, demonstrasi, dan lain sebagainya.

e. People (Orang)

Menurut hurryati Orang adalah orang-orang yang terlibat langsung dalam menjalankan segala aktivitas perusahaan, dan merukan

faktor yang memegang perana penting bagi semua organisasi. Menurut Zeithaml and Bitner orang adalah semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa sehingga dapat mempengaruhi persepsi pembelian. Elemen-elemen dari orang adalah pegawai perusahaan, konsumen, dan konsumen lain. Semua sikap dan penampilan karyawan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan penyampaian jasa.26

Jadi dapat disimpulkan bahwa orang sangat berpengaruh dalam Produksi maupun penyampaian jasa. Jika mempunyai kualitas yang baik sperti perilaku karyawan baik dalam cara berbicara, mengenakan pakaian yang rapih serta cara melayani konsumen maka akan memberikan kepuasan kepada para konsumen.

f. Process (Proses)

Proses adalah semua prosedur aktual, mekanisme, dan aliran aktifitas yang digunakan untuk menyampaikan jasa, elemen proses ini memliki arti suatu upaya perusahaan dalam menjalankan dan melaksanakan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan konsumen.27

Proses merupakan prosedur, mekanisme, dan kebiasaan dimana sebuah jasa diciptakan dan disampaikan kepada pelanggan, termaksud keputusan kebijakan tentang berapa keterlibatan pelanggan dan persoalan-persoalan keleluasaan karyawan. Manajemen proses merupakan aspek kunci penyempurnaan kualitas jasa.

26 Didin Fatihudin & Anang Firmansyah, Pemasaran Jasa (Strategi, Mengukur Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan), (Yogyakarta: 2019),189.

27 Ibid..,191

g. Physical Evidence (Bukti Fisik)

Bukti fisik adalah lingkungan fisik dimana jasa disampaikan dan diantara perusahaan dan konsumenya berinteraksi. Bukti fisik jasa mencakup semua hal yang berwujud berkenaan dengan semua jasa seperti brosur, kartu bisnis, format laporan, dan peralatan. Elemen dari Physical evidence termaksud seluruh aspek fasilitas fisik dari organisasi jasa yang terdiri dari atribut eksterior dan interior serta hal berwujud lainya.28

Jadi dapat disimpulkan bahwa bauran pemasaran memiliki unsur-unsur yang sangat berpengaruh dalam proses pemasaran karena unsur bauran pemasaran tersebut dapat mempengaruhi minat konsumen dalam melakukan keputusan pembelian. Pelayanan yang baik dari penyedia jasa (people) akan membentuk suatu minat pada masyarakat yang ingin menggunakan jasa dan layanan yang sama.

D. Analisis SWOT

1. Definisi Analisis SWOT

SWOT adalah akronim dari strenghs (kekuatan), weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), dan threats (ancaman), dimana SWOT dijadikan sebagai suatu model dalam menganalisis suatu organisasi yang berorientasi pada profit dan non profit dengan tujuan utama untuk mengetahui keadaan organisasi tersebut secara lebih komprehensif. 29

28 Danang Suyatno, dan Fathonah Eka Susanti, Manajemen Pemasaran Jasa, (Yogyakarta:

CAPS, 2015), 65.

29 Irham Fahmi, Manajemen Strategis, (Bandung: CV Alfabeta, 2015), 252.

Menurut Fredy Rangkuti, analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan.

