• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KERANGKA TEORI

3.7. Teknik Analisis Data

3.7.3. Matriks Faktor Strategi Internal

Setelah faktor-faktor startegis internal suatu perusahaan diidentifikasi, suatu tabel IFAS (Internal Strategic Factors Analysis Summary) disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal dalam kerangka Strength dan Weakness perusahaan, tahapnya adalah:

a. Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan perusahaan dalam kolom 1.

b. Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (paling penting) sampai 0,0 (tidak penting), berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap posisi strategis perusahaan. (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi skor total 1,00).

c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (Outstanding) sampai dengan 1 (poor), berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membadingkannya dengan rata-rata industri atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif, kebalikannya.

d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotanpada kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan utnuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4.0 )outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).

e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor tertentu dipilih, dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.

f. Jumlah skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis internalnya. Skor total ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.

Tabel 3.1. Matriks Internal Strategi Factors Analysis Summary (IFAS) Faktor-Faktor

Kriteria Bobot: Kriteria Rating:

Paling Penting : 0,16 – 0,20 Sangat Baik : 4

Penting : 0,11 – 0,15 Baik : 3

Cukup Penting : 0,06 – 0,10 Cukup Baik : 2

Kurang Penting : 0,01 – 0,05 Kurang Baik : 1 Tidak Penting : 0,00

3.7.4. Matriks Faktor Strategi Eksternal

Sebelum membuat matriks faktor strategi eksternal, kita perlu mengetahui terlebihdahulu Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS). Berikut ini adalah cara –cara penenruan faktor strategi eksternal:

a. Susnlah pada kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman).

b. Beri bobot masing-masing faktor dalam koom 2, mulai dari 1,0 (sangat penting ) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Faktor-faktor tersebut kemungkinan dapat memberikan dampak terhadap faktor strategis.

c. Hitung rating (dalam kolom 3) untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outstanding) sampai dengan 1 (poor) berdasarkan pengaruh faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan. Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semangkin besar diberi rating +4, tetapi jika peluangnya kecil, diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya.

d. Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan pada kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 (outstanding) sampai dengan 1,0 (poor).

e. Gunakan kolom 5 untuk memberikan komentar atau catatan mengapa faktor-faktor trtentu dipilih dan bagaimana skor pembobotannya dihitung.

f. Jumlah skor pembobotan (pada kolom 4), untuk memperoleh total skor pembobotan bagi perusahaan yang brsangkutan. Nilai total ini menunjukkan bagaimana perusahaan tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya. Total skor ini dapat digunakan untuk membandingkan perusahaan ini dengan perusahaan lainnya dalam kelompok industri yang sama.

Tabel 3.2. Matriks Eksternal Factors Analysis Summary (EFAS)

Faktor-Faktor

Ancaman

Kriteria Bobot: Kriteria Rating:

Paling Penting : 0,16 – 0,20 Sangat Baik : 4

Alat yang dipakai untuk menyusus faktor-faktor strategis perusahaan adalah matriks SWOT. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategis.

Tabel 3.3. Matriks SWOT

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang

STRATEGI WO

Ciptakan strategi yang meminimalkan

Ciptakan strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman

STRATEGI WT

Ciptakan strategi yang meminimalkan

Stretegi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan, yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.

b. Strategi ST

Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman.

c. Strategi WO

Strategi ini diterapkan berdasarkan pemnfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.

d. Strategi WT

Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

3.7.6. Diagram SWOT

Diagram SWOT bertujuan untuk mengetahui kuadaran berapa dan menentukan strategi apa tepat yang dapat diterapkan di perusahaan sesuai penilaian yang telah dilakukan sebelumnya.

Gambar 3.4. Diagram Analisis SWOT

Strategi Trun – Around III I Strategi Agresif

Strategi Defensif IV II Strategi Diversifikasi

Sumber: (Rangkuti, 2009: 19)

PELUANG

KEKUATAN KELEMAHAN

ANCAMAN

Kuadran I : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growth oriented strategy)

Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuaan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi deversifikasi (produk/pasar).

Kuadran III : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi dilain pihak, ia menghadapi beberapa kendala/ kelemahan nternal.

Kondisi bisnis pada kuadran 3 mirip dengan Question Mark pada BCG Matrix. Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.

