• Tidak ada hasil yang ditemukan

Darwis Musa Polhaupessy

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Variabel kualitas informasi mewakili isi kualitas informasi yang dihasilkan dan ditawarkan pada layanan. Kualitas informasi mempengaruhi tujuan penggunaan dan perilaku pengguna (Davis dkk., 1989), karena itu telah menjadi kriteria penting dalam penilaian kualitas dan keberhasilan sebuah layanan teknologi informasi. Kualitas informasi terfokus pada informasi yang dihasilkan oleh sistem informasi. Menurut DeLone dan McLean (2003), kualitas informasi dalam suatu sistem informasi menunjukkan suatu kesuksesan yang memiliki makna penting, yaitu kesuksesan informasi dalam menyampaikan maksud atau arti yang diharapkan oleh pengguna layanan. Kualitas informasi juga berarti menentukan kesuksesan desain dari suatu website, hal ini berarti bahwa jika suatu desain dari sebuah website mudah dipahami oleh pengguna maka sistem informasi tersebut dapat dikatakan sukses.

Sistem informasi memerlukan beberapa indikator untuk mengukur kualitas informasi yang dihasilkan dan kaitannya dengan sistem informasi yang digunakan oleh layanan Detik.com. Indikator diperlukan karena kualitas informasi merupakan variabel laten yang tidak dapat diukur secara langsung. Kualitas informasi suatu sistem informasi dikatakan baik jika relevan terhadap kebutuhan pengguna atau dengan kata lain informasi tersebut mempunyai manfaat untuk penggunanya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap pengguna satu dengan yang lainnya berbeda sesuai dengan kebutuhan. Relevansi dikaitkan dengan layanan Detik.com adalah informasi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pengguna atau pembaca berita pada layanan Detik.com.

Informasi yang akan disampaikan kepada pengguna layanan tidak boleh terlambat, informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan. Jika pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk pengguna suatu sistem informasi tersebut. Kualitas informasi yang dihasilkan layanan Detik.com dikatakan baik jika informasi yang dihasilkan tepat waktu. Informasi yang diterima oleh pengguna layanan dapat diandalkan. Dapat diandalkan dikaitkan dengan layanan Detik.com adalah dimana informasi tesebut sangat akurat dan konsistensi/stabilitas informasi yang tersedia selalu

terjaga, hal ini dapat memotivasi pengguna untuk terus menggunakan layanan Detik.com.

Jangkauan informasi adalah layanan sistem informasi yang memiliki kelengkapan dan kedalaman informasi. Jangkauan dikaitkan dengan layanan

Detik.com adalah informasi yang disediakan tidak

hanya meliputi berita nasional tetapi berita internasional juga. Layanan Detik.com harus memiliki cakupan berita yang luas serta berisi beragam topik berita. Informasi yang diterima oleh pengguna layanan sistem informasi mudah untuk dimengerti. Kemampuan untuk dimengerti jika dikaitkan dengan layanan Detik.com adalah informasi yang tersedia mudah untuk dibaca, penggunaan tata bahasa mudah dipahami, dan arti/ makna dari informasi yang tersedia sangat jelas.

Suatu sistem informasi dapat dikatakan berkualitas jika sistem tersebut dirancang untuk memenuhi kepuasan pengguna melalui kemudahan dalam menggunakan sistem informasi tersebut. Sistem informasi dengan aspek rancangan dari layar pengguna dalam cakupan kemudahan penggunaan, visual yang menarik, mudah digunakan, dan kecepatan dalam pengiriman merupakan karakteristik kemudahan dalam menggunakan layanan Detik.com. Suatu sistem informasi dapat dikatakan berkualitas jika sistem tersebut dirancang untuk memenuhi efektivitas navigasi antar layar dalam layanan sistem informasi. Navigasi dikaitkan dengan layanan Detik.com misalnya tampilan layanan sangat mudah untuk bolak-balik antar halaman, menyediakan beberapa klik untuk informasi lokasi, dan mudah untuk dinavigasikan/digunakan. Kualitas sistem adalah persepsi umum seseorang terhadap layanan

Detik.com, yaitu dalam cakupan kinerja perangkat lunak

dan perangkat keras dan dapat digambarkan sebagai bagian dari fitur-fitur sistem.

