DAMPAK AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA
MATERI : INTERAKSI MANUSIA DENGAN LINGKUNGAN
A. Komponen Lingkungan
Tahukah kamu setiap makhluk hidup itu saling membutuhkan baik manusia, hewan, ataupun tumbuhan. Hidup manusia tergantung pada makhluk lain. Misalnya saja manusia memakan hewan maupun tumbuhan, dan ketika bernafas memerlukan oksigen yang dihasilkan tumbuhan. Sehingga kalian sebagai manusia wajib bersyukur atas karunia Allah SWT tersebut. Kehidupan setiap makhluk saling bergantung dengan makhluk hidup yang lain. Bukan hanya manusia yang membutuhkan tumbuhan, hewan juga membutuhkan tumbuhan. Tumbuhan membutuhkan hewan dengan memanfaatkan kotorannya untuk pupuk. Manusia dapat membantu tumbuhanuntuk tumbuh lebih subur dan terawat.
Manusia bersama makhluk yang lain menempati suatu ruangan tertentu. Ruangan tersebut berisi gas, tanah, batu, dan air. Ruang yang ditempati manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan (hayati) dan udara, tanah, air (non hayati). Ruang dengan segala isinya ini disebut dengan lingkungan. Lingkungan adalah sejumlah unsur-unsur dan kekuatan-kekuatan di luar organisme yang mempengaruhi kehidupan organisme.
Pada bagian ini kalian akan mempelajari komponen-komponen yang ada di lingkungan kalian. Lingkungan hidup tersusun dari lingkunagn hayati (biotik), lingkungan fisik (abiotik), dan lingkungan sosial budaya (manusia).
1. Komponen Biotik
Komponen biotik dalam lingkungan hidup terdiri atas semua mahluk hidup yang terdapat di bumi. Di dalam aktivitasnya setiap makhluk hidup akan terbentuk dalam suatu populasi dan komunitas. Populasi adalah kumpulan organismedari spesies sejenis yang hidup dan berkembangpada suatu daerah tertentu (populasi komodo yang ada di Pulau Komodo). Sedangkan Komunitas adalah kumpulan dari berbagai jenis organisme yang menempati suatu daerah tertentu.
Namun berdasarkan fungsinya lingkungan biotik terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai (dekomposer).
a) Produsen
Produsen adalah organisme yang dapat membuat makanan sendiri dari bahan organik sederhana, misalnya: tumbuh-tumbuhan hijau melalui fotosintesis.
113 b) Konsumen
Konsumen, yaitu organisme yang tidak mampu membuat makanan sendiri, contohnya hewan dan manusia. Mereka memperoleh makanan dari organisme lain. Manusia termasuk omnivora karena mengkonsumsi tumbuhan dan hewan. Sedangkan termasuk hewan herbivora karena mengkonsumsi tumbuhan. Keduanya tidak dapat membuat makanan sendiri. c) Pengurai/dekomposer
Pengurai adalah organisme yang mampu menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai terdiri atas bakteri dan jamur. Cacing dan Bakteri seperti pada gambar 2.8 termasuk Pengurai. Karena kedua organisme ini dapat mempercepat pembusukan dan penguraian organisme lain.
2. Komponen Abiotik
Komponen non hayati (abiotik) merupakan unsur-unsur yang bukan berupa unsur kehidupan. Dengan demikian unsur-unsur ini merupakan unsur yang terdiri dari benda-benda mati seperti udara, tanah, air, sinar matahari dan sebagainya. Lingkungan fisik ini berfungsi sebagai media untuk berlangsungnya kehidupan.
a) Unsur udara mempunyai peranan sangat penting bagi kehidupan. Tanpa ada udara, maka tidak akan ada kehidupan. Udara di atmosfer terdiri atas berbagai gas, terutama adalah gas nitrogen dan oksigen. Udara di atmosfer antara lain dapat berfungsi untuk sumber kehidupan, menjadi media proses cuaca, mengurangi radiasi sinar ultraviolet dan memberikan perlindungan dari benda-benda luar atmosfer.
b) Angin adalah udara yang bergerak. Namun kajian mengenai angin sangat luas. Angin dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Angin dapat dimanfaatkan oleh manusia, namun juga dapat menimbulkan kerusakan. Angin darat dan angin laut bermanfaat bagi nelayan yang berangkat dan pulang melaut. Sedangkan angin yang merusak misalnya:
1) Angin yang menimbulakan Korosi (pengikisan tanah yang disebabkan oleh angin) menyebabkan kesuburan tanah menjadi berkurang.