Kuadran IV : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Lokasi Penelitian

4.1.1 Profil UKM Bengkel Kersik Putih Motor

Bengkel motor yang menjadi tempat penelitian penulis adalah Bengkel motor Kersik Putih Motor, yang beralamat di Jalan Jamin Ginting no: 192-194, Medan Selayang, Sumatera Utara. Bengkel motor ini berdiri pada tanggal 12 Juli 2011, usaha bengkel motor ini merupakan usaha yang dijalankan dengan modal sendiri. Menurut pemilik bengkel motor, alasan memilih untuk membuka bengkel motor karena usaha bengkel motor cukup berpeluang dan bengkel motor menjadi salah satu kebutuhan masyarakat sebagai konsumen yang memiliki kendaraan bermotor agar tetap terawatnya kendaraan bermotornya. Modal yang dikeluarkan pada saat membuka bengkel motor ini adalah senilai Rp 300.000.000,00. UKM bengkel motor ini didirikan oleh Bapak Karsi Panan Tarigan, bengkel mobil ini berada di sebuah bangunan yang tidak lagi dikontrak (sewa) melainkan bangunan milik pribadi. Bagunan bengkel mobil ini terletak sekitar 400 meter dari Universitas Sumatera Utara (USU) . Lokasi Bengkel Kersik Putih Motor sangat strategis karena letaknya tepat pada jalan raya dan digunakan sebagai jalan lintas yang dilalui oleh mobil-mobil pribadi, sepeda motor, angkutan umum dan truk.

Dalam menjalankan usaha ini, pemilik dibantu oleh 1 orang karyawan dan 6 orang teknisi. Ruko bengkel mobil ini terdiri dari 3 lantai. Lantai 1, dipakai untuk usaha jasa penjualan alat sparepart dan jasa service, dilantai 2 dipakai untuk gudang penyimpanan alat sparepart, kamar tidur dan dapur, sedangkan dilantai 3

digunakan sebagai ruang keluarga Lebar ruko 10 m, dan panjangnya 35 m, tetapi yang digunakan untuk penjualan alat sparepart hanyalah lebar 4,5 m, dan panjang 25 m. Sedangkan untuk jasa service dan perbaikan kendaaraan roda dua (motor) berada di depan ruko dengan lebar 4,5 m, dan panjang 12 m.

Bengkel motor ini buka setiap hari kecuali hari besar seperti hari Raya Idul Fitri, hari Raya Idul Adha, hari Paskah, dan Hari Natal serta Tahun Baru.

Bengkel motor ini dibuka mulai pukul 08.00 WIB s/d 17.30 WIB. Menurut pemilik bengkel Kersik Putih Motor jasa perbaikan kendaraan motor dan penjualan alat sparepart motor memiliki pangsa pasar yang mereka tuju adalah mencakup semua wilayah, tidak ada segmentasi dari segi wilayah, siapa saja ingin memperbaiki, service ringan/berat dan penggantian alat sparepart, dipersilahkan untuk datang ke Bengkel motor Kersik Putih. Bengkel motor ini khusus untuk servis berskala, boring, penggantian Sparepart/Accessories, dan lain-lain. Alat sparepart dan Acceesories yang ada di bengkel ini cukup beragam mulai dari hal yang terkecil hingga hal yang besar. Perbaikan kendaraan motor pada bengkel ini cukup cepat karena memiliki fasilitas yang lengkap seperti perkakas, mesin bor, mesin gerinda, dan alat-alat perbaikan motor lainnya. Bengkel motor Firdana Service menjual dan melayani:

- Sparepart dan Accesories - Service berskala

- Penggantian komponen mesin maupun rangka/bodi - Perbaikan mesin

- Dan Lain-lain.