Analisis ini didasarkan pada hubungan atau interaksi antara unsur internal, yaitu kekuatan dan kelemahan, terhadap unsur-unsur eksternal yaitu peluang dan ancaman.30

Analisis SWOT merupakan bentuk analisis situasi dan kondisi yang bersifat deskriptif (memberi gambaran). Analisis ini menempatkan situasi dan kondisi sebagai faktor masukan, kemudian dikelompokan menurut kontribusinya masing-masing. Analisis SWOT adalah alat analisis yang ditujukan untuk menggambarkan situasi yang sedang dihadapi atau mungkin akan dihadapi oleh organiasasi. Analisis didasarkan agar dapat memaksimalkan kekuatan (strenghs) dan peluang (opportanities), yang secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (treats).31

2. Manfaat Analisis SWOT

Manfaat atau kegunaan analisis SWOT adalah:

a. Mampu memberikan gambaran suatu organisasi dari empat sudut dimensi, yaitu strenghts, weaknesses, opprtunities, dan threats.

Sehingga pengambil keputusan dapat melihat dari empat dimensi ini secara lebih komprehensif.

b. Dapat dijadikan sebagai rujukan pembuatan rencana keputusan jangka panjang.

30 Arif Yusuf Hamali, Pemahaman Strategi Bisnis dan Kewirausahaan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2016), 107.

31 Arif Yusuf Hamali, Pemahaman Strategi Bisnis dan Kewirausahaan…, 108.

c. Mampu memberikan pemahaman kepada para stakeholders yang berkeinginan menaruh simpati bahkan bergabung dengan perusahaan dalam suatu ikatan kerjasama yang saling menguntungkan.

d. Dapat dijadikan penilai secara rutin dalam melihat progress report dari setiap keputusan yang telah dibuat selama ini.32

3. Tujuan Analisis SWOT

Penerapan SWOT pada perusahaan bertujuan untuk memberikan suatu panduan agar perusahaan menjadi lebih fokus, sehingga dengan penempatan analisis SWOT dapat dijadikan sebagai perbandingan pikir dari berbagai sudut pandang, baik dari segi kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman. Tujuan ini diperlakukanya analisis SWOT adalah dimana setiap produk yang ditawarkan pasti akan mengalami pasang surut atau yang lebih dikenal istilah dasar hidup produk (life cycle product).33 4. Formula Analisis SWOT

Untuk menganalisis secara lebih dalam tentang SWOT, maka perlu dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam analisis SWOT, yaitu:

a. Faktor Eksternal

Faktor eksternal ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and treats (O and T). dimana faktor ini menyangkut dengan kondisi-kondisi yang terjadi di luar perusahaan yang mempengaruhi dalam pembuatan keputusan perusahaan. Faktor ini mencakup lingkungan industri

32 Rachmat, Manajemen Strategi, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2014), 254.

33 Ibid., 254.

(industry environment), ekonomi, hukum, teknologi, kependudukan, dan sosial budaya.

b. Faktor Internal

Faktor ini akan mempengaruhi terbentuknya strengh and weaknesses (S and W) dimana faktor ini menyangkut kondisi yang terjadi dalam perusahaan, dimana hal ini turut mempengaruhi terbentuknya pembuatan keputusan (decision making) perusahaan. Faktor internal ini meliputi semua manajemen fungsional, pemasaran, keuangan, operasi, sumber daya manusia, penelitian dan pengembanagan, sistem informasi manajemen, dan budaya perusahaan (corporate culture).

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah jenis penelitian lapangan atau Field Research. Penelitian Lapangan adalah peneliti berangkat ke lapangan atau lokasi penelitian, tempat yang dipilih untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu keadaan ilmiah.1 Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan di Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung sebagai lokasi atau tempat peneliti melakukan penelitian.

2. Sifat Penelitian

Melihat dari permasalahan yang ada dalam penelitian ini, maka penelitian ini bersifat desrkiptif kualitatif. Penelitian kualitatif adalah suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami. Penelitian deskriptif adalah penelitian yang mendisrkipsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian, yang terjadi saat sekarang.2 Menurut husein Umar, deskriptif adalah menggambarkan sifat sesuatu yang berlangsung pada saat

1 Lexy J, Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2014), 26.

2 Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian: Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), 34.

penelitian dilakukan dan memeriksa sebab-sebab dari suatu gejala tertentu.3

Dengan penelitian deskriptif kualitatif ini digunakan untuk menggambarkan suatu fakta yang apa adanya. Sifat penelitian ini dimaksudkan untuk menggambarkan data dan informasi yang berhubungan dengan Strategi Pemasaran Tabungan iB Hijrah haji untuk menarik minat masyarakat yang dilakukan oleh Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung.

