TINJAUAN PUSTAKA A. Strategi Pembelajaran
5. Materi Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar
Materi pendidikan agama islam pada sekolah dasar atau madrasah dasar, lanjutan tingkat pertama dan lanjutan atas merupakan integrase dari program pengajaran setiap jenjang pendidikan. Sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional, Pendidikan Agama Islam diarahkan untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya.40
40 Zakiyah Darajat,dkk, Ilmu Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), hal.
30
Adapun materi pokok Pendidikan Agama Islam dapat diklasifikasikan menjadi lima aspek kajian, yaitu:
a. Aspek Al-Qur’an dan Hadist
Dalam aspek ini menjelaskan beberapa ayat dalam al-Qur’an dan sekaligus juga menjelaskan beberapa hukum bacaannya yang terkait dengan ilmu tajwid dan juga menejlaskan beberapa hadist Nabi Muhammad Saw.
b. Aspek Keimanan dan Aqidah Islam
Dalam aspek ini menjelaskan berbagai konsep keimanan yang meliputi enam rukun iman dalam islam
c. Aspek Akhlak
Dalam aspek ini menjelaskan berbagai sifat-sifat terpuji (akhlak Karimah) yang harus diikuti dan sifat-sifat tercela yang harus dijauhi.
d. Aspek Hukum Islam atau Syariah Islam
Dalam aspek ini menjelaskan berbagai konsep keagamaan yang terkait dengan masalah ibadah dan mu’amalah.
e. Aspek Tarikh Islam
Dalam aspek ini menjelaskan sejarah perkembangan atau peradaban islam yang bisa diambil manfaatnya untuk diterapkan di masa sekarang.41
C. Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 1. Pengertian Pandemi Covid-19
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas. Dari
41 Depdiknas Jendral Direktorat Pendidikan Dasar, Pedoman Khusus Pengembangan Silabus Berbasis Kompetensi Sekolah Menengah Pertama,(Jakarta:2004), h.18
pengertian diatas penulis menyimpulkan bahwa pandemi adalah suatu wabah penyakit (Virus) yang menyebar dimana-mana, meliputi daerah di permukaan bumi yang cukup luas Pandemi merupakan salah satu level penyakit yang berdasarkan penyebarannya. Pada umumnya terdapat tiga level penyakit yang dikenal dalam dunia etidemiologi, yakni endemi, epidemi, dan pandemi. Ketiga level penyakit tersebut masing-masing definisinya diberikan oleh Centre for Disease Conrtol and Prefention (CDC). Sedangkan Pandemi adalah kehadiran
konstan suatu penyakit menular pada suatu pepulasi dalam cakupan wilayah tertentu. epidemi adalah pertambahan angka kasus penyakit, biasanya secara tiba-tiba, diatas batas normal yang diprediksi pada populasi di suatu area.
Sedangkan pandemi adalah opidemi yang sudah menyebar kebeberapa negara dan benua dengan jumlah penularan yang pasif. 42
Coronavirus Disease 2019 merupakan suatu virus dengan RNA Strain Tunggal Positif, berkapsu dan tidak berseknum. Virus jenis ini masuk pada golongan ordo Midofirales dari corona viridae. Coronavirus terbentuk struktur terbentuk kubus dengan protein S yang berlokasi dipermukaan virus. Protein S atau disebut juga Spike protein merupakan salah satu protein anti geen terutama virus dan merupakan struktur utama untuk penulisan geen. Protein S berperan dalam penempelan masuknya virus kedalam sel host, yakni interaksi protein S dengan resektornya pada sel inam
Virus corona atau disebut dengan istilah Covid-19 yang awal mulanya ditemukan di Wuhan ini telaj diteliti oleh para ilmuan yang handal. Virus corona
42Khairunnisa, “ pembelajaran Online Pada Masa Pandemi Covid19 Sebagai Strategi Pembelajaran dan capaian Hasil Belajar pada Siswa Kelas III B Mi Al-itihaad Citrarosono Kec Grabag Kab Magelang Tahun pelajaran 2019/2010”, ( Salatiga: IAIN 2020), h. 33
yang memiliki nama lain virus SARS-CoV-2 merupakan virus yang sebelumnya belum pernah ditemukan pada tubuh manusia virus ini merupakan virus dari keluarga virus yang manaungi virus CoV-2 yang terb. jadi saat ini, SARS-CoV-2 pada tahun 2002 dan MERS-SARS-CoV-2 pada tahun 2012, virus corona memiliki bentuk seperti mahkota oleh karena itu diberi nama corona dalam bahasa latin berarti mahkota. Penyakit ditimbulkan dari virus SARS-CoV-2 disebut dengan Covid-19 yang merupakan kependekan dari corona virus disease 19.Masa inkubasi virus corona adalah 14 hari. Tetapi dalam beberapa kasus selama masa inkubasi virus masih bisa tertular ke orang lain. Sedangkan ciri-ciri dari pandemi Covid-19 adalah:
a. demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.