Tidak semua variabel memiliki tingkat kepentingan yang sama ketika mengarah kepada penggunaan layanan pada individual. Dalam menentukan variabel-variabel sistem terutama yang berhubungan erat dengan riset, maka peneliti harus meninjau penelitian-penelitan saat ini tentang layanan. McKinney dkk (2002) menyebutkan bahwa akses, nilai kegunaan, navigasi, dan interaktivitas adalah dimensi penting dari kualitas sistem untuk layanan web. Berdasarkan tinjauan penelitian-penelitian yang ada maka peneliti mempertimbangkan akses, nilai kegunaan, dan navigasi untuk menjadi dimensi penting dari

kualitas sistem.

Dengan meratanya peningkatan layanan teknologi bergerak sekarang ini maka sejumlah penelitian terkait sudah pernah dilakukan, di antaranya layanan teknologi bergerak memberikan nilai unik untuk konsumen dengan membiarkan kebebasan waktu dan tempat (Lee & Benbasat, 2003; Mallat dkk, 2004), meningkatkan kendali pada pekerjaannya (Jarvenpaa dkk, 2003). Penelitian lainnya yaitu tentang kenyamanan, ada dimana-mana, fleksibel, dan kontekstual (Lee & Benbasat, 2003; Looney dkk, 2004; Venkatesh dkk 2003), meningkatkan kualitas kehidupan dan memberikan kontribusi untuk keseluruhan kualitas kehidupan (Choi dkk, 2007).

Anckar dan D’Incau (2002) menyatakan nilai potensial pelanggan dari layanan teknologi bergerak dalam kaitan 5 konteks nilai: sensitivitas waktu, spontanitas, kebutuhan hiburan, kebutuhan efisiensi, dan kaitan mobilitas. Kemajuan teknologi bergerak memungkinkan penjelajahan dan pengamatan, ketentuan konten, pengendalian, dan sekumpulan layanan lain dengan tingkat kostumisasi yang belum pernah ada sebelumnya (Barnes, 2003).

Penelitian yang dilakukan Lee dkk (2009) mengungkapkan dua pola yang berbeda. Pertama, mayoritas perhatian penelitian telah diarahkan pada pengujian peran sifat personal dalam adopsi layanan teknologi bergerak. Pada kenyataannya, sejumlah variabel individual telah digunakan untuk menjelaskan tujuan untuk penggunaan teknologi bergerak, di antaranya kecondongan individu, pengendalian diri, norma subyektif, keberhasilan diri, pengaruh sosial, privasi, dan nilai yang dirasakan (Lim, 2006; Turel dkk., 2006). Lebih jauh lagi, variabel eksternal secara luas dapat dibagi dalam karakteristik terkait layanan dan sifat personal (Kleijnen dkk., 2004). Karakteristik terkait layanan mewakili bagian supply-side (contoh terkait provider/penyedia layanan), dan sifat personal adalah sifat demand-side (contoh: terkait user/pengguna layanan) (Pedersen, 2005, yang dikutip dalam Lee dkk, 2009). Kedua, kebanyakan penelitian terkait layanan teknologi bergerak menggunakan adopsi awal atau tujuan pemakaian sebagai variabel dependen, didasari dengan teori-teori terkenal seperti Technology

accep-tance model (TAM), Theory of reasoned action (TRA), Theory of planned behavior (TRB), dan teori adopsi

ada sedikit penelitian yang dilakukan pada perubahan penggunaan layanan teknologi bergerak.

