Maqashid Syariah dan Ekonomi Islam
C. MAQASHID SYARIAH DALAM EKONOMI ISLAM
Tujuan utama dalam setiap perekonomian ialah kesejahteraan. Kesejahteraan hanya dapat diwujudkan apabila aspek kedaulatan ekonomi dan tata kelola perekonomian terpenuhi dengan baik. Oleh karenanya, membangun kedaulatan ekonomi dan tata kelola perekonomian yang baik merupakan prasyarat utama bagi tercapainya kondisi kesejahteraan masyarakat dan bangsa (Beik dan Arsyanti, 2016).
Kedaulatan ekonomi dapat ditegakkan melalui kebijakan ekonomi yang berbasis pada konsep mashlahah. Mashlahah adalah suatu konsep yang mendasarkan pada dua
aspek utama, yaitu manfaat dan berkah. Kemaslahatan akan tercapai ketika yang muncul dari sebuah proses adalah kemanfaatan dan keberkahan. Suatu proses pembangunan ekonomi haruslah berorientasi pada pencapaian mashlahah yang lebih besar bagi masyarakat.
Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan yang dihasilkan dapat membawa manfaat dan keberkahan (Beik dan Arsyanti, 2016).
1. Kebijakan tersebut harus sesuai dengan maqashid syariah.
2. Dasar orientasi kebijakan tersebut adalah pada perlindungan kepentingan kaum dhuafa.
Selain aspek kedaulatan ekonomi, aspek kedua yang dapat mengakselerasi terwujudnya kesejahteraan adalah aspek tata kelola perekonomian. Tata kelola ini merupakan variabel yang sangat penting, karena terkait dengan bagaimana mengelola suatu perekonomian. Terdapat tiga hal yang tidak dapat dipisahkan dari aspek tata kelola ini, yaitu: transparansi, profesionalitas, dan akuntabilitas.
Transparansi merupakan hal yang sangat mendasar, hal ini berkaitan dengan keterbukaan dan kemudahan publik dalam mengakses informasi. Masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan harus memiliki ruang untuk mengakses beragam informasi yang relevan serta memberikan masukan dan saran bagi perbaikan kinerja perekonomian. Hal kedua berkenaan dengan aspek tata kelola ialah profesionalitas.
Profesionalitas merupakan prinsip dasar yang akan menjamin bekerjanya mesin perekonomian, serta menentukan kualitas output yang dihasilkannya. Profesionalitas akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan perekonomian dalam mencapai tujuannya.
Sedangkan hal ketiga berkenaan dengan aspek tata kelola ialah akuntabilitas atau pertanggungjawaban. Ajaran Islam ialah ajaran yang sangat menekankan pentingnya pertanggungjawaban baik pertanggungjawaban administratif dan etika di dunia maupun pertanggungjawaban nanti di akhirat. Pertanggungjawaban administratif merupakan instrumen yang menjamin setiap rupiah yang dikeluarkan akan selaras dengan tujuan pembangunan ekonomi tanpa terkontaminasi oleh korupsi dan penyalahgunaan wewenang.
Tujuan pembangunan ekonomi dalam perspektif ekonomi Islam berbeda dengan tujuan pembangunan ekonomi dalam perspektif ekonomi konvensional. Pembangunan ekonomi konvensional hanya berorientasi pada aspek materiil semata, sedangkan pencapaian pembangunan ekonomi Islam harus berorientasi pada maqashid syariah.
Ekonomi Islam lebih memiliki perspektif yang lebih holistik dalam suatu proses pembangunan ekonomi di masyarakat. Maqashid syariah yang pada akhirnya akan mampu membedakan pembangunan ekonomi dalam perspektif ekonomi Islam dengan perspektif ekonomi konvensional.
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!
1) Sebutkan syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan yang dihasilkan dapat membawa manfaat dan keberkahan!
2) Sebutkan tiga batasan mashlahah dalam syariah Islam!
