• Tidak ada hasil yang ditemukan

Materi Pembelajaran 1 Pengertian ilmu ekonom

Minggu II 6 Senin, 25 Jul

Lampiran 1. Materi Pembelajaran 1 Pengertian ilmu ekonom

Istilah ekonomi diperkenalkan pertama kali oleh Aristoteles. Kata ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu oikonomia. Oikonomia berasal dari dua kata yaitu, oikos

berarti rumah tangga dan nomos berarti aturan. Dengan demikian secara harfiah ekonomi berarti pengatruan rumah tangga. Ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai hal yang mempelajari perilaku manusia dalam menggunakan sumber daya yang langka untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan manusia. Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam usahanya memenuhi kebutuhan yang terbatas dan dihadapkan pada alat pemuas atau sumber daya ekonomi yang terbatas jumlahnya.

Pengertian menurut tokoh  Adam Smith

Ilmu ekonomi secara sistematis mempelajari tingkah laku manusia dalam usahanya untuk mengalokasikan sumber-sumber daya yang terbatas guna mencapai tujuan tertentu. Adam Smith dikenal sebagai Bapak Ilmu Ekonomi.

 Alfred Marshall

Ilmu ekonomi adalah ilmu atau studi yang mempelajari kehidupan manusia sehari- hari.

 JB Say

Ilmu ekonomi adalah suatu kajian tentang peraturan yang menentukan kekayaan  David Ricardo

Ilmu ekonomi adalah suatu kajian tentang hukum berbagai jenis golongan masyarakat • Paul Samuelson

Ilmu ekonomi adalah ilmu atau studi yang mempelajari tentang kehidupan manusia sehari-hari untuk mendapaf dan menikmati kehidupan.

2. Penggolongan ilmu ekonomi

Dalam mendefinisikan ekonomi, Alfred W. Stonier membagi ilmu ekonomi menjadi 3 kelompok, yaitu :

• Ilmu Ekonomi Deskriptif yakni ilmu ekonomi yang mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi. Contoh: pendapatan nasional, jumlah pengangguran, dan neraca pembayaran. Hasil produksi ikan di Flores Timur untuk tahun 2009.

• Teori Ekonomi yakni ilmu ekonomi yang memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu.

• Ilmu Ekonomi Terapan yakni ilmu ekonomi yang mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh teori ekonomi untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.

Pengelompokan ilmu ekonomi kembali terjadi pada tahun 1930-an dan para ahli membaginya menjadi dua yaitu Ekonomi Makro (macroeconomics) dan Ekonomi Mikro (microeconomics).

1. Ekonomi Mikro (microeconomics)

Ilmu ekonomi mikro (sering juga ditulis mikroekonomi) adalah cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang, dan jasa yang diperjualbelikan. Ekonomi mikro meneliti bagaimana berbagai keputusan dan perilaku tersebut mempengaruhi penawaran dan permintaan atas barang dan jasa, yang akan menentukan harga; dan bagaimana harga, pada gilirannya, menentukan penawaran

No. Dokumen : FM-SMA N1 NGPK- 02/ 02-01 No. Revisi : 0 Tanggal

Berlaku : 16 Juli 2012

dan permintaan barang dan jasa selanjutnya. Individu yang melakukan kombinasi konsumsi atau produksi secara optimal, bersama-sama individu lainnya di pasar, akan membentuk suatu keseimbangan dalam skala makro; dengan asumsi bahwa semua hal lain tetap sama (ceteris paribus). Penerapan ekonomi mikro teori konsumsi, teori produksi dan harga, kesejahteraan ekonomi, organisasi industri, kegagalan pasar, ekonomi finansial, perdagangan internasional.

2. Ekonomi Makro (macroeconomics)

Kebalikan dari ekonomi mikro ialah ekonomi makro, yang membahas aktivitas ekonomi secara keseluruhan, terutama mengenai pertumbuhan ekonomi, inflasi, pengangguran, berbagai kebijakan perekonomian yang berhubungan, serta dampak atas beragam tindakan pemerintah (misalnya perubahan tingkat pajak) terhadap hal- hal tersebut.

Ekonomi makro atau makroekonomi adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Makroekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga (household), perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro dapat digunakan untuk menganalisis cara terbaik untuk mempengaruhi target-target kebijaksanaan seperti pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca yang berkesinambungan. permasalahan yang dihadapi oleh ekonomi makro adalah kemiskinan dan pemerataan, krisis nilai tukar, hutang luar negeri, perbankan, kredit macet, inflasi,pertumbuhan ekonomi, pengangguran.

3. Prinsip ekonomi

Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan pengorbanan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu ingin memperoleh hasil maksimal. Panduan dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai perbandingan rasional antara pengorbanan yang dikeluarkan dan hasil yang diperoleh. Prinsip ekonomi mengarahkan kepada tindakan supaya dapat mencapai keektifan serta keefesienan yang tinggi.

Ciri-ciri orang yang menerapkan prinsip ekonomi

 Bersikap hemat, artinya seseorang dalam melakukan tindakan ekonomi selalu menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan/barang-barang yang memang benar-benar dibutuhkan.

 Menyusun skala prioritas, artinya seseorang dalam memenuhi kebutuhannya membuat urutan pemenuhan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingan, dimulai dari pemenuhan kebutuhan yang paling mendesak sampai kebutuhan yang bisa ditangguhkan pemenuhannya.

 Bertindak dengan rasional, artinya seseorang dalam melakukan kegiatan/tindakan selalu menggunakan akal sehat bukan berdasarkan emosi dan hawa nafsunya.