Pada kenyataanya hanya sedikit karya yang pernah dilakukan pada subyek dalam perubahan penggunaan layanan teknologi bergerak. Hanya sedikit penelitian mengenai layanan teknologi bergerak dari sudut pandang loyalitas klien. Untuk hal ini, konsep seperti membeli kembali (repurchase) memungkinan, loyalitas umum, dan toleransi harga digunakan sebagai variabel dependen (Lim, 2006; Turel dkk, 2006). Konsep loyalitas kemungkinan merefleksikan penggunaan layanan teknologi bergerak. Akan tetapi, loyalitas yang didefinisikan sebagai tujuan klien untuk setia pada layanan yang sudah ada, tidak mengartikan perubahan dalam penggunaan layanan teknologi bergerak (meningkat, berkurang, atau tidak ada perubahan). Secara ringkas, tinjauan literatur mengungkapkan bahwa masih sedikit penelitian yang berfokus pada dinamika terkait.

Kualitas informasi yang ditingkatkan diharapkan dapat meningkatkan pengalaman positif bagi pengguna pada layanan Detik.com. Sebagaimana akses informasi merupakan alasan utama penggunaan layanan teknologi informasi untuk banyak orang, kualitas informasi menjadi bagian penting dalam pemenuhan tujuan tersebut. Tingkat kualitas informasi yang lebih tinggi akan mengarah kepada kepuasan yang lebih besar dalam menggunakan layanan Detik.com, yaitu menghasilkan penurunan perubahan penggunaan layanan. Biasanya, kualitas informasi mencerminkan nilai layanan yang diterima yang merupakan sebuah fungsi pada kebutuhan pelanggan.

Seperti yang diimplikasikan oleh Chowdhary dan Prakash (2005), kualitas informasi menjadi sebuah faktor yang menguntungkan, yaitu diferensiasi layanan dari pada sebuah faktor pemenuhan syarat yang dianggap penting oleh pengguna dalam berlangganan pada sebuah layanan. Kualitas informasi yang lebih rendah, mungkin memiliki kontribusi pada penolakan penggunaan pada layanan Detik.com. Berdasarkan pembahasan tersebut, maka ditarik hipotesis sebagai berikut:

H1: Semakin tinggi kualitas informasi yang dirasakan

maka perubahan penggunaan pada layanan

Detik.com akan semakin menurun.

Penelitian mengindikasikan bahwa kualitas sistem secara positif mempengaruhi kepuasan

pengguna dan penggunaan sistem (DeLone & McLean, 1992; Seddon, 1997). Awalnya beberapa penelitian mendalilkan hubungan secara langsung dan positif antara kualitas sistem dan penggunaan sistem. Beberapa peneliti kemudian menambahkan bahwa kualitas sistem mempengaruhi kepuasan pengguna, yang kemudian menaikkan penggunaan sistem. Mayoritas penelitian sepakat bahwa tingkat kualitas sistem berkorelasi dengan penggunaan sistem. Penting untuk diingat bahwa penelitian-penelitian ini dilakukan pada konteks organisasi dimana penggunaan sistem informasi dipengaruhi secara signifikan oleh kekuatan kolektif non-individual, contoh budaya organisasi, tujuan dan sasaran, dan dukungan manajemen.

Kualitas sistem menentukan kondisi ekstrinsik daripada intrinsik, yaitu lebih mengarah kepada kinerja sistem pada layanan Detik.com bagi keperluan klien untuk mengambil keuntungan dari informasi yang tersedia. Membentuk suatu lingkungan dan kualifikasi program yang diperlukan untuk melakukan tugas-tugas yang dimaksud, contoh akuisisi informasi dan mengoptimalkan pengalaman. Kualitas sistem mencerminkan aspek instrumental dari layanan dan kinerjanya berkurang dapat menimbulkan ketidakpuasan pada layanan.

