• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

C. Desain Rancang Bangun

3. Material Collecting

Pada tahap ini penulis akan melakukan pengumpulan bahan berupa pembuatan objek, pewarnaan objek, pemilihan musik dan dubbing. Untuk pembuatan dan pewarnaan objek dibuat pada aplikasi Adobe Illustrator. Penggunaan aplikasi Adobe Illustrator ini sangat mudah dan juga fleksibel, karna file Adobe Illustrator dapat di import secara langsung pada aplikasi Adobe After Effect tanpa harus mengubah formatnya terlebih dahulu. Berikut hal yang dilakukan dalam tahap ini :

a) Menggambar objek sesuai pada tahap design.

Gambar 14. Pembuatan Objek Pejabat

Pembuatan objek pejabat ini terdiri dari penggabungan dan penghapusan beberapa objek yang tersedia pada aplikasi Adobe Illustrator. Tahap pertama untuk membuat objek dasi yaitu dengan mengklik menu Ellipse Tool lalu buatdua buah objek berbentuk lonjong dengan ukuran yang berbeda seperti Gambar 15. Tahap selanjutnya yaitu menggabungkan dua buah objek lonjong tadi dengan mengklik menu Pathfinder agar kedua objek lonjong tadi menyatu menjadi sebuah objek yang baru berbentuk dasi, dapat dilihat pada Gambar 16.

Gambar 16. Patfinder dan Penggabungan 2 Objek

Dalam pembuatan objek pejabat ini terdiri dari 9 layers yang dapat dilihat pada Gambar 17. Layers digunakan sebagai pemisah antara objek satu dengan objek lainnya. Setiap layers dapat di modifikasi ukuran, warna maupun letak tanpa mempengarungi objek-objek yang lain.

Gambar 17. Layer dalam pembuatan Objek b) Memilih warna yang tepat.

Setiap warna memiliki karakter dan perannya masing-masing. Pemilihan warna yang tepat dapat menggambarkan sifat objek secara nyata. Sebagai contoh penulis akan mewarnai objek pada Gambar 14. Untuk mewarnai suatu objek, hal yang pertama kali dilakukan adalah seleksi objek yang ingin diwarnai. Kemudian memilih menu Object > Live Paint > Make.

. Gambar 18. Live Paint

Gambar 19. Live Paint Bucket

Live Paint Bucket digunakan untuk mewarnai setiap objek yang terpisah oleh garis. Dekatkan pointer mouse pada objek kemudian klik kanan pada mouse maka objek yang terseleksi tadi akan mendapatkan warna.

Gambar 20. Penggunaan Live Paint Bucket

Teknik pewarnaan ini lebih menguntungkan karna penggunaannya yang mudah dan cepat. Asalkan sebuah objek tertutupi oleh garis maka objek tersebut akan bisa diwarnai.

Gambar 21. Hasil Pewarnaan c) Pemilihan musik atau backsounds yang sesuai.

Musik bukan hanya digunakan sebagai pelengkap video saja, tetapi juga bisa menjadi salah satu faktor utama yang bisa menggiring emosi penonton menjadi senang, sedih, bersemangat dan sebagainya. Selain itu pemilihan musik juga berpengaruh dengan masalah copyright karena video yang dibuat berhubungan dengan Youtube, Instagram dan Facebook. Dalam hal ini penulis memilih musik dengan tipe semangat noncopyright berjudul Nicolai Heidlas-Morning Sun dan Happy Tropical House Music.

d) Dubbing.

Penulis melakukan rekaman suara menggunakan handphone di ruangan tertutup, hal ini dilakukan agar tidak banyak terdapat noise saat melakukan rekaman suara. Rekaman suara tadi berisikan tentang deskripsi naskah yang telah penulis buat sebelumnya.

48 BAB IV IMPLEMENTASI A. Implementasi

Pada tahap implementasi ini membahas tentang penerapan tahapan-tahapan yang akan dilakukan berdasarkan rencana yang telah disusun oleh penulis. Tujuan dari implementasi ini adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan rencana yang penulis rancang, dapat digunakan sesuai dengan yang diharapkan. Tahapan-tahapan yang akan dilakukan terkait dengan Assembly, Testing dan Distribution.

