LANDASAN TEOR
NO JENIS KELUHAN TINGKAT KELUHAN Tidak
3.1.10. Manual Tasks Risk Assessment (MANTRA)
MANTRA (Manual Tasks Risk Assessment) merupakan metode yang berguna untuk menilai faktor-faktor resiko yang terjadi pada pekerja saat melakukan pekerjaan. Waktu relatif penggunaan empat bagian tubuh yang terdiri dari lengan bawah, punggung, leher, atau bahu, dan lengan, pergelangan tangan, atau tangan. Dihitung terhadap waktu total pekerjaan dalam satu hari, kemudian juga dilakukan analisis mengenai sejauh mana pekerjaan tersebut memiliki karakteristik pengulangan (pengukuran waktu siklus dan waktu durasi), pengerahan usaha (pengukuran gaya dan kecepatan), kecanggungan postur, dan getaran. Nilai tersebut mengindikasikan resiko tinggi atau cedera yang kumulatif.
Di aplikasikan untuk mengevaluasi resiko cedera (baik yang bersifat mendadak maupun kumulatif) yang dialami oleh pekerja di saat melakukan pekerjaannya. Dan batasan kesimpulan penilaian ini hanya dapat diterapkan pada individu yang di teliti, bukan pada populasinya.
3.1.10.1. Cara Kerja Metode MANTRA 3.1.10.1.1. Pengukuran Total Waktu
Total waktu merupakan rata-rata dari waktu kerja suatu pekerjaan dilakukan dalam suatu hari tertentu. Adapaun tabel pengukuran total waktu dapat dilihat dibawah ini.
Tabel 3.3. Pengukuran Total Waktu
Jam/hari 0-2 Jam/hari 2-4 Jam/hari 4-6 Jam/hari 6-8 Jam/hari >8 Jam/hari Skor 1 2 3 4 5
3.1.10.1.2. Pengukuran Faktor Resiko Yang Berulang
Pengulangan dinilai dengan mengevaluasi waktu siklus dan durasi suatu tugas pada setiap bagian tubuh. Waktu siklus merupakan durasi waktu dari suatu tugas yang dikerjakan lebih dari satu kali tanpa adanya gangguan. Durasi adalah waktu dimana tugas memiliki siklus berulang dilakukan tanpa satu atau banyak gangguan. Kode durasi akan selalu sama untuk setiap bagian dari tugas tertentu. Waktu siklus dan kode durasi dicantumkan dalam tabel untuk menentukan nilai dari factor resiko yang berulang. Adapun tabel pengukuran faktor resiko yang berulang dapat dilihat dibawah ini.
Tabel 3.4. Pengukuran Waktu Siklus
Waktu
Siklus >5 menit 15 menit
30 detik s/d 1 menit
10 detik s/d
30 detik < 10 detik
Skor 1 2 3 4 5
Sumber : Jurnal Internet
Tabel 3.5. Pengukuran Waktu Durasi
Waktu Durasi <10 menit 10 menit s/d 30 menit 30 menit s/d 1 jam 1 jam s/d 2 jam > 2 jam Skor 1 2 3 4 5
Sumber : Jurnal Internet
Faktor resiko yang berulang ditentukan dengan mencantumkan skor dari waktu siklus dan waktu durasi pada tabel faktor resiko yang berulang.
Tabel 3.6. Faktor Resiko Yang Berulang
Skor Waktu Siklus
Skor Waktu Durasai
1 2 3 4 5 1 1 1 2 3 4 2 1 2 3 4 4 3 2 3 4 4 5 4 2 3 4 5 5 5 3 4 5 5 5
3.1.10.1.3. Pengukuran Faktor Resiko Akibat Pengerahan Tenaga
Faktor resiko pengerahan tenaga dapat dinilai dengan mengevaluasi gaya dan kecepatan untuk setiap bagian tubuh. Sama halnya dengan faktor resiko yang berulang dengan durasi dan siklus waktu, nilai dari faktor resiko akibat pengerahan tenaga ditentukan dari skor gaya dan kecepatan yang dicantumkan dalam tabel. Gaya merupakan penilaian dari usaha penggunaan otot pada suatu bagian selama pekerjaan dilakukan dengan gaya maksimum yang dapat digunakan oleh seseorang saat bekerja. Pekerjaan yang dilakukan dalam waktu yang singkat dan dengan gaya yang sedang dinilai sama dengan pekerjaan yang dilakukan dalam durasi yang lama dengan gaya yang sedang, karena pengukuran durasi dilakukan secara terpisah. Kecepatan dinilai dari rata-rata keseluruhan gerakan saat melakukan kerja. Contohnya, bila suatu tugas kebanyakan membutuhkan gerakan yang lambat dengan beberapa elemen cepat, itu akan dinilai sebagai langkah sedang dan akan mendapatkan skor 2. Skor 3 akan diberikan hanya pada pekerjaan statis utama.
