METODELOGI PENELITIAN
4.3. Matriks Analisa Antar Subyek
Table 4.3
Matriks Analisis Antar Subyek Subyek
GAMBARAN PENGGUNAAN CADAR Uraian
S 1 (L) S 2 (A) S 3 (F) Pengertian
Tentang cadar
Ada dalam Al-qur’an Bukan cuma istri-istri nabi saja yang harus mengenakan cadar, tetapi semua wanita muslim juga harus menutup aurat termasuk bercadar
Ada dalam surat Al-Ahzab
Usia pertama kali memakai cadar
13 Tahun 16 Tahun 18 Tahun
Alasan bercadar Tahu ilmunya, memahaminya dan suatu kewajiban wanita untuk menutup seluruh auratnya Suatu kewajiban wanita untuk menutup seluruh auratnya Kewajiban seorang wanita, untuk menutup seluruh aurat Yang menganjurkan bercadar
Keinginan sendiri Keinginan sendiri Calon suami dan keinginan dalam diri Manfaat yang diperoleh Terjaga dari perbuatan-perbuatan yang tidak di inginkan, lebih berintrospeksi diri dan lebih tenang dalam menjalani hidup
Lebih berusaha mengendalikan diri dari perbuatan yang bathil
Agar terjaga dari godaan laki-laki jahil dan lebih berintrospeksi diri dalam beragama
Mazhab yang dianut
Sunny Semua mazhab Safi’i
Aktivitas organisasi
LDK PMII HMI
Masalah-masalah setelah bercadar
Tidak ada Tetangga menjauhi Keluarga dan tetangga menjauhi
Tanggapan lingkungan sosial
Biasa saja Aneh, bahkan sampai anak kecil menangis Aneh dan terheran-heran GAMBARAN PERSAHABATAN a. Pembentukan persahabatan S 1 S 2 S 3 Awal persahabatan
Sejak masuk kuliah, sampai sekarang semester 2
Sejak propesa dan sampai sekarang, semester 4
Sejak SMA dan masuk kuliah, sampai sekarang semester 4 Alasan bersahabat Memiliki banyak teman dan tempat berbagi Tempat berbagi dalam keadaan senang maupun susah Tempat berbagi cerita dan teman setia b. Keterbukaan dan kepercayaan S 1 S 2 S 3 Pengungkapan masalah
Masalah kuliah Semua masalah sampai hal keuangan
Semua masalah Taraf
kepercayaan
Percaya Sangat percaya Sangat percaya Batasan
pembicaraan
Sebatas masalah kuliah saja
Semua masalah Semua masalah Permasalahan
persahabatan
Salah faham Salah faham Tidak ada
c. Ekspresi emosi dan dukungan tak bersyarat S 1 S 2 S 3 Kedekatan persahabatan
Cukup dekat Sangat dekat Sangat dekat Sikap bila sahabat sedih Menghiburnya dan memberikan perhatian Bertanya dan
merasakan apa yang sedang di rasakan sahabat
Menghiburnya dan menanyakan apa yang sedang terjadi
Sikap bila sahabat
sedang senang
Ikut senang Ikut senang Ikut senang
Penerimaan sahabat Menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing Menerima apa adanya Menerima apa adanya
d. Kegiatan bersama dan kontak fisik S 1 S 2 S 3 Kegiatan yang dilakukan bersama Mengerjakan tugas kuliah Ke perpus utama, jalan-jalan mengerjakan tugas kuliah bersama.
Makan, beli baju, ke warnet, dan jalan-jalan Kontak fisik
yang di lakukan
Berjabat tangan dan cium pipi kanan dan kiri
Berjabat tangan dan cium pipi kanan dan kiri
Berjabat tangan dan cium pipi kanan dan kiri Intensitas
kegiatan bersama sahabat
Sebatas kuliah Sampai selesai kuliah dan pulang ke rumah Lebih sering di kosan e. Manfaat dan Tujuan bersahabat S 1 S 2 S 3 Manfaat persahabatan Mengingatkan, memperhatikan disaat kita lupa untuk menjadi lebih baik
Menegur, mengingatkan, memperhatikan di saat kita lupa
Menegur dan mengingatkan kita
Manfaat akademik
Tidak ada Memberitahu jika kita tidak mengerti penjelasan dari dosen Tidak ada Tujuan bersahabat
Untuk berbagi certia baik senang maupun susah
Untuk berbagi certia baik senang maupun susah
Menambah banyak teman Tujuan khusus Mengajak mengaji Al’
Qur’an bareng di majlis ta’lim dan dzikir Thariqat Al-Idrisiyyah
Mengajak mengaji Al’ Qur’an bareng di majlis ta’lim dan dzikir Thariqat Al-Idrisiyyah
Tidak ada
GAMBARAN PENYESUAIAN DIRI
Penyesuaian Diri S 1 S 2 S 3
Bentuk
penyesuaian diri
Berusaha aktif bicara Meyakinkan diri sendiri Berusaha saling mengerti Berusaha mengerti pribadi masing-masing Hal tersulit dalam Tidak ada Berbicara dengan Berhubungan
baru Tuntutan sahabat Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tingkat
penyesuaian diri
BAB 5
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari penelitian yang telah di lakukan, peneliti menyimpulkan bahwa
persahabatan yang terjalin antara para subyek dengan sahabatnya termasuk ke dalam persahabatan timbal balik (reciprocal frienship), perbedaan latar belakang tidak menjadi permasalahan yang serius diantara mereka. Tidak ada batasan permasalahan yang dibahas dalam persahabatan kecuali satu subyek yang membatasi pembicaraan sekitar perkuliahan saja. Masalah yang sering muncul dalam persahabatan para subyek adalah masalah
kesalahpahaman, akan tetapi masalah tersebut tidak berlangsung lama karena adanya inisiatif dari kedua belah pihak untuk saling bertanya mengenai masalah-masalah tersebut. Terkait dengan penyesuaian diri, penyesuaian diri yang dialami oleh mahasiswi yang mengenakan cadar beragam, ada yang mampu menyesuaikan diri dengan baik, karena sadar bahwa hidup di dunia ini harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan di mana dia berada dan ada juga yang bisa menyesuaikan diri dengan baik namun masih merasa belum maksimal dan takut di anggap melanggar
amanat. Penyesuaian diri yang dilakukan para subyek tergolong penyesuaian diri yang baik karena masing-masing subyek tidak mengalami salah satu
kriteria tentang penyesuaian diri yang menyimpang, namun tingkat
penyesuaian yang dilakukan satu subyek dirasa maksimal dan dua subyek masih merasa kurang maksimal, namun tidak menjadi hal serius sehingga persahabatan mereka masih tetap terjalin sampai saat ini.