b. batuk kering c. lemas
d. sakit tenggerokan
e. sesak atau kesulitan bernafas f. sakit kepala
g. masalah pencernaan h. mata merah muda i. kehilangan bau dan rasa j. kelelahan
k. kebingunan yang tiba-tiba
l. menggigil dan sakit sebujur tubuh.43
2. Aturan Pemerintah Tentang Pembelajaran di Masa Pandemi covid-19 Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi kita semua, hingga saat ini indonesia masih dilanda pandemi Covid-19.Pandemi covid-19 merubah tatanan kehidupan masyarakat, tidak hanya menyerang negara indonesia namun juga melanda dunia. Keberadaan covid-19 membuat masyarakat untuk memberhentikan aktivitas di luar rumah yang semestinya dilakukan seperti pada hari-hari biasa. Masyarakat juga harus menjaga jarak aman atau disebut dengan Plysical distancing, keadaan domana orang-orang dikarantina dan diisolasi di
dalam rumah masing-masing termasuk dalam melaksanakan pekerjaan sehingga setiap individu yang rentan tidaka akan tertular virus Covid-19. Apabila masyarakat ingin keluar rumah untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti membeli sesuatu untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat diwajibkan menggunakan masker an tentu dengan menjaga jarak aman dengan orang lain.
Pelaksanaan karantina dan isolasi mandiri yang dihimbau oleh pemerintah tentu tidak hanya berimbas pada oekerjaan masyarakat saja, akan tetapi juga berdampak pada sitem pendidikan yang mesti tetap berjalan. Wabah virus Covid-19 berdampak pada kegiatan belajar mengajar peserta didik dan pendidik. Kegiatan yang mana biasanya dilaksanakan didalam ruangan kelas pada lingkungan sekolah kini berubah menjadi dengan belajar di dalam rumah. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran
43Perhimpunan Dokter, Para Indonesia, Ciri-ciri Pandemi Covid-19,(Jakarta:
PDPL,2019), h. 24
Corona virus Disease (Covid-19) poin ke 2 yaitu proses belajar dari rumah dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dilaksanakan untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, tanpa terbebani tuntutan menuntaskan seluruh capaian kurikulum untuk kenaikan kelas maupun kelulusan;
b. Belajar dari rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19;
c. Aktivitas dan tugas pembelajaran belajar dari rumah dapat bervariasi antar siswa, sesuai minat dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan akses/fasilitas belajar dirumah;
d. Bukti atau proses aktivitas belajardari rumah diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberiskor/nilai kuantitatif.44
Ada beberapa dasar hukum pelaksanaan Pembelajaran secara daring di masa pandemi, antara lain sebagai berikut:
a. Surat Edaran Nomor 36962/MPK.A/HK/2020 agar seluruh kegiatan belajar mengajar baik di sekolah maupun kampus perguruan tinggi menggunakan metoda daring (dalam jaringan) alias online sebagai upaya pencegahan terhadap perkembangan danpenyebaran Coronavirus disease (Covid-19).
44Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020.
b. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01/KB/2020/ Nomor 516 tahun 2020 Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020 Nomor 440-882 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid -19).
c. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 03/KB/2020 Nomor 612 Tahun 2020 Nomor HK.01.08/Menkes/502/2020 Nomor 119/4536/SJ Tentang Perubahan atas Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020., Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, Nomor 440-882 Tahun 2020 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Mada Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
d. Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor: B-1673.1/DJ.1/08/2020 Tentang Panduan Penyelenggaran Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 Bagi Satuan Pendidikan Madrasah, Pesantren, Pendidikan Keagamaan Islam, dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
3. Model Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 Model pembelajaran di masa pandemi covid-19 yaitu:
1. Model Pembelajaran Online
Model merupakan rencana, representasi, atau deskripsi yang menjelaskan suatu objek atau sistem, atau konsep yang sering kali berupa penyederhanaan atau idealisasi. Sedangkan menurut Daryanto dan Raharjo bahwasanya model adalah pedoman berupa program atau petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu pembelajaran.45 sedangkan definisi dari pembelajaran adalah sebuah proses atau cara atau perbuatan yang menjadikan orang atau makhluk hidup untuk belajar. Sedangkan menurut Muhammad Surya pembelajaran adalah suatu proses perubahan yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.46 Pembelajaran juga berarti upaya pendidik atau guru untuk membantu peserta didik atau murid dalam melakukan kegiatan belajar. Sedangkan pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik (perorangan dan atau kelompok) serta peserta didik (perorangan, kelompok dan atau komunitas) yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya. Isi kegiatan pembelajaran adalah bahan atau materi belajar yang bersumber dari kurikulum program pendidikan. Proses kegiatan adalah langkah-langkah atau tahapan yang dilalui pendidik atau guru dan peserta didik atau murid dalam proses pembelajaran. Sumber-sumber pendukung kegiatan