Adapun tabel pengukuran faktor resiko akibat pengerahan tenaga dapat dilihat dibawah ini.
Tabel 3.7. Pengukuran Gaya
Jenis Gaya Lambat Sedang Cepat
Skor 1 2 3 4 5
Sumber : Jurnal Internet
Tabel 3.8. Pengukuran Kecepatan
Jenis
Kecepatan Lambat Sedang
Tidak Ada Gerakan
Cepat Dan Tenang
Cepat dan Tidak Tenang
Skor 1 2 3 4 5
Faktor resiko akaibat pengerahan tenaga ditentukan dengan mencantumkan skor-skor dari gaya dan kecepatan pada tabel faktor resiko akibat pengerahan tenaga.
Tabel 3.9. Faktor Resiko Akibat Pengerahan Tenaga
Skor Gaya Skor Kecepatan
1 2 3 4 5 1 1 1 2 3 4 2 1 2 3 4 4 3 2 3 4 4 5 4 2 3 4 5 5 5 3 4 5 5 5
Sumber : Jurnal Internet
3.1.10.1.4. Pengukuran Faktor Resiko Kekakuan
Kekakuan didefinisikan sebagai derajat deviasi dari tulang sendi. Semakin besar deviasi, semakin besar pula tingkat bahayanya. Penilaian dilakukan untuk keseluruhan tugas, oleh karena itu harus menampilkan rata-rata dari berbagai posisi tubuh untuk setiap bagian tubuh ketika melakukan pekerjaan.
3.1.10.1.5. Pengukuran Faktor Risiko Getaran
Dalam mengevaluasi suatu pekerjaan yang menimbulkan faktor resiko getaran harus mempertimbangkan kedua faktor yaitu Keseluruhan tubuh dan getaran bagian tubuh. Getaran pada keseluruhan tubuh akan berdampak pada lengan bawah dan tulang belakang ketika getaran pada bagian tubuh menyerang kaki dan tangan bagian atas. Penilaian dilakukan untuk keseluruhan tugas, oleh karena itu harus ditampilkan durasi rata-rata dan tugas tersebut.
3.1.10.1.6. Interpretasi Penilaian
Untuk setiap bagian tubuh, skor untuk total waktu, pengulangan, pengerahan tenaga, kekakuan dan getaran dijumlahkan. Jumlah dari skor untuk setiap bagian tubuh disebut risiko kumulatif, dan memiliki rentang antara 5-25. tindakan lebih lanjut perlu dilakukan bila salah satu bagian tubuh memiliki :
- Nilai faktor risiko untuk pengerahan tenaga sebesar 5 atau
- Jumlah dari nilai pengerahan tenaga dan kekakuan sebesar 8 atau lebih atau
- Nilai kumulatif risikop dari keseluruhan tubuh sebesar 15 atau lebih. Nilai tersebut dapat membantu memprioritaskan tugas untuk penilaian/ pengontrolan yang dianjurkan. Demikian juga, skor merefleksikan risiko terbesar sehingga kita dapat memperhatikan bagian tubuh yang harus diperhatikan dan dikontrol.
Adapun beberapa prosedur penerapan yang dilakukan sebagai berikut : 1. Sebelum memulai penilaian, analis harus mengetahui pekerjaan yang akan
dianalisis, meliputi tujuan utama, proses kerja, peralatan, dan denah kerja. Amati pekerjaan dan diskusikan metode-metode pengerjaan yang dilakukan. 2. Peralatan yang membantu dalam menilai karakteristik tugas, seperti stop watch
atau pengukur waktu, skala, pita ukuran, dan kamera. Video kamera sangat berguna untuk melihat kembali pekerjaan kita.
3. Bagi pekerjaan ke dalam tugas-tugas. Untuk setiap tugas, beri penilaian pada karakteristik tugas yang bersifat kritis; waktu total, durasi, waktu siklus, gaya,
bagian tubuh untuk keseluruhan tugas (sebagai lawan dari penilaian terhadap elemen-elemen tugas individual).