• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matrik Diskusi Analisis Teknik Supervisi Pendamping Desa

No. Teknik Supervisi

Tujuan Hasil Proses Kelebihan Kelemahan

Catatan:

(1) Format di atas hanya sebagai panduan diskusi saja, masing-masing kelompok dapat memberikan tambahan atau menyesuaikan sesuai kebutuhan;

(2) Hasilnya dicatat dan dipaparkan dalam pleno.

SPB 4.2.1

Lembar Informasi

Teknik Supervisi

A. Teknik Supervisi dalam Pendampingan

Teknik supervisi adalah atat yang digunakan oleh supervisor untuk mencapai tujuan supervisi itu sendiri yang pada akhirnya dapat melakukan perbaikan program yang sesuai dengan situasi dan kondisi. Dalam pelaksanaan supervisi, sebagai supervisor harus memahami dan terampil menggunakan beberapa teknik dalam supervisi.

Berbagai macam teknik dapat digunakan oleh supervisor dalam membantu pendamping meningkatkan kinerjanya, baik secara kelompok maupun secara perorangan ataupun dengan cara langsung bertatap muka dan cara tak langsung bertatap muka atau melalui media komunikasi.

B. Teknik Supervisi yang bersifat kelompok

Teknik Supervisi yang bersifat kelompok adalah teknik supervisi yang dilaksanakan dalam pembinaan pendamping secara bersama–sama oleh supervisor dengan sejumlah pendmaping dalam satu kelompok.

1. Pertemuan Orientasi bagi pendamping baru

Pertmuan orientasi adalah pertemuan antar supervisor dengan supervisee (khusunya pendamping baru) yang bertujuan mempersiapkan supervisee memasuki suasana kerja yang baru. Pada pertemuan Orientasi supervisor diharapkan dapat menyampaikan atau menguraikan kepada supervisee hal – hal sebagai berikut:

a. Sistem kerja yang berlaku.

b. Proses dan mekanisme administrasi dan organisasi.

c. Biasanya diiringi dengan tanya jawab dan penyajian seluruh kegiatan dan situasi yang terjadi di masyarakat.

d. Sering juga pertemuan orientasi ini juga diikuti dengan tindak lanjut dalam bentuk diskusi kelompok dan lokakarya.

e. Ada juga melalui perkunjungan ke lokasi tertentu yang berkaitan atau berhubungan dengan tugasnya sebagai pendamping.

f. Membangun kesan positif dalam kegiatan orientasi tugas.

g. Aspek lain yang membantu terciptanya suasana kerja ialah bahwa pendamping baru tidak merasa asing tetapi pendamping baru merasa diterima dalam sebuah tim kerja.

2. Rapat Koordinasi

Rapat koordinasi adalah teknik supervisi kelompok yang dilakukan untuk membicarakan proses pembelajaran, dan upaya atau cara meningkatkan kompetensi pendamping. Tujuan teknik supervisi rapat sebagai berikut:

a. Menyatukan ragam pandangan dari pendamping tentang masalah dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

b. Memberikan motivasi kepada pendamping untuk menerima dan melaksanakan tugasnya dengan baik serta dapat mengembangkan diri dan jabatannya secara maksimal.

c. Menyatukan pendapat tentang metode kerja yang efektif guna pencapaian tujuan secara optimal.

d. Membicarakan sesuatu melalui rapat atau pertemuan yang bertalian dengan proses pembelajaran dan pengendalian.

e. Menyampaikan informasi baru seputar tugas pendampingan, kesulitan dalam memfasilitasi kelompok, dan cara mengatasi kesulitan yang dihadapi dalam masyarakat secara bersama dengan semua pendamping.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam suatu rapat koordinasi, antara lain:

a. Tujuan yang hendak dicapai harus jelas dan konkrit.

b. Masalah yang akan menjadi bahan rapat harus merupakan masalah yang muncul dari kebutuhan pendamping yang dianggap penting.

c. Masalah pribadi yang berhubungan dengan organisasi yang perlu mendapat perhatian.

d. Pengalaman baru yang diperoleh dalam rapat tersebut harus membawa pendamping mengarah pada peningkatan kualitas pendampingan dan penyelesaian tugas di lapangan.

e. Partisipasi pada pelaksanaan rapat hendaknya dipikirkan dengan sebaik – baiknya.

f. Persoalan kondisi sarana dan prasarana, waktu, dan tempat rapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan rapat.

