• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

3 Masyarakat Muslim

Artinya:“Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir: pada tiap bulir tumbuhlah seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi orang yang dikehendaki-Nya.dan Allah maha luas

(karunia-Nya)dan maha mengetahui” (Q.S.Al-Baqarah : 261)28

Dari sini maka jelaslah bagaimana Islam memberikan jaminan kepada manusia untuk hidup secara layak sebagai manusia. Yakni hidup secara tercukupi baik kebutuhan sandang, pangan, serta papannya, demii terwujudnya kesejahteraan dalam kehidupan masyarakat.

3 Masyarakat Muslim

a. Definisi Masyarakat Muslim

Masyarakat Islami adalah masyarakat terbuka yang menjungjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kehidupan secara universal, tanpa

memandang asal usul suku bangsa dan perbedaan agama.29

Masyarakat Islam merupakan kelompok manusia dimana hidup terjaring kebudayaan Islam, yang diamalkan oleh kelompok itu sebagai kebudayaannya. Dalam artian kelompok itu bekerja sama dan hidup

28

Ibid, h. 34

bersama berasaskan prinsip Al Qur’an dan Hadist dalam kehidupan.30 Masyarakat dalam pandangan Islam merupakan alat atau sarana untuk melaksanakan ajaran-ajaran Islam yang menyangkut kehidupan bersama. Karena itulah masyarakat harus menjadi dasar kerangka kehidupan duniawi bagi kesatuan dan kerja sama umat menuju adanya suatu pertumbuhan manusia yang mewujudkan persamaan dan

keadilan.31 Karakteristik masyarakat yang Islami adalah masyarakat yang

memiliki sifat-sifat positif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebajikan yang diajarkan oleh Islam. Setiap anggota masyarakat bahu-mambahu untuk memainkan peranan turut membangun masyarakat bersama-sama dengan harmonis yang mencerminkan kerukunan umat beragama.

Ada beberapa komponen penting yang menjadi persyaratan terwujudnya masyarakat Islami.

1) Kawasan, wilayah, teritorial yang kondusif (al-Bi’ah, al-Qura). 2) Ummat (al-Ummah, ahl).

3) Syariat (al-Syari’ah, aturan).

4) Kepemimpinan (al-Imamah).32

b. Prinsip-Prinsip Masyarakat Muslim

1) Berketuhanan Yang Maha Esa 2) Umat yang satu (satu kesatuan umat

30Drs. Sidi Gazalba, Masyarakat Islam Pengantar Sosiologi dan Sosiografi, (Jakarta: Bulan Bintang 1976), hlm.126.

31Drs. Kaelany HD,M.A., Islam dan Aspek-aspek Kemasyarakatan, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2000), hlm.159-160.

32Rachmat Djatnika, Sistem Etika Islami (Akhlak Mulia), (Jakarta : Pustaka Panjimas, 1996), hal. 253

3) Menjungjung tinggi keadilan

4) Menegakan amar-ma’ruf nahi-munkar 5) Musyawarah

6) Tolong menolong dalam kebaikan 7) Toleransi

8) Persamaan Harkat 9) Harmonis dan damai 10) Berakhlak mulia

c. Tugas Masyarakat Islam dan Nilai – Nilai Kemanusiaan

1) Tugas Masyarakat Islam Terhadap Tata Kehidupan Islami

Sesungguhnya tugas masyarakat Islam adalah memasyarakatkan adab-adab Islami dan mendidik putra-putrinya agar memiliki adab-adab

yang baik.33 Masyarakat Islam berkewajiban membersihkan tata

kehidupan masyarakat dan tradisinya dari hal-hal asing yang mempengaruhi tabiatnya yang seimbang dan adil, baik dipengaruhi oleh masa-masa jatuhnya pemikiran dan kemunduran peradaban Islam maupun akibat serangan musuh. Yakni dengan munculnya peradaban

barat modern.34

Masyarakat Islam berkewajiban menjaga adab dan tradisi Islam dengan segenap undang-undang dan peraturannya. Apabila masyarakat senderung bersikap main-main dalam tata kehidupannya dan menyerahkan kendali kehidupan kepada orang-orang yang merusak dan

33Dr. Yusuf Qardhawi, Masyarakat Berbasis Syariat Islam Akidah, Ibadah,

Akhlak, (Solo : Era Intermedia, 2003), hlm.167.