 Memperhitungkan untung dan rugi, artinya seseorang dalam melakukan kegiatan selalu memperhitungkan keuntungan dan kerugian dari kegiatan ekonomi yang dilakukannya.

Manfaat Penggunaan Prinsip Ekonomi

1. Mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

2. Bekerja hemat, cepat, dan tepat sehingga memperkecil resiko kerugian atau kerusakan.

3. Mencapai tujuan dengan tepat waktu dan berhasil sehingga dapat mencapai tingkat kemakmuran yang diinginkan.

4. Mencapai hasil kerja yang terjamin mutunya sehingga memenuhi tingkat kepuasan dari pelaku ekonomi.

5. Hidup lebih maju dalam persaingan yang sehat. a. Tindakan ekonomi

No. Dokumen : FM-SMA N1 NGPK- 02/ 02-01 No. Revisi : 0 Tanggal

Berlaku : 16 Juli 2012

Adalah kegiatan atau tindakan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup agar mencapai kemakmuran dengan dilandasi prinsip ekonomi. Ada tiga kelompok kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat, yaitu sebagai berikut:

• Produsen yang memproduksi barang

• Distributor yang menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen • Konsumen yang memakai, menghabiskan dan mengurangi kegunaan

dari suatu barang.

Pengelompokan tindakan ekonomi

a) Kegiatan produksi adalah kegiatan produksi adalah kegiatan untuk menambah nilai guna suatu barang guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.

b) Kegiatan distribusi adalah suatu proses penyebarluasan hasil produksi agar sampai kepada konsumen. Dengan kata lain, distribusi adalah penyaluran barang/jasa dari produsen ke konsumen. Orang atau lembaga yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor.Tujuan dari distribusi adalah menyeimbangkan antara daerah surplus dengan daerah minus barang atau jasa.Supaya kegiatan distribusi sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu diperhatikan ketepatan waktu, ketepatan sasaran, dan keutuhan barang atau jasa.

c) Kegiatan konsumsi adalah kegiatan untuk menggunakan, memakai, atau menikmati barang dan jasa secara berangsur-angsur atau habis sekali pakai. Tujuan melakukan tindakan/kegiatan berdasarkan prinsip ekonomi

1. Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin. 2. Mengurangi konsumsi agar tidak boros.

3. Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimilikinya. 4. Memperkecil kerugian dari akibat kesalahan-kesalahan tertentu. b. Motif ekonomi

Adalah segala sesuatu yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan atau kegiatan ekonomi. Hal-hal yang mendorong sesorang untuk melakukan kegiatan eknomi ini disebut motif ekonomi. Sedangkan motif nonekonomi yaitu motif yang mendorong manusia untuk melakukan suatu kegiatan tetapi tidak termasuk kegiatan ekonomi.

Perbedaan motif ekonomi dan motif nonekonomi, sebagai berikut: 1. Motif ekonomi

• Mendorong manusia untuk melakukan tiga kegiatan pokok dalam ekonomi, yakni produksi, distribusi, dan konsumsi.

• Mendorong manusia melakukan kegiatan ekonomi. • Tindakan atas dasar memenuhi kebutuhan ekonomi. • Dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.

Contoh: Arman bekerja sebagai buruh untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

2. Motif non ekonomi

• Biasanya berupa dorongan kewajiban, perbuatan spontan, kebiasaan/adat, kecelakaan atau ketidaksengajaan dsb.

• Merupakan motif yang mendorong manusia melakukan kegiatan diluar produksi, distribusi, dan konsumsi.

• Tindakan atas dasar kebutuhan non ekonomi.

No. Dokumen : FM-SMA N1 NGPK- 02/ 02-01 No. Revisi : 0 Tanggal

Berlaku : 16 Juli 2012

Contoh: Karena dipuji teman, Eni mentraktir seluruh teman kelasnya. Ibu baru saja mendapatkan arisan, ibu memborong semua kue di sebuah toko.

Ada beberapa macam motif ekonomi, diantaranya yaitu :

1. Motif memenuhi kebutuhan hidup untuk mencapai kemakmuran

Contoh: seorang karyawan meningkatkan kualitas kerja untuk menambah pendapatan sehinga dapat memenuhi kebutuhan hidup optimal.

2. Motif mendapatkan keuntungan

Contoh: seorang ibu membuka warung makannya dari pagi sampai larut malam agar mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

3. Motif sosial

Contoh: seorang hartawan akan memberikan santunan untuk anak yatim piatu, menyantuni siswa yang kurang mampu, dan membantu orang yang mendapat musibah

4. Motif memperoleh kekuasaaan

Contoh: seorang kepala desa memberikan sembako kepada warganya agar mau mendukung kembali dalam pemilihan kepala desa periode berikutnya

5. Motif penghargaan

Contoh: seorang ibu rumah tangga memakai perhiasan dan membeli mobil mewah dengan maksud agar dipandang sebagai orang yang paling kaya di lingkungannya sehingga dihargai oleh orang lain.

4. Manfaat mempelajari ilmu ekonomi

 Menentukan cara yang tepat dalam memanfaatkan sumber daya yang langka menjadi alat pemuas kebutuhan yang langka menjadi alat pemuas kebutuhan yang memberikan kepuasan maksimal.

 Menggunakan alat pemuas kebutuhan yang terbatas dalam kombinasi dan pilihan yang paling memuaskan.

 Memilih dan menetapkan urutan kebutuhan dari yang paling penting (diprioritaskan) sampai yang kurang penting.

 Dapat membantu mempelajari perilaku manusia dalam memanfatkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan.

 Dapat membantu memilih alat pemuas kebutuhan yang efektif dan efisien.

Lampiran 2. Instrumen Penilaian Pengetahuan