1. Assembly

Pada tahap ini penulis akan membuat animasi dengan menggunakan teknik motion graphic. Mulai dari pembuatan animasi pada aplikasi Adobe After Effect, dimana semua objek akan dianimasikan sesuai dengan storyboard. Setelah semua animasi selesai dibuat, semua animasi akan di gabungkan menjadi satu video yang utuh lengkap dengan backsound dan dubbing menggunakan aplikasi Adobe Premier.

a) Pembuatan Animasi

Kemudahan dalam mendesain objek di Adobe Illustrator adalah, file project yang dibuat bisa langsung di import pada aplikasi Adobe After Effect. Setelah media yang akan di animasikan di letakan pada library, pindahkan media tadi ke detail effect yang letaknya ada dibawah library

.

Gambar 23. File Project

Tahap pertama yang dilakukan adalah memilih media mana yang terlebih dahulu akan di animasikan. Penulis akan memulai dari menggerakan tangan kiri. Caranya dengan klik 2x pada media Tangan Kiri/BANG NAPI BARU.ai. Tahap kedua yang dilakukan adalah menggunakan Puppet Pin Tools yang bisa dilihat pada Gambar 25. Kemudian berikan pin di tiga sisi tangan yang bisa dilihat pada Gambar 25. Pastikan posisi slider timeline berada awal frame atau bisa dengan mengganti current time ke 0;00;00;00 yang bisa dilihat pada Gambar 26.

Gambar 25. Penggunaan Puppet Pin Tool

Gambar 26. Current Time

Tahap ketiga adalah memberikan keyframe agar objek tangan tadi dapat dibuat seolah olah bergerak. Caranya dengan menggeser slider timeline atau mengganti current time ke 2 detik. Lalu ubah posisi objek tangan tadi, maka secara otomatis di detik ke 2 menjadi titik keyframe. Keyframe disini berperan sebagai titik referensi yang menggambarkan momen waktu utama.

Gambar 27. Menggerakan Objek

Dalam jarak waktu antara detik ke 0 dan detik ke 2 disebut sebagai in between frame dan secara otomatis objek dalam waktu dari detik ke 0 sampai detik ke 2 akan terjadi gerakan. Dengan melakukan perubahan

bentuk di setiap 2 detik, maka secara otomatis objek tangan akan terus bergerak. Cara yang sama dilakukan pada objek lainnya yaitu dengan memainkan keyframe suatu objek. Untuk menambahkan animasi yang lebih bervariasi contohnya untuk menganimasikan typhografi, penulis mengatur opacity, scale, position, rotation yang terdapat pada Detil Effect seperti Gambar 27. Perubahan akan dilakukan dengan memberikan keyframe pada detik tertentu.

Gambar 28. Transform

Tahap terakhir setelah selesai memberikan animasi pada tiap objek penulis dapat memberikan efek tambahan seperti memberikan shadows agar objek terlihat lebih nyata. Sebelumnya tekan tombol Enables Motion Blur for all layers with the Motion Blur switch set agar setiap pergerakan pada objek dapat terlihat lebih smooth.

b) Pembuatan Video

Pada proses ini, penulis menggabungkan semua file yang dianimasikan menjadi satu video yang utuh lengkap dengan suara dubbing dan backsound. Sama seperti sebelumnya, file Adobe After Effect bisa dibuka secara langsung di Adobe Premier. Semua file yang akan di jadikan sebuah video harus di masukan ke dalam project Adobe Premier terlebih dahulu.

Gambar 30. Project Adobe Premier

Setelah itu file yang ada di project akan di masukan kedalam sequence. Di squance penulis akan memberikan transisi, dubbing dan backsounds.

2. Testing

Tahap ini dilakukan setelah penulis menyelesaikan tahap assembly. Pada tahap testing akan dilakukan dua tahap yaitu Testing Alpha, untuk memastikan apakah hasil dari rendering video sesuai dengan yang diharapkan dan tahap kedua yaitu Testing Beta, dengan mempertontonkan video animasi untuk melihat kelayakan video sebagai sarana edukasi berdasarkan penilaian kuesioner dari penonton.

a) Testing Alpha

Pada Tahap ini penulis melakukan 3 kali proses rendering video, hal ini dilakukan agar tidak terganggu dengan proses lagging yang di akibatkan spesifikasi laptop yang kurang memenuhi standar rekomendasi penggunaan aplikasi.

1) Rendering pertama, yaitu merender animasi dari file Adobe After Effect.

2) Rendering kedua, yaitu merender video hasil rendering pertama lengkap dengan transisi yang telah diberikan.

