• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOTAL SCORE IFE

6.3 Identifikasi Faktor-Faktor Kekuatan dan Kelemahan Perusahaan Berdasarkan identifikasi analisis lingkungan eksternal dan internal CV

7.1.2 Matriks EFE (External Factor Evaluation)

Kekuatan berikutnya adalah lokasi usaha yang strategis dengan skor 0,261. Lokasi usaha ini dapat dikatakan strategis karena letaknya tidak jauh dari jalan raya dan memudahkan proses distribusi. Kekuatan kelima adalah perusahaan telah berbadan hukum dengan nilai skor 0,253. Kekuatan terahir yang dimiliki adalah komunikasi yang terjalin baik antara pemilik dan karyawan hal tersebut dapat memberikan keterbukaan kepada karyawan dalam berkomunikasi dengan pemilik. Selain itu, hubungan yang terjalin baik tersebut dapat memberikan kenyamanan kepada karyawan untuk bekerja. Nilai skor kekuatan terakhir ini sebesar 0,228.

Kelemahan utama yang dimiliki perusahaan adalah keterbatasan modal, karena sumber modal yang ada hanya diperoleh dari modal pribadi pemilik perusahaan. Nilai skor kelemahan ini adalah 0,082. Kelemahan kedua adalah kapasitas produksi belum optimal dengan nilai skor sebesar 0,086. Kapasitas produksi yang belum optimal menyebabkan perusahaan belum mampu memenuhi permintaan yang ada. Kelemahan berikutnya adalah kegiatan promosi yang dilakukan masih sederhana dengan nilai skor sebesar 0,119. Kelemahan keempat adalah Adanya rangkap jabatan dalam struktur organisasi perusahaan. Saat ini perusahaan memiliki seorang pengelola yang mengurusi bagian pemasaran dan keuangan dan juga terkadang membantu dibagian produksi. Hal tersebut dapat mengakibatkan beberapa pekerjaan menjadi kurang efektif. Nilai skor kelemahan ini sebesar 0,134. Kelemahan berikutnya adalah sistem administrasi dan pencatatan keuangan masih sederhana dengan nilai skor sebesar 0,135. Kelemahan terakhir adalah teknologi yang digunakan masih sederhana dengan nilai skor sebesar 0,167.

7.1.2 Matriks EFE (External Factor Evaluation)

Hasil analisis lingkungan eksternal CV Wahyu Makmur Sejahtera disusun dalam bentuk matriks EFE untuk mengetahui bobot dan rating masing-masing responden. Besarnya nilai bobot dan ratimg setiap responden diperoleh menggunakan kuesioner. Besarnya bobot dan rating yang digunakan adalah bobot dan rating rata-rata. Penilain matriks EFE ini disusun berdasarkan pemberian kuesioner kepada lima orang responden yang terdiri dari pemilik

76 perusahaan, pengelola, bagian produksi, pelanggan serta Dinas Pertanian Kabupaten Bogor dengan memberikan proporsi persentase tiap responden yang telah ditetapkan.

Analisis faktor eksternal perusahaan terdiri dari peluang (Opportunities) dan ancaman (Threats). Pada evaluasi ini, masing – masing faktor diberikan bobot pada masing – masing faktor kunci. Kemudian dengan menggunakan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman akan didapat hasil bobot dan rating yang disusun kedalam matriks EFE (External Factor

Evaluation) yang dapat dilihat pada tabel 19.

Tabel 19. Matriks EFE (External Factor Evaluation) CV Wahyu Makmur Sejatera

Faktor Eksternal

PELUANG Bobot Rating Skor

A. Pertumbuhan ekonomi positif 0,126 4,000 0,505 B.Konsep back to nature dan tingkat kesadaran

masyarakat semakin tinggi terhadap

kesehatan 0,130 3,000 0,389

C. Adanya peran pemerintah serta lembaga yang dapat mendukung usaha jamur tiram

putih 0,128 3,800 0,486

D.Sistem teknologi dan informasi semakin

berkembang 0,113 3,150 0,355

ANCAMAN

E. Serangan hama dan penyakit 0,128 2,000 0,257 F. Kebijakan mengenai perdagangan bebas 0,123 1,980 0,243

G. Persaingan usaha sejenis 0,121 4,000 0,485

H. Ancaman pendatang baru 0,131 3,600 0,473

Total 1,000 25,530 3,192

Berdasarkan hasil analisis faktor ekstenal pada matriks EFE, menunjukkan bahwa peluang terbesar yang dimiliki oleh perusahaan adalah pertumbuhan ekonomi yang positif. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia khususnya pada bagian hortikultura yang mengalami peningkatan (Tabel 15) memberikan peluang kepada industri sayuran khususnya jamur tiram putih untuk terus berkembang. Nilai dari skor pertumbuhan ekonomi yang positif ini sebesar 0,505. Peluang kedua berikutnya yang dimiliki oleh perusahaan adalah adanya peran pemerintah serta lembaga yang mendukung usaha jamur tiram

