• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

4.3 Keadaan Demografi

4.3.1 Mata Pencaharian Penduduk

Dalam beberapa keadaan penduduk Kelurahan Wowawanggu seperti yang dijelaskan di atas, mata pencaharian penduduk memberikan dampak mayoritas terhadap kondisi sampah di Kelurahan Wowawanggu. Mata pencaharian penduduk Kelurahan Wowawanggu seperti pegawai, dosen, beberapa pejabat, Rektor Universitas Halu Oleo, dan orang-orang yang mempunyai jabatan penting lainnya.

Berbagai mata pencaharian yang dimiliki penduduk Kelurahan Wowawanggu menyebabkan mereka minder untuk ikut melakukan pembersihan pekarangan dan lingkungan tempat tinggalnya. Mata pencaharian tersebut menyebabkan timbulnya rasa segan bagi pemerintah Kelurahan untuk melakukan teguran dan himbauan untuk melakukan kerja bakti bersama di lingkungan pekarangan rumah warga. Akhirnya kebersihan lingkungan Kelurahan Wowawanggu menjadi tanggung jawab sepenuhnya pemerintah kelurahan.

Kondisi ini berada pada jalan jati raya, dan juga jalan rambutan.

Kebersihan sampah dari rumah-rumah warga yang menjadi tanggung jawab pembantu rumah tangga hanya dilakukan di halaman rumah dan juga area-area yang dijaga kebersihannya dari pandangan dan ketidaknyamanan tamu yang datang. Untuk melakukan kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan kelurahan yang berada di area yang tidak jauh di rumah mereka akan menjadi sulit untuk dilakukan.

Situasi yang terjadi di atas juga cenderung sama dengan yang terjadi di pasar panjang Kota Kendari, Kelurahan Wowawanggu. Meskipun tidak diketahui

apakah pedagang yang menjual di pasar panjang tersebut adalah menetap atau tidak di pasar panjang, namun keberadaan pasar yang menetap setiap hari di Kelurahan Wowawanggu membuat peneliti melakukan pengamatan terhadapnya, sehingga diperoleh informasi bahwa tentu saja aktivitas pasar ini sangat memberikan andil dalam kondisi sampah. Terlepas itu apakah berasal dari pedagang, ataupun berasal dari konsumen pasar panjang.

Pedagang yang memiliki berbagai macam produk dagangan akan bisa menyumbangkan sampah dari kemasan-kemasan produk dagangan, material sisa dan tambahan material pembuatan tempat berjualan,dan sisa-sisa dagangan yang dibuang yang sudah tidak digunakan lagi. Konsumen pun juga bisa membawa sampah dari kemasan-kemasan makanan, dan sebagainya dari hasil belanjaan mereka baik di pasar panjang, ataupun mereka membelinya dari tempat lain, lalu kemudian di bawa di tempat tersebut.

Penghuni yang mendiami wilayah Kelurahan Wowawanggu yang lain adalah ruko-ruko. Ruko-ruko ini juga berperan dalam memproduksi sampah bagi Kelurahan Wowawanggu. Ruko-ruko yang memproduksi sampah ini tidak sampai menghamburkan sampah-sampah yang ada. Mereka juga perlu menjaga kebersihan ruko miliknya untuk menjaga kenyamanan konsumen ketika berkunjung ke rukonya.

Ruko yang ada di Kelurahan Wowawanggu mempunyai jumlah yang banyak. Sehingga sampah yang dihasilkan juga akan berpengaruh. Sampah- sampah yang dihasilkan oleh ruko-ruko tersebut sesuai dengan barang dagangan yang ditawarkan. Mayoritas adalah kemasan-kemasan handphone yang baru

dibeli, dan atau kemasan-kemasan yang mempunyai hubungan dengan handphone. Lippo Plaza juga turut ikut dalam memproduksi sampah bagi Kelurahan Wowawanggu.

Sampah yang mereka produksi tidak dihamburkan begitu saja di halaman ruko mereka, ada pengelolaan kebersihan sampah yang baik bagi mereka, yakni sampah dikumpulkan, lalu dibuang di tempat sampah yang telah disediakan.

Kenyamanan konsumen menjadi alasan bagi ruko untuk menjaga kebersihan ruko- ruko mereka. Sampah-sampah yang dihasilkan oleh pedagang kecil seperti para penjual pulsa, penjual bakso, dan warung-warung kecil juga di buang di tempat sampah.