3) Rendering ketiga, yaitu merender video hasil dari rendering kedua lengkap dengan dubbing dan backsound

Semua proses rendering menggunakan settingan yang sama yaitu format H.264 dengan Preset Custom. Settingan ini digunakan agar menyesuaikan dengan syarat yang telah diberikan oleh Youtube.

Gambar 32. Setting Renderan

Hasil yang didapatkan adalah ukuran video yang kecil tapi dengan kualitass yang tinggi.

Gambar 33. Hasil Renderan

Berikut adalah hasil dari pembuatan storyboard yang sudah penulis buat sebelumnya :

Tabel 3. Storyboard Hasil Hoax bagian 1

HOAX Bagian 1

00.00 – 00.15

Pop Up Handpahone, Pop Up tulisan Media Sosial dan logo melayang

00.15 – 00.30

Tanda seru muncul diiringi ilustrasi kemudian berubah menjadi tanda tanya

00.30 – 00.45

Pop Up Bias Konfirmasi, kemudian ilustrasi penyebaran hoax muncul.

00.45 – 00.50

Muncul wajah seolah kebingungan sedang membayangkan suatu hal.

00.50 – 01.10

Tulisan muncul dari bawah keatas.

01.10 – 01.15

Muncul gambar tameng dengan tulisan “Bagaimana Cara Mencegahnya”

Tabel 4. Storyboard Hasil Hoax bagian 2

HOAX Bagian 2

01.15 – 01.18

Muncul tipograpi T.H.I.N.K

01.45 – 01.50 Muncul tipograpi 01.33 – 01.45 Muncul tipograpi 01.28 – 01.33 Muncul tipograpi 01.23 – 01.28 Muncul tipograpi 01.18 – 01.23 Muncul tipograpi

Tabel 5. Storyboard Hasil Hoax bagian 3

HOAX Bagian 3

01.50 – 02.10

Contoh postingan hoax. Tipograpi berupa ciri khas muncul bersamaan.

02.10 – 02.15 Animasi Bang Napi

02.15 – 02.20

Bendera berkibar da nada siswa SD, SMP dan SMA.

02.20 – 02.23

Tabel 6. Storyboard Hasil Hate Speech bagian 1

Hate Speech Bagian 1

00.00 – 00.07

Pop Up Handpahone, Pop Up tulisan Media Sosial dan logo melayang

00.07 – 00.17

Ilustrasi masyarakat demo.

00.17 – 00.22

Animasi karakter marah.

00.22 – 00.25

Animasi saat membuka media sosial facebook.

00.25 – 01.32

Animasi ketikan kata-kata kasar.

00.32 – 00.39

Tabel 7. Storyboard Hasil Hate Speech bagian 2

Hate Speech Bagian 2

00.39 – 00.46

Muncul larangan hatespeech beserta ciri-cirinya.

00.46 – 00.55

Karakter memegang handphone

berubah menjadi emosi.

00.55 – 00.58

Ilustrasi konflik sosial.

00.58 – 01.01

Buku UU jatuh dari atas.

01.01 – 01.12

Buku UU bergerak ke samping kiri, kemudian muncul panah mengarah ke penjarara

01.12 – 01.22

Muncul tipograpi berisikan tulisan undang-undang bait 1.

Tabel 8. Storyboard Hasil Hate Speech bagian 3

Hate Speech Bagian 3

01.22 – 01.29

Muncul tipograpi berisikan tulisan undang-undang bait 2.

01.29 – 01.36

Muncul tipograpi berisikan tulisan undang-undang bait 1.

01.36 – 01.46

Muncul tipograpi berisikan tulisan undang-undang bait 1.

01.46 – 01.50

Buku UU menghilang, objek penjara pindah ke tengah.

01.50 – 01.55

Objek penjara pindah ke saming dan muncul panah di iringi tipograpi.

01.55 – 02.00

Muncul scane no 9 dengan filter hitam putih.

Tabel 9. Storyboard Hasil Hate Speech bagian 4

Hate Speech Bagian 4

02.00 – 02.05

Muncul tulisan “MARI BERPIKIR CERDAS”

02.05 – 02.10

b) Testing Beta

Pada tahap ini penulis menggunakan kuesioner yang dibuat pada Google Form. Penggunaan Google Form sangat mudah karena setalah membuat pernyataan, bisa langsung membagikan link ke setiap orang. Penulis memilih menggunakan kuesioner berskala likert. Skala ini dipilih karena penulis ingin mengukur sikap, persepsi, pendapat dari responden. Penulis menggunakan sepuluh pernyataan yang di bagi menjadi dua bagian, bagian pertama yang terdiri dari lima pernyataan tentang video yang telah ditonton. Kemudian bagian kedua terdiri dari lima pernyataan tentang materi yang telah disampaikan.