34

berbuat semaunya, sengguh mereka akan segera terlepas dari risalah

masyarakat Islam yang benar dan lurus.35

Masyarakat Islam yang sebenarnya adalah masyarakat yang menjaga adab, tatanan hidupnya yang murni, dan tradisinya yang kukuh, sebagaimana mereka membela tanah airnya dari penjajahan, memelihara kehormatannya agar tidak dirusak, menjaga kekayaannya agar tidak

dirampas, dan menjaga kemuliaannya agar tidak direndahkan.36

2) Tugas Masyarakat Islam Terhadap Simbol-Simbol KeIslaman Peran masyarakat Islam terhadap simbol-simbol keIslaman itu tergambar dalam beberapa hal diantaranya adalah sebagai berikut,

a) Pertama, memperkuat simbol-simbol keIslaman, meluruskan, serta menyebarkannya dengan berbagai sarana penerangan dan

pendidikan. Sebagaimana Rasulullah memperkuat rasa

persaudaraan diantara kaum muslimin itu dengan berdoa setiap selesai shalat, “Ya Allah, Tuhan kami, Rabb dan pemilik segala sesuatu, saya bersaksi bahwa sesungguhnya seluruh hamba-Mu itu bersaudara.

b) Kedua, mewujudkan simbol-simbol keIslaman dalam realita yang dapat dirasakan dan mewujudkan suasana ukhuwah yang kondusif. Perasaan kasih sayang dan cinta diantara kerabat harus diwujudkan dalam bentuk silaturahmi, saling mengunjungi, dan lan sebagainya. 35 Ibid.,hlm.170-171. 36 Ibid.,hlm.172

c) Ketiga, hendaknya masyarakat Islam tidak memberi kesempatan terhadap segala sikap yang bertentangan dengan Islam, yang muncul dan mempengaruhi masyarakat.

d) Keempat, hendaknya masyarakat Islam menutup jendela yang berembus darinya angin permusuhan dan perpecahan , serta berupaya memberantas berbagai faktor perusak nilai-nilai persaudaraan Islam dan faktor peruntuhan solidaritas Islam.

Nilai-nilai kemanusiaan adalah nilai-nilai yang tegak diatas penghormatan terhadap hak-hak asasi dan kemuliaan manusia, baik berupa kebebasan dan kemerdekaannya, nama baik dan eksistensinya, kehormatan hak-haknya, juga pemeliharaan darah, harta, serta kerabat dan keturunannya, dalam kedudukannya sebagai anggota masyarakat. Bagian dari nilai nilai kemanusiaan meliputi, yaitu:

1 Ilmu

Imu merupakan salah satu nilai luhur yang dibawa Islam dan tegak di atas kehidupan manusia, baik secara moril maupun materiil, duniawi maupun ukhrawi. Islam menjadikannya jalan menuju keimanan yang memotivasi untuk beramal, sekaigus sebagai karunia yang membuat manusia diberi amanah sebagai khalifah di muka bumi ini.

2 Amal

Amal yang diinginkan Islam adalah amal yang Saleh. Kata “saleh” dalam Al-Qur’an memiliki makna yang luas, meliputi segala sesuatu yang membawa maslahat kepada agama dan dunia serta individu dan

masyarakat. Ia juga meliputi ibadah dan muamalah. 3 Kebebasan

Kebebasan disini meliputi kebebasan beragama, berpikir, berpolitik, bertempat tinggal, dan segala bentuk kebebasan dalam kebenaran. Kemerdekaan atau kebebasan memiliki arti luas salah satunya adalah membebaskan manusia dari segala cengkraman kekuatan batil, dan penindasan penguasa zalim atau dari kekuatan diklator.

4 Musyawarah

Bahwa hendaknya seseorang tidak menyendiri dalam pendapat hal ini dikarenakan pendapat dua orang atau lebih itu dianggap lebih mendekati kebenaran daripada pendapat seorang saja. Islam telah menyuruh kita untuk bermusyawarah dalam kehidupan Individu, keluarga, masyarakat, dan bernegara.

5 Keadilan

Islam memerintahkan seorang muslim agar berlaku adil terhadap diri sendiri, yaitu dengan menyeimbangkan antara haknya, hak tuhannya, dan hak orang lain dan bersikap adil kepada keluarga, dan terhadap semua makhluk ciptaan Allah.

6 Persaudaraan

Hendaknya manusia hidup di masyarakat itu saling mencintai, dan

saling menolong.37

37 Ibid.,hlm.221

Dokumen terkait