2) Angin Kumbang yang merusak perkebunan teh di Cirebon dan Tegal
3) Angin Gending, merusak pertanian dan perkebunan di Probolinggo dan Pasuruan (Jawa Timur)
114
5) Angin Bahorok merusak perkebunan tembakau di Deli, Sumatra Utara.
6) Angin Tornado yang membentuk pusaran dan menyebabkan kerusakan di Amerika Serikat
7) Angin Taifun yang terjadi di Asi Timur.
c) Unsur tanah mempunyai peranan yang sangat penting. Hubungan antara mahluk hidup dengan tanah sangat erat. Kelangsungan hidup manusia dan hewan juga tergantung dari tanah. Tanah sebagai media tumbuhnya tanaman. Hasil dari tanaman digunakan untuk kelangsungan hidup manusia dan hewan.
d) Air sangat dibutuhkan untuk keberlanjutan kehidupan di muka bumi. Tanpa adanya air baik manusia, hewan, maupun tumbuh-tumbuhan tidak akan dapat hidup. Air mempunyai peranan antara lain: sebagai sumber kehidupan, habitat tumbuhan dan hewan air, pembangkit tenaga listrik, tempat wisata, lalu lintas air, dan sebagainya.
e) Matahari memberikan energi yang menggerakkan hampir seluruh ekosistem, meskipun hanya tumbuhan dan organisme fotosintetik lain yang menggunakan sumber energi ini secara langsung. Matahari menjadi sumber energi utama karena menjadi sumber cahaya dan panas utama untuk bumi.
3. Komponen Sosial Budaya
Komponen sosial budaya merupakan bentuk penggabungan antara rasa, karsa, dan cipta manusia yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan alam setempat. Lingkungan ini merupakan perwujudan dari nilai, norma, gagasan dan konsep yang dimiliki manusia dalam menentukan perilakunya sebagai mahluk sosial.
Di dalam materi unsur sosial budaya ini kita akan mempelajari adat istiadat dan berbagai hasil penemuan manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
a) Adat Istiadat
Adat atau tradisi akan selalu terkait dengan kebiasaan masyarakat setempat. Hal yang diyakini akan mengakar kuat sehingga akan mempengaruhi setiap tindakannya. Contoh Adat Istiadat salah satunya dapat dilihat dari peribadatan (misalnya melaksanakan upacara adat).
b) IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi)
Berbagai hal dapat dimungkinkan mampu mendorong terjadinya perkembangan IPTEK. Perkembangan IPTEK tidak hanya berdasarkan pada Sumber Daya Manusia, melainkan juga kondisi yang ada pada saat
115
tersebut.Teknologi dan lingkungan berproses dan berfungsi bersama-sama. Manusia dalam memanfaatkan teknologi modern juga dipengaruhi lingkungan hidupnya yang telah membentuk kultur, atau gaya beraktifitas.
Lingkungan hidup yang pembangunannya banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia biasanya dikenal dengan istilah lingkungan binaan atau lingkungan budaya. Manusia membangun lingkungan selalu berorientasi pada kebutuhan dan kepentingannya. Akibatnya keselarasan, keseimbangan dan keserasian lingkungan sering terabaikan sehingga muncul masalah-masalah kerusakan lingkungan.
B. Interaksi Manusia dengan Lingkungan dari Masa ke Masa
Interaksi manusia dengan lingkungan pada masa lalu memiliki banyak perbedaan dengan saat ini. Pada sosial info 2 kamu akan memperoleh informasi mengenai interaksi pada masa praaksara. Masa praaksara terbagi menjadi beberapa tahap, diantaranya
1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana 2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut 3. Masa bercocok tanam
4. Masa perundagian
Secara umum masyarakat praaksara belum mengeksploitasi alam. Alam menyediakan segala kebutuhan untuk hidup, untuk menjaga kelangsungan hidup. Sebagai makhluk hidup, manusia mempunyai kelebihan dari makhluk hidup yang lain.Pada masa praaksara manusia sudah menggunakan akal dan menciptakan berbagai alat untuk membantu dan mempermudah mencari makan. Alat yang digunakan manusia masih sederhana berupa batu, kayu, dan tulang. Peralatan tersebut kemudian digunakan untuk memburu hewan dan memudahkan manusia memperoleh makanan berupa umbi-umbian, buah-buahan, dan daun-daunan. Peralatan yang masih sangat sederhana tersebut belum banyak memberikan pengaruh terhadap lingkungan alam.