4.1.2 Biaya Operasional Bulanan Bengkel Kersik Putih Motor Omset Penerimaan Usaha Sebulan Rp 100.000.000

Biaya kuantitas

80.000.000 * asumsi data pemilik

Listrik 4.400 watt 2.000.000

Total pengeluaran Rp 82.120.000

Total pendapatan Rp 17.880.000

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2016

Fasilitas lain yang disediakan oleh bengkel motor ini yaitu kamar mandi dan ruang tunggu dengan bangku yang dapat digunakan untuk pelanggan selama menunggu motornya sedang dperbaiki. Selain dekat dengan rumah-rumah tangga, lokasi tempat berdirinya usaha ini juga merupakan suatu lokasi yang banyak digunakan untuk menjalankan bisnis, seperti rumah makan, Salon, Toko accesories laki-laki dan perempuan, Laundry kiloan, Bengkel kendaraan sepeda

motor, bahkan sesama usaha jasa bengkel motor. Bengkel Kersik Putih Motor memiliki pesaing, dimana letak bengkel motor ada yang dekat dan ada yang jauh tetapi cukup berdampak terhadap ramainya pengunjung bengkel Kersik Putih Motor, mengingat bahwa bengkel Kersik Putih Motor masih sangat baru dalam merintis usahanya dibandingkan dengan bengkel motor lainnya seperti bengkel motor Honda Jaya, bengkel Fatih Motor, bengkel Sukses Jaya Motor, maupun bengkel Ichidai Motor yang sudah cukup lama merintis usahanya dan berjarak tidak jauh sekitar 400 m dari bengkel Kersik Putih Motor.

4.1.3 Struktur Organisasi Bengkel Kersik Putih Motor

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bengkel Kersik Putih Motor

Dari Gambar 4.1 Struktur Organisasi, dapat dijelaskan bahwa struktur organisasi tersebut merupakan struktur organisasi lini atau jalur. Struktur organisasi lini atau jalur ini diciptakan oleh Henry Fayol, bentuk organisasi ini merupakan bentuk yang paling sederhana dan paling tua dalam organisasi.

Struktur organisasi lini ini tepat dipakai dalam organisasi kecil seperti usaha dagang, karena pemilik bengkel motor berhubungan langsung dengan pekerja.

Pada saat pemilik bengkel motor (atasan dalam organisasi), ingin memberikan tugas kepada pekerja, maka pemilik bengkel motor langsung saja memberikan perintah atau arahan kepada pekerja.

Pemilik

Karyawan / Teknisi

Pemilik dan pekerja memiliki tugas yang berbeda dalam usaha ini. Tugas dari pemilik yang sekaligus pengelola bengkel motor ini adalah sebagai berikut :

1) Melihat kinerja pengelola, karyawan dan teknisi

2) Melihat catatan pengeluaran dan pemasukan setiap bulannya 3) Menjaga hubungan baik dengan mitra kerja.

4) Mengatur keuangan seperti membeli barang kebutuhan bengkel motor, sparepart dan accessories, makanan dan minuman ringan, dan biaya perangkat keras alat perbaikan motor.

5) Mengatur karyawan dan teknisi sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan

6) Menjaga hubungan baik dengan para pelanggan dan mitra kerja.

7) Menjaga keamanan secara sistem

8) Membatasi waktu penggunaan bengkel motor serta jam buka tutup.

9) Melayani pelanggan yang akan mengganti sparepart, service berat maupun ringan

10) Menjaga kebersihan bengkel Kersik Putih Motor

11) Menjual barang-barang yang telah disediakan oleh bengkel Kersik Putih Motor seperti, sparepart / accessories

12) Menerima komplain dari para pelanggan bengkel motor 13) Menjaga bengkel motor dari sisi kenyamanan dan keamanan

14) Mencatat billing service, perbaikan kendaraan motor dan penggantian alat sparepart / accessories dari para pelanggan

Tugas dari Teknisi pada bengkel Kersik Putih Motor adalah membantu pemilik dan pengelola bengkel motor dalam mengelola bengkel motor in. Adapun tugas-tugas dari karyawan dibengkel Kersik Putih Motor adalah :

1) Melayani pengunjung dan pelanggan dengan sopan, ramah dan sabar 2) Menjaga kebersihan bengkel motor

3) Memperbaiki dan menservice motor 4) Menerima complain dari para pelanggan 5) Menjaga keamanan secara sistem

6) Menjaga bengkel motor dari sisi kenyamanan dan keamanan.