Bagaimanapun peran kualitas sistem dalam mendorong penggunaan layanan mungkin terbatas, pengguna tidak menghiraukan tentang kinerja sistem selama tingkat pengharapannya tercapai disadari atau tidak terpuaskan oleh penyedia layanan. Peningkatan pada kualitas sistem diluar tingkatan yang dapat diterima oleh pengguna mungkin tidak menambah nilai bagi pengguna layanan dan mungkin tidak mengarah pada kenaikan penggunaan layanan, kecuali pengguna layanan menemukan nilai yang berguna atau menguntungkan dari konten yang tersedia. Kualitas sistem yang rendah akan menurunkan motivasi pengguna untuk menggunakan layanan Detik.com, terutama ketika pengguna memiliki toleransi yang sempit terhadap kinerja sistem. Pengaruh dari kualitas sistem diharapkan untuk lebih meningkat dalam penggunaan layanan. Berdasarkan pembahasan tersebut, maka ditarik hipotesis sebagai berikut:

H2: Semakin tinggi kualitas sistem yang dirasakan

maka perubahan penggunaan pada layanan

Detik.com akan semakin menurun.

mahasiswa salah satu STIE di Yogyakarta yang pernah menggunakan layanan Detik.com. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode survei, yaitu dengan membagikan kuesioner yang berisi daftar pernyataan tentang kualitas informasi dan kualitas sistem pada layanan Detik.com kepada responden untuk ditanggapi dan diisi, dan selanjutnya akan dikembalikan secara langsung kepada peneliti.

Dalam penelitian ini kualitas informasi adalah variabel independen. McKinney dkk (2002) mengelompokkan kualitas informasi kedalam dimensi relevansi, ketepatan waktu, dapat diandalkan, jangkauan, dan kemampuan untuk dimengerti. Variabel-variabel ini adalah dimensi penting dalam kualitas informasi. Dalam penelitian ini contoh kuesioner untuk mengukur variabel kualitas informasi pada dimensi relevansi adalah 1) informasi pada layanan Detik.com dapat digunakan untuk kebutuhan saya, 2) informasi pada layanan Detik.com berkaitan dengan kebutuhan saya, dan 3) informasi pada layanan Detik.com penting bagi kebutuhan saya.

Terdapat masing-masing 16 item pernyataan yang digunakan untuk mengukur kualitas informasi. Berdasarkan 16 item pernyataan dibagi kedalam beberapa bagian yaitu, relevansi 3 item pernyataan, ketepatan waktu 3 item pernyataan, dapat diandalkan 4 item pernyataan, jangkauan 3 item pernyataan, dan kemampuan untuk demengerti 3 item pernyataan. Pengukuran variabel ini dilakukan dengan menggunakan skala likert. Skala 5 menunjukkan “sangat setuju”, skala 3 menunjukkan “netral”, dan skala 1 menunjukkan “sangat tidak setuju”.

Dalam penelitian ini, kualitas sistem juga merupakan variabel independen. Tidak semua variabel memiliki tingkat kepentingan yang sama ketika mengarah kepada penggunaan layanan pada individual. McKinney dkk (2002) menyebutkan bahwa akses, nilai kegunaan, navigasi, dan interaktivitas adalah dimensi penting dari kualitas sistem untuk layanan web. Berdasarkan tinjauan penelitian-penelitian yang ada maka peneliti mempertimbangkan akses, nilai kegunaan, dan navigasi untuk menjadi dimensi penting dari kualitas sistem. Dalam penelitian ini contoh kuesioner untuk mengukur variabel kualitas sistem pada dimensi akses adalah 1) layanan Detik.com responsif terhadap saran konsumen, 2) pemuatan teks dan grafis pada layanan Detik.com sangat cepat, 3) layanan Detik.com

menyediakan akses yang baik, dan 4) layanan

Detik.com sangat stabil. Terdapat masing-masing 11 item pernyataan yang digunakan untuk mengukur

kualitas sistem yang dibagi ke dalam beberapa bagian yaitu, akses 4 item pernyataan, nilai kegunaan 4 item pernyataan, dan navigasi 3 item pernyataan. Pengukuran variabel ini dilakukan dengan menggunakan skala likert. Skala 5 menunjukkan “sangat setuju”, skala 3 menunjukkan “netral”, dan skala 1 menunjukkan “sangat tidak setuju”.

