• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEOR

C. Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan

Pengertian pendidikan kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang digunakan sebagai wahana untuk mengembangkan dan melahirkan nilai luhur dan moral yang berakar pada budayabangsa Indonesia. Nilai luhur dan moral ini diharapkan dapat diwujudkan dalam bentuk prilaku kehidupan siswa sehari- hari, baik sebagai individu maupun anggota masyarakat, dan mahluk citaan Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan usaha untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antarwarga dengan Negara serta pendidikan pendahuluan bela nega agar menjadi warga yang dapat diandalkan oleh bangsa dan Negara.41

Adapun menurut tim ICCE UIN Jakarta, pendidikan kewarganegaraan adalah suatu proses yang dilakukan suatu lembaga pendidikan dimana seseoang mempelajari orientasi, sikap dan perilaku politik sehingga yang bersabgkutan memilikipolitical knowledge, awareness, attitude, political efficacy, dan

40

Bobbi Deporter & Mike henacki, Quantum learning, (Bandung: PT.Mirjan Pustaka, 2011), h. 312.

41

Ahmad Susanto, Teori Belajar Pembelajaran di Sekolah Dasar( Jakarta.Kencana Prenada Media Group; 2013), h. 223.

political participacion, serta kemampuan mengambil keputusan politik secara rasional.

ii. Pembelajaran pendidikan kewarganegaraan

Pembelajaan PKn di sekolah dasar dimaksudkan sebagai suatu proses belaja mengajar dalam angka membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik dan membentuk manusia indonesia seutuhnya dalam pembentukan karakter bangsa, yang di harapkan mengarah pada pencitaan suatau masyarakat yang menempatkan `demokrasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang dilandaskan pada pancasila, UUD, dan norma-norma yang berlaku yang diselenggaakan selama enam tahun. 42

PKn perlu diajarkan kepada anak, sedikitnya ada tiga alasan yang melandasinya, sebagai yang dikatakana oleh djahiri yaitu:

a) Bahwa sebagai makhluk hidup manusia bersifat multikodrati dan multi fungsi peran (status); manusia bersifat multikonfleks, dan manusia juga memiliki kodrat ilahi, social, budaya, ekonomi dan politik.

b) Bahwa setiap manusia menunjukan intergritas atau keterkaitan atau keperdulian manusia akan sesuatu, sesuatu ini bias materiel, imateriel, kondisional atau waktu.

42

c) Bahwa manusia unik (uniqe human) hal ini krena multipontensi dan fungsi peran serta serta kebutuhan.43

Sejalan dengan pendapat Djahirin, Dasim Budimansyah dan supriyati juga sependapat bahwa pendidikan PKn ini sangat penting dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga pendidikan PKn ini harus dibangun atas dasar tiga paradigma, yaitu:

a) PKn secara kurikuler dirancang sebagai subjek pembelajaran yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu agar menjadi warga Indonesia yang berakhlak mulia, cerdas, partisipatif dan bertanggung jawab.

b) PKn secaa teoritis diancang sebagai subjek pembelajaran yang memuat dimensi-dimensi kognitif, afektif, dan psikomotorik yang bersifat saling berpenetrasi dan terintergrasi dalam konteks subtansi ide, nilai, konsep, dan moral pancasila, kewarganegaraan yang demokatis, dan bela Negara.

c) PKn secara programatik diancang sebagai subjek pembelajaran yang menekankan pada isi yang mengusung nilai-nilai dan pengalaman belajar dalam bentuk sebagai prilaku yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan merupakan tuntutan hidup bagi warga Negara dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara sebagai penjabaran lebih

43

lanjut ide, nilai, konsep, dan moral pancasila, kewarganegaraan yang demokratis dan bela Negara.44

iii. Ruang Lingkup Pembelajaran PKn di MI

Ruang lingkup pembelajaan PKn MI sebagaimana yang dinyatakan pada kurikulum nasional yang tercantum dalam pemerdiknas 22/2006 tentang standar isi adalah sebagai berikut:

a) Persatuan dan kesatuan bangsa, meliputi hidup rukun dalam perbedaan, cinta lingkungan, kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, sumpah pemuda, keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia, partisipasi dalam pembelaan Negara, sikap positif terhadap Negara kesatuan republik Indonesia, keterbukaan dan jaminan keadilan.

b) Norma, hukum, dan pelatuan meliputi tata tertib dalam kehidupan keluarga, tata tertib di sekolah, norma yang berlaku di masyarakat, peraturan-peraturan daerah, norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sistim hukum dan peradilan nasional, hukum peadilan internasional.

c) Hak asasi manusia, meliputi hak dan kewajiban anak, hak dan kewajiban anggota masyarakat, instrumen nasional dan internasional HAM, pemajuan kehormatan dan perlindungan HAM.

d) Kebutuhan warganegara, meliputi hidup gotong royong, harga diri sebagai masyarakat, kebebasan berorganisasi, kemerdekaan mengeluakan pendapat, mengargai keputusan bersama, prestasi diri, persamaan kedudukan warga Negara.

44

e) Konstitusi Negara, meliputi proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang petama, konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di Indonesia, hubungan dasar negara dengan konstitusi.

f) Kekuasaan dan politik, meliputi pemerintah desa, kecamatan,pemerintah daerah, otonomi-pemerintahan pusat demokrasi dan sistem politik, budaya politik, budaya menuju masyarakat madani, system pemerintahan, pers dalam masyarakat demokrasi.45

iv. Tujuan Pembelajaran PKn

Tujuan pembelajaran PKn di sekolah dasar adalah untuk membentuk watak atau karkteristik warga Negara yang baik. Menurut mulyasa tujuan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk dijadikan siswa agar:

a) Mampu berfikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menanggapi persoalan hidup maupun isu kewarganegaraan di negaranya.

b) Mampu berpartisipasi dalam segala bidang kegiatan, secara aktif dan bertanggung jawab, sehingga bisa bertindak secaa cerdas dalam semua kegiatan.

c) Bisa berkembang secara positif dan demokratis, sehingga mampu hidup bersama dengan bangsa lain di dunia dan mampu berinteraksi, serta mampu memanfaatkan teknologi informasi komunikasi dengan baik.46

Pendidikan kewarganegaraan di sekolah dasar memberikan pelajaran pada siswa untuk memahami dan membiasakan dirinya dalam kehidupan di sekolah ataupun di luar sekolah, karena materi pendidikan kewarganegaraan menekankan pada pengalaman dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari yang di tunjang dari

45

M. Murtadho,et.al. pembelajaran PKn MI.(Surabaya: Aprinta, 2009). H. 10.

46

pengetahuan dan pengertian sederhana sebagai bekal untuk mengikuti pendidikan berikutnya.47

Berdasarkan uraian di atas, dapat di pahami bahwa tujuan PKn di sekolah dasar adalah untuk menjadikan warga Negara yang baik, yaitu warga Negara yang tahu, mau,sadar, akan hak dan kewajibanya.48

Dokumen terkait