4.2 Penyajian Data

Berdasarkan pengamatan pada situasi sosial dan hasil wawancara yang telah dilakukan oleh penulis kepada para informan, maka ditemukan data-data yang diperlukan oleh penulis, berupa faktor internal bengkel Kersik Putih Motor yaitu kekuatan (strength), kelemahan (weakness), dan faktor eksternal bengkel Kersik Putih Motor yaitu peluang (opportunity), ancaman (threat). Data-data tersebut dapat dilihat pada tabel, sebagai berikut:

Tabel 4.2 Faktor Internal dan Faktor Eksternal Bengkel Kersik Putih Motor FAKTOR INTERNAL

Kekuatan (Strength) Kelemahan (Weakness) a. Lokasi yang strategis

b. Bangunan Bengkel Motor milik pribadi

c. Kecepatan teknisi dalam menyelesaikan perbaikan motor d. Fasilitas yang lengkap

e. Menyediakan Wifi Gratis bagi pelanggan

f. Menawarkan pelayanan yang ramah

g. Tempat yang nyaman h. Menyediakan ruang tunggu.

a. Harga sparepart yang terlalu mahal b. Sumber daya manusia (SDM) yang

belum memadai

FAKTOR EKSTERNAL

Peluang (Opportunity) Ancaman (Threat) 1. Besarnya angka pertumbuhan

kendaraan roda dua (motor)

2. Semakin berkembangnya alat untuk mempermudah perbaikan motor

3. Banyaknya Bank yang menawarkan kredit dengan suku

a. Adanya kompetitor dengan usaha jasa sejenis

b. Hadirnya kompetitor baru dengan konsep fasilitas lengkap dan harga yang bersaing

c. Pelanggan yang suka mengutang di bengkel motor.

bunga bersaing dapat menjadi opportunity untuk mengembangkan usaha

4. Adanya kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta.

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2016

Faktor Internal Bengkel Kersik Putih Motor 1. Kekuatan (Strength)

Merupakan faktor-faktor internal positif yang berperan terhadap kemampuan usaha bengkel Kersik Putih Motor untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a) Lokasi yang strategis, dimana bengkel Kersik Putih Motor berada dekat dengan jalan raya dan berada pada daerah padat penduduk. Lokasi yang strategis merupakan suatu kekuatan karena dapat mendatangkan para pengunjung dan pelanggan. Lokasi yang strategis membuat bengkel Kersik Putih Motor menjadi ramai dikunjungi oleh pelanggan pengguna motor.

b) Bangunan bengkel motor milik pribadi, dimana bangunan memiliki hak penuh dari pemilik bengkel motor yang mengakibatkan tidak adanya pungutan biaya dari pemerintah / pajak bahkan pungutan liar.

c) Kecepatan teknisi dalam memperbaiki motor, menjadi salah satu faktor pendukung keuntungan dimana para pelanggan mencari bengkel motor

yang memiliki fasilitas yang lengkap sehingga pelanggan dapat melakukan kegiatan yang lain.

d) Fasilitas yang lengkap menjadi salah satu faktor pendukung keuntungan dimana para pelanggan mencari bengkel motor dengan fasilitas yang lengkap, sehingga kendaraan para pelanggan mampu dengan cepat diselesaikan

e) Menyediakan Wifi gratis bagi para pelanggan sehingga pelanggan tidak merasa bosan sewaktu sedang menunggu motornya yang sedang di service atau sedang di perbaiki

f) Menawarkan pelayanan yang ramah, menjadi salah satu kesuksesan dalam mencari keuntungan. Karena, pelayanan yang ramah terhadap pelanggan, dapat meninggalkan kesan yang baik dan mendongkrak nama bengkel motor menjadi lebih terkenal dengan pelayanannya.

g) Menyediakan ruang tunggu yang disertai bangku untuk para pelanggan yang sedang menunggu motornya yang sedang di service atau di perbaiki.

2. Kelemahan (Weakness)

Merupakan faktor-faktor internal negatif yang merintangi usaha Bengkel Kersik Putih Motor untuk mencapai tujuannya. Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a) Sumber daya manusia (mekanik) yang belum memadai, hal ini dikarenakan tidak semua karyawan/mekanik yang bekerja di bengkel

Kersik Putih Motor memiliki sertifikasi dari lembaga tertentu dan belum cukup memiliki pengalaman.

b) Harga yang terlalu mahal, menjadi salah satu faktor berpindahnya pelanggan ke bengkel yang lain dengan harga yang lebih murah. Dan Ini menyebabkan berkurangnya pendapatan bengkel Kersik Putih Motor.