Tabel 10. Pernyataan-pernyataan yang di ujikan (https://forms.gle/eiM629d239xiLpoA8)

No Pernyataan

VIDEO ANIMASI

1 Tampilan animasi yang diberikan tidak membosankan 2 Pemilihan warna pada animasi nyaman untuk dilihat 3 Kejelasan suara dubbing

4 Keseimbangan antara suara backsound dan suara dubbing 5 Kesesuaian desain animasi dengan isi cerita pada video

MATERI

6 Penjelasan tentang hoax mudah dipahami 7 Penjelasan tentang hatespeech mudah dipahami

8 Pemaanfaatan platform Youtube, Instagram dan Facebook mempermudah akses pembelajaran

9 Sarana edukasi ini terlihat menarik

10 Teknik Motion Graphic membantu menyederhanakan penyampaian sebuah informasi

Selanjutnya memberikan pembobotan nilai yang mana pembobotan tersebut dikategorikan kedalam skala likert.

Tabel 11. Bobot Nilai

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Biasa 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Tabel 12. Skor hasil nilai

Responden Pernyataan Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 muammar.ru sdi17@gmail .com 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 dnsizuch@g mail.com 5 4 4 1 5 5 5 5 5 5 cindyputri76 [email protected] m 5 5 5 1 5 5 5 5 5 5 hrswidiyanto @gmail.com 4 5 4 3 5 5 5 5 5 5 hanifnr01@g mail.com 4 5 4 3 4 5 5 5 5 5 yusepandrea [email protected] om 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 sucianinurul [email protected] m 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4

Responden Pernyataan Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 frxt1030@g mail.com 4 3 3 2 4 4 4 4 4 4 rahmat26hid ayat.01@gm ail.com 4 4 4 3 4 5 5 4 4 5 airlanggaputr aperdana@g mail.com 5 5 4 3 5 5 5 5 5 5 diopratama1 [email protected] om 4 4 4 3 4 5 5 5 4 5 anthonius212 @gmail.com 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 rijuhai21@g mail.com 4 5 5 3 4 5 4 4 4 4 setiawan.akli [email protected] m 5 5 4 3 4 5 5 4 4 5 anton.satriaw an24@gmail. com 5 5 5 1 4 5 5 5 5 5 tuanaxetatam [email protected] m 4 5 3 3 4 5 5 5 4 4 rey.renaldy5 [email protected] m 5 4 4 2 4 4 4 4 4 5 firmataalma6 6381@gmail .com 4 3 3 2 4 4 4 4 4 5 dennyaryawi ranata@gmai l.com 4 5 5 1 4 3 4 4 5 5 esa.septian66 [email protected] m 4 4 4 2 4 4 4 4 4 4 itingwulanda [email protected]. id 5 5 5 1 4 4 4 5 5 5

Responden Pernyataan Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 greycrowned 341@rocket mail.com 5 4 4 2 3 4 4 4 4 4 pujisantoso7 [email protected] m 4 4 5 3 3 5 5 4 5 4 mfadlandxc3 @gmail.com 3 3 3 3 3 3 3 4 4 4 panglimabay aran@gmail. com 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 dannysetiaw [email protected] om 4 4 5 4 3 4 4 4 5 3 dwikurniawa n552@gmail .com 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 kusnadisude [email protected] m 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 okta.michael [email protected] m 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 hengkykurni awan07@gm ail.com 5 5 3 3 4 3 3 3 3 3 firmansyah8 [email protected] o.id 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 denadapertiw [email protected] m 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 herolsgrim@ gmail.com 5 4 5 4 4 5 5 4 5 5 hatsune31mi ku.01@gmai l.com 5 5 3 4 5 5 5 4 4 5

Responden Pernyataan Total 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 mayangsar12 [email protected] om 4 4 3 2 4 4 4 5 5 5 putrisarah32 @gmail.com 5 4 5 3 4 4 4 5 5 5 miqbalputra9 [email protected] m 5 4 5 3 4 4 4 5 5 5 christabel.var [email protected] om 5 5 5 3 5 5 5 5 5 5 nenengndewi [email protected] om 5 4 3 2 3 4 4 5 4 4 markhabanah mad771@gm ail.com 4 4 3 4 5 4 5 4 5 5 ginanjar.farh ansz8@gmai l.com 4 5 3 4 4 4 5 4 4 4 Jumlah Skor 177 172 163 111 163 174 176 174 176 180 1.666

Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang di ujikan, berikut adalah diagram hasil penilaian dari setiap pernyataan berdasarkan penilaian penguji :

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 34, menunjukan bahwa 21 responden memilih setuju pada pernyataan 1 dengan persentase 51,2%. 16 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 1 dengan persentase 39%, dan 4 responden memilih biasa saja pada pernyataan 1 dengan persentase 9,8%.

Gambar 35. Diagram hasil dari pernyataan 2

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 35, menunjukan bahwa 18 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 2 dengan persentase 43,9%. 15 responden memilih setuju pada pernyataan 2 dengan persentase 36,6% dan 8 responden memilih biasa saja pada pernyataan 2 dengan persentase 19,5%

Gambar 36. Diagram hasil dari pernyataan 3

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 36, menunjukan bahwa 15 responden memilih setuju pada pernyataan 3 dengan persentase 36,6%. 14 responden memilih biasa saja pada pernyataan 3 dengan persentase 36,6% dan 12 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 3 dengan persentase 29,3%.

Gambar 37. Diagram hasil dari pernyataan 4

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 37, menunjukan bahwa 18 responden memilih biasa saja pada pernyataan 4 dengan persentase 43,9%. 9 responden memilih setuju pada pernyataan 4 dengan persentase 22%, 8 responden memilih tidak setuju pada

pernyataan 4 dengan persentase 19,5% dan 6 responden memilih sangat tidak setuju pada pernyataan 4 dengan persentase 14,6%.

Gambar 38. Diagram hasil dari pernyataan 5

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 38, menunjukan bahwa 22 responden memilih setuju pada pernyataan 5 dengan persentase 53,7%. 10 responden memilih biasa saja pada pernyataan 5 dengan persentase 24,4% dan 9 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 5 dengan persentase 22%.

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 39, menunjukan bahwa responden yang memilih sangat setuju dan setuju pada pernyataan 6 memiliki jumlah responden yang sama yaitu 17 responden dengan persentase 41,5%. Dan 7 responden lainnya memilih biasa saja pada pernyataan 6 dengan persentase 17,1%.

Gambar 40. Diagram hasil dari pernyataan 7

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 40, menunjukan bahwa 18 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 7 dengan persentase 43,9%. 17 responden memilih setuju pada pernyataan 7 dengan persentase 41,5% dan 6 responden memilih biasa saja pada pernyataan 7 dengan persentase 14,6%.

Gambar 41. Diagram hasil dari pernyataan 8

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 41, menunjukan bahwa 20 responden memilih setuju pada pernyataan 8 dengan persentase 48,8%. 15 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 8 dengan persentase 36,6% dan 6 responden memilih biasa saja pada pernyataan 8 dengan persentase 14,6%.

Gambar 42. Diagram hasil dari pernyataan 9

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 42, menunjukan bahwa 18 responden memilih setuju pada pernyataan 9 dengan persentase 43,9%. 17 responden memilih sangat setuju pada

pernyataan 9 dengan persentase 41,5% dan 6 responden memilih biasa saja pada pernyataan 9 dengan persentase 14,6%.

Gambar 43. Diagram hasil dari pernyataan 10

Berdasarkan diagram hasil dari 41 responden pada Gambar 43, menunjukan bahwa 22 responden memilih sangat setuju pada pernyataan 10 dengan persentase 53,7%. 13 responden memilih setuju pada pernyataan 10 dengan persentase 31,7% dan 6 responden memilih biasa saja pada pernyataan 10 dengan persentase 14,6%.

Agar mendapatkan hasil interpretasi, terlebih dahulu harus diketahui skor tertinggi X dan skor terendah Y untuk item penilaian dengan rumus sebagai berikut:

Y = skor tertinggi likert x jumlah responden X = skor terendah likert x jumlah responden

Skor tertinggi Jumlah skor tertinggi untuk item Y adalah 5 x 41 = 201, sedangkan item X adalah 1 x 41 = 41. Jadi, jika total skor keseluruhan penilaian dari 41 responden diperoleh angka 1.666, maka

penilaian interpretasi responden terhadap sarana edukasi tersebut berdasarkan penilaian yang dihasilkan dengan menggunakan rumus Index keseluruhan %.