Dalam penelitian ini, variabel perubahan penggunaan layanan merupakan variabel dependen. Layanan teknologi bergerak memberikan nilai unik untuk konsumen dengan membiarkan kebebasan waktu dan tempat (Lee & Benbasat, 2003 dan Mallat dkk., 2004); meningkatkan kendali pada pekerjaan mereka (Jarvenpaa dkk., 2003); kenyamanan, ada dimana-mana, fleksibel, dan kontekstual (Lee & Benbasat, 2003; Looney dkk., 2004; dan Venkatesh dkk, 2003). Anckar dan D’Incau (2002) menyatakan nilai potensial pelanggan dari layanan dalam kaitan 5 konteks nilai, yaitu sensitivitas waktu, spontanitas, kebutuhan hiburan, kebutuhan efisiensi, dan kaitan mobilitas.

Pengujian validitas item-item pernyataan dilakukan dengan menggunakan analisis faktor, dan selanjutnya dilakukan perhitungan nilai reliabilitas

(al-pha) setiap variabel. Analisis faktor dilakukan secara

terpisah per konstruk, yaitu kelompok variabel kualitas informasi dan kualitas sistem. Prosedur analisis faktor dilakukan sesuai prosedur yang dilakukan oleh Antoni dkk (2002). Analisis faktor dilakukan secara berulang kali hingga tidak ada item pernyataan yang dapat

di-drop lagi sesuai kriteria yang ditetapkan dengan

menggunakan program SPSS 16.

Suatu item akan dipertahankan jika factor

load-ing-nya sama atau lebih dari 0,5; sesuai Febrilia (2010).

Setelah pengujian validitas, peneliti melakukan pengujian reliabilitas (Cronbach’s Alpha) untuk setiap variabel. Cronbach’s Alpha menunjukkan konsistensi responden dalam memberikan tanggapan terhadap keseluruhan item yang mewakili pengukuran satu variabel tertentu. Nilai Cronbach’s Alpha yang lazim dipakai yaitu lebih besar dari 0,6 atau > 0,6. Semakin besar nilai Cronbach’s Alpha, maka semakin baik pula pengukuran variabel tersebut. Penelitan ini dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan multiple

bantuan program SPSS 16.0.

HASIL PENELITIAN

Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan untuk melihat apakah item pernyataan yang digunakan dalam penelitian mampu mengukur apa yang ingin diukur oleh peneliti. Analisis faktor dapat digunakan untuk menguji validitas suatu rangkaian kuesioner. Jika item pernyataan tidak mengelompok pada variabelnya, tetapi mengelompok ke variabel yang lain, berarti item pernyataan tersebut tidak valid, sedangkan item pernyataan yang valid akan mengelompok pada

variabel yang diukur.

Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas informasi dan variabel kualitas sistem. Analisis faktor untuk menguji validitas item-item pernyataan variabel kualitas informasi dan variabel kualitas sistem dilakukan dengan menetapkan dua faktor sebagai batasan jumlah faktor yang ada, item-item pernyataan yang tidak valid dibuang kemudian di uji lagi. Dalam analisis faktor ini, peneliti menggunakan rotasi Varimax untuk mendapatkan pemisahan dan pengelompokan yang lebih baik antarfaktor (Tabachnick & Fidell, 1996). Hasil akhir analisis faktor kedua variabel independen tersebut disajikan oleh peneliti dalam Tabel 1.

Tabel 1

Hasil Uji Validitas Variabel Kualitas Informasi dan Kualitas Sistem

Kode Item Pernyataan Faktor 1 Faktor 2 Status

KI 5 Informasi pada layanan

Detik.com secara terus-menerus

diperbarui/ selalu update 0.552 Valid KI 6 Informasi pada layanan

Detik.com dapat

diakses kapanpun 0,627 Valid KI 10 Informasi pada layanan

Detik.com dapat diandalkan 0,590 Valid KI 11 Informasi pada layanan

Detik.com meliputi berbagai

berita nasional maupun

internasional 0,791 Valid KI 12 Informasi pada layanan

Detik.com berisi beragam

topik berita 0,759 Valid KI 13 Informasi pada layanan

Detik.com mencakup lingkup

berita yang luas 0,741 Valid KS 1 Layanan Detik.com

esponsif terhadap saran konsumen 0,752 Valid KS 3 Layanan Detik.com

menyediakan akses yang baik 0,721 Valid KS 4 Layanan Detik.com sangat stabil 0,621 Valid KS 7 Desain pada layanan Detik.com