Aktivitas manusia sangat berpengaruh terhadap keadaan lingkungan. Kehidupan sosial-ekonomi pada masa praaksara mulai nampak terlihat pada masa bercocok tanam. Pada masa ini masyarakat sudah mulai menempati suatu tempat dengan kelompok-kelompok mereka. Selain itu dimungkinkan pada masa ini muncul bentuk perdagangan yang bersifat barter.
Pada masa Hindu-Buddha dan masa Islam masyarakat Indonesia lebih mengenal aktivitas ekonomi. Adanya aktivitas ekonomi seperti penjelasan di atas akan
116
mempengaruhi interaksi manusia dengan lingkungannya. Manusia tidak hanya memanfaatkan untuk kepentingannya sendiri, tetapi juga melayani orang lain untuk mencari keuntungan.
Aktivitas ekonomi yang dilakukan oleh setiap manusia secara tidak langsung akan menyebabkan persaingan. Hal tersebut akan berpengaruh pada sikap mereka dalam mengolah alam. Sikap yang kurang bijak adalah ketika manusia mengeksploitasi alam untuk kepentingan individu dan tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Seharusnya manusia memanfaatkan alam dengan mempertimbangkan kelestarian lingkungan.
Manusia berkembang dari masa ke masa begitu juga dengan pemenuhan kebutuhannya. Kebutuhan manusia tidak hanya sekedar kebutuhan primer saja (pangan, sandang, dan papan), namun manusia berusaha memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier. Gaya hidup manusia sering memunculkan produk-produk baru seperti model pakaian, kendaraan mulai dari kendaraan lambat seperti sepeda hingga kendaraan cepat mulai dari mobil sampai dengan pesawat terbang. Kebutuhan akan informasi menyebabkan munculnya teknologi baru seperti surat kabar, radio, televisi, telepon dan internet.
Pada masyarakat modern, manusia mempengaruhi dan mengubah lingkungan sesuai dengan kemauannya bahkan cenderung tidak terkendali. Nelayan modern tidak lagi hanya menangkap ikan besar saja tapi dengan menggunakan kapal besar dapat menangkap segala jenis ikan, bahkan menggunakan racun seperti pukat harimau. Nelayan tradisional seperti nampak pada gambar 2.15 menggunakan peralatan yang sederhana berupa jaring dan nelayan yang menggunakan bom untuk menangkapikan. Selain itu aktivitas manusia kadang memanfaatkan huatn. Hutan dibuka untuk lahan perkebunan, lahan pertanian, dan sebagai kawasan pemukiman.
C. Dampak Aktivitas Manusia dengan Lingkungan Alam
Banjir dan tanah longsor merupakan bentuk bencana alam. Marilah kita pelajari dulu mengenai peristiwa banjir. Seperti yang kamu ketahui, banjir banyak terjadi di wilayah Indonesia.Tahukah kamu mengapa banjir dapat terjadi? Banjir yang terjadi bukan hanya
Tahukah kamu mengapa Jakarta menjadi kota langganan banjir? Banjir terjadi bukan hanya karena faktor alam, misalnya curah hujan yang tinggi. Aktivitas manusia juga dapat menyebabkan banjir. Banjir sering terjadi di kawasan yang padat penduduknya, misalnya saja kota Jakarta. Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Penduduk yang banyak akan mendorong bertambahnya fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, pasar, rumah
117
sakit, dan fasilitas yang lain. Tidak menutup kemungkinan pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut akan menggunakan lahan hijau.
Pembangunan rumah, sekolah, rumah sakit, jalan raya yang tidak meperhatikan lingkungan juga akan menyebabkan banjir. Seperti yang kamu ketahui kota Jakarta kurang memiliki tanah resapan karena disetiap sisi sudah di bangun lantai, aspal, beton, maupun keramik. Penduduk yang padat akan menghasilkan limbah yang lebih banyak. Selain itu kebiasaan buruk masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan akan menyebabkan sungai tidak dapat mengalir dengan lancar sehingga dapat meluap.
