2.5. Dental Cement
2.5.4. Manipulasi Dental Cement Zinc Phosphat
1. Pada umumnya tidak dilakukan alat ukur untuk penimbangan powder dan liquid, karena kekentalan yang diinginkan bisa
bervariasi menurut kebutuhan klinisnya, meskipun demikian harus diusahakan agar diperoleh perbandingan powder dan liquid yang konsisten untuk tujuan pemakaian tertentu. Harus dihindari adonan yang terlalu encer karena selain mempengaruhi kekuatan semen, juga mempunyai pH yang rendah serta lebih mudah larut.
2. Pencampuran dimulai dengan mencanpur sedikit bubuk ke dalam cairan dengan menggunakan alas aduk yang dingin akan
memperpanjang waktu kerja dan pengerasan. Powder ditambahkan liquid sedikit demi sedikit dalam waktu 1 hingga 1,5 menit. 3. Kemudian diaduk dengan gerakan memutar dengan menggunakan
spatel.
4. Hasil akhir semen yang telah set adalah heterogen terdiri dari inti paartikel zinc oksida yang tidak bereaksi yang dikelilingi oleh lapisan zinc phosphate. Selama setting dapat terjadi :
a. Pengeluaran panas, karena reaksi bersifat eksotermis b. Pengerutan /kontraksi
5. Semakin kental adonan semakin kuat hasil campuran maka untuk keperluan cavity lining hendaknya digunakan adonan yang kental. Untuk tujuan penyemenan dibutuhkan adonan yang encer sehingga memungkinkan semen mengalir sewaktu restorasi dipasangkan Zinc Oxide Eugenol
Semen ini dicampur dengan cara menambahkan sejumlah powder ke dalam liquid hingga diperoleh konsistensi kental. Perbandingan jumlah powder : liquid berkisar 4:1 atau 6:1 akan menghasilkan semen dengan sifat-sifat yang dikehendaki dan agar didapat adonan berbentuk dempul. Pencampuran dapat dilakukan pada glass slab tipis dan menggunakan spatula logam yang tahan karat.
Zinc polycarboxilate
a. Cara manipulasi untuk basis
1. Perbandingan rasio powder dan liquid disesuaikan dengan petunjuk pabrik atau 3:2 . semen harus dicampur pada permukaan yang tidak menyerap cairaan.
2. Cairan tidak boleh dikeluarkan sebelum pengadukan karena bila kontak dengan udara akan terjadi penguapan air sehingga menaikkan viskositas.
3. Bubuk dicampur cepat dalam waktu 30-40 detik dengan spatula semen dan diaduk dengan putaran melawan jarum jam. Lebih baik
mengggunakan glass plate daripada paper pad karena dapat didinginkan guna memperlambat waktu setting.
4. Setelah terbentuk adonan yang tidak cair, tidak padat, dan mengkilap, tempatkan adonan yang menggunakan explorer pada tumpatan yang telah diberi semen zinc eugenol sebagai subbasis. Untuk mencegah semen melekat ke instrument diberi bubuk kering bukan alcohol. Untuk membentuk semen pada cavitas digunakan stopper semen.
b. Cara manipulasi untuk penyemenan
1. Perbandingan powder : liquid mengikuti petunjuk pabrik, berkisar 1,5:1
2. Pencampuran secepat mungkin 30 detik sampai homogen dan terlihat pasta cukup kental, camuran semen tampak berkilau. 3. Bila selama pencampuran terlihat buram berbenang-benang oleh
karena terlalu cepat setting atau perbandingan yang tidak tepat. 4. Aplikasikan pada restorasi segera
5. Tekan restorasi sampai kelebihan semen keluar 6. Buang segera kelebihan semen
7. Bersihkan segera instrument yang dipakai 8. Waktu pengerasan; 2,5 – 5 menit
Semen silikat
1. Pencampuran cepat dan sekental mungkin dengan glass slab dingin dan spatula logam dan plastic, dengan tujuan dapat memperlambat waktu setting. Rasio yang digunakan 1,6 gr/0,4 ml.
