beranggotakan manajemen senior Bank turut aktif dalam melaksanakan fungsi pengawasan terhadap kegiatan manajemen risiko pasar. Untuk mewujudkan tata kelola risiko pasar yang sehat, maka kolaborasi manajemen lintas fungsional dan pendekatan manajemen risiko yang terstruktur merupakan elemen penting dalam manajemen risiko pasar yang efektif.
Dalam memitigasi risiko-risiko yang mungkin muncul, pelaksanaan pengelolaan manajemen risiko pasar merupakan upaya-upaya untuk meminimalkan
MARKET RISK MANAGEMENT
In managing market risk, Bank OCBC NISP applies clear segregation of responsibilities between risk-taking units (business/first line of defense) and risk monitoring units (risk/second line of defense). Market & Liquidity Risk Management (MLRM) Division as an independent market risk-monitoring unit (second line of defense) is involved in the analysis and control of market risk on daily basis, as well as in the implementation of the market risk management framework. Among MLRM’s responsibilities is to develop risk management that assure effective identification, assessment, monitoring and control functions for market risk, through formulation of policies and limits, and through risk reports. Whilst an internal audit unit (third line of defense) offers an independent opinion on the adequacy and effectiveness of risk management and internal control, and ensures compliance with policies set by the Board of Commissioners.
The Market Risk Management Committee (MRMC), whose members comprise of the Bank’s senior management, plays an active role in supervising market risk management activities. To realize a sound market risk governance, the cross-functional management collaboration and a structured approach to risk management are essential components of an effective market risk management.
In order to minimize potential losses from the Bank’s trading book and banking book (Available For Sale/ AFS) activities, market risk management process has
dampak kerugian Bank yang berasal dari kegiatan trading book dan banking book (Available For Sales/ AFS). Risiko ini disebabkan oleh perubahan faktor pasar seperti perubahan suku bunga dan nilai tukar. Untuk pengelolaan risiko pasar yang timbul dari kegiatan di trading book, Bank menetapkan berbagai limit yang sesuai dengan risk appetite di trading book. Diantaranya berupa Sensitivity Limit (PV01), Posisi Devisa Neto (PDN), Value at Risk (VaR), Management Action Trigger (MAT),
dan Stop Loss Limit (SL). Bank juga menetapkan PV01
Limit dan MAT untuk pengelolaan risiko pasar di banking book (AFS).
Valuasi atas portfolio trading book dan portfolio banking book (AFS) dilakukan dengan menggunakan kuotasi harga pasar dari instrumen yang aktif diperdagangkan di pasar (mark-to-market) yang diperoleh dari sumber independen secara harian. Sedangkan untuk instrumen yang tidak memiliki kuotasi harga pasar (instrumen yang tidak aktif diperdagangkan di pasar), maka Bank menggunakan pendekatan mark-to-model dalam proses valuasi.
Saat ini, Bank OCBC NISP menggunakan Metode Standar (Standardize Approach) dalam memperhitungkan risiko pasar dalam perhitungan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM). Sesuai dengan pedoman yang ditetapkan oleh regulator, risiko pasar yang wajib dihitung oleh Bank adalah risiko suku bunga di trading book dan risiko nilai tukar di trading book dan banking book.
Cakupan portfolio yang diperhitungkan dalam KPMM
adalah :
1. Posisi trading yang terekspos risiko suku bunga,
seperti surat berharga, kontrak valuta asing forward dan swap, Interest Rate Swap, Cross Currency Swap, dan kontrak Futures.
2. Posisi valuta asing Bank.
been established. Market risk may arise from changes in market factors such as changes in interest rates and exchange rates. For market risk arising from activities in the trading book, the Bank sets limits in accordance with the risk appetite in the trading book. Among them are Sensitivity Limit (PV01), Net Open Position, Value at Risk (VaR), Management Action Trigger (MAT), and Stop Loss Limit (SL). The Bank also establishes PV01 Limit and MAT for managing market risk in the banking book (AFS).
Valuation of the trading book and banking book (AFS) portfolio is done by using the quoted market prices of actively traded instrument (mark-to-market) obtained from independent sources on a daily basis. As for the instruments that do not have quoted market prices (nonactively traded instruments), the Bank uses the mark-to-model approach for valuation.
Currently, Bank OCBC NISP uses the Standardized Approach in calculating market risk for the Minimum Capital Requirement (CAR). Aligned with guidelines set by regulating authorities, the Bank shall calculate market risk by interest rate risk in the trading book and currency risk in the trading and banking books.
The scope of portfolio included in calculating CAR is as follows:
1. Trading book position exposed to interest rate risk, such as securities, foreign exchange forward contracts and swaps, Interest Rate Swaps, Cross Currency Swaps, and Futures contracts.