Rumus Index Keseluruhan % = Total Skor keseluruhan / (Y x Jumlah Pernyataan) x 100

Penyelesaian Akhir

% = Total skor keseluruhan / (Y x Jumlah Pernyataan) x 100 % = 1.666 / (201 x 10) x 100

= 82 %

Berdasarkan hasil yang didapatkan, 82%, sarana edukasi yang penulis buat terbukti dapat memberikan informasi berupa edukasi ke masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dan juga terjerumus ke dalam hoax dan hatespeech. Teknik motion graphic ini juga terbukti membantu memberikan pesan penting yang menarik dan sederhana dalam menyampaikan sebuah informasi.

3. Distribution

Pada tahap ini penulis akan menyimpan atau mengupload video animasi ke media sosial.

a) Upload

Penulis memaanfaatkan platform yang tersedia di media sosial, yaitu Youtube, Instagram dan Facebook. Berikut adalah proses uploading yang penulis lakukan :

1) Uploading ke Youtube

Gambar 44. Uploading Youtube

Setelah memilih video yang akan di upload, penulis kemudian mengetikan judul, deskripsi, menambahkan subtitle secara manual dan mengubah thumbnail. Setelah selesai, proses uploading akan di jalankan.

2) Uploading ke Instagram

Gambar 45. Uploading Instagram

Untuk proses uploading di Instagram hanya bisa dilakukan dengan menggunakan Android atau IOS. Langkah pertama ialah memberikan judul dan deskripsi, kemudian penulis akan langsung menjalankan proses uploading video.

3) Uploading ke Facebook

Gambar 46. Uploading Facebook

Langkah pertama iala membuat sebuah postingan. Setelah memilih video yang akan di upload dan memberikan sebuah deskripsi. Penulis akan menjalankan proses uploading video dengan mengklik tombol kirim.

76 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, ditarik beberapa kesimpulan pada penciptaan ini. Adapun kesimpulan yang dirumuskan adalah sebagai berikut :

1. Sarana edukasi digital pada platform media sosial ( Youtube, Instagram dan Facebook) memberikan kemudahan pembelajaran dalam rangka menanggulangi hoax dan hatespeech.

2. Animasi motion graphic berudasi 2-3 menit ini berisikan tentang penyederhanaan setiap pesan penting yang di ambil dari keseluruhan referensi-referensi diantaranya jurnal, ebook dan lain lain.

3. Berdasarkan hasil kuesioner terhadap 29 responden terdiri dari 10 pernyataan mendapatkan nilai sebesar 82%. Maka dapat disimpulkan, sarana edukasi yang penulis buat dapat memberikan informasi berupa edukasi ke masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dan terjerumus ke dalam informasi berbau hoax dan hatespeech. Teknik motion graphic ini juga terbukti membantu memberikan pesan penting yang menarik dan sederhana dalam menyampaikan sebuah informasi.

4.

Berdasarkan feedback KABID HUMAS POLDA KALTENG, membuktikan

B. Saran

Berdasarkan hasil yang sudah dilakukan, berikut saran yang dapat diberikan : 1. Perhatikan dengan teliti keseimbangan antara backsound dan suara dubbing. 2. Gunakan tipografi dan pewarnaan yang lebih bervariasi.

3. Perbanyak wawasan dalam membuat konten. Bisa dengan melakukan wawancara ke tokoh tertentu.

4. Menjadikan animasi dengan teknik motion graphic sebagai peluang dan kesempatan menampilkan kekuatan dan sebagai perbedaan diantara kompetitor yang memiliki jenis dan konsep yang serupa.

5. Bagi para pembaca yang ingin melakukan penelitian dalam bidang yang ssama dan menggunakan penelitian ini sebagai referensi, maka sekiranya perlu untuk dikaji kembali. Karena tidak menutup kemungkinan masih banyak pernyataan-pernyataan yang belum sesuai.

DAFTAR PUSTAKA

Adi, S. G. A., 2018. Perancangan Video Iklan Layanan Masyarakat HEMAT LISTRIK dengan Teknik Motion Graphic sebagai Upaya Mengedukasi Masyarakat. STIKOM, Surabaya.