3. Peluang (Opportunity)

Merupakan faktor-faktor eksternal positif yang dapat dimanfaatkan oleh Bengkel Kersik Putih Motor untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a) Besarnya angka pertumbuhan kendaraan roda dua (motor), Semakin besarnya pendapatan masyarakat yang menimbulkan angka pembelian motor semakin meningkat, dengan semakin meningkatnya angka pertumbuhan motor secara otomatis permintaan bengkel semakin banyak.

b) Semakin berkembangnya alat untuk mempermudah perbaikan motor, maka para pencipta alat perbaikan motor melakukan penambahan alat-alat baru atau penataan ulang alat-alat perbaikan menjadi lebih baik. Hal ini dapat menjadi keuntungan bagi pemilik bengkel Kersik Putih Motor untuk membeli alat tersebut. Dan dapat menyelesaikan perbaikan atau service kendaraan dengan cepat.

c) Banyaknya Bank yang menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat menjadi opportunity untuk mengembangkan usaha, dimana pemilik dapat meminjam modal untuk menambah alat

komputer atau dapat menambah alat perbaikan motor menjadi lebih lengkap.

d) Adanya kerja sama dengan instansi pemerintah maupun swasta, menjadi peluang yang baik untuk pengembangan bengkel motor ini.

4. Ancaman (Threat)

Merupakan faktro-faktor eksternal negatif yang dapat merintangi kemampuan bengkel Kersik Putih Motor untuk mencapai tujuannya.

Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

a) Adanya kompetitor dengan usaha jasa sejenis, sehingga pendapatan Bengkel Kersik Putih Motor sendiri dapat berkurang.

b) Hadirnya kompetitor baru dengan konsep fasilitas yang lengkap dan harga yang bersaing, dimana para pelanggaan yang menginginkan harga murah dengan penyelesaian kendaraan motor yang cepat. Maka pelanggan akan lebih memilih ke bengkel motor yang menyediakan fasilitas tersebut.

c) Pelanggan yang suka berhutang di bengkel, terkadang tidak tepat waktu dalam pembayaran. Sehingga dapat menimbulkan kerugian dari bengkel Kersik Putih Motor.

4.3 Analisis Data

Berdasarkan hasil dari penyajian data di atas, untuk mengolah data tersebut melalui Analisis SWOT, maka dilakukan terlebih dahulu tahap-tahap seperti menyusun tabel Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan External Factor Analysis Summary (EFAS) dengan menentukan faktor-faktor yang menjadi

Strength dan Weakness Bengkel Kersik Putih Motor, selanjutnya memberikan bobot masing-masing faktor dari skala mulai dari 0,0 (tidak penting) sampai dengan 1,00 (sangat penting) dimana semua bobot tersebut jumlahnya tidak lebih dari skor total 1,00. Menghitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 1 (dibawah rata-rata) sampai dengan 4 (sangat baik).

Nilai rating Strength dan Weakness selalu bertolak belakang, begitu juga dengan Opportunity dan Threat. Hasil analisis dari IFAS dan EFAS dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4.3 Matriks Internal Factor Analysis Summary Bengkel Kersik Putih Motor

Faktor-faktor Strategis Internal Bobot Rating

Bobot x Rating Kekuatan (Strength)

1. Lokasi yang strategis 0,13 4 0,52

2. Bangunan bengkel motor milik pribadi

0,12 4 0,48

3. Kecepatan teknisi dalam menyelesaikan perbaikan motor

0,10 3 0,30

4. Fasilitas yang lengkap 0,12 4 0,48

5. Menyediakan Wifi 0,04 2 0.08

6. Menawarkan pelayanan yang ramah 0,09 3 0,27

7. Tempat yang nyaman 0,09 4 0.36

8. Menyediakan ruang tunggu 0,08 2 0,16

Sub Total 0,77 2,65

Kelemahan (Weakness)

1. Karyawan/mekanik yang belum memadai

0,11 3 0,33

2. Harga yang terlalu mahal SDM 0,12 4 0,48

Sub Total 0,23 0,81

Total 1

Selisih Skor Kekuatan dengan Skor Kelemahan

1,84

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2016

Tabel 4.3 Matriks Internal Factor Analysis Summary Bengkel Kersik Putih Motor, menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki Kersik Putih Motor lebih besar dari pada kelemahannya. Kekuatan memiliki sub total 2.65 dan Kelemahan memiliki sub total 0,81 dimana hasil dari keduanya diselisihkan dan didapat hasil 2,57- 0,81= 1,84.