Selain banjir, tanah longsor juga sering terjadi.Tanah longsor sering terjadi di lereng gunung yang curam termasuk di Gunungkidul. Bahkan Gunungkidul merupakan salah satu wilayah di Yogyakarta yang rawan longsor. Seperti halnya banjir, tanah longsor juga terjadi karena faktor alami dan faktor manusia. Kemiringan lahan dan lahan gundul merupakan faktor alam yang menyebabkan tanah longsor. Faktor alam yang lain adalah curah hujan yang tinggi. Selain di Gunungkidul masih banyak wilayah di Indonesia yang sering mengalami tanah longsor.
Aktivitas manusia dalam memanfaatkan alam akan menyebabkan terjadinya tanah longsor. Misalnya saja penggundulan hutan, pemotongan lereng juga merupakan penyebab terjadinya tanah longsor.
Melalui dua penjelasan di atas banjir dan tanah longsor dapat terjadi karena berbagai hal, dan faktor alam bukan sebagai satu-satunya penyebab banjir dan tanah longsor. Aktivitas manusia juga dapat menyebabkan terjadinya bencana alam tersebut. Selain penjelasan ini masih ada beberapa penyebab yang lain, kalian bisa mencari tahu dari sumber belajar yang lain.
D. Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Ekonomi
1. Kegiatan Ekonomi
Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus menglami peningkatan. Adanya peningkatan jumlah penduduk berpengaruh terhadap pola konsumsi. Kebutuhan barang dan jasa semakin lama semakin banyak. Oleh karena itu kondisi seperti ini akan berpengaruh terhadap berbagai kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi tersebut berupa kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi.
a. Kegiatan Produksi
Kegiatan produksi merupakan suatu kegatan yang menghasilkan (memproduksi) barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat. Jenis dan jumlah barang yang dibutuhkan sangat dipengaruhi oleh jumlah permintaan.
118
Dampak aktivitas manusia di bidang produksi terhadap lingkungan ekonomi, antara lain:
1) Banyak membuka lapangan kerja. 2) Mengurangi jumlah pengangguran.
3) Kebutuhan masyarakat akan barang-barang yang dibutuhkan terpenuhi. 4) Meningkatkan taraf hidup masyarakat.
5) Stabilitas keamanan lebih terjaga.
b. Kegiatan Distribusi
Tahukah kamu yang dimaksud dengan kegiatan distribusi? Kegiatan distribusi merupakan kegiatan pengangkutan (mendistribusikan) barang-barang hasil produksi ke konsumen. Biasanya barang-barang hasil produksi tidak hanya sekedar untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di sekitar produsen tetapi sampai ke wilayah lain bahkan sampai ke pulau lain atau negara lain. Kegiatan distribusi dapat dilakukan dengan transportasi darat maupun air misalnya (sepeda motor, mobil, truk, kereta, pesawat, maupun kapal).
Saat ini pendistritibusian barang dari produsen ke konsumen sudah bukan masalah lagi. Hal ini disebabkan adanya sarana dan prasarana transportasi yang sudah baik. Dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan ekonomi dalam hubungannya dengan kegiatan distribusi, antara lain:
1) Membuka lapangan kerja dalam pembuatan alat transportasi, parasarana transportasi dan lapangan kerja dalam kaitannya dengan alat transportasi. 2) Mengurangi pengangguran
3) Dibangunnya jalan-jalan yang dapat mempermudah mobilitas penduduk. 4) Pemerataan barang-barang produksi ke berbagai tempat
5) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat
c. Kegiatan Konsumsi
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kegiatan konsumsi? Kegiatan konsumsi merupakan kegiatan pemanfaatan barang-barang dan jasa hasil produksi dari produsen oleh konsumen. Jumlah penduduk Indonesia yang besar berarti jumlah konsumen hasil barang dan jasa produksi juga besar. Kegiatan konsumsi tidak hanya makan, tetapi segala jenis kegiatan yang memanfaatkan barang atau jasa hasil produksi termasuk menggunakan pakaian.
Dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan ekonomi dalam kegiatan konsumsi antara lain:
119 1) Kesejahteraan masyarakat terpenuhi 2) Sering menimbulkan perilaku konsumtif
3) Mempengaruhi jenis dan jumlah barang produksi
4) Secara tidak langsung berpengaruh terhadap terciptanya lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.
2. Kemiskinan dan Pengangguran
Jumlah penduduk yang semakin pesat di Indonesia turut mempengaruhi tingkat kesejahteraan penduduk. Salah satu dampak bertambahnya jumlah penduduk adalah tumbuhnya pengangguran. Hal ini karena tidak semua penduduk dapat terserap di lapangan pekerjaan. Beberapa penyebab pengangguran:
a. Jumlah penduduk yang semakin padat itu tidak disertai dengan adanya bertambahnya lapangan pekerjaan.
b. Pendidikan yang tidak sesuai dengan peluang dilapangan.
Banyaknya pengangguran ini akan membawa dampak pada tingginya angka kemiskinan. Masyarakat dikatakan miskin jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan primer mereka. Pemukiman yang kumuh adalah salah satu potret kemiskinan yang ada di Indonesia. Melalui gambar pemukiman yang kumuh tersebut, kamu dapat mengamati sendiri bagaimana masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan bagaimana kesehatan mereka.
Jumlah penduduk Indonesia yang semakin padat serta kurang meratanya persebaran penduduk menyebabkan terjadi ketimpangan dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Kamu dapat melihat pulau Jawa yang begitu padat sedangkan Pulau Papua masih sangat jarang penduduknya. Pemusatan penduduk pada suatu wilayah akan menyebabkan persaingan dalam kehidupan ekonomi semakin tinggi. Hal tersebut akan menciptakan kesenjangan antara penduduk yang kaya dan penduduk yang miskin. Kamu dapat menemukan penyebab kemiskinan dan pengangguran yang lain yang lain melalui sumber lain ataupun pengamatan yang telah kamu lakukan.
E. Dampak Aktivitas Manusia terhadap Lingkungan Sosial Budaya
Masyarakat Indonesia memiliki kehidupan sosial budaya yaitu: kerukunan, kerja sama dan gotong royong. Kelunturan budaya tersebut tidak lepas dari adanya globalisasi yang sekarang ini tengah terjadi. Kebudayaan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Pada masa praaksara, masyarakat masih meyakini kepercayaan animisme dan dinamisme. Pada masa itu masyarakat sangat mengagungkan kepercayaan
120
yang mereka miliki. Gotong royong merupakan cerminan kehidupan sosial-budaya pada masyarakat praaksara, salah satunya nampak pada masa bercocok tanam..
Kemudian berkembang pada masa Hindu manusia mulai mengenal sistem kasta dalam kehidupannya. Dalam kehidupan bermasyarakat, kasta yang dimiliki seseorang diwariskan secara turun temurun. Sistem kasta ini membagi masyarakat Hindu ke dalam empat golongan besar, seperti berikut:
1. Kasta brahmana, terdiri dari pendeta-pendeta Hindu.
2. Kasta kesatria, terdiri dari raja dan para pegawai pemerintahan.
3. Kasta waisya, terdiri dari pedagang dan tuan tanah.
4. Kasta sudra terdiri dari petani, buruh, dan nelayan.
Sistem kasta pada masa Hindu merupakan wujud stratifikasi sosial. Statifikasi sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke di kelas-kelas secarabertingkat atas dasar kekuasaan, serta hak-hak istimewa yang dimiliki. Secara umum saat ini sistem kasta sudah tidak ada kecuali dalam masyarakat yang kental dengan agama Hindu, seperti di Bali.
Pada masa ini pula dikenalkan organisasi subak yang saat ini masih ada di Bali. Subak merupakan organisasi sosial di Bali yang mengurus masalah pertanian. Adanya sistem subak ini menunjukkan keteraturan hidup masyarakat di Bali.
Gotong royong merupakan suatu konsep yang erat kaitannya dengan kehidupan rakyat sebagai petani dalam masyarakat agraris. Gotong royong merupakan suatu sistem pengerahan tenaga tambahan dariluar kalangan keluarga untuk mengisi kekurangan tenaga pada masa-masa sibuk. Pernahkah kalian mendengar kata sambatan? Sambatan merupakan istilah untuk gotong royong di daerah pedesaan.