Afandi, T. W., 2015. Perancangan Motion Graphic Biografi Grup dan Musisi Pelopor Musik Rock di Indonesia Edisi Majalah Rolling Stone Indonesia. Institut Seni Indonesia, Yogyakarta.

Arini, N. B., 2016. Iklan Layanan Masyarakat Guna Meningkatkan Kesadaran Masyarakat dalam Metakan Pendapat di Media Sosial secara Bijak. Universitas Dian Nuswantoro, Bekasi.

Bijak Bersosmed, 2017. On The Spotlight Sosial Media Indonesia. E-book.

Cabell, G., 2014, Why people fall for dumb Internet hoaxes, https://www.washingtonpost.com/news/the-intersect/wp/2014/09/12/why- people-fall-for-dumb-internethoaxes/?noredirect=on&utm_term =.4f423 350fd17

,

(diakses 01 Mei 2019)

Conny R., 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Grasindo, Jakarta.

George, D., 2013, The 12 cognitive biases that prevent you from being rational, https://io9.gizmodo.com/the-12-cognitive-biases-that-prevent-you-from-being-rat-5974468

,

(diakses 01 Mei 2019)

Hasibuan, A. Z., 2007. Metodologi Penelitian Pada Bidang Ilmu Komputer Dan Teknologi Informasi, Konsep,Metode Teknik dan Aplikasi,Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, E-book.

Rita, J. dan Harlan, J., 2014. International Journal of Educational Science and Researh(IJESR). Education Nowadays, Vol. 4, pp. 51-56.

Kusuma, S. dan Lubis P. D., 2016. Media Sosial dan Kebijakan Kapolri mengenai "Hate Speech" (Ujaran Kebencian). Jurnal Komunikasi Pembangunan, pp. 151-159.

Neshkovska, S. dan Trajkova, Z., 2016. The Essentials of Hate Speech. Faculty of Education-Bitola, pp. 70-80.

Reyes Damoso. 2018, Five Ways to Spot Fake News,

https://www.youtube.com/watch?v=y7eCB2F89K8&list=PLYIj-bJz1LtY dd21LVNFL1M2GQ-npAnkE&index=5&t=19s, (diakses 19 Mei 2019) Subiyantoro, Eko dkk., 2013. Simulasi Digital Jilid 1. Kementerian Pendidikan &

Vadly, S. H., 2018. Perancangan Motion Graphic Iklan Layanan Masyarakat Tentang Pentingnya Membayar Pajak Berbasis Infografis sebagai Upaya Menyadarkan Masyarakat Surabaya. STIKOM, Surabaya.

Walsh, L., 2006. Sins Against Science: The Scientific Media Hoaxes Of Poe, Twain, and Others. State University Of New York Press, E-book.

Menunjukan Video ke KABID HUMAS POLDA

Tanda tangan Berita Acara

muammar.rusdi17@g mail.com [email protected] cindyputri761@gmail. com [email protected] om [email protected] Pertanyaan 1 5 5 5 4 4 Pertanyaan 2 5 4 5 5 5 Pertanyaan 3 5 4 5 4 4 Pertanyaan 4 1 1 1 3 3 Pertanyaan 5 5 5 5 5 4 Pertanyaan 6 5 5 5 5 5 Pertanyaan 7 5 5 5 5 5 Pertanyaan 8 5 5 5 5 5 Pertanyaan 9 5 5 5 5 5 Pertanyaan 10 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 5 4 5 4 4 1 1 1 3 3 5 5 5 5 4 55555 55555 55555 55555 55555 0 1 2 3 4 5 6

Kuesioner

yusepandreanto@gma il.com [email protected] om [email protected] rahmat26hidayat.01@ gmail.com airlanggaputraperdan [email protected] Pertanyaan 1 5 4 4 4 5 Pertanyaan 2 5 4 3 4 5 Pertanyaan 3 5 4 3 4 4 Pertanyaan 4 2 4 2 3 3 Pertanyaan 5 5 4 4 4 5 Pertanyaan 6 5 4 4 5 5 Pertanyaan 7 5 4 4 5 5 Pertanyaan 8 5 4 4 4 5 Pertanyaan 9 5 4 4 4 5 Pertanyaan 10 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 3 4 5 5 4 3 4 4 2 4 2 3 3 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 5 4 4 5 5 5 4 4 4 5 5 4 4 4 5 5 4 4 5 5 0 1 2 3 4 5 6

diopratama1408@gm ail.com anthonius212@gmail. com [email protected]

Dokumen terkait