Melayani Dengan Setulus Hati
D. Materi Pembelajaran
Pengertian Kesehatan Dan Keselamatan Kerja(K3)
Kesehatan Kerja adalah: Suatu usaha-usaha pencegahan ( Preventif ) dan pengobatan ( Kuratif ) terhadap penyakit- penyakit atau gangguan-gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh pekerja dan lingkungan kerja.
Keselamatan Kerja adalah: Keselamatan yang berhubungan dengan mesin, alat kerja, bahan, prosedur pembuatan, landasan tempat kerja, lingkungan kerja, cara-cara melakukan pekerjaan agar terhindar dari kecelakaan, rasa ketidak amanan, dan bahaya yang disebabkan kelalaian maupun kesengajaan pekerja
Tujuan kesehatan, keselamatan dan keamanan kerja
1. Melindungi para pekerja dari kemungkinan -kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat kecerobohan pekerja/siswa .
Administrasi Pembelajaran SMKN 6 Yogyakarta 2014-2015
2. Memelihara kesehatan para pekerja/siswa untuk memperoleh hasil pekerjaan yang optimal.
3. Mengurangi angka sakit atau angka kematian diantara pekerja.
4. Mencegah timbulnya penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yangdiakibatkan oleh sesama pekerja.
5. Membina dan meningkatkankesehatan fisik maupun mental. 6. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada ditempat kerja. 7. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.
8. Sumber tentang kesehatan dan keselamatan kerja yang di jelaskan pada Undang-Undang Nomor 14 tahun 1969 pasal 9 dan Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 1 tahun 1970
Undang – undang ketenaga kerjaan
Undang – undang No.14 Thn 1969 :” Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atau keselamatan, kesusilaan, pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama”.
Peraturan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Dalam kegiatan pembelajaran di laboratorium, semua pihak harus menyadari bahwa dalam setiap kegiatan tersebut mempunyai potensi bahaya dan menimbulkan dampak lingkungan sehingga penting sekali aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja di dalam laboratorium. Penerapan K3 di dalam laboratorium merupakan kebijakan yang harus diambil oleh manajemen (pimpinan) sekolah/universitas. Setelah kebijakan penerapan K3 diambil, maka setiap pengguna laboratorium harus mempunyai rasa tanggung jawab yang penuh akan K3 di dalam laboratorium. Oleh karena itu perlu ditetapkan peraturan dan prosedur standar yang harus ditaati pada setiap kegiatan yang dilakukan di dalam laboratorium. Contoh : setiap melakukan praktek siswa diwajibkan menggunakan clemek, rambut diikat, tidak menggunakan sepatu berhak tinggi.
Prosedur Bekerja Dengan baik dan Aman.
Ada beberapa langkah Cara Bekerja yang Baik dan Benar di Laboratorium, yaitu : 1. Ketahui bahaya yang akan dihadapi dalam Laboratorium
Secara umum, bahaya yang dapat dihadapi ketika bekerja di laboratorium adalah : a. Bahaya kebakaran dan ledakan akibat dari zat / bahan yang mudah terbakar atau
meledak. b. Bahan beracun, c. Bahaya radiasi d. Luka bakar
Administrasi Pembelajaran SMKN 6 Yogyakarta 2014-2015 e. Syok akibat aliran listrik
f. Luka sayat akibat alat gelas yang pecah dan benda tajam g. Bahaya infeksi dari kuman, virus atau parasit.
2. Perhatikan tempat penyimpanan alat dan bahan di laboratorium :
a. Aman, Alat-alat yang disimpan harus pada tempat yang aman, yaitu aman dari pencuri dan aman dari kerusakan, yang bisa menyebabkan rusaknya atau kurangnya fungsi alat tersebut.
b. Mudah dicari, Untuk memudahkan pencarian alat dan bahan yang akan digunakan, maka perlu adanya pemberian tanda atau label pada setiap tempat penyimpanannya.
c. Mudah diambil, Penyimpanan alat harus pada tempat yang mudah diambil, seperti lemari, laci atau rak dengan ukuran yang sesuai dengan alat atau bahan yang akan digunakan.
3. Perhatikan cara penyimpanan alat dan bahan di laboratorium 4. Mengetahui sifat masing-masing bahan
Pengertian Kecelakaan
Kecelakaan, adalah kejadian yang tak terduga dan tak diharapkan. Tak terduga oleh karena di belakang peristiwa itu tidak terdapat unsure kesengajaan, lebih-lebih dalam bentuk perencenaan. Tidak diharapkan oleh karena peristiwa kecelakaan disertai kerugian materiil maupun penderiaan dari yang paling ringan sampai kepada yang paling berat dan tidak diinginkan. Secara teoritis istilahistilah bahaya yang sering ditemui dalam lingkungan kerja meliputi beberapa hal sebagai berikut :
a. Hazard (sumber bahaya). Suatu keadaan yang memungkinkan / dapat menimbulka kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghambat kemampuan pekerja yang ada b. Danger (tingkat bahaya). Peluang bahaya sudah tampak (kondisi bahaya sudah ada
tetapi dapat dicegah dengan berbagai tindakan prventif.
c. Risk, prediksi tingkat keparahan bila terjadi bahaya dalam siklus tertentu
d. Insident. Munculnya kejadian yang bahaya (kejadian yang tidak diinginkan, yang dapat/ telah mengadakan kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas e. Accident. Kejadian bahaya yang disertai adanya korban dan atau kerugian
(manusia/benda)
Kecelakaan akibat kerja adalah kecelakaan berhubungan dengan hubungan kerja pada perusahaan. Hubungan kerja di sini dapat berarti, bahwa kecelakaan terjadi karena oleh pekerjaan atau pada waktu melaksanakan pekerjaan.
Administrasi Pembelajaran SMKN 6 Yogyakarta 2014-2015
Bahaya pekerjaan adalah factor-faktor dalam hubungan pekerjaan yang dapat mendatangkan kecelakaan. Bahaya tersebut disebut potensial, jika faktor-faktor tersebut belum mendatangkan kecelakaan. Jika kecelakaan telah terjadi, maka bahaya tersebut sebagai bahaya nyata. Dengan adanya kecelakaan/bahaya akibat kerja dapat menyebabkan kerugian-kerugian. Ada 5 jenis kerugian yang disebabkan oleh kecelakaan akibat kerja, yaitu:
1. Kerusakan.
2. Kekacauan organisasi. 3. Keluhan dan kesedihan. 4. Kelainan dan cacat. 5. Kematian
Potensi kecelakaan di usaha produksi busana misalnya :jari terkena jarum, tersengat arus singkat, Jari tergencet mesin kancing, tersengat arus singkat, Jari tangan terpotong atau tersengat arus pendek, kebakaran. Cara pencegahan kecelakaan di tempat kerja antara lain :
1. Menerapkan peraturan perundang – undangan dengan penuh disiplin 2. Menerapkan standarisasi kerja yang telah digunakan secara resmi 3. Melakukan pengawasan dengan baik
4. Memasang tanda – tanda peringatan
Menerapkan Kesehatan dan Keselamatan di Lingkungan Kerja Industri Busana/ Garmen
Bahan-bahan yang digunakan, alat dan sarana kerja, serta suhu ruang kerja maupun sistem dan cara kerja kemungkinan merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan gangguan keselamatan, kesehatan, atau kenyamanan kerja yang dapat mengakibatkan produktivitas kerja. Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi:
a. Faktor Lingkungan Kerja
b. Potensi Bahaya Kecelakaan Kerja