Pada masa Islam kehidupan masyarakat banyak dipengaruhi ajaran islam. Di beberapa daerah masih dipengaruhi adanya kepercayaan animisme dan dinamisme maupun kepercayaan pada masa Hindu Buddha, misalnya di daerah Jawa yang dikenal dengan istilah kejawen. Kehidupan masyarakat pada masa ini masih menunjukkan adanya kerukunan, kerjasama, dan gotongroyong.
Globalisasi adalah masalah kehidupan modern yang tidak terhindarkan. Globalisasi dapat memberikan manfaat positif maupun membawa dampak. Proses globalisasi yang meliputi semua aspek kehidupan modern (ekonomi, politik, kultur) tercermin dalam kesadaran sosial.
Kebudayaan masyarakat Indonesia sebagian besar masih bercorak pertanian. Meskipun gambaran tentang masyarakat Indonesia tersebut sudah terkontaminasi dan
121
termodifikasi oleh berbagai macam gaya hidup, umumnya pada masyarakat yang tinggal di kota-kota besar.
Sekarang ini sudah berkembang sistem komunikasi modern sebagai salah satu wujud globalisasi. Teknologi komunikasi modern menjauhkan hubungan antarpribadi dan menghambat proses kebudayaan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kita dapat melihat kebudayaan desa yang bersifat kekeluargaan, seperti perhatian, kebersamaan, dan tolong menolong. Namun teknologi memiliki kecenderungan sikap individual. Kekeluargaan dan kepercayaan pada kehidupan sehari-hari masyarakat jarang terlihat terutama di kota-kota besar. Mereka sibuk dengan rutinitas masing-masing.
Melawan arus globalisasi adalah hal yang mustahil, namun kita dapat melakukan pengendalian dari arus tesebut. Kebudayaan adalah nilai-nilai keyakinan yang berproses panjang yang menjadi pedoman untuk menghadapi tantangan. Teknologi yang sekarang berkembang di lingkungan masyarakat sebenarnya juga hasil kebudayaan manusia. Namun tidak semua hal yang menggunakan teknologi dapat bernilai guna baik, ataupun bermanfaat bagi manusia. Kita dapat melihat perkembangan teknologi yang sangat pesat ini mampu merubah alam kita, misalnya dengan adanya limbah-limbah industri. Namun tidak dapat kita pungkiri semua itu memang diperlukan oleh masyarakat. Hanya saja penggunaannya yang kurang tepat, misalnya pembabatan hutan untuk kawasan industri.
Teknologi yang paling sering kita temui adalah televisi, hampir setiap rumah memiliki televisi. Berbagai tayangan dapat kita lihat entah itu hal yang baik maupun yang buruk. Adanya globalisasi pada teknologi dapat membawa dampak positif dan negatif sehingga kita perlu berhati-hati. Kita perlu waspada terhadap informasi yang kita terima. Tidak semua informasi harus kita terima begitu saja. Banyak budaya luar yang seharusnya kita tidak dapatkan, misalkan gaya hidup yang kurang baik, etika berbicara yang kasar, mengikuti mode pakaian yang terlalu terbuka dan lain lain yang menyebabkan hilangnya budaya pancasila dan aturan agama.
Manfaat globalisasi, komunikasi dapat dilakukan dengan cepat. Teknologi selalu berkembang dengan pesat, komputer dan handphone sebagai sarana mencari informasi, pemahaman masyarakat terhadap internet semakin tinggi dalam jaringan serta pemanfaat komputer dan sistemnya, anak-anak semakin kreatif dalam melakukan proses pembelajaran, mempermudah pekerjaan misalnya internet banking, membeli barang, bersosialisasi, mencari pekerjaan dan info lainnya.
Menghadapi globalisasi demi menjaga budaya, perilaku dan jiwa, kita harus menjadi orang yang cerdas dalam menerima informasi agar tidak terpengaruh budaya
122
yang kurang baik. Oleh sebab itu dibutuhkan usaha dari pemerintah, masyarakat dan dari diri kita sendiri agar dapat memanfaatkan teknologi yang sangat modern dan canggih dengan sebaik baiknya.
123 Lampiran 4