5.2. Diskusi
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pengetahuan, pemahaman dan hal-hal yang berkaitan dengan gambaran persahabatan dan penyesuaian diri pada mahasiswi UIN Jakarta yang mengenakan cadar. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa persahabatan antara mahasiswi bercadar dengan yang tidak bercadar terjalin karena didasarkan pada rasa saling
membutuhkan antara dua belah pihak yang kemudian saling mengisi. Oleh sebab itu peneliti menyimpulkan persahabatan yang terjalin lebih mengarah kepada persahabatan timbal-balik (reciprocal friendship).
Pada penelitian sebelumnya yang membahas wanita bercadar disampaikan bahwa tindakan atau perilaku sosial wanita bercadar selalu didasarkan pada makna subyektif individu atas sesuatu norma dan peristiwa, artinya tindakan wanita bercadar dalam kehidupan sosial mereka tidak begitu saja menerima pengetahuannya dari luar tetapi mereka membentuk sendiri pengetahuan dan
tindakannya. Lingkungan sosial dan situasi tertentu dimana ia hidup tidak sampai mendeterminasi diri dan tindakannya.
Keseluruhan aktivitas mereka bersifat cair, individual, dan bercadar
merupakan sebuah upaya penjagaan dan penyelamatan diri secara pribadi. Meskipun secara keseluruhan aktivitas wanita bercadar lebih banyak yang bersifat individual, namun dalam menjalani kehidupan sosial, mereka juga selalu membutuhkan kedekatan dan keakraban dengan lingkungannya. (Yanu, E Prasetyo, 2007).
Dari penelitian ini dihasilkan bahwa mahasiwi bercadar juga sebenarnya sangat membutuhkan sahabat dimana dari ketiga subyek memiliki sahabat yang berlatar belakang berbeda dan gambaran persahabatan mereka juga cenderung saling menguntungkan meskipun dalam hal-hal tertentu yang bersifat prinsip tidak pernah dibahas. Artinya wanita bercadar juga manusia yang memiliki rasa ketergantungan dengan lingkungan sosialnya, akan tetapi mereka tidak selalu menerima begitu saja masukan dari lingkungan sosialnya itu, dalam hal ini sahabatnya.
Sebagai makhluk sosial, mahasiswi bercadar juga dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Dari ketiga subyek,
dengan sahabatnya, ini terlihat dari tidak adanya perilaku menyimpang yang dilakukan para subyek.
Beberapa fakta terakhir mengenai perilaku negatif yang dilakukan oleh kaum wanita bercadar seperti terlibat dalam terorisme dan penculikan seyogyanya tidak serta merta menjadi suatu kesimpulan semu. Akan tetapi alangkah bijaknya apabila jika prasangka sosial dan cerita miring yang selama ini berkembang dan cenderung menyudutkan mereka, pelan-pelan dieliminir dengan cara salah satunya adalah dengan membuat suatu penelitian tentang mereka dilihat dari berbagai aspek.
Banyak sisi yang terungkap dari wanita bercadar khususnya mengenai gambaran kehidupan sosialnya. Adanya persepsi negatif mengenai wanita bercadar selama ini, paling tidak terbantahkan dilihat dari hasil penelitian ini.
5.3. Saran
Sehubungan dengan penelitian yang telah dilaksanakan, peneliti dapat menyarankan beberapa hal:
1. Untuk penelitian selanjutnya di harapkan peneliti menggunakan subyek yang bervariasi dari tiap Universitas yang berbeda. Sehingga dapat di lakukan penelitian dengan melakukan perbandingan antar kampus dengan metode kualitatif.
2. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan subyek yang sama, namun berbeda metode dan permasalahan karena banyak sisi yang bisa diteliti dari wanita bercadar.