B. Sumber Data

Sumber data yang akan digunakan oleh peneliti ada dua jenis sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder.

1. Sumber Data Primer

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan kepada pengumpul data.4 Data primer dicari melalui narasumber atau responden yaitu orang yang kita jadikan objek penelitian atau orang yang kita jadikan sasaran mendapatkan informasi atau data.

Peneliti akan memperoleh data primer yang bersumber dari Bapak Januar Fadlillah selaku Branch Manajer, Bapak Bayu selaku Marketing Funding dan 10 Masyarakat umum sekitar lokasi Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung.

3 Husein Umar, Metodologi Penelitian Untuk Skripsi dan Texiz Bisnis, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2009), 22.

4 Sugiono, Metode Peneitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017), 225

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data Sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data ke pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen.5 Sumber data sekunder merupakan bahan-bahan atau data-data yang menjadi pelengkap atau penunjang dari sumber data primer.

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan beberapa referensi penunjang yang merupakan literatur terkait strategi pemasaran produk perbankan baik dari Buku-buku, jurnal, dokumen, website Bank Muamalat Indonesia yang menunjang penguatan data dan teori yang berkaitan dengan judul penelitian.

C. Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara

Wawancara adalah sebuah proses interaksi komunikasi yang dilakukan oleh setidaknya dua orang, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.6 Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semiterstruktur dimana dalam pelaksanaanya lebih bebas.

Tujuan wawancara ini adalah untuk menemukan permasalahan secara terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, peneliti perlu mendengarkan secara teliti dan mencatat apa yang dikemukakan oleh narasumber.7

5 Sugiono, Metode Peneitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D,Nasution…, 225.

6 Lexy J, Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Edisi Revisi..., 186.

7 Sugiyono, Metodologi Penelitian Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2010), 413.

Wawancara dalam proses penelitian ini akan dilakukan dengan Bapak Januar Fadlillah selaku Brand Manajer dan Bapak Bayu selaku Marketing Funding dan 10 Masyarakat umum disekitar Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung sebagai sampel untuk mengetahui apakah masyarakat umum sudah mengetahui tabungan iB Hijrah Haji dan untuk mengetahui minat masyarakat terhadap Tabungan iB Hijrah Haji. Metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif melalui wawancara dimaksudkan untuk mendalami dan lebih memahami suatu kejadian atau kegiatan subjek penelitian. Teknik wawancara ini dimaksudkan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan penelitian, peneliti memperoleh data yang dibutuhkan untuk penelitian Pemasaran Tabungan iB Hijrah untuk menarik minat masyarakat pada Bank Muamalat Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung.

2. Dokumentasi

Dokumentasi berasal dari kata dokumen yang artinya peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, yang dapat berupa gambar patung, film dan lain-lain.8

8 Sugiono, Metodologi Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D…, 240.

Data dari dokumentasi sangat bermanfaat bagi peneliti sebagai penyokong informasi dalam penelitian. Dokumen yang diperlukan dalam peneletian ini berupa, Data Nasabah, Brosur, Formulir, sejarah Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung yang dapat menunjang penelitian ini.