From Manag emen t Good C orpor ate Go vernanc e Business R evie w Financial R evie w Corpor ate Da ta
Pengungkapan Risiko Pasar dengan Menggunakan Metode Standar
Dalam jutaan Rp
Market Risk Disclosure Using Standard Method
In million IDR
No Jenis Risiko /Risk Type
31 Desember 2014 | December 31, 2014 31 Desember 2013 | December 31, 2013
Bank Bank
Beban Modal /
Capital Charge ATMR /RWA Beban Modal /Capital Charge ATMR /RWA
1 Risiko Suku BungaInterest Rate Risk 112,434 1,405,425 34,802 435,019
a. Risiko Spesifik
Specific Risk 14,023 175,288 657 8,210
b. Risiko Umum
General Risk 98,411 1,230,138 34,145 426,809
2 Risiko Nilai TukarForeign Exchange Risk 11,597 144,963 4,550 56,875
3 Risiko Ekuitas *)Equity Risk - - -
-4 Risiko Komoditas *)Commodity Risk - - -
-5 Risiko OptionOption Risk - - -
-TOTAL 124,031 1,550,388 39,352 491,894
*) untuk bank yang memiliki perusahaan anak yang memiliki eksposur risiko dimaksud For banks having subsidiaries with above risk exposure.
Pada tahun 2013, Bank mulai melakukan kajian terhadap proses perhitungan kecukupan modal secara internal
atau Internal Capital Adequacy Assessment Process
(ICAAP), seperti yang disyaratkan dalam SE BI No.14/37/ DPNP tahun 2012. Pada tahap awal implementasi perhitungan ICAAP ini, prioritas utama Bank adalah
dalam hal penyusunan framework dan pelaporan ke
regulator.
Sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi Surat Berharga khususnya Surat Berharga Korporasi yang dilakukan oleh Bank, MLRM melakukan inisiatif untuk
menerapkan Sensitivity Limit untuk perubahan credit
spread (CS01) yang telah diimplementasikan oleh Bank
untuk limit di tahun 2014. Selain itu, untuk menjaga
keefektifan dan kesesuaian proses pengendalian manajemen risiko pasar, maka Bank melakukan kaji ulang, evaluasi dan melakukan pengkinian secara berkala terhadap kebijakan, prosedur, strategi dan kerangka manajemen risiko.
Dalam mendukung pengelolaan manajemen risiko pasar, MLRM menyusun Laporan Harian, Bulanan dan Kuartalan. Laporan Harian diantaranya: Laporan Utilisasi Limit (PV01, CS01, VaR, NOP, Stop Loss, dan MAT), Holding Period Monitoring, dan Off Market Report (FX, Marketable Securities dan Instrument Illiquid). Laporan Bulanan dan Kuartalan diantaranya: Risk Profile, Realisasi Rencana Bisnis Bank, Key Risk Indicator Report.
In 2013, the Bank started to review and assess the process of calculating capital adequacy internally or known as Internal Capital Adequacy Assessment Process (ICAAP), as required by BI Circular No.14/37/DPNP of 2012. The main priority of the initial phase in implementing calculation of ICAAP was preparing the framework and reporting to regulating authorities.
In line with the increased activity of transaction of securities, especially corporate securities, which the Bank carried out, MLRM initiated to apply Sensitivity Limit for changes in credit spread (CS01) and had been implemented by the Bank on limit in 2014. In addition, to maintain the effectiveness and alignment to the process of managing market risk, the Bank reviewed, evaluated and periodically updated policy, procedure, strategy and risk management framework.
In order to support market risk management, MLRM prepares daily, monthly and quarterly reports. Daily reports include: Limit Utilization Report (PV01, CS01, VaR, NOP, Stop Loss, and MAT), Holding Period Monitoring, and Off Market Report (FX, Marketable Securities and Illiquid Instrument). Monthly and quarterly reports include: Risk Profile, Bank Business Plan Realization, Key Risk Indicator Report.
Untuk mendapatkan gambaran kerentanan portofolio,
Bank melakukan simulasi melalui Portfolio Stress
Test secara periodik (bulanan). Simulasi ini dilakukan berdasarkan skenario perubahan kurs, skenario fluktuasi
suku bunga, maupun historical stress test berdasarkan
data krisis di Asia tahun 1998. Hasil simulasi Stress Test ini disajikan dalam MRMC sebagai bahan bagi senior manajemen untuk mengambil keputusan bisnis. Persaingan pasar yang semakin ketat, menuntut Bank untuk dapat berkompetisi dengan margin yang semakin kecil. Bank dituntut untuk dapat berinovasi agar dapat memberikan nilai tambah lebih bagi nasabah. Produk-produk perbankan, terutama Produk-produk tresuri akan semakin kompleks dan berisiko. Sementara dengan kondisi ekonomi global yang masih belum pasti, Bank dituntut untuk dapat mengenali risiko dan mengelola risiko dengan lebih baik.
Melalui berbagai pengembangan yang dilakukan selama tahun 2014, baik dalam proses kerja dan metodologi, MLRM dapat memberikan dukungan yang lebih baik, proses yang lebih efisien, serta infrastruktur yang lebih baik dan kontrol yang lebih efektif kepada unit bisnis (Tresuri) dalam proses mengelola risiko pasar dan pencapaian rencana kerja. Dengan demikian, Bank secara keseluruhan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan, melalui produk yang disediakan oleh Bank saat ini, maupun produk-produk turunan lainnya yang dibutuhkan oleh pelanggan namun belum tersedia di Bank saat ini.
Selain itu, MLRM juga meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya untuk selalu dapat mengembangkan dan mengaplikasikan fungsi manajemen risiko secara komprehensif baik dalam hal pengukuran maupun kontrol yang diterapkan.