• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

E. Mata Pelajaran Simulasi Digital

Mata pelajaran simulasi digital adalah mata pelajaran yang membekali siswa agar dapat mengomunikasikan gagasan atau konsep melalui media digital.60

Dalam proses pembelajaran, siswa dapat mengomunikasikan gagasan atau konsep yang dikemukakan orang lain danmewujudkannya melalui media digital, dengan tujuan menguasai teknik mengomunikasikan gagasan atau konsep. Dalam kurikulum 2013 kurikulum yang saat ini masih dipakai, mata pelajaran simulasi digital adalah mata pelajaran yang sangat menunjang kompetensi siswa dikarenakan sangat erat hubungannya dengan penggunaan teknologi informasi. Pembelajaran pada mata pelajaran simulasi digital didukung dengan penyajian secara teori maupun praktik.

1. Tujuan dan Manfaat Mata Pelajaran Simulasi Digital Mata Pelajaran Simulasi Digital bertujuan untuk memberikan bekal kepada siswa sebagai berikut: a. Pengetahuan dan keterampilan bagi siswa untuk membuat jejaring informasi dengan pihak lain dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya.

b. Mengomunikasikan gagasan atau menjelaskan produk benda jadi yang dihasilkannya atau hasil karya orang lain melalui media digital.

60Tim Seamolec, “Simulasi Digital Jilid 1”, (Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2013), h. 2.

c. Penanaman sikap berbagi pakai (sharing) kepada pihak lain.

2. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar merupakan suatu acuan untuk mengembangkan materi pokok, kegiatan pembelajaran dan indikator pencapaian komptensi untuk suatu penilaian siswa.

a. Multimedia Pembelajaran

Salah satu alat yang digunakan dalam pembelajaran berbasis website adalah multimedia. Menurut Suranto, multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video dan kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks..61

Istilah multimedia menggambarkan perkembangan baru dalam bidang program komputer. Multimedia terdiri atas komponen–komponen berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi siswa untuk menggunakannya.

b. Komponen Media Pembelajaran

Hofstetter sebagaimana dikutip oleh Suranto menyatakan bahwa terdapat empat komponen penting dalam multimedia. Empat komponen tersebut adalah : (a) computer, yang berfungsi untuk mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, serta berinteraksi dengan user; (b) link, yang menghubungkan user dengan informasi yang ada dalam program multimedia; (c) alat navigasi, yang

61

berguna untuk memandu user dalam menjelajah informasi; (d) ruang untuk

mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan gagasan user.62

Empat komponen multimedia yang disebutkan oleh Hoftstetter di atas merupakan bentuk dari adanya interaktivitas dalam multimedia. Interaktivitas merupakn pusat perhatian utama dalam desain seting media pembelajaran seperti

computer assisted instruction (CAI), computer assisted learning (CAL), dan online learning environments. Perangkat multimedia yang berbasis komputer

dibedakan menjadi perangkat keras dan perangkat lunak. Perangkat keras multimedia terdiri dari empat unsur utama yaitu: input unit, central processing

unit, memory, dan output unit.Unit input adalah bagian penerima dan

memasukkan data maupun intruksi. Central Processing Unit (CPU) berperan dan

melaksanakan dan mengatur instruksi, termasuk menghitung dan

membandingkan. Memory atau storage merupakan bagian yang berfungsi untuk menyimpan informasi. Sedangkan unit output berfungsi sebagai penyaji informasi.

c. Jenis-jenis multimedia berbasis komputer

Sims mendeskripsikan bahwa dalam lingkungan belajar online yang interaktif, kontrol terhadap siswa melalui komunikasi aktif berupa pemberian umpan balik merupakan komponen interaktivitas yang esensial.63 Dalam konsep

pendidikan jarak jauh, interaksi merupakan aspek yang penting jika kualitas pendidikan jarak jauh ingin diwujudkan. Berdasarkan tingkat interaktivitasnya,

62

Suranto, “Komunikasi Perkantoran”, h, 52.

63Gail Wilson, “Online Interaction Impact on Learning: Teaching The Teachers ToTeach

multimedia dibedakan menjadi multimedia interaktif tingkat operator dan multimedia interaktif tingkat kreator.64 Interaksi yang terjadi pada tingkat

operator, pengguna hanya biasa memilih atau menentukan menu- menu atau perintah yang tersedia. Sedangkan pada multimedia interaktif tingkat kreator, pengguna dapat memanfaatkan program untuk berkreasi sesuai dengan materi yang ada di dalamnya.

d. Prinsip pengembangan multimedia pembelajaran

Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengembangan media pembelajaran,65meliputi: prinsip kesiapan dan motivasi, penggunaan alat pemusat

perhatian, pengulangan, partisipasi aktif siswa, dan umpan balik. Prinsip kesiapan dan motivasi menekankan bahwa kesiapan dan motivasi siswa untuk menerima informasi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan proses belajar mengajar. Kesiapan siswa mencakup kesiapan pengetahuan prasyarat, kesiapan mental, dan kesiapan fisik. Motivasi merupakan dorongan untuk melakukan atau mengikuti kegiatan belajar. Motivasi tersebut dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri siswa.

Penggunaan alat pemusat perhatian dalam media pembelajaran dapat menjadi daya terik tersendiri bagi siswa untuk focus terhadap materi pelajaran. Hal ini membantu konsentrasi siswa dalam memahami isi pelajaran sehingga penguasaan mereka menjadi lebih baik. Informasi atau keterampilan baru jarang sekali dapat dikuasai secara maksimal hanya dengan satu kali proses belajar. Agar

64

Qiyun Wang &Cheung W. Sum, “Designing Hypermedia Learning Enviroments”, First Lok Young road”, Singapure: Pearson Education Asia Pte. LTD, H, 218.

65Abdul Ghafur,”Handout Kuliah Landasan Teknologi Pendidikan”, Yogyakarta: Pps

penguasaan terhadap informasi atau keterampilan baru tersebut dapat lebih optimal, maka perlu dilakukan beberapa kali pengulangan. Prinsip pengulangan ini harus diperhatikan dalam mengembangkan media pembelajaran. Proses belajar mengajar akan lebih berhasil manakala terjadi interaksi dua arah antara pengaar dan siswa. Partisifasi aktif siswa dalam pembelajaran dapat meningkatkan

pemahaman dan penguasaan materi pelajaran. Oleh karena itu, media

pembelajaran yang digunakan hendaknya mampu menimbulkan keterlibatan siswa secara aktif (interaktif) dalam proses belajar.

Selanjutnya, Umpan balik yang diberikan oleh pengajar secara tepat dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk selalu meningkatkan prestasinya. Untuk itu, pengajar harus memberikan respon umpan balik secara berkala terhadap kemajuan belajar siswa. Prinsip- prinsip tersebut di atas dapat diakomodasi dalam sebuah media pembelajaran berupa multimedia pembelajaran interaktif dan web pembelajaran. Multimedia pembelajaran memungkinkan terjadinya proses yang interaktif dengan umpan balik yang dapat dirancang oleh guru.

Dokumen terkait