45 Daryanto dan Raharjo, Model Pembelajaran Inovatif(Yogyakarta: Gava Media, 2012), h. 241.
46Muhammad Surya, Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok (Bandung: Alfabeta, 2013), h. 49.
pembelajaran diantaranya yaitu mencakup fasilitas dan alat-alat bantu pembelajaran. Dengan demikian model pembelajaran meliputi penggunaan pendekatan, metode dan teknik, bentuk media, sumber belajar, pengelompokkan peserta didik atau murid untuk mewujudkan interaksi edukasi antara pendidik atau guru dengan peserta didik atau murid, antar peserta didik atau murid dan peserta didik atau murid dengan lingkungannya serta upaya pengukuran terhadap proses, hasil atau dampak dari kegiatan pembelajaran tersebut.47
2. Ciri-ciri Model Pembelajaran Online
Model pembelajaran online memiliki beberapa ciri-ciri secara umum. Ciri-ciri tersebut didasarkan atas gabungan dari beberapa teori dan pendekatan yang mendukung pembelajaran online. Secara garis besar di dapatkan bahwa ciri-ciri dari model pembelajaran online antara lain yaitu:
a. Pembelajaran individu
Pengalaman belajar pada pembelajaran online diciptakan oleh siswa itu sendiri. Pada pembelajaran online siswa berdiri di atas pijakan sendiri. Salah satu keuntungan dari pembelajaran online yaitu, siswa dapat menciptakan sendiri suasana belajar yang nyaman dan sesuai keinginan. Siswa dalam pembelajaran online akan belajar secara sendiri dan mandiri. Ada beberapa faktor internal maupun eksternal yang akan mempengaruhi keberhasilan dari pembelajaran online yang dilakukan siswa. Faktor internal yang dapat memengaruhi yaitu kecerdasan, rasa ingin tahu yang tinggi, motivasi, kepribadiaan dan lain sebagainya. Seadangkan faktor eksternal yang dapat memengaruhi memengaruhi
47 Ngalimun, Strategi dan Model Pembelajaran(Yogykarta: Aswaja Pressindo, 2015), h.
35
pembelajaran online yaitu teknologi yang dipakai lingkungan sekitar, kecepatan akses internet dan lain sebagainya.
b. Terstruktur dan sistematis
Sama seperti pembelajaran konvensional, pembelajaran online dilakukan secara terstruktur. Sebelum di adakannya kegiatan belajar mengajar secara online terlebih dahulu media dan sumber belajar. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara terstruktur. Selain terstruktur secara teknis materi pelajaran pun diatur sedemikian rupa agar dapat terstruktur mudah akan diberikan di awal pertemuan .Selain itu materi-materi yang dirasa sulit akan diberikan penjelasan dan contoh.
c. Mengutamakan keaktifan siswa
Proses belajar terjadi akibat adanya proses aktif dari siswa. Proses aktif ini sangat diperlukan dalam pembelajaran konvensional maupun pembelajaran online. Pada pembelajaran online memerlukan kegiatan aktif dari siswa. Dalam pembelajaran online, cara mengaktifkan siswa dapat menggunakan teknologi.
Teknologi dipilih, karena dapat memfasilitasi damenyediakanberbagai hal yang dapat mengaktifkan siswa. Dengan menggunakan teknologi, guru dapat merancang berbagai aktifitas yang dapat membuat siswa aktif, baik dalam aktif berfikir, aktif bersosialisasi maupun aktif dalam hal lainnya.
d. Keterhubungan Pembelajaran online
Dikenal sebagai pembelajaran online masih memungkinkan adanya pertemuan antar kelas siswa. Pembelajaran online tidak merubah kebiasaan-kebiasaan yang terjadi pada pembelajaran konvensional seperti adanya pertemanan, ataupun interaksi dengan guru. Salah satu karakteristik dari
pembelajaran yaitu online menghubungkan antara siswa dan guru, antara tim pengajar ataupun siswa dengan staf pendidik lainnya.48
48 Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru(Depok PT Raja Grafindo Persada, 2010), h. 29-30
40 BAB III
METODE PENELITIAN