3. Studi Kelompok antarpendamping

Studi kelompok antara pendamping merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh sejumlah pendamping yang memiliki keahlian tertentu, seperti pendamping infrastruktur, PMD, TTG dan sebagainya dan dikontrol oleh supervisor agar kegiatan tersebut berjalan sesuai dengan materi atau yang akan dibahas. Topik yang akan dibahas dalam kegiatan ini telah dirumuskan dan disepakati terlebih dahulu. Tujuan teknik supervisi studi kelompok antarpendamping sebagai berikut:

a. Meningkatkan kualitas penguasaan materi dan kualitas dalam memberi layanan kepada kelompok atau masyarakat.

b. Memberi kemudahan bagi pendamping untuk mendapatkan bantuan dalam pemecahan masalah dalam tugasnya.

c. Bertukar pikiran, pengalaman dan berbicara dengan sesama pendamping pada satu bidang kehalian atau bidang keahlian yang serumpun.

4. Diskusi Terbatas

Diskusi terbatas adalah pertukaran pikiran atau pendapat melalui suatu percakapan para pendamping tentang suatu masalah untuk mencari alternatif pemecahannya.

Diskusi merupakan salah satu teknik supervisi kelompok yang digunakan supervisor untuk mengembangkan berbagai keterampilan pada diri pendamping dalam mengatasi berbagai masalah atau kesulitan dengan cara melakukan tukar pikiran antara satu dengan yang lain. Melalui teknik ini supervisor dapat membantu pendamping untuk saling mengetahui, memahami, atau mendalami suatu permasalahan, sehingga secara bersama–sama berusaha mencari alternatif pemecahan masalah yang dihadapinya.

Tujuan pelaksanaan supervisi melalui teknik diskusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi pendamping dalam pekerjaannya sehari–hari dan upaya meningkatkan profesionalistas melalui diskusi.

Hal-hal yang harus diperhatikan supervisor sebagai pemimpin diskusi sehingga setiap anggota mau berpartisipasi selama diskusi berlangsung, maka supervisor harus mampu:

a. Menentukan tema perbincangan yang lebih spesifik ;

b. Melihat bahwa setiap anggota diskusi senang dengan keadaan dan topik yang dibahas dalam diskusi.

c. Melihat bahwa masalah yang dibahas dapat dimengerti oleh semua anggota dan dapat memecahkan masalah dalam pengajaran.

d. Melihat bahwa kelompok merasa diperlukan dan diikutsertakan untuk mencapai hasil bersama.

e. Mengakui pentingnya peranan setiap anggota yang dipimpinnya.

5. Workshop

Workshop adalah suatu kegiatan belajar kelompok dalam situasi khusus yang melibatkan sejumlah pendamping yang sedang memecahkan masalah melalui dialog, diskusi dan bekerja secara kelompok. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh supervisor dalam pelaksanaan workshop, diantaranya:

a. Masalah yang dibahas bersifat ―life centred‖ dan muncul dari pendamping sebagai subjek;

b. Selalu menggunakan secara maksimal aktivitas mental dan fisik dalam kegiatan sehingga tercapai perubahan profesi yang lebih tinggi dan lebih baik.

6. Tukar Pengalaman (Sharing of Experiences)

Teknik perjumpaan dimana pendamping menyampaikan pengalaman masing-masing dalam memfasilitasi masyarakat terkait isu-isu penting dan tugas yang telah dilaksanakannya, saling memberi dan menerima tanggapan dan saling belajar satu dengan yang lain. Langkah – langkah melakukan tukar pengalaman, antara lain :

a. Menentukan tujuan yang akan dicapai.

b. Menentukan pokok masalah yang akan dibahas.

c. Memberikan kesempatan pada setiap peserta untuk menyumbangkan pengalaman mereka.

d. Mencatat hal-hal pokok yang dapat dijadikan pembelajaran dalam situasi baru.

e. Merumuskan kesimpulan.

C. Teknik Supervisi Individual

Teknik individual dalam supervisi merupakan teknik pelaksanaan pembinaan dan pengendalian yang digunakan supervisor kepada masing-masing pendamping dalam rangka peningkatan kualitas kompetensi sebagai tenaga pendamping. Teknik individual dalam pelaksanaan supervisi, diantaranya:

1. Teknik Kunjungan Lapang

Teknik kunjungan (field visit) adalah suatu teknik kunjungan yang dilakukan supervisor ke dalam satu lokasi pada saat pendamping sedang memfasilitasi dan membimbing kegiatan di tingkat komunitas dengan maksud untuk membantu pendamping menghadapi masalah atau situasi kesulitan selama melaksanakan tugasnya. Kunjungan dilakukan supervisor untuk mengumpulkan informasi dan data tentang keadaan sebenarnya mengenai kemampuan dan keterampilan pendamping di lapangan.

Selanjutnya dilakukan perbincangan untuk mencari pemecahan atas kesulitan yang dihadapi oleh pendamping. Teknik kunjungan lapang dapat dilakukan dengan tiga cara, yatiu:

Dokumen terkait