77 putih. Saat ini ada Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor serta kelembagaan masyarakat khususnya ntuk komoditas jamur yang dapat membantu keberlangsungan perkembangan usaha jamur itu sendiri. Nilai skor dari faktor ini sebesar 0,486.

Peluang berikutnya adalah konsep back to nature dan tingkat kesadaran masyarakat semakin tinggi terhadap kesehatan dengan nilai skor sebesar 0,389. Saat ini masyarakat sudah banyak beralih dengan mengkonsumi makanan sayuran yang sehat akan gizinya. Hal tersebut dikenal dengan konsep back to

nature. Selain itu, peralihan pola konsumsi masyarakat tersebut dipengaruhi

oleh tingkat kesadaran masyarakat itu sendiri terhadap kesehatan. Sebagaimana diketahui mengkonsumsi sayuran dapat memberikan dampak yang baik untuk kesehatan. Peluang terakhir yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan adalah sistem teknologi dan informasi semakin berkembang. Pemanfaat teknologi dan informasi yang saat ini semakin berkembang dapat memberikan pertumbuhan positif bagi usaha jamur tiram putih. Nilai skor dari faktor ini adalah 0,355.

Faktor ancaman yang ada di lingkungan perusahaan adalah persaingan usaha sejenis dengan nilai skor sebesar 0,485. Hal tersebut menjadi ancaman karena persaingan usaha sejenis tersebut dapat mengancam pasar – pasar yang dituju oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera. Ancaman yang kedua adalah ancaman pendatang baru. Pendatang baru yang mulai masuk ke dalam industri jamur tiram putih dapat dikatakan sangat mudah karena untuk mendirikan industri jamur tiram putih dapat dilakukan dalam skala usaha kecil. Nilai skor dari ancaman tersebut sebesar 0,473. Ancaman berikutnya adalah cuaca dan iklim tidak menentu serta serangan hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit ini dapat memberikan dampak yang tidak baik bagi perusahaan. Nilai skor dari faktor tersebut sebesar 0,257. Ancaman terakhir yang ada di lingkungan perusahaan adalah kebijakan mengenai perdagangan bebas dengan nilai skor sebesar 0,243.

78 7.2 Tahap Pencocokan (Matching Stage)

Tahap pencocokan (matching stage) merupakan tahap kedua di dalam formulasi strategi. Dalam tahap ini dilakukan penyusunan matriks IE dan matriks SWOT untuk memperoleh alternatif strategi.

7.2.1 Matriks IE (Internal – External)

Matriks IE menggunakan hasil dari analisis matriks IFE (Internal

Factor Evaluation) dan matriks EFE (External Matriks Evaluation) CV Wahyu

Makmur Sejahtera. Hasil analisis matriks IFE diperoleh total skor 2,570 dan matriks EFE diperoleh total skor 3,192. Total skor dari matriks IFE dan EFE yang dimiliki oleh CV Wahyu Makmur Sejahtera yang dipetakan ke dalam matriks IE. Berikut merupakan hasil matriks IE pada CV Wahyu Makmur Sejahtera (Gambar 16).

Gambar 16. Matriks IE CV Wahyu Makmur Sejahtera

Dari matriks IE tersebut dapat diketahui bahwa perusahaan berada pada kuadran II atau posisi “tumbuh dan kembangkan” (grow and build). Strategi yang digunakan adalah strategi intensif dan strategi integratif. Strategi intensif mencakup penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Strategi integrasi mencakup strategi integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan integrasi horizontal.

Skor IFE

Kuat Rata-rata Lemah (3,0-4,0) (2,0-2,99) (1,0-1,99) 4,0 Tinggi (3,00- 4,00) Skor 3,0 EFE Menengah (2,00-2,99) 2,0 Rendah (1,00-1,99) 1,0 I II III IV V VI VII VIII IX

Dokumen terkait