2. Kemudian bubuk dimasukkan ke dalam cairan dalam waktu 1 menit, diaduk sampai konsistensi dempul.
3. Setelah pencampuran akan terjadi setting : a. Terbentuk gel silica hidrat
b. Terjadi reaksi asam basa, pengerasan 24 jam
4. Waktu setting tergantung komponen bahan, untuk partikel yang lebih halus maka setting time-nya lebih cepat. Apabila waktu pencampuran
lama, hilangnya air dari cairan, dan ratio p/l rendah, maka terjadi setting lambat,
Semen silikofosfat
Proses pemanipulasian semen silikofosfat sama dengan semen silica dan semen phosphate.
a. Pemanipulasian manual
1. Rasio bubuk dan cairan adalah 2,2 gr : 1 ml.
2. Tempat pencampuran bubuk dengan cairan menggunakan glass slab yang tebal dan dingin, juga menggunakan spatula bahan plastic.
3. Pengadukan dilakukan dengan teknik memutar (circular) selama 1 menit.
4. Kemudian bubuk dicampurkan ke dalam cairan sedikit untum mendapatkan konsistensi yang diinginkan.
b. Pemanipulasian mekanis
1. Dengan menggunakan alat amalgamator
2. Bahan yang tersedia dalam bentuk bubuk dan cairan dalam satu wadah terpisah dengan sekat.
3. Sekat dapat hancur dengan adanya tekanan dari amalgamator 4. Waktu pencampuran disesuaikan dengan keinginan konsistensi
yang ingin didapat.
Semen ionomer kaca modifikasi resin
Diawali dengan polimerisasi gugus-gugus metakrilat untuk
mengakomodasi bahan-bahan yang mampu berpolmerisasi, kandungan air sedikit. 4
BAB 3 KESIMPULAN
Resin komposit termasuk bahan tumpatan langsung yang sewarna dengan gigi.
Resin komposit digunakan untuk menggantikan struktur gigi yang hilang serta memodifikasi warna dan kontur gigi, serta menambah estetis.
Resin komposit terdapat 4 jenis yaitu: komposit tradisioal, komposit bahan pengisi, resi kmposit berbahan pengisi partikel
Resin kpmposi memliki sifat fisik yaitu: warana, strength, dan setting
Sifat mekanis resin komposi yaitu adhesi, kekuatan dan kehausan
Kelebihan dari resin komposit : Warna resni komposit sewarna dengan gigi, memiliki nilai estetik,yang tinggi
Jenis amalgam yaitu : berdasarkan kandungan tembanga, berdasarkan kandungan seng, berdasaran bentuk partikel alloy dan bedasarkan jumlah alloy
Berdasarkan kandungan tembaga yaitu: low capper alloys dan high capper alloy
Berdasarkan kandungan seng yaitu : zinc, containing alloy dan zin,free alloy
Berdasarkan bentuk partikel yaitu: latle cut alloy dan spherical alloy
Berdasarkan jumlah alloy yaitu : binary alloy, ternary alloy dan guarteary alloy
Sifat fisik amalgam yaitu : creep, stabilias demesional dan defusi termal
Sifat kimia amalgam yaitu: reaksi elektrokimia, korosi
Sifat biolgi amalgam alergi dan toksisitas
Sifat mekanis dari amalgam yaitu: kekuatan
Kelebihan dari amalgam adalah tahan lama, kekuata terhadap tekanan kunyah paling baik
Kekurangan dari amalgam adalah:tidaj estetik, tidak bersifat adhesi terhadap jaringan gigi, dan sensitif terhadap rasa panas dan dingin setelah tumpatan
Cara manipulasi amalgam terdapat 5 tahap yaitu : proportioming, triturasi, kondensasi, termming dan carving, polishing
GIC mempunyai 3 tipe yaitu : tipe 1 (lutting), tipe II (restorative) dan tipe III (lining or base)
Mekanisme adhesi adalah kempuan untuk berikatan GIC dengan struktur gigi
Cement kedokteran gigi adalah
Jenis cement kedokteran gigi yaitu : oksidasienqeunol, seng fotfat dan polikarboksilat
Kelebihan cement kedokteran gigi : kemampuan berikatan dengan dentin dan enamel, tidak irisitas, estetik, dll
Kekurangan cement kedoteran gigi yaitu : tidak tahan terhadap kunyah yang besar, kekerasan kurang baik, dapat larut dalam air dan asam