• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

5. Mata Diklat Motor Bensin

Program produktif pada keahlian teknik mekanik otomotif merupakan kumpulan beberapa mata diklat program keahlian yang wajib

tempuh bagi peserta program keahlian Jurusan Teknik Otomotif dari kelas 1 sampai dengan kelas 3. Program produktif adalah kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Program produktif bersifat melayani permintaan pasar kerja, sehingga lebih banyak ditentukan oleh dunia kerja/industri ataupun asosiasi profesi. Mata diklat produktif berfungsi untuk membekali siswa dalam bidang kejuruan dan digunakan sebagai bekal setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan.

Dalam mencapai standar kompetensi yang telah ditetapkan oleh industri/asosiasi profesi, substansi diklat dikemas dalam berbagai mata diklat yang dikelompokkan dan diorganisasikan menjadi program normatif, adaptif dan produktif.

a. Program normatif

Merupakan kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik menjadi pribadi yang utuh dan memiliki norma-norma kehidupan sebagai makhluk individu maupun makhluk sosial baik sebagai Warga Negara Indonesia maupun warga dunia.

b. Program adaptif

Merupakan kelompok mata diklat yang berfungsi membentuk peserta didik sebagai individu agar memiliki dasar pengetahuan yang luas dan kuat untuk menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan perubahan yang

terjadi di lingkungan sosial dan kerja serta mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan IPTEK dan seni.

c. Program produktif

Merupakan kelompok mata diklat yang berfungsi membekali peserta didik agar memiliki kompetensi kerja sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). (UU Sisdiknas : 2003)

Berdasarkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), standar kompetensi untuk perawatan dan perbaikan kendaraan ringan dibagi menjadi enam kelompok kompetensi. Dari enam kelompok kompetensi tersebut masih dibagi menjadi dua kategori utama adalah sebagai berikut :

a. Kelompok umum

Kelompok yang umumnya dibutuhkan oleh semua orang yang bekerja pada sektor perawatan dan perbaikan kendaraan ringan.

b. Kompetensi khusus

Kompetensi dibutuhkan pada area yang khusus dari perawatan dan perbaikan kendaraan ringan berdasarkan kebutuhan pekerjaan dan tempat kerja tertentu. Kompetensi khusus terdiri motor otomotif, sistem pemindah tenaga, chassis dan suspensi, kelistrikan, body dan painting.

Tujuan program keahlian teknik otomotif secara umum mengacu pada isi Undang – Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional dan penjelasan pasal 15 yang menyebutkan bahwa pendidikan kejuruan merupakan pendidikan

menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu. Secara khusus tujuan program keahlian mekanik otomotif adalah membekali peserta didik dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap agar kompeten dalam melaksanakan perawatan dan perbaikan :

a. Motor otomotif.

b. Sistem pemindah tenaga otomotif.

c. Chassis dan suspensi otomotif.

d. Sistem kelistrikan otomotif

Dari keempat kompetensi di atas, dibagi ke dalam kompetensi- kompetensi yang lebih kecil dikenal dengan Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Sekolah menengah kejuruan dengan jurusan teknik mekanik otomotif memiliki 26 standar kompetensi yang harus diajarkan kepada peserta didik. Standar kompetensi tersebut, dikelompokkan menjadi dua yaitu dasar kompetensi kejuruan dan kompetensi kejuruan. (Keputusan Dirjen Mandikdasmen Nomor 251/C/KEP/MN/2008 tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan).

Tabel 1. Standar Kompetensi Program Mata Diklat Produktif Teknik Mekanik Otomotif.

No. Standar Kompetensi Program Mekanik Otomotif

1 Memahami dasar kejuruan mesin

2 Memahami proses dasar pembentukan logam 3 Menjelaskan proses mesin konversi energy 4 Menerapkan prosedur K3

5 Menginterprestasikan gambar teknik

7 Menggunakan alat alat ukur

8 Memperbaiki sistem hidrolik dan kompresor udara

9 Melakukan proses pengelasan, pematrian, pemotongan dengan panas, pemanasan 10 Mengoverhoul sistem pendingin dan komponen komponennya

11 Memelihara/servis sistem bahan bakar bensin 12 Memperbaiki sistem injeksi bahan bakar diesel

13 Memelihara/servis engine dan komponen komponennya 14 Memperbaiki unit kopling dan komponen sistem pengoprasian 15 Memelihara transmisi

16 Memelihara unit final drive / garden 17 Memperbaiki poros penggerak roda 18 Memperbaiki roda dan ban

19 Memperbaiki sistem rem 20 Memperbaiki sistem kemudi 21 Memperbaiki sistem suspense 22 Memelihara baterai

23 Memperbaiki kerusakan ringan pada kelistrikan, pengaman, aksesoris tambahan 24 Memperbaiki sistem pengapian

No. Standar Kompetensi Program Mekanik Otomotif

25 Memperbaiki sistem starter dan pengisian 26 Memelihara / servis sistem AC

Mata diklat motor bensin adalah mata diklat yang masuk kedalam program produktif. Sesuai dengan SKKNI mata diklat motor bensin terdiri dari 3 standart kompetensi yaitu : Memelihara/servis engine dan komponen – komponennya (OTO.KR20.001), overhoul sistem pendingin dan komponen – komponennya (OTO.KR20.012) dan memelihara/servis sistem bahan bakar bensin (OTO.KR20.014).

Pelaksanaan pembelajaran adalah proses kegiatan belajar peserta diklat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, untuk pencapaian penguasaan materi (SISDIKNAS, 2004). Pelaksanaan proses diklat motor bensin terbagi menjadi 2 kelompok pembelajaran, yaitu kelompok

pembelajaran teori dan kelompok pembelajaran praktik. Masing – masing kelompok pembelajaran saling mendukung dan menunjang untuk mencapai tujuan pembelajaran motor bensin yaitu peserta didik mampu menjelaskan konstruksi dan prinsip kerja motor bensin, komponen – komponen dengan benar, mampu menjelaskan pengukuran dan pemeriksaan komponen – komponen secara benar.

Guna meningkatkan mutu proses dan hasil diklat motor bensin perlu ditempuh melalui pelaksanaan dengan : (1) Optimalisasi peran dan fungsi bengkel/laboratorium (tool man) di sekolah serta sistem inventarisasi. (2) Pendayagunaan alat dan bahan di sekolah dan industri untuk kepentingan diklat. (3) Ketersediaan set standar minimum peralatan bahan yang digunakan untuk pembelajaran siswa. (4) Menerapkan secara konsekuen prosedur peminjaman, penggunaan dan pengembalian alat dan bahan pada tempatnya. (5) Memanfaatkan secara optimal manual penggunaan peralatan alat dan bahan. (6) Merawat peralatan dan bahan secara berkala agar selalu dalam keadaan layak pakai. (7) Penggunaan alat dan bahan secara efisien. (8) Optimalisasi alat dan bahan di luar kegiatan secara bertanggung jawab.

Keterampilan praktik siswa dapat dilihat dari nilai praktik yang didapatkan oleh siswa. Menurut Tjipto Utomo dan Koes Ruijter (1991 : 117). Penilaian praktik meliputi penilaian pada tes awal, selama praktik dan akhir praktik. Tes awal dimaksudkan untuk mengetahui penguasaan

teori dan topik yang akan dipraktikkan. Sedangkan penilaian selama praktik adalah penilaian kemampuan siswa dalam melakukan praktik.

Dokumen terkait