terorganisir dengan baik. 0,681 Valid KS 9 Tampilan Detik.com sangat mudah

untuk bolak-balik antar halaman 0,610 Valid KS 10 Tampilan Detik.com sangat mudah

untuk digunakan 0,578 Valid

Kualitas informasi digambarkan dalam item pernyataan KI 5 hingga KI 13, sedangkan kualitas sistem digambarkan dalam item pernyataan KS 1 hingga KS 10. Item-item KI 5 hingga KI 13 tercakup dalam faktor 1 yang merupakan faktor kualitas informasi sehingga dianggap valid, sedangkan item-item KS 1 hingga KS 10 tercakup dalam faktor 2 yang merupakan faktor kualitas sistem sehingga juga dianggap valid. Nilai reliabilitas kualitas informasi adalah 0,776 dan nilai reliabilitas untuk kualitas sistem adalah 0,749. Oleh karena itu, dapat diperoleh simpulan bahwa konsistensi responden sangat baik dalam memberikan tanggapan terhadap keseluruhan item yang mewakili pengukuran satu variabel dikarenakan nilai Cronbach’s Alpha > 0,6. Dalam penelitan ini juga dilakukan analisis faktor untuk variabel perubahan penggunaan layanan. Item pernyataannya digambarkan dalam PPL 1 hingga PPL 4. Nilai reliabilitas perubahan penggunaan layanan adalah 0,684. Oleh karena itu, dapat diperoleh simpulan

bahwa konsistensi responden sangat baik dalam memberikan tanggapan terhadap keseluruhan item yang mewakili pengukuran satu variabel dikarenakan nilai

Cronbach’s Alpha > 0,6. Hasil analisis faktor untuk

variabel perubahan penggunaan layanan disajikan oleh peneliti dalam Tabel 2.

Uji reliabilitas dilakukan untuk melihat apakah rangkaian kuesioner yang digunakan untuk mengukur suatu konstruk/variabel tidak mempunyai kecenderungan tertentu. Salah satu cara untuk menguji reliabilitas adalah menghitung Cronbach’s Alpha, yang menunjukkan konsistensi responden dalam memberikan tanggapan terhadap keseluruhan item yang mewakili pengukuran satu variabel tertentu. Jika nilai

Cronbach Alpha < 0,6 maka reliabilitas konstruk/

variabelnya buruk. Jika nilai Cronbach Alpha 0,6 – 0,7 maka reliabilitasnya diterima, dan jika nilai Cronbach

Alpha 0,8 – 1,0 maka reliabilitas datanya dikatakan baik.

Ringkasan nilai validitas dan reliabilitas dalam

Tabel 2

Hasil Uji Validitas Variabel Perubahan Penggunaan Layanan Kode Item Pernyataan Faktor 1 Status

PPL 1 Jika perlu informasi, saya akan terus masuk ke

layanan Detik.com. 0,845 Valid PPL 2 Saya akan sering

menggunakan

layanan Detik.com. 0,830 Valid PPL 4 Saya tidak akan mencoba

layanan informasi

baru selain Detik.com. 0,680 Valid Sumber: Data penelitian, diolah.

Tabel 3 Uji Reliabilitas Data

Variabel Nilai Reliabilitas dan item-item yang valid

Kualitas Informasi Alpha 0,776

Item KI 5, KI 6, KI 10, KI 11, KI 12, KI 13 Kualitas Sistem Alpha 0,749

Item KS 1, KS 3, KS 4, KS 7, KS 9, KS 10 Perubahan Penggunaan Layanan Alpha 0,684

Item PPL 1, PPL 2, PPL 4 Sumber: Data penelitian, diolah.

penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 3.