3) Sebutkan tujuan utama maqashid syariah!
Petunjuk Jawaban Latihan
1) Terdapat dua syarat yang harus dipenuhi agar kebijakan yang dihasilkan dapat membawa manfaat dan keberkahan, yaitu: (a) kebijakan tersebut harus sesuai dengan maqashid syariah; (b) dasar orientasi kebijakan tersebut adalah pada perlindungan kepentingan kaum dhuafa.
2) Terdapat tiga batasan mashlahah dalam syariat Islam, yaitu: (a) mashlahah itu termasuk bagian dari maqashid syariah; (b) mashlahah tidak bertentangan dengan Al-Quran dan as-sunah; (c) mashlahah tidak bertentangan dengan mashlahah yang lebih besar.
3) Tujuan utama maqashid syariah ialah terletak pada perwujudan kemaslahatan manusia yang terletak pada perlindungan terhadap agama (dien), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan kekayaan (maal).
1. Tujuan utama maqashid syariah ialah terletak pada perwujudan kemaslahatan manusia yang terletak pada perlindungan terhadap agama (dien), jiwa (nafs), akal (aql), keturunan (nasl), dan kekayaan (maal).
2. Tingkatan urgensi dan kepentingan maslahah ada 3 (tiga), yaitu: (a) Dharuriyat, yaitu kebutuhan yang harus dipenuhi, yang jika tidak dipenuhi maka akan membuat kehidupan menjadi rusak; (b) Hajiyat, yaitu kebutuhan yang sebaiknya dipenuhi, yang jika tidak dipenuhi akan mengakibatkan kesulitan; (c) Tahsinat, kebutuhan pelengkap, yang jika tidak dipenuhi akan membuat kehidupan menjadi kurang nyaman.
3. Maqashid syariah memberikan manfaat sebagai berikut: (a) Bisa memahami nash-nash Al-Quran dan Hadis beserta hukumnya secara komprehensif; (b) Bisa mentarjih salah satu pendapat fuqaha berdasarkan maqashid syariah sebagai salah satu standar (murajjihat); (c) Memahami ma’alat (pertimbangan jangka
panjang) kegiatan dan kebijakan manusia, serta mengaitkannya dengan ketentuan hukumnya.
4. Kesejahteraan sebagai tujuan utama pembangunan dapat dicapai apabila aspek kedaulatan ekonomi dan tata kelola perekonomian yang baik dapat diwujudkan secara nyata. Oleh karenanya, membangun kedaulatan ekonomi dan tata kelola perekonomian yang baik merupakan prasyarat utama bagi tercapainya kondisi kesejahteraan masyarakat dan bangsa.
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1) Salah satu contoh tahsninat dalam aktivitas ekonomi ialah ....
A. pangan B. pendidikan C. kesehatan D. traveling
2) Tujuan utama yang ingin dicapai dalam setiap perekonomian ialah ....
A. transparansi B. profesionalisme C. akuntabilitas D. kesejahteraan
3) Kebutuhan yang harus dipenuhi, yang jika tidak dipenuhi maka akan membuat kehidupan menjadi rusak disebut dengan ….
A. tahsiniyat B. dharuriyat C. hajjiyat D. mudharat
4) Contoh perbuatan tersebut memiliki mafsadat yang besar ialah ....
A. kecurangan pemilu B. pengentasan kemiskinan C. pemerataan pendapatan D. membangun infrastruktur
5) Jika mashlahah didasarkan pada qiyas, tetapi bertentangan dengan nash qathi’
dan sharih, maka qiyas tersebut adalah ....
A. qiyas fasid B. qiyas ahsan
C. qiyas yang diterima D. qiyas mashlahah
Cocokkanlah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Tes Formatif 4 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar. Kemudian, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Belajar 4.
Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan modul selanjutnya. Bagus! Jika masih di bawah 80%, Anda harus mengulangi materi Kegiatan Belajar 4, terutama bagian yang belum dikuasai.