Jumlah faktor yang dianalisa pada kekuatan dibatasi menjadi delapan faktor dan kelemahan menjadi dua faktor, dimana faktor-faktor tersebut dianggap sebagai faktor-faktor dominan yang terjadi di tempat tersebut.

Tabel 4.4 Matriks External Factor Analysis Summary Bengkel Kersik Putih

1. Besarnya angka pertumbuhan kendaraan roda dua (motor)

0,43 4 1,72

2. Semakin berkembangnya alat untuk memudahkan perbaikan motor

0,14 3 0,42

3. Banyaknya Bank yang menawarkan kredit dengan suku bunga bersaing dapat menjadi

opportunity untuk

mengembangkan usaha

0,05 2 0,10

4. Adanya kerjasama dengan instansi pemerintah dan swasta konsep fasilitas lengkap dan harga yang bersaing

0.08 2 0,16

3. Pelanggan yang suka mengutang di bengkel

0.04 2 0,08

Sub Total 0,25 0,76

Total 1

Selisih Skor Peluang dengan Skor Ancaman

1,87

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2016

Tabel 4.4 Matriks External Factor Analysis Summary Bengkel Kersik Putih Motor, menunjukkan bahwa peluang yang dimiliki Bengkel Kersik Putih Motor lebih besar daripada ancaman. Peluang memiliki sub total 2,63 dan Ancaman memiliki sub total 0,76 dimana hasil dari keduanya diselisihkan dan didapat hasil 2,63-0,76 = 1,87

Jumlah faktor yang dianalisa pada peluang dibatasi menjadi empat faktor dan ancaman menjadi tiga faktor, dimana faktor-faktor tersebut dianggap sebagai faktor-faktor dominan yang terjadi di tempat tersebut.

Kumpulan dari faktor-faktor tersebut di atas disusun oleh penulis berdasarkan analisa internal dan eksternal pada bengkel Kersik Putih Motor dengan melihat situasi yang terjadi saat ini, analisa tersebut dilakukan bersama-sama dengan pemilik Bengkel Kersik Putih Motor dan Pekerja Bengkel motor tersebut.

Hasil analisis pada tabel Matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS) dipetakan pada Matriks Posisi Organisasi dengan cara sebagai berikut :

a. Sumbu horisontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman.

b. Posisi organisasi ditentukan dengan hasil analisa sebagai berikut.

c. Kalau peluang lebih besar daripada ancaman, maka nilai y>0 dan sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0

d. Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x>0 dan sebaliknya kelemahan lebih besar daripada kekuatan maka nilai x<0.

Berikut merupakan posisi kuadran Bengkel Kersik Putih Motor.

Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Bengkel Kersik Putih Motor Peluang (+2,63)

Kuadaran III Kuadran I

Mendukung Strategi Turn-Around Mendukung Strategi Agresif (+)1,87

(+)1.84

Kelemahan (-0.81) Kekuatan (+2.65)

Kuadran IV Kuadran II

Mendukung Strategi Defensif Mendukung Strategi Diversifikasi

Ancaman (-0.76)

Sumber : Data yang diolah peneliti, 2016

Dari Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Kersik Putih Motor, dapat dilihat bahwa Bengkel Kersik Putih Motor berada pada posisi Kuadran I yang mendukung strategi agresif. Posisi kuadran I ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Bengkel Kersik Putih Motor memiliki kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan pada bengkel motor ini adalah yang mendukung kebijakan

Dari Gambar 4.2 Diagram Cartesius Analisis SWOT Kersik Putih Motor, dapat dilihat bahwa Bengkel Kersik Putih Motor berada pada posisi Kuadran I yang mendukung strategi agresif. Posisi kuadran I ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Bengkel Kersik Putih Motor memiliki kekuatan yang dapat digunakan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang harus diterapkan pada bengkel motor ini adalah yang mendukung kebijakan

Dokumen terkait