Hasil pengujian korelasi antarvariabel independen dalam Tabel 4 tidak menunjukkan adanya masalah multikolinearitas yang berat karena nilai korelasi antarvariabel independen yang kurang daripada 0,8. Hasil pengujian korelasi juga menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara variabel-variabel independen dan dependen dalam penelitian ini, sehingga pengujian model dengan model persamaan struktural dapat dilakukan.

Tabel 4 menunjukkan hasil statistik deskriptif yang terdiri dari nilai cronbach’s alpha, rata-rata, standar deviasi, dan korelasi antar variabel. Nilai rata-rata dan standar deviasi untuk setiap variabel adalah: kualitas informasi dengan nilai rata-rata 4,03 dan standar deviasi sebesar 0,475; kualitas sistem dengan nilai rata-rata 3,59 dan standar deviasi sebesar 0,461; serta perubahan penggunaan layanan dengan nilai rata-rata 2,93 dan standar deviasi sebesar 0,672. Tabel 4 juga

menyajikan korelasi antarvariabel. Hasil pengujian korelasi antarvariabel independen (kualitas informasi dan kualitas sistem) tidak menunjukkan adanya masalah multikolinearitas yang berat, karena nilainya < 0,8. Korelasi yang signifikan antara variabel kualitas informasi dan perubahan penggunaan layanan (-0,326; p < 0,01) menunjukkan adanya keterkaitan yang negatif antara kualitas informasi dengan perubahan penggunaan layanan. Korelasi yang signifikan antara variabel kualitas sistem dan perubahan penggunaan layanan (-0,460; p < 0,01) menunjukkan bahwa adanya keterkaitan yang negatif antara kualitas sistem dan perubahan penggunaan layanan. Berikut disajikan tabel yang menunjukan ringkasan hasil pengujian hipotesis.

PEMBAHASAN

Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas informasi berpengaruh terhadap perubahan penggunaan layanan.

Tabel 4

Analisis Deskriptif Data

Cronbach’s Rata- Standar

Variabel KI KS PPL

Alpha Rata Deviasi

KI 0,776 4,03 0,475 1 -

-KS 0,749 3,59 0,461 0,290* 1

-PPL 0,684 2,93 0,672 -0,326* -0,460* 1 * Signifikan < 0,01

Sumber: Data penelitian, diolah.

Tabel 5

Hasil Pengujian Hipotesis

Standardize Standard Critical Probability Keterangan HIPOTESIS d Estimate Error Ratio

H1: Kualitas informasi berpengaruh negatif pada perubahan

penggunaan layanan -0,353 0.127 -0,250 0.006 * Didukung H2: Kualitas sistem

berpengaruh negatif pada perubahan

penggunaan layanan -0,564 0.131 -0.387 0.000 * Didukung * Signifikan < 0,05

Penelitian ini sesuai dengan hipotesis yang menyatakan bahwa bahwa kualitas informasi berpengaruh negatif terhadap perubahan penggunaan layanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas sistem berpengaruh terhadap perubahan penggunaan layanan. Penelitian ini mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa kualitas sistem berpengaruh negatif terhadap perubahan penggunaan layanan.

Dimensi kualitas informasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah relevansi, ketepatan waktu, dapat diandalkan, jangkauan, dan kemampuan untuk dimengerti, variabel-variabel ini merupakan dimensi penting dari kualitas informasi. Berdasarkan gambaran tersebut, seharusnya kualitas informasi menjadi pemicu/menyebabkan seorang mahasiswa menjadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk selalu menggunakan layanan Detik.com, atau tidak adanya perubahan penggunaan layanan pada Detik.com. Hal tersebut sejalan dengan hasil dalam penelitian ini yang mengindikasikan bahwa kualitas informasi berpengaruh terhadap perubahan penggunaan layanan. Kualitas informasi yang baik/tinggi akan berdampak pada penurunan perubahan penggunaan layanan Detik.com. Hipotesis ini didukung karena jika seorang mahasiswa yang merasakan kualitas informasi yang baik/tinggi cenderung akan tetap menggunakan layanan

Detik.com.

Dimensi kualitas sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah akses, nilai kegunaan, dan navigasi, variabel-variabel ini merupakan dimensi penting dari

Dokumen terkait