D. Teknik Analisis Data

Teknik yang digunakan peneliti dalam menganalisa data penelitian adalah teknik analisis data kualitatif dengan cara berfikir induktif. Teknik anilisis data kualitatif adalah upaya yang dilakukan peneliti dalam menganilisis data dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting, dan merumuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.9

Analisis data kualitatif bersifat induktif, berarti analisis berdasarkan fakta-fakta dari sejumlah data yang banyak dikumpulkan dan saling berhubungan. Peneliti dalam hal ini menyusun atau membuat gambaran yang semakin menjadi jelas, sementara data dikumpulkan dan bagian-bagianya diuji. Kemudian dapat dikembangkan menjadi hipotesis atau teori.10

Sehingga teknis analisis data kualitatif dengan cara berfikir induktif dapat peneliti artikan sebagai teknik menganalisis data dan informasi yang peneliti peroleh dari wawancara dan dokumentasi, dan mendeskripsikan dengan bahasa yang ilmiah berawal dari fakta-fakta khusus lalu diakhiri

9 Lexy J Moloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosakarya, 2009), 248.

10 Ibid.., 10-11.

dengan kesimpulan. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis mengenai fakta-fakta terkait Strategi Pemasaran tabungan iB Hijrah Haji untuk menarik minat masyarakat pada Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam.

ZA Pagar Alam Bandar Lampung

1. Sejarah Berdirinya Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam Bandar Lampung

Perbankan syariah pertama kali muncul di Mesir dengan nama Mith Ghamr, pemimpin perintid usaha ini Ahmad El Najjar mengambil bentuk sebuah bank simpanana yang berbasis Profit Sharing (pembagian laba) di kota Mith Ghamr pada tahun 1963. Karena gejolak politik saat itu operasional Mith Ghamr hanya bertahan hingga tahun 1967, dan saat itu sudah berdiri 9 bank dengan serupa dimesir.1

Bank syariah pertama Internasionla berdiri pada Islamic Devolepment Bank (IDB) yang disponsori oleh negara-negara yang tergabung dalam organisasi konferensi Islam (OKI). Tujuan utamanya adaalah menyediakan dan bagi proyek pembangunan di negara-negara anggotanya. IDB menyediakan jasa finansial berbasis fee dan profit sharing untuk negara-negara anggotanya, dan secara ekspelisit menyatakan diri berdasar nilai-nilai syariah.

PT Bank Muamalt Indonesia Tbk (“Bank Muamalat Indonesia “) memulai perjalanan bisninya sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia pada 1 November atau 24 Rabi’us Tsani 1412 H. Pendirian Bank

1 Hasil dokumentasi Bank Muamalat Indonesia Kantor Cabang Pembantu ZA Pagar Alam, pada 15 januari 2020

Muamalat Indonesia digagas oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan pengusaha muslim yang kemudian mendapat dukungan dari pemerintah Republik Indonesia sejak resmi beroperasi pada 1 Mei 1992 atau 27 syawal 1412 H, Bank Muamalat Indonesia terus berinovasi dan mengeluarkan produk-produk keauangan syariah seperti asuransi syariah (Asuransi Takaful), dana pensiun Lembaga Keuangan Muamalat (DPLK Muamalat) dan multifinance syariah ( Al-Ijarah Indonesia Finance) yang seluruhnya menjadi trobosan di Indonesia.

Selain itu produk bank yaitu Shar-E yang diluncurkan pada tahun 2004 juga merupakan tabungan instan pertama di Indonesia. Produk Shar-e Gold Debit Visa yang diluncurkan pada tahun 2011 tersebut mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Kartu Debit Syari’ah dengan teknologi chip pertama di Indonesia serta layanan e-channel seperti internet banking, mobile banking, ATM, dan cash management. Seluruh produk-produk tersebut menjadi pionir produk syariah di Indonesia dan menjadi tonggak sejarah penting di industri perbankan syariah.2

Pada 27 Oktober 1994, Bank Muamalat Indonesia mendapatkan izin sebagai Bank Devisa dan terdaftar sebagai perusahaan publik yang tidak listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada tahun 2003, Bank dengan percaya diri melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 5 (lima) kali dan

2 Di akses dilaman www.bankmuamalat.co.id, Pada 15 Januari 2020

merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan

merupakan lembaga perbankan pertama di Indonesia yang mengeluarkan

Dokumen terkait