Meskipun dalam bentuk ruko, pedagang kecil, dan atau warun-warung kecil, dalam aktivitasnya, mereka-mereka ini juga seperti rumah tangga. Adanya kebutuhan-kebutuhan seperti makan siang, makan malam, mandi, dan sebagainya, juga akan memberikan dampak pada produksi sampah seperti yang dilakukan di rumah tangga. Tempat-tempat usaha yang berada di Kelurahan Wowawanggu juga hampir sama dengan yang dilakukan di rumah mereka. Kadang-kadang mereka-mereka ini lebih banyak menghabiskan waktu mereka di tempat-tempat usaha mereka. Banyak ruko-ruko juga sebenarnya telah dijadikan sebagai rumah- rumah mereka.

Selain ruko, yang mendiami Kelurahan Wowawanggu yang lain adalah Universitas Muhammadiyah. Universitas Muhammadiyah yang menampung berbagai mahasiswa ataupun mahasiswi mempunyai berbagai macam kebutuhan dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaannya. Aktivitas kemahasiswaan

tersebut diantaranya tugas-tugas yang memerlukan kertas, peralatan-peralatan kecantikan perempuan seperti tissue, dan kemasan-kemasan snack atau juga minuman.

Adanya kampus Universitas Muhammadiyah ini juga menciptakan mahasiswa-mahasiswi yang tinggal di dalam kos. Mahasiswa yang tinggal di dalam kos juga menyerupai aktivitas dalam sebuah rumah tangga. Aktivitas rumah tangga tersebut seperti memasak, mandi, makan, minum, dan peralatan-peralatan yang lainnya. Hal-hal ini kemudian menjadikan rumah kos sebagai salah satu tempat yang memproduksi sampah. Apalagi juga penghuni kos tersebut adalah mahasiswa yang memang melakukan aktivitas kemahasiswaan di dalam rumah kos mereka.

Rumah-rumah kos ini terletak diberbagai tempat di Kelurahan Wowawanggu. Ada di bagian rambutan, samping muhammadiyah, dan sebagainya. Dalam setiap rumah-rumah kos adalah berbentuk asrama, dimana dalam setiap asrama terdiri dari beberapa kamar yang tersedia. Dalam setiap asrama tersebut mayoritas setiap kamar yang disediakan terisi oleh mahasiswa ataupun mahasiswi. Paling hanya tersisa satu kamar kososng. Meskipun dalam keadaan kosong, tidak lama kemudian ini juga pasti akan terisi oleh mahasiswa lainnya. Jadi hampir dipastikan tidak ada kamar yang kosong dalam setiap asrama yang disediakan.

Beberapa asrama yang tersedia sebagai kos bagi mahasiswa ataupun mahasiswi di Kelurahan Wowawanggu, yang dilihat adalah pada aktivitas mahasiswa dalam rumah-rumah kosnya. Dalam satu rumah atau kamar kos,

biasanya ada mahasiswa yang tinggal berdua dengan saudara atau keluarga mereka, ada juga dalam satu kamar kos ditempati oleh satu keluarga. Satu individu yang tinggal dalam satu kamar kos akan menghasilkan sampah yang berbeda dengan lebih dari satu individu yang tinggal dalam satu kamar kos.

Masing-masing membutuhkan kebutuhan-kebutuhan yang nantinya menghasilkan barang-barang yang sifatnya sampah.

Rumah-rumah kos yang terdiri dari satu atau beberapa orang dalam kamar tetap menjaga kebersihan asrama dan kamar-kamar kos mereka. Tuan rumah kos yang ada tetap memberikan pengawasan kepada mahasiswa yang kos di asrama mereka. Setiap sampah yang dihasilkan oleh masing-masing kamar kos tidak dihamburkan begitu saja, tetapi dikmpulkan dan disimpan dengan baik di kantong-kantong lalu di buang di tempat sampah yang ada.

Sampah-sampah yang ada di Kelurahan Wowawanggu berasal dari tempat yang berbeda-beda. Sampah yang dihasilkan oleh mahasiswa ataupun mahasiswi juga tidak hanya ketika berada di kamar kos. Ketika berada di kampus Universitas Muhammadiyah, sampah itu pun juga akan bisa ada seperti yang dijelaskan di atas sebelumnya. Sampah yang berada di kampus produksi dari mahasiswa dan mahasiswi tersebut ditangani oleh pihak kebersihan kampus yang memang telah disediakan oleh pihak kampus. Petugas-petugas ini hanya membersihkan sampah lalu membuangnya di tempat sampah, yakni tempat penampungan sampah yang sudah disediakan.

Dokumen terkait